Surrounded Several Boys

Surrounded Several Boys
VIP No.88


__ADS_3

Dukung terus novel ini dengan cara :


Klik J E M P O L, K O M E N & V O T E ❤


Bagi yang sudah memberikan point, boleh dong di tambah lagi point nya :)


..


..


..


Miya berjalan melewati pintu VIP No. 85 yang sedikit terbuka. Di dalam nya terdapat Djordi Aganor.


Djordi tak sengaja melirik ke arah pintu.


"Sepertinya aku kenal postur tubuh wanita yang sedang di bawa oleh pria dan wanita itu?". Djordi menciutkan kedua matanya. Ia terjeda sesaat.


"Tuan Aganor ! Ayo, minum lagi". Ucap rekan bisnisnya, sambil menepuk pundak Djordi.


Djordi tersadar dari lamunannya. Ia kembali mengobrol dengan rekan bisnisnya itu.


..


Setelah Miya dan teman lelakinya itu sampai di ruangan VIP No.88. Mereka membaringkan Nana di atas ranjang. Ruangan itu sudah di desain khusus dan hanya di peruntukkan untuk seseorang saja. Terlihat sangat menarik dan betul-betul terlihat unik.


Ruangan VIP No.88 itu, di dalamnya terdapat kolam dan di tengah kolam tersebut terdapat ranjang bulat dengan lampu tidur mewah di sampingnya.


Lampu kerlap kerlip pun, menerangi setengah dari cahaya yang terdapat di ruangan itu.


Miya menyemprotkan parfum khusus di seluruh ruangan itu. Aroma parfum yang begitu menggoda tercium pekat sekali. Miya mematikan lampu utama, dan menghidupkan lampu tidur mewah yang berada di samping ranjang itu. Cahaya mulai meredup.


"Miya ! Bolehkah aku yang pertama mencicipi wanita ini? Tubuhnya sangat menggoda". Ucap teman lelakinya itu, dengan pandangan yang nakal.


"Sepertinya parfum perangsang ini bekerja dengan baik. Kau pun sudah mulai terpengaruh oleh parfum ini. Ayo, cepat kita keluar ! Sebelum si tuan kaya itu datang kemari dan memergoki kita". Ucap Miya pada teman lelakinya itu.


Teman lelakinya itu menghiraukan ajakan Miya. Karena ia telah menghirup parfum itu, tubuhnya sudah mulai terangsang. Perlahan tangannya mulai menyentuh tubuh Nana yang sedang terbaring lemah di atas ranjang. Miya langsung menepis tangan teman lelakinya itu.


"Ku bunuh kau !!". Ucap Miya, geram.


Miya langsung menarik paksa tangan teman lelakinya itu, untuk keluar dari ruangan VIP No.88


..


..


Setelah beberapa menit berlalu.


Cklek ..


Pintu VIP No.88 terbuka.


Suasana sangat hening.


Pria yang memakai setengah topeng, yang menutupi hanya bagian mata kanannya itu masuk ke dalam ruangan dengan jubah hitamnya. Perlahan ia menghirup parfum yang aromanya begitu pekat.


Tapi, ia menyadari parfum apa itu. Ia melepas topengnya, merobek kain yang terdapat di saku celananya, kemudian ia menutupi hidungnya dengan kain itu.


Dari arah pintu, pria bertopeng itu melihat tubuh seorang wanita yang sedang terbaring di atas ranjang miliknya, dengan rambut terurai dan gaun berwarna putih tulang yang di kena'kannya.


Kemudian, pria bertopeng itu berjalan perlahan mendekati Nana. Ia duduk di atas ranjang, di samping tubuh Nana yang sedang tertidur. Memperhatikan wajah Nana dengan seksama, sambil membelai rambutnya.


Tanpa sadar, Nana pun membalas sentuhan lembut yang menempel di rambutnya itu. Nana menggenggam erat tangan pria bertopeng itu dan menyeret tangannya ke atas dadanya.

__ADS_1


Pria bertopeng itu terkejut sesaat, lalu tersenyum nakal.


Ow, lumayan besar juga. (Gumamnya dalam hati, sambil menaikkan kedua alisnya).


