
Terus dukung ya novel ini dengan cara :
Klik J E M P O L, K O M E N & V O T E
Sebanyak-banyaknya ❤
..
..
..
"Bos, ada apa denganmu?". Tanya Nana, serius.
Djordi mengabaikan pertanyaan yang Nana lontarkan. Ia diam tanpa kata, seolah derita yang dirasakannya kala itu benar-benar pedih. Nana menjadi ikut sedih melihatnya seperti itu.
"Hey, coba ceritakan apakah ini masalah wanita? Apa cintamu bertepuk sebelah tangan? Atau wanitamu selingkuh dengan pria yang lebih kaya darimu? Aku bisa mengerti kondisimu bos. Aku juga pernah berada di posisimu seperti ini." Nana berbicara dengan wajah yang menunduk, sedih. Karena teringat akan masa lalunya.
Muahh 💋
Tiba-tiba saja Djordi mengecup lembut bibir Nana. Nana sangat sangat terkejut, ia tidak bisa berkutik, tubuhnya membatu. Mulutnya menganga, jantungnya berdegup sangat kencang, wajahnya memerah.
"Bos, apa yang kau .."
Muaahh 💋 .. Muaahh 💋
Djordi meluncurkan kecupannya lagi pada bibir Nana.
"Hey, Bos kau ..". Nana terdorong oleh tubuh Djordi, hingga membuat tubuhnya tergeletak di atas lantai, yang menjadikan Djordi berada di atas tubuh Nana.
Tak henti-hentinya Djordi mengecup bibir Nana, hingga ia berani mengecup telinga dan leher Nana. Kedua tangan Djordi meremas kasar bahu Nana, mendekapnya sangat erat, sambil terus saja mengecupnya.
Muahh 💋 .. Muaahh 💋 .. Muuaahhhh 💋..
"Bos, aku sulit bernafas". Ucap Nana, sambil terus berusaha agar dirinya terlepas dari cengkraman Djordi yang sangat kuat itu.
Djordi mengecup bibir Nana secara bertubi-tubi. Dari kecupan pertama hingga kecupan selanjutnya, semakin bertambah kecupannya maka semakin kuat dan semakin ekstrim pula cara ia mengecup tubuh Nana.
Djordi hilang kendali.
"BOS, berhenti bos..". Teriak Nana, kesal dan ketakutan.
Djordi mengabaikan perkataan Nana, karena ia sedang mabuk berat. Ia terus saja mengecupnya.
__ADS_1
"Cukup.. Jangan buat aku membencimu". Teriak Nana sambil menangis, ia terus mendorong-dorong tubuh Djordi.
Hingga tanpa sengaja tangan kanan Nana menampar pipi kiri Djordi.
Plak..
Tiba-tiba saja Djordi diam membatu, tubuhnya melemah, dan seketika ia tertidur di atas tubuh Nana.
Nana langsung menggulingkan tubuh Djordi. Ia menghapus air matanya, sambil melihat ke arah Djordi yang tergeletak lemah tak berdaya.
Jas hitamnya berbau alkohol, sangat menyengat.
Tadinya, Nana begitu kesal dengan tingkah sembrononya. Tapi, melihatnya yang seperti itu malah membuatnya merasa iba.
Tidak pikir panjang, Nana langsung mengangkat, dan membaringkan tubuh Djordi di atas ranjang miliknya itu.
"Huf (menarik nafas) Berat sekali dia. Dasar gorila !!". Gumamnya, dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Dia melakulan itu karena sedang mabuk berat, apakah aku harus memaafkan kejadian barusan?". Gumam Nana.
Kemudian, Nana duduk di samping ranjang Djordi. Ia memperhatikan wajah Djordi yang tertidur pulas.
"Bos, apa kau tahu? Aku juga pernah menjadi gila karena cinta.. Jika memang benar keluhmu adalah soal cinta dan wanita.. Maka kau senasib denganku". Ucap Nana lirih, sambil terus memandang wajah Djordi yang sedang tertidur pulas di atas ranjang.
Dengan tanpa sadar, Nana meminum minuman beralkohol yang masih terisi penuh, yang tergeletak di atas meja itu. Karena kenangannya dengan Daren Hilton masih berkeliaran di pikirannya saat itu.
Nana meminum setengah dari botol minuman itu.
Hingga membuatnya mabuk. Kepalanya pusing, dan pandangannya tidak jelas.
Dan, tiba-tiba saja..
"Aduh perutku sakit sekali". Ucap Nana dengan pikiran setengah sadar, sambil menyekram perutnya.
"Aaaa~ Sakit.. Ada apa ini?". Nana semakin mengeraskan cengkraman di perutnya itu.
Ia menahan sakit perutnya sambil berbaring di atas ranjang, di samping tubuh Djordi yang sedang tertidur. Nana menangis terisak-isak merasakan rasa sakit di perutnya.
Perutnya seperti di koyak-koyak di dalam, sakit sekali. Sampai-sampai sekujur tubuhnya mengeluarkan keringat dingin.
Hingga akhirnya, Nana tertidur di samping Djordi. Tangannya masih mencengkram keras bagian perutnya yang sakit, dengan tubuh yang meringkuk di atas ranjang.
...
__ADS_1
Di tengah malam Djordi terbangun, kepalanya sangat pusing dan sakit. Tangan kanannya meraba dan menyengkram sesuatu yang empuk.
"Lembut sekali, apa ini?". Gumamnya, dengan mata yang masih tertutup.
Djordi berusaha membuka kedua bola matanya, pandangannya masih belum jelas dan kepalanya sangat pusing. Ia melirik, melihat sesuatu apa yang ia pegang itu.
"Ah? (terkejut) Buah dada? Buah dada siapa yang aku pegang?". Gumam Djordi, sambil memaksakan pandangannya agar wajah orang yang tidur di sampingnya itu terlihat jelas.
Tapi kepalanya sangat pusing dan sakit, pandangannya pun tidak jelas. Karena Djordi menghabiskan lebih dari sepuluh botol minuman beralkohol saat itu.
..
🌻🌻🌻🌻🌻
..
Pagi Hari.
Djordi terbangun dari tidurnya. Ia menekan kepalanya dengan kedua tangannya itu, karena merasakan sakit di dalam kepalanya.
Djordi melirik ke samping kananya. Ia terkejut, karena melihat wanita yang di damba'kannya yaitu Bae Nana, tertidur di samping bersama dengannya di ranjang yang sama.
"Ah? Nana?". Gumam Djordi, terheran, sambil mengucek kedua matanya.
"Jadi, yang semalam aku pegang itu adalah miliknya?". Kedua matanya membulat.
Djordi merasa tak menyangka. Kemudian, Nana yang masih tertidur itu membalikkan tubuhnya, membelakangi Djordi.
Djordi semakin terkejut.
Jantungnya berdetak kencang, setelah melihat bercak darah yang menempel di pakaian yang Nana kena'kan.
"Da ,, darah?". Matanya membulat dengan sempurna, mulutnya menganga.
"Ap ,, apa yang aku lakukan semalam pada Nana? Mungkinkah aku melakukan itu dengan Nana?". Detak jantungnya semakin kencang, hingga ingin loncat dari dalam dadanya.
Djordi semakin tak menyangka dengan kelakuan tercelanya itu pada Nana. Ia mengusap kasar wajahnya.
.
..
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1
Apakah mereka telah melakukan ,, itu?