
L I K E, K O M E N & V O T E ❤
Yang belum masuk grup chatku, yuk masuk
Banyak kotak hadiah menanti kalian di GCku 🌹
..
..
..
Pagi hari, dikediaman Aganor.
Mentari mulai menyorot hangat. Nana terbangun dari tidurnya dengan piyama yang berantakan. Kemudian, tiba-tiba ia tersadar, bahwa hari ini Djordi akan membawanya ke pantai. Dengan cepat Nana membersihkan diri dan berdandan.
Sudah tiga puluh menit berlalu, akhirnya Nana menemukan pakaian yang cocok untuknya. Nana memakai dress pantai dengan model rok slit berwarna kuning cerah. Warna bajunya sangat kontras dengan kulitnya yang putih, mulus dan rambut bergelombang yang dibiarkan terurai. Nana terlihat sangat manis dengan baju sederhana itu. Membuatnya kian menarik. Tak lupa Nana menyemprotkan parfum favoritnya. Aroma harum dan menyegarkan tercium sangat pekat di kamarnya itu.
Nana sudah mempersiapkan semuanya.
Lalu, ia berjalan ke luar dari kamarnya. Suasananya sunyi sepi. Kemana Djordi? Apa dia belum bangun?
Nana mengira, saat dirinya sudah keluar dari kamar akan disambut oleh Djordi. Tapi, ternyata tidak.
Kemudian, diam-diam Nana masuk ke kamar Djordi. Memastikan ia masih tidur atau kemana.
"Pintunya tidak di kunci..". Gumam Nana. Tidak segan-segan, Nana memasuki kamar Djordi.
Kamarnya masih gelap, karena tirai jendela belum dibuka. Lalu, Nana membuka tirainya.
Sorotan mentari masuk begitu saja melalui kaca jendela. Nana membalikkan badannya, menatap ke arah ranjang.
Terlihat Djordi yang masih tertidur dengan wajahnya yang ditutup selimut berwarna abu-abu. Nana menaikkan kedua tangannya di atas pinggang, sambil menggelengkan kepalanya.
Nana berjalan mendekat, lalu menjejakkan kedua lutut di atas lantai. Perlahan, Nana membuka selimut yang menutupi wajah Djordi. Ia mulai memperhatikan wajah Djordi yang sedang tertidur, tersorot mentari. Nana terpanah, hanyut dalam lamunan. Sungguh ciptaan Tuhan yang begitu sempurna, menurutnya.
"Hey, bangun..". Ucap Nana sambil menyentuh lembut pipi Djordi. Tapi, Djordi tidak merespon. Kedua matanya masih tertutup rapat.
Lalu, Nana menciumi kedua pipi, hidung, mata, kening dan terakhir bibir seksi Djordi. Mencium bibir Djordi ternyata membuatnya candu. Nana beberapa kali menciumi bibir Djordi. Akhirnya Djordi merespon, otot tangannya di regangkan ke atas, tapi dengan mata yang masih tertutup.
Dengan cepat tangan Djordi merangkul tubuh Nana yang berada di hadapannya itu. Mendekap, memeluknya erat. Nana sedikit terkejut.
"Sayang, ayo bangun !! Kau mau mengajakku ke pantai kan, sekarang?". Ucap Nana, sambil meringkuk di pelukan Djordi.
"Mmmm.. mm.. hmmm". Entah apa yang Djordi katakan, tapi tubuhnya merengek manja sambil mengelus-elus punggung Nana dan mendekapnya lebih erat.
__ADS_1
"Kau ini bicara apa?". Tanya Nana, kebingungan.
"Cium aku lagi..". Pinta Djordi, sambil tersenyum manja dan membelai rambut Nana.
"Tidak. Ini sudah hampir siang. Ayo cepat bangun". Nana melepaskan pelukan Djordi, akan beranjak bangun. Tapi, Djordi langsung menarik tangannya dan membanting tubuh Nana di atas ranjang. Hingga wajahnya menatap langit-langit kamar Djordi. Djordi langsung menerkam mangsa imutnya itu, dengan menindih tubuh Nana.
"Am, mau apa kau?". Tanya Nana, panik sambil menatap tajam matanya.
"Mau menuntaskan apa yang sudah kau mulai.. Tadi kau diam-diam menciumku beberapa kali, kan". Ucap Djordi dengan senyum mesumnya.
Nana membulatkan matanya. Djordi menutup setengah tubuh mereka dengan selimut abu-abunya.
