
.
Dua bulan telah berlalu.
Hari ini adalah hari sabtu, Tn.Kim dan Ny.Kim mengajak keluarganya berlibur ke pantai.
Mereka berkendara di mobil masing-masing bersama pasangannya, lalu menuju The King Hotel untuk menyimpan barang bawaannya.
Udara pantai di pagi hari begitu segar.
Kattie langsung berjalan ke tepi pantai dengan perut buncitnya. Ia merasakan sangat bahagia, pikirannya terlepas bebas setelah menghirup udara pantai.
Sudah dua bulan ini, dirinya hanya berdiam diri di dalam rumah karena perutnya semakin membesar, membuat ia sering kelelahan saat berjalan.
Chan memeluknya dari belakang, sambil mengusap lembut perut Kattie. Ia membisikan kata cinta yang menurut Kattie terdengar sangat geli.
"Beberapa hari lagi, kita akan menjadi orang tua. Apa kau sudah sangat siap?" tanya Kattie, mengalihkan pembicaraan.
"Tentu ! Aku sudah sangat siap. Dua bulan ini kan, aku sering ke rumah paman karena aku berilmu padanya. Diam-diam aku memperhatikan paman, bagaimana cara menjadi ayah yang baik." Chan tersenyum sambil lebih mengeratkan lagi pelukannya ditubuh Kattie.
"Mm... Kattie, menurut paman Juna. Ketika sudah akan mendekati masa melahirkan, aku harus sering-sering menge-cas padamu, agar proses melahirkannya lancar," tutur Chan dengan kepercayaan tinggi.
"Cas apa? Memangnya kau ini handphone?" decak Kattie.
"Sudah bertahun-tahun menjadi istriku, apa kau masih belum memahami keinginan suamimu ini?" Chan berwajah datar.
"Hmm... ya, aku tahu. Tapi, aku sedang tidak ingin melakukannya sekarang. Nanti saja setelah anak kita lahir, ya?" ucap Kattie, sambil merapikan rambut yang berantakan karena tertiup angin kencang.
"Hey ! Menurut paman, setelah anak kita lahir, waktu berduaan dengan pasangan akan semakin berkurang. Paman sendiri yang bilang padaku, ketika dia dan Nana hampir selesai melakukan itu, tiba-tiba anaknya menangis. Hingga akhirnya, paman harus rela menundanya, sampai dia tertidur dan tidak sempat menuntaskannya," jelas Chan, dengan perkataan penuh arti.
"Uh, kau memang selalu pandai merayu. Aku jadi kasihan pada tuan Aganor. Pasti setelah anaknya lahir, waktu istirahatnya terganggu, dan perhatian Nana juga harus dibagi dua, satu untuk anaknya, satu lagi untuk suaminya." Kattie menciutkan kedua matanya.
__ADS_1
"Maka dari itu, sebelum perhatianmu padaku terbagi dua. Kau harus menuruti segala permintaanku saat ini. Aku akan menjadi suami malang nantinya jika kau terus menolak." Chan memasang wajah lugu. Hingga membuat perasaan Kattie luluh.
Pada akhirnya, Kattie pun menyetujui permintaan suaminya itu. Mereka berjalan masuk ke The King Hotel menuju kamar hotelnya.
....
Di lain tempat.
Nana sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang, karena perjalanannya membutuhkan banyak waktu untuk mencapai The King Hotel.
Baru saja Nana terlelap, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar. Nana menghela nafas panjang, dan langsung beranjak lalu membuka pintu kamar hotelnya. Ternyata yang mengetuk pintu itu adalah baby sitter yang Djordi pesan hanya untuk tiga hari kedepan saja, selama mereka berada di pantai.
"Nyonya, sepertinya Tuan muda kehausan. Ia sangat rewel setelah turun dari mobil," kata Baby sitter itu sambil menimang-nimang Alucard yang wajahnya sudah sangat merah.
Nana langsung mengambil anaknya itu dari pangkuan si baby sitter.
"Uh, sayang. Apa betul kau lapar? Suruh siapa, selama perjalanan kau sangat nyenyak !" seru Nana sambil mengelus-elus pipi Alucard.
"Ya, saya melihat Tuan Aganor sedang berbincang dengan para chef dan para pekerja hotel. Tapi, saya tidak tahu mereka membicarakan apa." Bicara baby sitter itu sangat sungkan.
Nana terjeda sesat.
"Ya sudah, kau istirahatlah di kamar no 85. Ini kartunya. Aku akan memanggilmu saat aku membutuhkanmu," kata Nana dengan mengulurkan tangannya, memberikan sebuah kartu untuk bisa masuk ke kamar hotel tersebut.
"Baik. Terima kasih, Nyonya." Baby sitter itu membungkukan tubunya, lalu berjalan meninggalkan Nana.
Nana pun kembali masuk kedalam kamar hotelnya, sambil menggendong tubuh Alucard yang semakin gendut.
Ia meletakan Alucard di atas ranjang, sambil menyusuinya. Kedua mata Nana kian terasa berat, akhirnya ia dan anaknya pun tertidur.
Selang beberapa menit, Djordi masuk kedalam kamar hotel itu. Ia menggantungkan coatnya di samping pintu, kemudian matanya tak sengaja melihat pemandangan indah yang berada di atas ranjang.
__ADS_1
Djordi melihat Nana sedang tertidur menyamping, sambil menyusui anaknya. Alucard menganga, melepaskan isapan susunya.
Pemandangan inilah yang membuat Djordi selalu rindu pada keluarga kecilnya.
Wajah cantik Nana saat tertidur karena kelelahan seharian mengurus rumah dan anaknya. Dan, wajah menggemaskan Alucard saat tertidur pun membuat Djordi ingin menggigit pipi bulatnya itu.
Djordi langsung berjalan mendekati mereka, ia mencium kening Nana lalu beralih ke kening Alucard dengan tatapan penuh kasih sayang.
Kemudian, ia melepaskan pakaianya karena lamanya perjalanan membuat tubuhnya sangat lengket.
Djordi pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah keluar dari kamar mandi dengan tubuh dan rambut yang masih basah, tiba-tiba saja terdengar ketukan pintu yang sangat kencang dari luar.
Djordi mengerutkan keningnya, ia mencemaskan jika tidur anak dan istrinya akan terganggu karena kebisingan itu.
Djordi segera membuka pintu kamar hotelnya. Ternyata yang mengetuk pintu adalah Electra dan Karina. Pasangan dari Sean dan Jai itu mengabarkan bahwa Kattie mengalami pendarahan, dan saat ini akan segera di bawa ke rumah sakit terdekat.
Mendengar kabar buruk itu, Nana yang sudah terbangun karena Alucard rewel, langsung beranjak panik dari ranjangnya sambil menggendong Alucard menghampiri Electra dan Karina. "Apa ! Kattie pendarahan?" Nana terhentak kaget.
Djordi segera berpakaian, kemudian ia mengambil alih Alucard dari tangan Nana dan memanggil si baby sitter untuk mengurus anaknya dulu.
"Hallo, Chan ! Beritahu aku alamat rumah sakitnya !" ucap Djordi pada Chan di balik telepon.
Kemudian, setelah mengetahui alamat rumah sakit itu mereka langsung bergegas menyusul Kattie yang saat ini sedang menuju rumah sakit.
Semua keluarga Djordi pun beriringan menyusul Kattie dan Chan. Suasana bahagia menjadi kacau saat ini.
...
BERSAMBUNG !!!
__ADS_1
Like dulu, Komen, baru deh Next 😁