
Dukung terus novel ini dengan cara :
klik J E M P O L, K O M E N & V O T E ❤
..
..
..
Pukul 8:12 AM.
Nampak, Nana dan Djordi yang sedang tertidur di atas ranjang dengan selimut bulu menutupi seluruh tubuhnya. Kamar tidurnya terlihat sangat berantakan, apa lagi ranjangnya. Sepertinya mereka sangat menikmati malam pertama yang penuh gairah itu.
Djordi membuka matanya perlahan. Ia menatap lembut wajah Nana yang sedang meringkuk di pelukannya.
Ia membayangkan kejadian malam tadi, saat tubuh mereka benar-benar menyatu. Membuat Djordi tersenyum-senyum dalam lamunanya.
Sesekali, Djordi berkedip tak percaya, bahwa yang kini di hadapannya sekaligus yang ada di atas ranjangnya adalah Bae Nana, istrinya saat ini.
Djordi mengelus-elus lembut pipi Nana. Wajahnya begitu manis dan imut, menurutnya.
Tiba-tiba Nana meregangkan ototnya, dan perlahan membuka kedua matanya. Djordi langsung berpura-pura tidur.
Nana berbalik membelakanginya, sambil menyingkirkan selimut yang menutup tubuh telanjangnya itu tanpa sadar.
Djordi terhentak kaget, melihat seluruh tubuh Nana yang tersorot sinar mentari. Pipinya memerah.
Ia langsung segera menyelimutinya kembali.
Dasar ! Apa dia tidak memiliki rasa kewaspadaan sama sekali? (Gumamnya dalam hati)
"Sayang, ayo bangun !" seru Djordi, sambil menciumi punggung Nana.
Nana memutar kembali tubuhnya menghadap Djordi, kemudian perlahan ia membuka matanya.
Kelopak matanya, terlihat agak bengkak.
Kemudian, Djordi menyambut Nana dengan senyum lembutnya.
Nanapun begitu, ia membalas senyuman dari suaminya itu.
"Hey, matamu bengkak." Djordi mengelus kelopak mata Nana.
"Apa semalam terlalu menyakitkan?" tanyanya, dengan perasaan bersalah.
Nana mengangguk cepat. Kemudian ia memeluk tubuh Djordi di dalam selimut tebal itu, karena ia sangat malu dan pelukan itu menutupi pipinya yang mulai memerah.
Dadanya begitu halus dan lembut (Gumam Nana, sambil menutup matanya, meresapi apa yang menyentuh pipinya itu)
"Ayo bangun !" seru Djordi, sambil beberapa kali mengecup puncak kepala Nana.
"Apa kau mau membawaku pergi jalan-jalan?" tanya Nana, ia mendongakkan kepalanya hingga hidung mereka beradu. Lalu, Djordi tersenyum, dan mengangguk.
Nana beranjak dari tidurnya, dengan selimut yang ditariknya ke atas dada. Pandangannya melirik ke arah kamar mandi, kemudian ia membayangkan kejadian semalam yang penuh gairah itu. Uh, itu membuatnya sangat malu. Nana langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Sesekali, Nana mengintip tubuh telanjangnya di dalam selimut.
Ia benar-benar tak percaya, sudah melakukan hal itu dengan Djordi.
"Ada apa?" tanya Djordi sambil tersenyum. Sebenarnya ia tahu perasaan Nana yang mulai ciut lagi, gara-gara kejadian semalam.
"Emm ... bagaimana jika aku hamil?" tanya Nana dengan pandangan cemas menatap Djordi.
Djordi mengerutkan keningnya terheran, karena ekspresi wajah Nana yang sepertinya tidak menyukai hal itu.
"Hamil? Itu bagus lah. Salah satu alasan kita menikah, karena kita ingin memiliki keturunan, kan?" Djordi menaikkan alis kirinya.
"Mmm... tapi, banyak yang bilang hamil itu tidak enak. Dan setelah melahirkan, tubuhku akan berubah drastis," ucap Nana lirih.
"Jadi, apakah aku yang seharusnya hamil? ... Nana, jangan mendengar orang dari 'katanya'. Kau harus melihat dari 'faktanya'. Dan lagi, kau seperti meremehkanku? Mau seperti apa tubuhmu saat melahirkan anak-anakku nanti, aku tidak peduli. Aku akan tetap mencintaimu," gerutu Djordi dengan mengerucutkan sedikit bibirnya.