Pria bertopeng itu melepaskan sentuhan yang mendarat di dada Nana.


"Wajahnya terlihat sangat manis dan lugu. Wanita ini bukan gadis nakal. Sepertinya ada yang mencoba menjebaknya". Gumam pria bertopeng itu.


"Cih, sayang sekali. Karena aku tidak suka wanita polos". Geramnya.


Pria bertopeng itu beranjak, dan berjalan meninggalkan Nana begitu saja. Ia memakai kembali topeng yang sudah ia copot tadi. Kemudian, ia keluar dari ruangan itu.


"Pengawal !! Perintahkan pelayan, untuk mengantarkan beberapa makanan atau minuman yang bisa memulihkan wanita itu dari mabuknya". Ucap Pria bertopeng itu, pada salah satu pengawal yang sedang berjaga di luar pintu ruangan VIP.


"Baik, Tuan". Ucap pengawal itu, dengan lantang.


Pria bertopeng itu berjalan, dan tiba-tiba menghentikan langkahnya.


"Oh ya. Jangan ada yang berani menyentuhnya !!". Ucap pria bertopeng itu.


..


..


Tak lama, seorang pelayan pria berjalan mendekati ruang VIP itu dengan beberapa makanan dan minuman yang di perintahkan pria bertopeng tadi. Kedua pengawal itu mempersilahkannnya masuk ke dalam.


Parfum perangsang itu masih tercium sedikit di dalam ruangan. Efeknya memang bekerja sangat cepat. Pelayan itu melihat tubuh Nana yang membuatnya jadi sangat bergairah. Tiba-tiba, tubuh pelayan itu mulai terangsang. Wajahnya memerah. Tubuhnya sangat panas. Suasana ruangan itu menjadi seperti serigala yang akan menerkam mangsa di hadapannya. Tatapannya sudah berfokus pada tubuh Nana, tak terelakkan.


Nana masih belum sadarkan diri. Pelayan itu perlahan naik ke atas ranjang.


..


Di sisi lain


"Ah, itu Tuan. Emm, Nona Bae tidak ada di rumah. Dia juga tidak menyampaikan apapun. Saya sudah melacak posisinya. Tapi .. tapi, posisinya menunjukkan bahwa Nona Bae sedang berada di NGT Club". Bicara pengurus Feng sangat gugup.


Djordi membulatkan matanya dengan sempurna. Ia teringat, dengan apa yang ia lihat saat menduga wanita yang lewat di ruangannya tadi itu, ternyata memang seseorang yang ia kenal. Yakni adalah Bae Nana


Tiba-tiba seseorang membuka pintu VIP yang di dalamnya ada Djordi. Itu adalah si pria bertopeng.


Pria bertopeng itu ternyata adalah Presdir Kim yang sedang dinanti-nanti oleh Djordi sedari tadi.


"Hai, rekan lamaku sekaligus rekan bisnisku". Sapa pria bertopeng itu.


Djordi berjalan cepat dengan wajah yang panik, keluar dari ruangan itu. Ia melewati begitu saja Presdir Kim dan mengabaikan sapa'an nya, tadi.


Presdir Kim menaikkan alis kirinya. Ia terheran.


Lalu, ia membuntuti Djordi dari belakang.


Ada apa dengannya? Apa dia marah padaku, karena sudah dibuat menunggu terlalu lama? (Gumam Presdir Kim dalam hatinya).


..


Djordi berjalan cepat dengan jiwa amarah yang menggebu-gebu di benaknya. Ia mendobrak kasar pintu ruangan VIP No.86.


Nampak beberapa pria dan wanita penghibur sedang minum-minum. Bukan itu yang ia cari.


Kemudian, Djordi berjalan lagi dengan cepat menuju pintu ruangan VIP No.87. Djordi mendobrak nya kembali. Kemarahannya semakin menjadi. Tapi, ia mendapati pria tua yang sedang melakukan **** dengan beberapa wanita penghibur.


"Aaaaaa". Suara teriakkan beberapa wanita penghibur yang terkejut.


Djordi mengabaikan itu semua.

