Surrounded Several Boys

Surrounded Several Boys
Aroma Tidak Sedap


__ADS_3

Jangan lupa L I K E, K O M E N & V O T E ❤


..


..


..


Malam hari di kediaman Aganor.


Malam itu Djordi baru pulang dari kantornya, dengan keadaan tubuh yang sangat lelah. Kemudian, ia mengambil minuman dingin di dalam kulkas dan duduk di ruang makan.


Suasana rumah sunyi sepi, sepertinya Nana sudah tertidur. Setelah puas bersantai di ruang ramu dengan minuman dingin, Djordi berjalan menuju kamarnya.


Saat ia membuka pintu kamar, terlihat Nana yang sedang tertidur pulas. Djordi tak ingin mengganggunya. Ia menyelinap masuk untuk mengganti pakaian, lalu tidur di samping Nana.


Baru saja ia memejamkan kedua matanya. Tiba-tiba Nana menyingkirkan selimut yang membalut ditubuhnya sedari tadi. Nana beranjak dan pergi ke kamar mandi.


Di dalam kamar mandi terdengar Nana yang sedang muntah-muntah. Djordi menjadi cemas, lalu ia berjalan dan berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Nana ! Sebaiknya kita ke rumah sakit saja," ucap Djordi di balik pintu. Nana tak menjawab, ia terus saja merasakan mual.


Tidak lama, kemudian Nana ke luar dari kamar mandi itu sambil menutupi mulutnya. Wajahnya nampak memerah, dengan badan yang lemas.


Djordi benar-benar mencemaskan keadaannya itu, karena Nana selalu mual-mual saat malam hari ketika ia pulang kerja.


"Sedang apa kau disitu?" ucap sinis Nana, sambil melewatinya dan kembali ke atas ranjang.


Djordi sedikit terkejut saat melihat raut wajah Nana yang menakutkan, sudah seperti akan membunuhnya saja.


"Mm... aku hanya mencemaskanmu !" seru Djordi sambil memaksakan tersenyum.


Djordi pun berjalan naik ke atas ranjang, lalu berbaring di samping Nana sambil mengusap-usap perutnya.


"Sudah merasa baikan?" tanyanya, sambil terus mengusap lembut perut Nana.


Nana menyingkirkan tangan Djordi, lalu ia meringkuk di dalam selimut itu. Tubuhnya menggigil kedinginan, padahal suhu udara malam itu sangat normal tidak terasa dingin.


"Nana tangan dan kakimu dingin ! Aku pasangkan kaos kaki dan sarung tangan, ya?" Djordi langsung beranjak dan mencari barang-barang itu di dalam lemari.


"Tidak perlu ! Sebaiknya kau cepat mandi, sana !" seru Nana dengan kerutan di dahinya. Hingga membuat Djordi terhentak kaget dengan sikap anehnya itu.


Ada apa dengannya ! (Batin Djordi terheran-heran sambil berjalan memasuki kamar mandi)


Uh, bau tubuhnya membuatku sangat mual ! Apa lagi saat melihat wajahnya, membuatku ingin menonjok dan mencakarnya saja. (Gerutu Nana dalam hatinya)


Beberapa menit telah berlalu. Nana terlihat sudah tidur kembali. Djordi keluar dari kamar mandi dengan rambut dan tubuh yang basah. Aroma sabun mandi yang keluar dari kamar mandi itu tercium begitu segar, hingga membuat Nana terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


Nana mengerjapkan kedua matanya. Melirik ke arah Djordi yang sedang memakai piyama tidur sambil menatap cermin. Nana langsung berjalan mendekatinya, memeluknya dari belakang. Lalu, Nana melepaskan piyama yang Djordi kenakan, hingga hidung dan mulutnya bersentuhan dengan kulit punggung Djordi.


Nana mencium aroma segar sabun mandi yang menempel di tubuh Djordi. Itu membuat hatinya sangat senang, tenang, dan damai. Tapi, justru Djordi malah semakin di buat bingung karena tingkahnya.


Sebelumnya, Nana memandang wajahnya dengan tatapan yang menakutkan. Tapi kini, tingkahnya begitu lembut.


"Honey ! Apa kau menggodaku?" tanya Djordi dengan senyum di wajahnya. Djordi mulai terpancing, karena sentuhan itu.


Tanpa berucap, Nana menggiring Djordi untuk berbaring bersamanya di atas ranjang. Nana membiarkan suaminya berbaring tanpa baju. Kemudian, ia memeluknya dari depan, sambil menghirup, menciumi leher dan dada Djordi yang masih harum dengan aroma sabun. Membuatnya semakin cinta.


Djordi mengerutkan keningnya, ia berpikir keras karena tingkah aneh Nana. Sebenarnya nafsunya semakin bergejolak, ingin sekali menerkam Nana detik itu juga. Tapi, melihat kondisi Nana yang kata dokter tidak boleh terlalu lelah, jadi terpaksa Djordi harus bersabar.


Pada akhirnya, mereka tertidur dengan Nana yang meringkuk di pelukan Djordi.


...


Pagi hari.


Matahari menembus tirai jendela, menyorot tepat di punggung Djordi yang saat itu masih memeluk Nana.


