Surrounded Several Boys

Surrounded Several Boys
Kabar Gembira


__ADS_3

Hargai novel ini dengan cara klik :


J E M P O L, K O M E N & V O T E ❤


..


..


..


Beberapa jam telah berlalu. Saat ini pukul dua pagi. Djordi menjadi suami yang sigap, ia terus berada di samping Nana yang masih terbaring, belum sadarkan diri. Tiba-tiba, ia merasa panas dan pengap di dalam ruangan itu. Akhirnya, Djordi memutuskan untuk keluar mencari udara segar. Ia menyuruh beberapa perawat untuk menjaga istrinya, selama ia berada diluar.


Djordi duduk di kursi taman rumah sakit, sambil menatap bintang dengan wajah yang berseri-seri. Namun, ia tersadar bahwa dirinya tadi telah menelepon presdir Kim dan dokter Juna dengan kalimat yang mengerikan.


Ia langsung mengirim pesan pada presdir Kim dan dokter Juna.


Kumpul dirumah ayahku besok pukul delapan pagi !


Setelah mengirim pesan pada kedua sahabatnya itu, Djordi mengerutkan keningnya, seperti memikirkan sesuatu.


Kemudian, ia mengirim pesan pada seluruh keluarganya, termasuk Ny.Parsha (ibunya Nana) dan sekretaris Yan. Memberitahu mereka, untuk kumpul dirumah Tn.Kim tepat pukul delapan pagi.


Djordi berniat akan memberitahu keluarga dan sahabat-sahabatnya mengenai kehamilan Nana itu.


...


Di lain tempat.


Nana menggerakkan tangannya, perlahan ia membuka kedua matanya. Ia menatap sekeliling ruangan. Matanya sedikit terasa berat.


Dimana ini? Apa yang terjadi? (Batinnya, terheran)


Nana langsung beranjak dari tidurnya. Ia menuju pintu, lalu saat ia membuka pintu itu, ternyata ada dua orang perawat wanita yang sedang berjaga.


Perawat? Jadi, ini dirumah sakit !


"Emm, maaf ... aku ingin bertanya. Ini dirumah sakit mana, ya? Dan apa kalian tahu, apa yang terjadi padaku?" tanya Nana. Ia pun sambil memikirkan kejadian sebelum ia pingsan.


"Ah, Nona ! Sebaiknya anda berhati-hati saat berjalan. Anda terlalu kelelahan, lalu suami anda membawa anda kemari. Ini di rumah sakit Gong Menical Center," jawab salah satu perawat.


Nana menciutkan kedua matanya.


"Mm.. dokter sudah memeriksaku, kan? Karena, aku merasa ada masalah di dalam tubuhku ini !" katanya, dengan tatapan penasaran.


"Tentu ! Anda akan merasa tubuh anda tidak seperti biasanya karena anda sedang hamil, Nona. Ini adalah hal biasa yang terjadi di awal trimester pertama. Jadi, kami sangat menyarankan pada anda kembali ke bangsal untuk beristirahat," pinta salah satu perawat itu dengan sopan.


Nana terhentak kaget, setelah mendengar kata 'hamil' dari mulut perawat itu. Nana tertawa kecil menyepelekan ucapannya, karena menurutnya itu adalah gurauan.


"Kalian sangat pintar bergurau, ya ! Sudahlah, jangan membuatku bahagia dengan menyertakan perkataan hamil. Karena itu amat menyakitkan terdengar olehku," ucapnya dengan sedikit sesak didada.


Salah satu perawat tersenyum tipis.


"Kami tidak bergurau, Nona. Apakah, anda merasa pusing dan mual-mual?" tanya si perawat.


"Ehemm, ya...." Nana sedikit gugup, sambil menyentuh tenggorokannya.


"Itulah, gejala orang hamil yang paling umum yaitu pusing, mual-mual, dan badan lemas tak seperti biasanya. Bukankah anda sudah telat datang bulan?" tanyanya lagi.


Nana membelalakan matanya. Ia terhentak kaget saat perawat menanyakan hal itu. Ia mengingat-ingat, dan memang benar Nana seharusnya sudah datang bulan beberapa hari yang lalu, tapi sampai sekarang si merah itu tak kunjung ada.


Dengan jantung yang berdebar, akhirnya Nana benar-benar yakin bahwa ia sebenarnya memang sedang mengandung.


Keresahannya, kini sudah di bayar dengan kabar berita kehamilannya. Sontak, hal ini membuatnya sangat-sangat bahagia. Perlahan, air matanya membendung. Lalu, Nana meraba perutnya dengan sentuhan lembut. Ia mulai menteskan air mata.


Penantian bertahun-tahun itu, kini membuahkan hasil.


"Menurut hasil USG dan analisa dokter, kehamilan anda baru menginjak 36 hari, Nona. Diusia kehamilan muda seperti ini, anda harus benar-benar menjaganya dengan baik. Tidak boleh terlalu capek apa lagi sampai mengangkat sesuatu yang berat," jelas perawat itu.