__ADS_1


Tidak menyerah. Djordi berjalan cepat lagi, menuju ruangan VIP No.88, dengan wajah yang semakin panik dan aura api kemurkaan yang terpancar dari dalam tubuhnya, membuat siapapun yang melihatnya pasti bergidik ketakutan.


Saat Djordi akan mendobrak pintu VIP No.88, tiba-tiba dengan cepat Presdir Kim menghalangi pintu itu dengan tubuhnya.


"Djordi, ada apa denganmu?". Tanyanya, serius.


"MINGGIR!!". Bentak Djordi. matanya sangat tajam. Memancarkan aura membunuh.


"Tapi, kau tidak bisa .."


"Aku bilang, MENYINGKIR !!". Teriak Djordi, sambil mendorong tubuh Presdir Kim yang menghalanginya. Hampir saja Presdir Kim tersungkur.


BRAK !! ..


Pintu itu hancur berkeping-keping.


Pengunjung yang sedang berada di ruangan VIP berlarian keluar. Menyaksikan, ada keributan apa yang terjadi.


Djordi tak percaya dengan apa yang ia lihat. Wanita yang ia damba'kan sedang di lucuti pakaiannya oleh seorang pelayan pria.


Tidak tanggung-tanggung kemarahannya. Djordi benar-benar di buat murka. Ia berlari dan menendang tubuh pelayan itu, sampai membuat tubuh pelayan itu terpental ke dinding dan jatuh ke kolam.


Gedebrug ..


"A..aahh". Rintihan si pelayan itu, sambil tertatih-tatih. Lalu, dengan cepat ia memakai pakaiannya kembali dengan benar.


Djordi tak banyak bicara. Ia langsung meraih tubuh Nana yang begitu lemah dan memeluknya sangat erat. Djordi mencabut seprei yang terpasang di ranjang, lalu ia membungkus tubuh Nana dengan sprei itu. Karena pakaian Nana sudah terlucuti oleh si pelayan brengsek itu.


Djordi menggedong tubuh Nana yang terlilit sprei, ke luar dari ruangan itu. Ia berjalan dengan beribu dendam di benaknya.


"Kim ! Aku terima kerjasama denganmu. Tapi, kau Kuliti dan kebiri dulu pelayan itu, untukku. Dan, bawa hasilnya besok ke kantorku !!". Bicara Djordi sangat berat. Sambil mengatur nafasnya dan berjalan menjauh dari ruangan itu.


Presdir Kim tersenyum.


Lalu, ia berjalan mendekati pelayan yang sedang jongkok ketakutan di pojokan. Ia tersenyum jahat selebar-lebarnya. Karena sudah lama, ia tidak mendengar perintah keji itu dari mulut Djordi.


"Pengawal !! Pegang tangannya". Titah Presdir Kim, sambil tersenyum lebar.


Pelayan itu ketakutan. Sekujur tubuhnya gemetar hebat dan mengeluarkan keringat.


"A,aku .. aku minta maaf, Tuan !! Aku mohon, aku tidak sadar melakukannya". Bicara pelayan itu gugup. Ia terus saja memohon. Lututnya masih gemetar hebat, dengan bercucuran keringat di sekujur tubuhnya.


"Buka paksa celananya ! Kebiri dia". Tak segan-segan, Presdir Kim mengatakan itu pada kedua pengawalnya.


Kedua pengawal itu memegang tangannya dan membuka paksa celana si pelayan.


Pelayan itu terus saja memohon pada Presdir Kim, tanpa henti. Jantungnya berdegup sangat kencang, ketakutan. Tapi, Presdir Kim menghiraukannya.


Tak pikir panjang, Pengawal itu langsung mengambil pedang panjang yang sangat tajam. Dan ..


Cleb 🗡🗡🗡


"AAAAAAAAAA". Teriakan si pelayan, sangat kesakitan.


Cairan kental merah, berbau amis itu mengalir banyak mengenai paha kaki si pelayan. Hingga membuat lantai itu penuh dengan darah.


..


..


Pasti lupa deh klik JEMPOL nya 😁


Ayo dong klik jempol, komen & vote ❤

__ADS_1


__ADS_2