Kemudian Nana terbangun, ia membuka matanya perlahan. Saat Nana melihat wajah Djordi berada begitu dekat dengannya, ia sangat terkejut hingga mendorong Djordi sampai tubuh suaminya itu terguling jatuh ke bawah ranjang.


Gedebug...


"Uh !" rintih Djordi, dengan kedua mata yang sedikit terbuka sambil menyentuh tubuhnya yang merasa nyeri.


Teriakannya itu membuat Djordi membelalakan kedua bola matanya.


"Hey ! Ada apa denganmu? Aku ini kan suamimu," seru Djordi sambil beranjak.


"Mulai besok malam, ranjang ini milikku ! Kau tidur di sofa ruang tamu. Jangan mendekati aku," ucap Nana dengan kerutan di keningnya, sambil berjalan menuju kamar mandi. Ia tiba-tiba merasa mual lagi setelah melihat wajah suaminya itu.


Djordi membulatkan matanya, ia benar-benar tak habis pikir dengan kelakuan aneh istrinya itu. Hati kecilnya benar-benar di uji.


Saat Djordi menatap jam, ia terhentak kaget. Karena jam itu menunjukkan pukul delapan, dan setengah jam lagi ia akan melakukan rapat dengan salah satu petinggi, di perusahaannya.


Djordi langsung berlari menuju kamar mandi. Tapi, di kamar mandi itu ada Nana, entah sedang apa ia didalam situ tanpa suara air. Djordi menggedor-gedor panik pintu kamar mandi itu, karena ia benar-benar sudah terlambat.


Bruk... bruk... bruk...


"Nanaa... buka pintunya, aku harus mandi dan bergegas ke kantor ! Ada rapat penting yang menungguku !" teriak Djordi, sambil terus mengetuk pintu kamar mandi.


"Di kamar mandi bawah, kan bisa? Tidak perlu menggedor-gedor sekencang itu ! Kau pikir aku tuli?" teriak Nana yang tak ingin kalah.


"Apa kau lupa, kemarin kau merusak saluran kamar mandi bawah !" teriak Djordi di balik pintu.


"Pergi saja ke wc umum !" ucap Nana, sinis.

__ADS_1


Melihat wajahnya selalu membuatku emosi. Arrgghh, sial ! (Batin Nana sangat jengkel)


Kemudian Nana membuka pintu. Djordi tersenyum


Tapi, Nana malah memberikan handuk beserta peralatan mandi kepada Djordi.


Nana langsung kembali masuk ke kamar mandi dengan wajah masamnya, lalu ia menguncinya lagi.


"Hey, Nana ! Apa maksudnya ini ! Aarrgghhhh..." geram Djordi. Ia terus panik karena diburu waktu.


"Apa aku benar-benar harus mandi di wc umum? Uh, bagaimana dengan reputasiku jika ada orang yang melihat," gumam Djordi sambil berlalu lalang dengan paniknya.


...


Di perusahaan DJ Entertainment.


Akhirnya Djordi menghadiri rapat penting itu dengan telat beberapa menit. Itu sangat mempengaruhi reputasinya.


Djordi memasuki ruang rapat, sambil membungkukan tubuhnya. Memohon maaf pada orang-orang yang sudah menunggunya, sambil memaksakan tersenyum.


"Presdir ! Apakah ada masalah? Anda tidak pernah telat jika menghadiri rapat," bisik sekretaris Yan.


"Sudah ! Jangan banyak bicara. Mulai saja rapatnya." Ekspresi wajah Djordi sangat tidak enak dilihat. Dimata sekretaris Yan, auranya sangat hitam pekat membuatnya bergidik ketakutan.


Lalu mereka memulai rapatnya dengan normal dan lancar. Tapi, saat rapat sudah akan berakhir, tiba-tiba sekretaris Yan mencium aroma tidak sedap. Fokus nya menjadi pecah, ia jadi mengendus-endus ke sembarang arah.


"Ada apa sekretaris Yan?" tanya sekretaris dari perusahaan lain. Semua mata langsung tertuju pada sekretaris Yan, tak terkecuali Djordi.


"Ah ! Maaf, sepertinya aku mencium aroma tidak sedap disini," katanya sambil terus mengendus.


"Uh, ternyata bukan hanya aku saja yang mencium aroma tidak sedap ini," ucap salah satu staf.


Aroma tidak sedap menjadikan suasana rapat tidak efektif lagi. Fokus ornag-orang yang sedang rapat, menjadi terpecah belah karenanya.


"Apakah anda menciumnya Tuan Aganor?" tanya si petinggi itu.


Djordi hanya terdiam, merasa malu dan bersalah. Sebenarnya ia menghadiri rapat itu tanpa mandi, karena Nana yang tidak membiarkannya masuk kedalam kamar mandi. Hingga Djordi benar-benar di buru waktu, pada akhirnya memutuskan untuk tidak mandi dan langsung memakai jas kerjanya.


Apa benar aroma tidak sedap itu muncul dari tubuhku? (Batin Djordi yang bergetar dan bercucuran keringat)


...


BERSAMBUNG !!!


Ibu-ibu pasti tahu nih, apa yang terjadi sama mood Nana.


Mau nagih Like, Komen & Vote nya ,😂

__ADS_1


__ADS_2