Ia mulai membelai lembut rambut Nana, menyingkirkan rambut yang berantakan mengenai pipi dan matanya. Nana terdiam, ketakutan tak bisa berkutik karena dekapan Djordi sangat erat.
"Tadi, kau mulai dari bagian mana?". Gumam Djordi.
Djordi langsung mengecup pipi kanan dan kirinya. Nana menutup matanya rapat-rapat.
"Bagian sini?"
Dengan cepat, Djordi mengecup lagi bagian hidung Nana.
"Apa .. bagian sini??".
Kemudian, Djordi mengecup matanya, lalu naik ke kening dan kemudian turun ke bibir mungilnya.
Glek..
Djordi menelan air liurnya.
"Uh..". Keluh Djordi tiba-tiba, sambil menggigit bibir bawahnya.
"Ada apa?". Nana mengernyit, panik.
"Ada yang berdiri tegak, tapi bukan keadilan". Gumam Djordi dalam lamunannya, yang masih menatap tajam ke arah bagian dada Nana.
"Berdiri tegak? Apa maksudmu?". Nana terheran-heran. Seketika, Djordi tersadar.
"Ah, emm.. Nana, bagaimana kalau kita menikah secepatnya saja?" Ucap Djordi, sambil tersipu malu. Nana hanya membisu, dengan menaikkan kedua alisnya.
Saat Djordi akan mengecup kesekian kali di bibir Nana. Tiba-tiba..
"Paman!! .. Djordi!!". Chan dan Presdir Kim masuk begitu saja kedalam kamar Djordi. Karena pintunya sudah terbuka.
Sontak saja mereka dibuat sangat terkejut.
__ADS_1
Mereka membatu di ambang pintu. Matanya membulat, mulutnya menganga setelah pandangannya melihat Djordi dan Nana yang sedang betumpang tindih.
Blush..
Djordi dan Nana pun sangat terkejut dengan kedatangan mereka yang tiba-tiba itu. Dengan cepat Nana mendorong tubuh Djordi. Wajah merah merona terpampang sangat jelas di pipi Nana.
"A..em, cepat bersiaplah. Aku tunggu kau dibawah". Nana bicara panik, sambil salah tingkah. Kemudian, dengan langkah cepat Nana keluar dari kamar itu.
...
"Apa tidak bisa mengetuk pintu dulu??". Geram Djordi.
Tok.. Tok.. Tok..
Presdir Kim langsung mengetuk pintunya.
"Dasar gila !! Maksudku sebelum masuk, ketuk dulu pintunya". Djordi di buat kesal hati.
Tiba-tiba saja Chan dan presdir Kim tersenyum lebar menghampiri Djordi, dengan mata yang diciutkan. Menatap tajam ke arah Djordi hingga gigi mereka terlihat. Senyum menyudut-nyudutkan itu membuat Djordi menjadi salah tingkah.
"A..ada apa dengan wajah kalian?". Djordi berkedip, malu.
"Aku tidak tahu, ternyata kau itu sangat agresif, ya". Presdir Kim mencubit kecil bagian bawah pusar Djordi, dengan senyum mesumnya.
"A.. (terkejut) Dasar tangan laknat !!". Spontan, Djordi menepis tangan nakal presdir Kim yang menyubit bagian itunya.
"Hey, kenapa kau ke pantai tidak mengajakku?". Tanya Presdir Kim dengan perasaan kecewa.
Djordi mondar mandir mempersiapkan diri, dan akan memasuki toilet.
"Kau tahu dari mana aku akan ke pantai?". Tanya heran, Djordi.
"Aku yang memberi tahu paman Kim, barusan". Chan langsung membalasnya.
"Nana menelepon Kattie, semalam. Dia, mengajaknya kepantai. Lalu, Katiie mengajakku .. karena hari ini aku sedang senggang, lalu aku terima". Sambung Chan.
"Ya, aku pun sedang senggang. Aku akan mengajak beberapa wanitaku untuk bersenang-senang di pantai. Menikmati tubuh seksi para wanita yang memakai bikini, diiringi dengan deburan ombak. Uuuh, cepat kita berangkat sekarang. Aku sudah tidak sabar". Ucap presdir Kim sambil berkhayal.
Djordi membulatkan matanya, dengan perasaan hampa. Karena waktu ingin berduaan dengan Nana, sepertinya telah sirna.
..
BERSAMBUNG ..
Like, Komen & Vote nya dong 😚
__ADS_1
Dilanjut sesaat lagi nih, tunggu notiv lagi aja ya ❤