
Jangan lupa klik dulu J E M P O L,
kemudian K O M E N & V O T E sebanyak-banyaknya ❤
..
..
..
Meskipun Djordi dan Sean tahu bahwa Nana sedang mabuk, tapi tetap saja mereka sangat tidak rela, jika Jai mendapat sentuhan itu dari wanita yang mereka damba'kan.
"Oh taddy bearku, kenapa kau menjadi begitu kurus, sayang. Apa kau membatin hidup denganku?". Gumam Nana yang sedang mabuk, sambil lebih mengeratkan rangkulannya dan bersandar di dada Jai.
Sontak saja, Djordi dan Sean semakin tidak rela. Mereka membulatkan matanya dengan sempurna.
Bibi Oh berjalan mendekati mereka.
"Manager. Tolong, kasihanilah aku". Rintihan minta tolong Jai.
"Hey, Nana sadarlah". Bibi Oh menarik tangan Nana, agar Jai terlepas.
"Aduh, bikin malu saja anak ini". Gumam Bibi Oh, sedikit segan, karena ada Djordi disitu.
Dengan kekuatan super yang dimiliki Bibi Oh, akhirnya tangan Nana bisa terlepas dari leher Jai.
Jai bisa bernafas lega kembali.
"Emm, sepertinya Nana tertidur". Ucap Bibi Oh, sambil memegang tubuh Nana yang lemas.
"Biar aku bawa dia untuk istirahat, di kamar atas". Djordi langsung menggendong Nana.
Tapi, Djordi menggendongnya seperti akan menidurkan anak kecil saja, bukan seperti menggendong pasangan yang baru menikah.
__ADS_1
"Ah?? Emm,,". Kattie mengerutkan keningnya, ia ingin bicara sesuatu, tapi tidak jadi.
Baru saja Djordi menjejakkan kakinya di tangga pertama, tiba tiba..
"Hooeekkk". Nana memuntahkan sedikit isi perutnya di jas hitam milik Djordi.
Djordi terkejut, matanya membulat, langkahnya terhenti.
Semua yang melihatnya pun sangat terkejut dan ketakutan. Ketakutan jika Nana di lemparkan oleh Djordi karena menodai jas hitamnya.
Ini yang aku khawatirkan. (Gumam Kattie dalam hatinya)
Djordi melirik ke arah Bibi Oh yang sedang mengernyitkan dahinya itu.
"Ah, tidak apa-apa. Ini hanya sedikit". Ucap Djordi, sambil memaksakan senyumannya.
Kemudian Djordi melangkahkan kakinya menuju anak tangga ke dua dan ke tiga, dan tiba-tiba saja...
Semua yang tadinya sudah tenang, dibuat terkejut kembali. Bibi Oh sangat panik, lututnya gemetar, keringatnya bercucuran. Tiga sekawan pun kembali ketakutan, takut kemarahan pamannya membeludak.
Djordi menghentikan langkahnya lagi, ia memasang raut wajah yang datar.
Bibi Oh menghampiri Djordi.
"Tuan,, emm. Biar aku saja yang mengurus Nana". Ucap Bibi Oh sungkan, sambil mengambil Nana dari pelukan Djordi.
"Pelayan,, pelayan". Panggil Djordi.
"Ya, Tuan". Dua pelayan mendekat.
"Bantu Nona Oh mengurus wanita ini". Titahnya.
"Baik Tuan". Jawabnya penuh hormat.
__ADS_1
Kemudian, Nana di bawa oleh Bibi Oh dan beberapa pelayan.
"Paman,, apa kau emm, tidak apa-apa?". Tanya Chaning, sedikit ketakutan.
Djordi memasang wajah kesal yang terpendam, sambil menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya. Lalu, ia melewati tiga sekawan itu begitu saja, menuju ke kamar mandi.
"Hah (bernafas lega) .. Ku kira paman akan menyemprotkan kemarahannya pada kita". Ucap Chaning, sambil duduk dan bersandar pada sofa.
Kattie terdiam, ia menggigit jarinya sambil berdiri di pinggir pintu dengan rasa gerogi, karena dihadapannya ada Chaning, Sean dan Jai. Tiga anggota XEO yang sangat populer sedang duduk santai di atas sofa, memancarkan aura ketampanannya masing-masing. Suasana menjadi canggung.
"Emm, Nona siapa namamu?". Tanya Jai.
"Oh, aku,, emm.. Aku Kattie Moey". Jawabnya gugup, sambil tertunduk malu.
"Kattie Moey?". Gumam Chaning.
"Oh? Apakah kau, Kattie Moey si Top Stylist Dunia itu?". Chaning tercengang.
"Emm,, e'em". Kattie menganggukan kepalanya, dia benar-benar sangat gerogi, pipinya memerah.
Sean dan Jai, tidak mengetahuinya. Mereka duduk diam, terheran.
"Wah, tanganmu itu adalah tangan dewa. Aku sering melihat hasil riasan dan baju rancanganmu di sosial media dan di acara televisi. Kau benar-benar hebat Kattie, bisa merias orang menjadi cantik seperti bidadari". Chaning memujinya dengan semangat.
"Hey, Chan? Apa kau tidak berlebihan?". Ucap Sean, dengan wajah yang tidak berekspresi.
"Aku berbicara serius, apa kau tidak tahu dengan kemampuan yang dimilikinya? Bahkan orang paling jelek di bumi pun akan menjadi cantik dengan bantuannya". Chaning berbicara sedikit mengotot.
Guprak..
Kattie, tiba-tiba saja pingsan, badannya tergeletak di atas lantai, karena saking geroginya ia berhadapan dengan anggota XEO, ditambah lagi Chaning memujinya bertubi-tubi.
Sontak saja Sean, Chaning dan Jai terkejut melihat Kattie pingsan dengan tiba-tiba, mata mereka membulat dan mulutnya menganga.
__ADS_1