Apa? Berarti, kandunganku sudah satu bulan lebih? Tentu saja, aku akan menjaganya sebaik mungkin. (Batinnya, dengan perasaan tak menyangka)


Nana langsung teringat pada suaminya. Ia berniat ingin memberi kejutan pada Djordi tentang kehamilannya itu.


"Apakah kau tahu, dimana suamiku?" tanya Nana sedikit sungkan , sambil menahan rasa bahagia yang menggerogoti tubuhnya. Ia sangat ingin meluapkan kesenangannya saat ini.


"Emm, saya akan mencarinya. Nona tunggu saja disini, jangan kemana-mana." Salah satu perawat itu langsung bergegas mencari Djordi ke luar dari rumah sakit.

__ADS_1


Ia pun kembali masuk ke dalam ruangan.


...


Setelah menghabiskan beberapa buah-buahan yang tersuguh di atas meja, akhirnya Djordi datang menghampirinya. Nana sedikit terkejut, wajahnya terlihat berseri-seri menatap Djordi.


"Ada apa, sayang?" tanya Djordi, dengan suara yang lembut sambil membelai rambut Nana.


Nana langsung beranjak dan memeluk Djordi yang sedang berdiri di samping bangsalnya, hingga Djordi kesulitan bernafas.


Uhukk... uhuk...


"Nana, aku kesulitan bernafas !" seru Djordi dengan suara yang terdengar seperti kejepit.


Nana melepaskan pelukannya itu, lalu dengan tak pikir panjang ia langsung memberikan hasil USG kandungannya itu pada Djordi.


Djordi langsung mengambilnya.


Kedua bola mata Djordi membulat dengan sempurna dengan bendungan air di kedua matanya. Ia berpura-pura terkejut di hadapan Nana, agar tidak mengecewakannya, karena Djordi sudah lebih tahu duluan mengenai kehamilannya itu. Untung saja perawat yang tadi menghampirinya, memberitahu Djordi agar berpura-pura kaget.


"Nana ! Kau ... kau hamil?" Djordi adalah aktor terbaik, ia begitu sempurna memerankan kepura-puraan kagetnya itu di hadapan Nana.


Nana mengangguk cepat, dengan senyuman yang merekah, hingga air matanya pecah menetes di kedua pipinya. Djordi merasa terenyuh saat melihat Nana sebegitu bahagianya, ia langsung memeluknya. Djordi dan Nana merasakan kebahagiaan yang teramat dalam. Karena mereka berdua telah berjuang dan menanti beberapa tahun kehadiran buah hatinya ini.


...


Malam hari telah berlalu.


Kini suasana baru, dan hari yang baru menyambut mereka.


Pukul enam pagi, Djordi menyuruh Pak Sen (supir pribadinya) untuk menjembut mereka di rumah sakit itu.


Setelah menunggu sekiranya hampir 30 menit, akhirnya Pak Sen tiba di rumah sakit itu, dan langsung mengabari tuannya.


Djordi memapah Nana ke luar dari rumah sakit, dengan hati-hati.


"Hey ! Jangan menyengkram bahuku begitu keras. Itu sangat menyakitkan dan berlebihan," gerutu Nana.


"Uh, ya. Maaf, honey !" seru Djordi sambil melonggarkan sentuhan dibahu Nana.


"Pak Sen, kita pergi ke rumah ayah !" titah Djordi.


"Baik, Tuan !" ucapnya, sambil menyalakan mesin mobil dan mulai melaju dengan kecepatan normal.


"Kenapa kita pergi kerumah ayahmu?" tanya Nana, terheran.


"Tentu saja, aku akan mengabarkan kehamilanmu pada seluruh keluargaku !" jawabnya. Kemudian, ia merasa cemas dengan kecepatan mobil ini.


"Pak Sen, kurangi kecepatannya !" titah Djordi yang menatap resah.


Pak Sen langsung menuruti semua yang diperintahkan tuannya. Mobil itu melaju bagaikan kura-kura.


"Kalau seperti ini, kapan sampainya ! Jangan dengarkan dia Pak Sen, tambah sedikit kecepatannya," tutur Nana sambil menatap sinis ke arah Djordi.


Djordi tak bisa berkutik jika Nana sudah membuka suara. Baginya, wanita itu selalu benar. Jadi percuma saja jika Djordi berbicara, mengungkapkan kecemasannya.


Padahal perhatiannya itu untuk kebaikan Nana. Tapi Nana menganggapnya terlalu berlebihan.


...


Pukul delapan lewat enam menit. Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, yaitu di kediaman Tn.Kim.


Terlihat beberapa mobil yang sedang terparkir di halaman depan rumah ayahnya itu.


Sepertinya, semua sudah berkumpul. (Batin Djordi)


Djordi memapah Nana keluar dari mobil, dan langsung membawanya masuk kedalam rumah.


Dan benar saja, semua telah berkumpul disana. Seluruh keluarganya termasuk sahabat-sahabatnya hadir, tak terkecuali.


