
Jangan lupa, tinggalkan L I K E,
K O M E N & V O T E ❤
..
..
..
Akhirnya Nana pun pergi ke kampus di antar oleh pengurus Feng.
"Nona Bae. Kita sudah sampai di depan kampus". Ucap pengurus Feng, yang sedang memegang setir mobil.
"Oh ya, terima kasih pengurus Feng". Nana ke luar dari mobil itu.
"Nona Bae. Saya akan menjemput anda, kembali". Pengurus Feng menyalakan mesin mobil.
"Ah, baiklah. Tapi, tak perlu repot-repot". Ucap Nana, sedikit sungkan.
Mobil itu melaju dengan normal.
Nana berbalik, dan melihat secara keseluruhan kampus yang akan menjadi tempatnya menambah ilmu itu.
"Wah, kampus ini sangat besar di banding kampus lamaku". Nana terpana dengan gedung kampus yang besar.
Nana berjalan masuk ke kampus itu. Mencari kelas dengan jurusan fashion designer. Karena sejak kecil, Nana memang sangat suka menggambar. Terutama menggambar pakaian. Tapi, karena tidak ingin di ketahui oleh ayah dan ibu tirinya. Jadi, terpaksa Nana harus memendam bakatnya itu.
Saat Nana berjalan di lorong kampusnya. Tiba-tiba saja, Nana melihat ke arah taman yang paling pojok. Ada seorang wanita berkacamata sedang di dorong-dorong oleh dua orang wanita berrambut panjang dan berpakaian cukup seksi.
Nana diam-diam mendekati mereka. Ingin tahu apa yang sedang mereka lakukan di pojokan situ. Nana mengintip di balik pohon.
"Miya, bagaimana dengan tawaran malam ini? Kau harus menyetujuinya, ya?". Ucap salah satu wanita yang berpakaian seksi itu. Namanya Selena.
Tawaran malam ini? Wah, sepertinya aku mencium bau-bau .. (Nana melirik ke arah kanan, sambil mengendus)
__ADS_1
"Woy brengsek !! Sedang apa kau kencing di situ?". Nana berteriak kecil, pada seorang mahasiswa yang terciduk sedang kencing sembarangan di balik pohon.
Lelaki itu terkejut, dengan cepat berlari meninggalkan Nana sambil malu-malu.
Kemudian, Nana kembali menguping pembicaraan tiga wanita itu dengan amat serius.
"Jika kau menyetujuinya. Aku dan Selena, akan memperpanjang kontrak persahabatan sampai kita lulus". Timbal teman wanita seksi itu.
Sepertinya ada yang mencuriga'kan. Aku akan merekam pembicaraan mereka. (Gumam Nana, dalam hatinya).
"Tapi, kalian .. kalian kan sudah berjanji padaku, syarat yang seperti itu hanya dilakukan satu kali saja". Ucap gugup, wanita berkacamata itu.
"Ayolah, tawaran kali ini sangat besar. Kau akan menemani seorang pria yang sangat tampan dan kaya raya di Negara ini !! Bukan kah keluargamu butuh banyak uang? Nenekmu perlu segera di operasi, kan?". Bujuk wanita yang bernama Selena itu.
Wanita berkacamata itu terdiam, menundukkan pandangannya ke tanah. Keningnya mengkerut. Keringatnya bercucuran.
"Pikirkan tawaran ini baik-baik. Aku akan menunggu jawabanmu sore ini". Ucap Selena. Kemudian kedua wanita seksi itu pergi meninggalkan wanita berkacamata sendirian.
Wanita berkacamata itu perlahan membuyarkan air matanya yang sudah membendung sedari tadi. Lututnya gemetar, ia menangis terisak-isak. Kacamatanya di lepas.
"Siapa namamu?". Tanya Nana sambil, menyentuh tangan wanita berkacamata itu yang sedang di kepalkannya.
Wah, ternyata dilihat dari dekat wajahnya tidak seperti orang Korea pada umumnya. Dia terlihat seperti orang Italia. (Gumam Nana dalam hatinya).
Wanita berkacamata itu terkejut. Dengan cepat ia menghapus air mata yang membasahi pipinya itu. Kemudian, ia memasangkan kacamatanya lagi. Melihat siapa yang bertanya nama, padanya. Karena itu, adalah hal langka dalam hidupnya.
Wanita berkacamata itu terheran, ia hanya diam menatap wajah Nana dengan mata sembabnya.
"Ehm, aku Bae Nana. Aku siswi baru di sini. Siapa namamu?". Tanya ulang Nana, sambil memperkenalkan diri.
"Ah? Aku .. em, namaku Mamiya Lejitos". Bicaranya gugup, sambil sedikit menjauh dari Nana.
"Mamiya?". Nana mengucap ulang namanya itu.
"Ya. Tapi, kau bisa memanggilku dengan Miya saja". Ucapnya sangat malu-malu, sambil menundukkan kepalanya. Terlihat jelas, orang ini berkepribadian sangat tertutup.
__ADS_1
Nana menatap iba padanya.
"Emm, tadi aku tidak sengaja melihat dan mendengar sedikit pembicaraanmu dengan dua orang wanita seksi itu. Apakah ada sesuatu yang di sembunyikan?". Tanya Nana dengan lirih.
"Ah? Tidak .. em, tidak ada". Ucap panik Miya, sambil memperbaikki posisi kacamatanya itu.
"Hey, santai saja". Nana berusaha menenangkan.
"Maaf, bukannya aku ingin ikut campur. Hanya saja, aku merasa perbincangan kalian di pojokan ini, membuatku berpikir ada sesuatu yang mencuriga-kan. Tidak apa, jika kau tidak ingin bercerita padaku". Ucap Nana sambil menebarkan senyuman indah di wajahnya.
Wajah Miya sedikit gelisah.
Nana berpaling, akan berjalan meninggalkan wanita berkacamata itu. Tiba-tiba saja, dari belakang Miya menarik tangan Nana.
"Boleh aku minta bantuan padamu?". Ucap Miya gemetar. Tangannya begitu dingin dan berkeringat.
Nana menghentikan langkahnya, dan membalikkan badannya. Kemudian, berbalik menggenggam tangan yang sudah seperti batu es itu.
Melihat wajah Miya yang begitu menyedihkan, membuatnya semakin iba saja.
"Baiklah, aku berjanji akan membantumu". Tanpa pikir panjang, dan bertanya apapun. Nana menyetujuinya begitu saja.
Miya menaikkan kepalanya, menatap wajah Nana dengan mata yang berkaca-kaca.
"Terima kasih! Terima kasih! Terima kasih!". Miya terlihat begitu senang, dengan tanpa sadar terus saja mengulang perkataannya itu sambil menggenggam tangan Nana.
Nana menaikkan kedua alisnya, karena perlakuan Miya membuatnya sedikit terkejut.
Nana, seketika merasa lega melihat wajah Miya yang perlahan melukiskan senyuman di wajahnya dengan begitu murni.
..
Pasti lupa klik J E M P O L nya kan???
Ayo klik jempol, komen & vote ❤
__ADS_1
Bagi yang sudah memberikan vote, boleh dong berikan sedikit pointnya lagi 😅