
.
Di pagi hari, dokter memeriksa Nana kemudian hasil pemeriksaannya, dokter mengatakan Nana sudah di perbolehkan pulang. Akhirnya keluarganya pun segera berkemas dan membawa Nana pulang beserta dengan si bayi mungilnya itu.
Djordi memapah Nana memasuki mobil, ia sangat berhati-hati dan begitu lembut bersikap pada Nana.
"Awas kampret ! Sedang apa kau disitu? Kau menghalangi jalan bibimu. Cepat minggir !" ucap Djordi kesal pada Chan yang sedang mengaca di kaca mobil miliknya.
"Cih !" desis Chan dengan bibir mengerucut.
Nana langsung memelototi Djordi, karena sikap kasarnya itu pada Chan. Tiba-tiba Nana mengernyit kesakitan.
"Ada apa, honey?" tanya Djordi panik.
"Uh ! Tidak apa, hanya terasa ngilu pada jahitannya." Nana berusaha menahan nyeri yang terus terasa di daerah kewanitaannya itu. Menurutnya, seorang ibu di dunia pasti akan merasakan sakitnya melahirkan seperti yang ia rasakan saat ini, dan Nana sangat senang karena dirinya bisa merasakan rasa sakit akibat melahirkan anaknya.
Saat ini pun, Kattie sedang mengandung, dan usia kehamilannya memasuki bulan ke enam. Setelah melihat Nana kesakitan seperti itu, nyali dari dalam dirinya menciut. Tapi, untung saja Chan dan keluarganya segera menyemangati Kattie.
Seharusnya Kattie lebih semangat dari Nana, ia harus lebih tangguh dari Nana, demi anak dalam kandungannya itu.
Akhirnya, semangat Kattie pulih kembali, itu semua karena Kattie memikirkan calon anaknya. Bagaimana jika rasa cemas yang berlebihan itu berdampak besar untuk anak dalam kandungannya?
Menurutnya, tak ada yang lebih berharga selain anak sendiri.
...
Sampailah mereka di kediaman Aganor.
Djordi segera menyiapkan kursi roda dan mendorong Nana masuk ke dalam rumahnya. Nana semakin tersentuh dengan sikap Djordi yang terus menyikapinya dengan kelembutan itu.
Ny.Angela yang sedang menimang bayi merekapun masuk kedalam rumah dengan hati-hati.
Djordi langsung membawa Nana melihat kamar anaknya. Nana dibuat takjub, saat Djordi menunjukan ruang tidur khusus untuk anaknya itu. Entah kapan Djordi mendekor kamar yang tadinya kosong menjadi kamar anak-anak bertemakan binatang dan alam yang penuh warna. Perlengkapan bayi pun sudah sangat lengkap disitu.
"Kakak ! Cepat tidurkan anakku di dalam boks bayi ini," seru Djordi pada Ny.Angela.
Ny.Angela pun segera meletakan bayi itu di sana.
"Aduh, kakak ! Hati-hati dong, awas itu kepala anakku," Djordi mengomel, ia menjadi sangat sensitif dengan segala sesuatu yang bersangkutan dengan anaknya itu.
"Memang seperti ini Djordi, cara meletakan bayi di dalam boks ! Apa kau pikir aku melahirkan Chan tanpa menggendongnya?" geram Ny.Angela karena merasa diremehkan oleh Djordi.
Nana malah tertawa kecil melihat tingkah kakak dan adik yang saling mendumel itu.
Ny.Angela langsung berjalan keluar dari kamar itu meninggalkan mereka, karena suaminya memanggil-manggil namanya.
Nana menatap bayi mungilnya yang sedang terlelap itu. Djordi memeluknya dari belakang, sambil memperhatikan anaknya juga.
__ADS_1
"Djordi ! Aku sudah mengandungnya selama sembilan bulan, tiga bulan aku mual-mual bagaikan mabuk yang tidak berujung. Kemana-mana aku selalu membawanya di perutku, hingga malam ini aku mempertaruhkan nyawaku demi anakku ini, menahan sakit yang teramat menusuk. Tapi kenapa setelah lahir, wajah anakku malah mirip kamu, bukan mirip ibunya?" ucap Nana, dengan bibir mengerucut.
Djordi malah tertawa terbahak-bahak, karena memang benar wajah anaknya ini sangat persis dengan wajahnya.
"Dia mirip denganku itu sangatlah bagus, bukan? Aku ini sangat tampan, tidak terkecuali. Jangan-jangan kau ingin wajah anakmu ini mirip si Feng?" sindirnya, Djordi tertawa geli.
Nana pun di buatnya tertawa. Tapi, Nana langsung memukul tangan Djordi, karena suara tawanya itu mengganggu tidur anaknya.
Dan benar saja, bayi mungil mereka menangis keras. Hingga Djordi dibuatnya panik.
"Uh, sayang ... cup, cup, cup. Suara ayahmu itu sangat berisik, ya. Apakah kau mencari air susu?" gumam Nana sambil berusaha menggendong bayinya dengan kesakitan yang sudah ia abaikan.
Nanapun langsung memberikan anaknya air susunya.
Saat disusui, kedua bola mata bayi itu menatap Djordi yang sedang mengintipnya dari belakang punggung Nana. Tiba-tiba, bayinya itu menjulurkan lidahnya pada Djordi sambil terdenyum lebar.
