Surrounded Several Boys

Surrounded Several Boys
Benih Cinta


__ADS_3

Jangan lupa dukungannya dengan cara klik :


J E M P O L, kemudian K O M E N, dan V O T E


Sebanyak-banyaknya ❤


..


..


..


Saat Djordi ke luar dari kamar itu dan baru saja menuruni tangga, tiba-tiba dengan cepat Nana berlari begitu saja mendahului Djordi. Nana sedikit menyenggolnya, hampir saja Djordi tersungkur.


Djordi di buat sangat terkejut, dan terheran.


"Bagaimana mungkin dia sudah selesai dalam waktu beberapa detik saja?". Gumam Djordi, sambil melihat ke arah Nana yang sudah berlari ke luar vila.


Kemudian, Djordi pun bergegas menyusulnya ke luar vila.


"Hey, Nana. Apa kau benar-benar sudah selesai membereskan barangmu, membersihkan diri dan yang lainnya?". Tanya Djordi, terheran.


"Oh, itu,, emm (gugup) Aku tidak sempat mandi bos, aku hanya mengemas barang-barangku saja. Karena aku takut ditinggal olehmu. Waktu sepuluh menit, tidak cukup untukku mandi dan berdandan, apa lagi sarapan". Ucapnya, sedikit sungkan.


Djordi menarik nafas dalam-dalam, ia hanya mengerutkan keningnya dan menciutkan kedua matanya.


"Feng !!". Panggil Djordi.

__ADS_1


Kemudian, pengurus Feng mendekat.


"Ya, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?". Tanya pengurus Feng dengan hormat.


"Besok, perbaiki kamar mandi di dalam pesawat ini, sediakan bathtub transparan yang berbentuk bubble, bathtub nya harus memiliki empat kaki yang terbuat dari emas murni, dan juga perbaiki dapurnya dengan menambahkan fitur mewah termasuk emas murni 24 karat, kemudian set kitchennya harus di lapisi kulit buaya yang timbul. Dan, ganti koki saat ini, lalu hadirkan beberapa koki bintang lima. Catat itu dengan benar, Feng". Titah Djordi, sambil berjalan gagah memasuki pesawat pribadinya.


"Baik Tuan". Jawab pengurus Feng.


Apa aku tidak salah dengar?. (Gumam Nana dalam hatinya).


Nana tercengang dengan perkataan Djordi mengenai perbaikan pesawat pribadinya itu. Matanya membulat, mulutnya menganga, karena tak percaya.


"Hey, Nana. Ada apa denganmu? Apa kau tidak akan masuk?". Tanya Djordi, yang sudah menjejakkan kakinya di pintu pesawat.


Nana yang masih tercengang, tanpa sadar ia melirik ke arah Djordi yang sedang berdiri di pintu pesawat. Angin yang berhembus kencang, membuat rambut Djordi sedikit berantakan, dan wajahnya yang tersorot mentari itu, memancarkan cahaya ketampanannya.


Dan tanpa sadar, Nana melukiskan senyuman indah di wajahnya, yang membuat Djordi terheran dan menjadi salah tingkah.


Ada apa dengan wanita ini? Kenapa dia tiba-tiba saja tersenyum manis begitu, padaku? Jangan-jangan dia sudah mulai menyukaiku?. (Gumam Djordi dalam hatinya, sambil tersenyum tipis).


Djordi pun dibuat terpanah dengan senyuman manis yang Nana pancarkan. Dan, akhirnya mereka berdua saling tatap menatap. Djordi di atas pesawat, dan Nana di bawah pesawat.


Pengurus Feng yang melihat mereka berdua saling tatap dengan lamunannya masing-masing, di buat terheran.


Kemudian, dengan tidak sengaja pengurus Feng melihat suatu benda berbentuk tabung terjatuh dari tas yang Nana bawa.


Pengurus Feng terheran, dan mengambilnya, tanpa tahu benda apa itu. Dengan tidak pikir panjang pengurus Feng menekan tombol yang terdapat di benda tabung itu.

__ADS_1


Tiba-tiba saja..


Bledag Bledug 💥


Dar Der Dor 💢 Crakcrak Pyaarrrr 💥


Nana, Djordi dan pengurus Feng pun dibuat terkejut. Tanpa sadar, Nana melompat ke dalam pesawat, dan dengan cepat tubuhnya di tarik oleh tangan Djordi. Hingga akhirnya tubuh mereka tidak seimbang. Nana terjatuh dalam pelukan Djordi, yang membuat jantungnya semakin berdetak kencang.


Pengurus Feng masuk ke dalam pesawat, dengan rasa panik yang masih menyelimutinya.


"Ma ,, maaf Tuan (panik) Aku tidak tahu ternyata benda itu adalah alat pengejut. Aku tidak sengaja menekan tombolnya yang membuat Tuan dan Nona Bae jadi terkejut seperti itu". Ucap pengurus Feng.


Kemudian, Nana dan Djordi tersadarkan. Mereka berdiri dan saling mendorong, melepas pelukannya, dengan pipi merah dan wajah yang malu-malu.


"Ehem". Djordi mendehem malu, sambil merapihkan jas nya.


"Ehem juga". Balas Nana, mendehem, sambil memalingkan wajahnya dari Djordi.


"Tuan, dan Nona Bae. Pesawat akan lepas landas, duduklah dengan tenang". Ucap pengurus Feng.


Nana dan Djordi duduk di tempat duduk yang terpisah, karena kejadian tadi membuat mereka sedikit canggung.


Kemudian, pesawat lepas landas..


..


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


Jangan lupa beri rating atau bintang lima untuk novelnya 😘


__ADS_2