Nana tersenyum dengan menatapnya sangat tajam.
__ADS_1
"Uh, ada apa dengan ekspresi wajahmu itu? Aku hanya bergurau, sayang." Nana mendekati wajah Djordi, lalu mengigit hidungnya.
"Ck ... janji ya, tiga anak lelaki dan dua anak perempuan !" Raut wajah Djordi langsung berubah menjadi berseringai.
"Ow, sepertinya aku tidak bisa menjamin itu," ucapnya.
"Ah ! Sudahlah, mungkin setelah tiga atau lima tahun yang akan datang, aku baru hamil," sambung Nana, sambil akan beranjak dari ranjangnya.
Tiba-tiba, Djordi langsung menarik tangan Nana, membanting tubuhnya lalu menerkamnya di atas ranjang.
"Makanya, kita lakukan sesering mungkin. Siapa yang tahu, besok atau lusa kau hamil?" Djordi menjadi benar-benar sangat buas. Perkataan itu, membuat pipi Nana kian memerah.
Dasar gila ! Sakit yang semalam saja belum terobati, malah mau menusukku lagi? (Batin Nana menggerutu)
Djordi mencium kedua pipi istrinya itu sambil menutupi tubuh mereka di atas ranjang, dan memulainya lagi.
..
..
Beberapa hari telah berlalu.
Chan dan Kattie yang baru saja mendarat di Paris, langsung menuju hotel. Tujuan mereka ke Paris, pastinya untuk honeymoon.
"Chan, kenapa kau tidak pernah mendengarkanku?" gerutu Kattie, sambil mengeluarkan pakaian didalam koper.
Chan menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. Bola matanya berbinar menatap langit, dengan perasaan lega.
"Mendengarkan apa?" tanyanya, terheran.
"Tidak perlu jauh-jauh berbulan madu ke sini. Di Korea pun sudah cukup," ucap Kattie, sambil bersantai di atas sofa.
Chan beranjak dari ranjang, lalu mendekati Kattie yang sedang berselonjor di atas sofa.
"Sayang, aku membawamu kesini agar kita terbebas dari orang tua kita yang selalu membuntuti kita," tutur Chan sambil memijat kaki Kattie.
"Apa kau lupa, kejadian dimana malam pertama kita yang gagal? Saat aku sedang berada di atasmu, baru saja aku akan melakukannya. Tapi, ibumu malah masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu. Untung saja aku menutup tubuh kita dengan selimut. Uh, itu sangat memalukan." Chan mengerucutkan bibirnya.
Kenapa ibunya Kattie memiliki kunci cadangan kamarnya? (Batin Chan)
Kattie merasa sedikit bersalah. Ia menggaruk jidatnya, terlihat sedang memikirkan sesuatu.
Kemudian, ia tiba-tiba saja tersadar. Posisi tangan Chan yang sedang memijat telapak kakinya malah semakin naik, dan sekarang tangan Chan berada di pahanya, sesekali menarik rok yang dipakai Kattie.
"Hey, hey ! Apa maksudnya ini?" tanya Kattie, sambil menunjuk ke arah tangan Chan yang sedang berada di atas pahanya.
"Apa kau tidak kasihan padaku? Hikss... setelah kita menikah sampai hari ini, kita belum melakukannya karena gangguan dari orang rumah," ucap Chan dengan tampang menyedihkan, bagai anak kucing yang meminta sentuhan dari tuannya.
"Ok-ok ! Tapi, aku mau mandi dulu. Kita telah melakukan perjalanan jauh, badanku merasa lembab dan kotor." Kattie menyingkirkan tangan Chan begitu saja, dan beranjak dari sofa menuju kamar mandi.
Kedua mata Chan berbinar-binar, ia langsung merasakan detak jantungnya berpacu begitu cepat di dalam dada.
Chan beralih, dan duduk di atas sofa dengan perasaan riang gembira.
Akhirnya, aku akan melepas masa pejaka ku hari ini. (Gumam Chan, dengan wajah yang berseri-seri sambil duduk santai menunggu Kattie selesai mandi)
Saat Kattie selesai membersihkan diri, lalu ia membuka pintu kamar mandi.
Chan mengambil ponselnya di atas meja, lalu mendekatkan wajahnya dengan wajah Kattie.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Kattie, kebingungan.