"Honey ! Lihat, bukankah dia sedang meledekku?" ucap Djordi dengan kerutan di dahinya.
Nana dibuat tertawa geli melihat tingkah polos Djordi.
"Hahaha... ya, dia meledekmu karena saat ini dua bagian yang menonjol di dadaku adalah miliknya seutuhnya !" tutur Nana dengan senyum diwajahnya, sambil terus menyusui anaknya itu.
Tiba-tiba Nana mengernyit kesakitan, ia menggigit bibir bawahnya, menahan nyeri karena hisapan anaknya sangat kuat hingga jahitannya pun terasa begitu ngilu.
Apa ? Benar juga, mulai hari ini dan seterusnya aku harus berbagi segala sesuatu tentang Nana dengan anakku. (Batin Djordi setelah berpikir keras)
"Nana, jika kau merasa sakit dan tidak nyaman, aku tidak akan kehabisan uang untuk membelikannya susu formula !" seru Djordi, karena ia melihat kesakitan di wajah Nana.
Hikss... baiklah. (Djordi termenung)
"Ya sudah, kau istirahat saja disini. Jika ada apa-apa panggil saja aku. Aku akan menemani keluargaku dulu. Oh ya, aku sudah memesan baby sitter, tapi kenapa dia belum datang !" ucapnya sambil berlalu meninggalkan Nana dan menutup pintunya.
....
Saat Djordi menuruni tangga, tiba-tiba datanglah si baby sitter itu. Terlihat lugu dengan kaca matanya, tapi kenapa seragam yang ia pakai seketat itu?
Djordi langsung berjalan ke arah baby sitter itu, melewati keluarganya yang sedang berbincang di ruang tamu.
"Apa kau baby sitter yang aku pesan?" tanya Djordi, dengan melirik tajam dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.
Semua mata pun langsung tertuju pada baby sitter itu.
"Mm... ya, Tuan. Maaf saya datang terlambat." Baby sitter itu menunduk, dengan tubuh yang gemetar.
"Oke, tak apa. Tapi ... apakah kau pengurus bayi profesional? Karena aku tidak ingin terjadi hal-hal buruk pada anakku dan istriku !" ucap Djordi, dengan tatapan meragukan.
"Sudahlah, paman ! Pertanyaanmu itu malah membuatnya seperti hidup segan mati tak mau. Suruh dia segera membatu Nana merawat keponakanku." Sean menyela.
__ADS_1
Entah kenapa perasaan Djordi begitu was-was pada baby sitter itu.
Djordi memanggil salah satu pelayan untuk mengarahkan jalan si baby sitter menuju kamar Nana.
Presdir Kim menatap curiga dari kursi dapur. Ia melihat si baby sitter itu terus menundukan kepalanya dan menghela nafas lega setelah melewati introgasi dari Djordi.
...
Setelah sampai di kamar Nana, baby sitter itu langsung menyapa majikannya dan memperkenalkan dirinya.
Nana menerimanya dengan lapang dada. Kemudian, Nana menyuruh baby sitter itu untuk meletakan bayinya yang sudah terlelap di pangkuannya ke dalam boks. Baby sitter itupun langsung menuruti perintahnya.
...
Di ruang tamu.
"Djordi, ini sudah hampir sore. Ayah dan ibu harus pulang," seru Tn.Kim sambil memeriksa jam tangannya.
Saking asiknya mengobrol, keluarga besar Djordi hampir lupa waktu. Mereka akhirnya tersadar setelah Tn.Kim berbicara seperti itu.
"Ah ! Iya, ini hampir sore."
"Paman ! Sepertinya, aku juga harus berpamitan, karena Kattie dari tadi merengek minta jajan !" bisik Chan pada Djordi.
Sebelum pulang, mereka semua menyempatkan dulu melihat Nana dan bayinya di kamar atas. Mereka satu per satu berpamitan pada Nana, sambil memberikan sebuah kado untuk anaknya.
Nana menjadi sedikit sungkan, tapi ia menerima niat baik keluarganya dengan senang hati.
Kemudian, Djordi mengantar mereka ke luar. Tapi, Sean masih menatap bayi mungil yang sedang terlelap di dalam boks dengan tatapan tak rela meninggalkannya.
Andai saja, bayi ini adalah milik aku dan Nana. (Batin Sean mulai rapuh kembali)
"Sean ?" panggil Nana terheran.
"Ah ! Mm... jaga keponakanku baik-baik ya, Nana. Dimana baby sitternya! Aku harus berpesan sesuatu padanya agar tidak sampai salah merawat keponakanku yang tampan ini," saru Sean sambil menutupi rasa gugupnya.
Sean !! Sean !!
Panggil Djordi dari lantai dasar. Sepertinya, Djordi baru menyadari lagi tingkah Sean yang masih belum bisa melupakan Nana.
Sean pun bergegas ke luar dari kamar itu, berlalu meninggalkan Nana.
...
BERSAMBUNG !!!!
Mampir juga dong ke novel keduaku, judulnya
__ADS_1
Air Mata Pengantin , siapa tau kecantol sama ceritanya.
Like, komen & votenya :'(