Presdir Kim dan dokter Juna, menelan ludahnya dalam-dalam saat melihat kedatangan Djordi. Karena, semalam mereka mendapatkan ucapan yang sadis darinya, membuat bulu kuduk mereka berdiri.


Saat Djordi berjalan melewati presdir Kim dan dokter Juna, meraka langsung dibuat tertunduk ketakutan.


Entah apa yang akan dilakukan Djordi, menurut mereka.

__ADS_1


"Djordi, Nana ! Ada apa ini?" tanya Ny.Kim dan Ny.Parsha dengan perasaan cemas.


"Semuanya, kemari ! Aku mengumpulkan orang-orang tercintaku karena aku mempunyai kabar baik untuk kalian," ucapnya.


Pengumuman Djordi itu sontak, membuat semua orang yang berada di dalam rumah Tn.Kim semakin penasaran.


"Ada apa Djordi?" tanya Tn.Kim dengan mengerutkan dahinya, ia benar-benar penasaran.


"Kabar gembiranya adalah, Bae Nana ... istriku ini, dia sedang hamil !" ucapnya dengan suara lantang.


Nana yang berada di sambing Djordi dibuat tersipu malu.


Tatapan demi tatapan langsung menoleh, tertuju pada Nana dan perutnya.


Deg .......


"A-apa !"


"Wah ! Akhirnya...."


"Selamat, ya."


Dasar ******** ! Aku kira apa. (Batin presdir Kim dan dokter Juna dibuat geram)


Bagi Sean kehamilan Nana ini merupakan luka baru. Tapi anehnya, luka yang sekarang tak sesakit luka-luka yang sebelumnya. Mungkin karena dihidupnya kini, telah hadir sosok wanita baru, yaitu Electra.


Memang benar, jika tersakiti oleh wanita, obatnya ya wanita lagi.


"Nana, selamat ya ! Jaga keponakanku, baik-baik." Bergetar tubuhnya saat Sean mengucapkan kalimat itu pada Nana, sambil memaksakan tersenyum.


Nana pun tersenyum padanya, sambil menganggukkan kepalanya.


Kemudian, Ny.Parsha, Ny.Kim, dan beberapa kaka iparnya memeluknya silih berganti, memberikan selamat serta mengucapkan beberapa kalimat doa untuk Nana dan calon bayinya itu.


"Nana ! Cepat injak jempol kakiku. Semoga saja kehamilanmu menempel di rahimku juga," bisik Kattie sambil tertawa cekikikan.


"Dasar kau ini ! Itu hanyalah mitos. Kau berusahalah pagi, siang, dan malam dengan Chan, karena akupun begitu, wkwkwk...," Nana tertawa kecil.


"Cih ! Kau menodai kepolosan otakku," desis Kattie.


Dilain sisi.


Saat Djordi akan meraih gelas yang sudah disediakan di atas meja, tiba-tiba presdir Kim dan dokter Juna menghampirinya dengan wajah yang masam.


"Apa maksud ucapanmu ditelepon, malam tadi?" tanya presdir Kim dan dokter Juna.


"A-ah ! Hahaha... itu, itu hanyalah kesalah pahaman," ucap Djordi gugup.


"Sepertinya, kita harus menyiapkan liang kubur untuknya," ucap dokter Juna pada presdir Kim.


"Hey, hey ! Apa kau ingin menjadikan anakku lahir tanpa ayah?" geram Djordi.


"Ada aku yang akan menggantikanmu, dan menghangatkan ranjang Nana saat kau mati !" seru presdir Kim. Tidak habis-habisnya ia dengan pikiran mesumnya itu.


"Dasar gila !" gumam Djordi, raut wajahnya menjadi datar.


Djordi langsung merogoh kantung celananya, mengambil ponselnya. Lalu, ia memperlihatkan beberapa foto wanita cantik yang seksi pada presdir Kim dan dokter Juna.


Sontak saja kedua manusia mata keranjang itu, langsung terbelalak.


"Bagaimana dengan yang ini?" ucap Djordi.


Tapi, presdir Kim dan dokter Juna menggelengkan kepalanya. Lalu, Djordi mengganti foto itu dengan menggeser fotonya ke arah kiri tanpa melihat.


"Yang ini?" tanyanya lagi.


Presdir Kim dan dokter Juna langsung mengangguk bersamaan. Djordi langsung tersenyum. Wanitalah jalan keluar dari setiap perdebatan di antara mereka.


Tapi saat Djordi melihat wanita mana yang mereka pilih. Ia langsung membulatkan matanya, karena foto itu adalah foto Nana yang sedang tersenyum di pinggir pantai dengan gaun seksi yang Djordi belikan untuknya, kala itu.


Dengan wajah masamnya, Djordi langsung menendang mereka keluar dari rumah ayahnya, tanpa ampun.


..


BERSAMBUNG !!!

__ADS_1


Mana dong Vote, like, dan komentarnya ❤


__ADS_2