"Aku ingin mengabadikan foto kita, sebelum aku melepas masa pejakaku, dan sebelum kau melepas masa perawanmu." Chan mulai bergaya ala dirinya di depan kamera ponselnya.
"Hah? Dasar aneh !" Kattie tersenyum melihat tingkah konyol suaminya itu.
Selesai mengambil beberapa foto, Chan langsung menyeruduk Kattie tanpa ampun, dengan mengangkat tubuh Kattie yang masih dibalut handuk, ke atas ranjang.
"Chan ! ... Hey ! Tenanglah sedikit." Kattie tertawa kecil melihat tingkahnya.
Chan sudah membuka bajunya. Tiba-tiba, Kattie menyentuh tangannya, membuat aksinya terhenti.
"Ya, Tuhan ! Apa lagi?" decak Chan, dengan raut wajah kesal.
__ADS_1
"Hihi... sebaiknya, kau juga mandi !" Kattie langsung mengendus-endus tubuh Chan.
"Uh, badanmu bau dan juga lengket. Sana ! Mandi dulu." celetuk Kattie, sambil menutupi tawanya.
Chan menghela nafas dengan raut wajah yang datar. Ia langsung menarik handuk, dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.
...
Lima menit telah berlalu.
Chan langsung bergegas keluar dari kamar mandi dengan rambut dan badan yang masih basah kuyup.
Kattie yang saat itu baru selesai memilih baju, terhentak kaget.
😲 "What !! Apa kau mandi seperti kucing? Aku saja, ini baru selesai memilih baju." Kattie terheran, dengan mengangkat alis kirinya.
"Sudah. Tidak usah banyak bicara. Come on, baby !" Chan langsung mengangkat tubuh Kattie, menjatuhkannya di atas ranjang.
Kattie tersenyum lebar dengan tubuh yang pasrah. Ia tak menyangka, suaminya itu benar-benar sangat tidak sabaran.
Chan berjalan cepat, menutup tirai jendela dan memadamkan lampu. Lalu ia kembali lagi ke atas ranjang.
Chan mulai menyentuh bagian bibir Kattie, mengecup lehernya hingga meninggalkan beberapa jejak merah disitu. Kattie pun mulai merasakan panas ditubuhnya yang kian membara. Kedua matanya berkedip sayu.
Kemudian, beralih turun, Chan mulai berani menyentuh bagian dada Kattie dengan mulutnya. Puncak buah dada Kattie mulai mengeras, berdiri tegak seperti menantangnya.
Semakin lama bermain-main, semakin dalam hawa panas dan perasaan gairah yang terasa di dalam tubuh Chan.
Kemudian, Chan memulai aksi yang sebenarnya.
Tangannya mulai meraba bagian bawah pusar Kattie. Nampak, Kattie yang sedang menggigit bibir bawahnya dengan mata sayu.
Tiba-tiba, tangan Chan terhenti. Ia merasa bagian kepunyaan Kattie sangat lengket, berair.
Apakah seperti ini? (Batin Chan, terheran-heran)
"Ada apa?" tanya Kattie, sedikit terkejut.
Chan tak menghiraukan Kattie. Entah kenapa, ia menjadi merasa gelisah. Lalu, dengan rasa penasaran, Chan mengendus bagian jari tangannya yang lengket itu.
Bau amis? (Chan menciutkan matanya)
Ia semakin tak enak hati.
Chan langsung menyalakan lampu, dan kembali ke ranjang untuk memeriksa sesuatu yang membuatnya penasaran itu.
Kattie mengerutkan keningnya, terhentak kaget sekaligus kebingungan.
"Kattie ! A-ada darah." Chan membulatkan matanya, dengan perasaan ngeri melihatnya.
Dengan spontan, Kattie langsung memeriksanya.
Dan....
Ups !!!
"Sepertinya, aku datang bulan." Kattie menggigit jari telunjuknya, dengan raut wajah yang sedikit bersalah.
Glek.
Chan menelan dalam-dalam air liurnya dengan ekpresi wajah datar.
Ia membantingkan tubuhnya di atas sofa dengan perasaan yang begitu hampa.
Pandangannya menjadi kosong melompong.
Jiwanya berhamburan, Chan benar-benar begitu terpuruk.
Ia harus menunda malam pertamanya, lagi, lagi dan lagi.
..
BERSAMBUNG !!
__ADS_1
Semangatin dong sama vote, hikss 😭 kejamnya kalian yang membaca tanpa memberi jejak like, vote / komen 🙏