Surrounded Several Boys

Surrounded Several Boys
Posesif II


__ADS_3

Ayo dukung terus novel ini dengan cara :


Klik J E M P O L, K O M E N & V O T E ❤


..


..


..


Selang beberapa detik, pengurus Feng berjalan dari pintu masuk mendekati tuannya yang sedang duduk di sofa.


"Tuan, mengenai kepengurusan surat nikah yang anda minta. Sepertinya perlu di undur, hingga empat bulanan lagi. Dikarenakan adanya virus yang sedang merabak di beberapa Negara, termasuk Korea. Salah satu himbauan dari pemerinta adalah untuk tidak membuat kerumunan dan menghindarinya dulu saat ini. Jika Tuan memaksa ingin mengadakan acara pernikahan minggu ini, mungkin tidak ada tamu undangan yang akan hadir di acara pernikahan anda. Karena, masyarakat disini pasti akan memilih menghindari kerumunan orang untuk mencegahnya penularan virus berbahaya itu". Jelas pengurus Feng, terperinci.


"Ya, aku tahu mengenai wabah penyakit itu. Tapi, jika harus menunggu empat bulananan lagi. Emm .. apakah tidak terlalu lama?". Djordi merasa ragu.


"Maaf, jika pertanyaan saya lancang. Tapi, apakah Tuan akan menikahi Nona Bae? Jika benar. Dalam kurun waktu empat bulan itu, Nona Bae akan lulus kuliahnya dan ia sudah menjadi sarjana. Saya menyarankan, agar Tuan dapat menunggu sebentar lagi. Dalam empat bulan itu, Tuan bisa memanfaatkannya agar Nona Bae tertarik pada anda, dan lamarlah ketika ia sudah lulus kuliahnya". Jelas pengurus Feng.


Djordi menunduk perlahan, sambil mengerutkan keningnya dan menciutkan kedua matanya. Memikirkan matang-matang, saran dari pengurus Feng itu.


"Hmm". Djordi menarik nafasnya sedikit berat, dan membuangnya begitu saja.


"Baiklah, itu ide bagus. Aku hanya perlu bersabar beberapa bulan ke depan". Ucapnya.


"Tapi, dari mana kau tahu aku akan menikahi Bae Nana? Apakah terlihat sangat jelas, sikapku padanya?". Tanya Djordi, sambil menyandarkan punggungnya.


Pengurus Feng menundukkan kepalanya. Ia menjawab pertanyaan itu dengan senyuman lebarnya, terlihat sungkan.


"Sudahlah. Dimana Pak Sen? Suruh dia siapkan mobil, aku akan ke kantor mengurus beberapa dokumen". Titahnya.


"Pak Sen, sudah menunggu anda di luar sejak tadi, Tuan". Ucap pengurus Feng.

__ADS_1


Kemudian Djordi berjalan ke luar, dan masuk ke dalam mobil.


Mobil berjalan dengan normal.


..


🌻🌻🌻🌻🌻


..


Beberapa jam telah berlalu, langit pun sudah berubah menjadi gelap.


Nana berjalan masuk ke dalam rumah menuju dapur, dengan beberapa bungkus belanjaan di tangannya.


Ia hanya melepaskan semua pakaian yang di perintahkan Djordi, tadi.


Lalu, Nana mengeluarkan daging sapi dari dalam kulkas dan mulai memasak belanjaan yang telah ia pilih di supermarket itu.


..


Mobil Djordi berhenti di depan rumah miliknya. Ia telah menyelesaikan pekerjaannya.


Saat Djordi berjalan akan memasuki pintu rumahnya itu, ia tidak sengaja melihat Nana di jendela dapur yang di biarkan terbuka. Nampak, Nana sedang mondar mandir, karena sedang memasak makan malam untuknya.


Djordi membelokkan langkahnya ke jendela dapur, karena sosok wanita di dapur itu membuat jiwa penasarannya menggebu-gebu. Ia tidak jadi masuk ke dalam rumahnya.


Djordi memperlambat langkahnya, mengendap-edap saat sampai dijendela dapur itu. Pengurus Feng yang baru saja ke luar dari pintu rumah, terheran. Melihat tingkah tuannya yang mengendap-endap, seperti akan memergoki maling saja.


Apa yang di lakukan Tuan muda? (Batin pengurus Feng, penasaran).


Kemudian, pengurus Feng mendekati Djordi yang sedang terlihat mengintip seseorang di jendela.

__ADS_1


"Tuan, apa yang sedang anda .. "


"Sstt.. Pelankan suaramu !!". Djordi menutup mulut pengurus Feng dengan tangan kanannya.


Djordi memperhatikan dengan seksama sosok wanita yang di idamkan nya itu sedang mengiris bawang dengan menundukkan kepalanya.


Loh, apa aku tidak salah lihat? Sepertinya Nana sedang menangis? (Gumam Djordi dalam hatinya, sambil terus saja mengintip dari balik jendela).


Kedua mata Djordi menciut, memastikan apakah dugaannya itu betul atau tidak.


Dalam pandangan Djordi. Terlihat, Nana sedang mengusap air mata yang menetes di kulit pipinya. Nana menarik piyama yang ia pakai, lalu menutupkan kedua matanya di balik piyama itu.


"Ternyata memang benar dugaanku, Nana sedang menangis !! Siapa yang berani membuat wanitaku menangis seperti itu?". Gumam Djordi.


Pengurus Feng mengerutkan dahinya, karena tidak sengaja mendengar gumaman yang tuannya ucapkan itu.


"Feng ! Kau cari tahu dan usut sampai tuntas .. siapa yang berani membuat Nana bersedih, hingga ia menangis seperti itu. Jika orang itu petinggi atau dari kalangan atas, hancurkan perusahaannya. Buat mereka seperti hidup di neraka". Titahnya, berbisik.


Raut wajah Djordi sangat serius sambil beranjak dari percobaan mengintipnya itu. Lalu, ia berjalan cepat memasuki pintu rumahnya.


"Ah? Bukan seperti itu Tuan .. "


"Kau tahu kan, aku tidak suka orang yang membantah perintahku". Geramnya pada pengurus Feng.


Pengurus Feng terdiam, dan tersenyum kecil. Menahan tawa. Sambil mengikuti langkah tuannya dari belakang.


..


Ayo klik JEMPOL, KOMEN DAN VOTE nya ❤


Oh ya .. Rating 🌟 5 nya jangan lupa ya 💋

__ADS_1


__ADS_2