
Jangan lupa L I K E, K O M E N & V O T E ❤
..
..
..
Dari fakultas desain interior, wisudawan dengan peraih IPK tertinggi adalah John Natan .. dengan IPK 3,82 ....
John langsung beranjak dari kursinya. Kedua orang tuanya menatap bangga ke arah John yang sedang berjalan maju kedepan para tetua, mengambil fotokopi ijazah lalu bersalaman dengan dekan dan rektor.
Nana tersenyum haru, melihat sahabat baiknya meraih IPK tinggi. Memang bukan hal aneh bagi John, untuk meraih sesuatu dengan sangat mudah.
Selanjutnya. Dari fakultas desain fashion, wisudawan dengan peraih IPK tertinggi adalah Bae Nana .. dengan IPK 3,85 ....
Bibi Oh, Kattie Moey, John Natan, dan kedua orang tua John bertepuk tangan. Menyemangati Nana.
Nana terkejut, karena ternyata IPK nya lebih unggul dari John. Kemudian, Nana berjalan mengambil fotokopi ijazah dan bersalaman dengan rektor dan dekan. Wajah Nana terlihat berseri-seri sambil menatap ke arah Bibi Oh dan Kattie.
Tapi, Nana kembali mengerucutkan bibirnya, saat kedua matanya belum juga melihat kehadiran Djordi.
Tak lama, acara Wisuda Sarjana pun berakhir. Semua para orang tua menghampiri anak-anaknya yang sudah bergelar menjadi sarjana itu. Suasana, penuh dengan kebahagiaan.
Bibi Oh dan Kattie Moey langsung menghampiri Nana. Mereka memeluknya dan memberikan selamat dengan memberikan buket bunga.
John dan ke dua orang tuanya pun berjalan menghampiri Nana, memberikan ucapan selamat padanya. John pun memberikan buket bunga yang sangat cantik, untuknya.
"Tan !! Akhirnya aku bisa mengalahkanmu. Hahaa...." Nana tersenyum ria.
John ikut merasakan kebahagiaan Nana, ia pun langsung memeluknya.
"Selamat ya !" bisik John, sambil tersenyum.
...
...
Tiba-tiba, tanpa di duga..
Djordi Aganor, Presdir Kim, dan tiga anggota XEO yaitu Sean, Chaning dan Jai ke luar dari mobil mewahnya.
"A-apa aku tidak salah lihat?" gumam salah satu mahasiswa yang melihat kedatangan mereka dari gerbang.
"Wah ! HEY SEMUA !! Lihat siapa yang datang." Teriak salah satu mahasiswa itu, sangat antusias.
Sontak, orang-orang yang sedang berkumpul ramai, langsung melihat ke arah pintu gerbang gedung.
"OMG !! Apa mereka dewa yang turun dari langit?" gumam salah satu mahasiswi yang lainnya.
Djordi berjalan sambil menyengkram, merapikan rambutnya ke samping.
Presdir Kim berjalan sambil membuka kaca mata hitamnya.
__ADS_1
Sean membetulkan posisi coat nya, dengan lirikan mata yang menggoda.
Chaning menebarkan senyum manisnya, sambil mencium buket bunga yang sedang ia genggam.
Jai memasukkan kedua tangan kedalam saku celana, dengan pesona dinginnya.
Mereka semua menebarkan pesona ketampanannya masing-masing.
Mereka berlimapun menjadi sorotan utama.
Semua orang yang berada disitu, langsung menatap lima orang pria yang sedang berjalan gagah, dengan buket bunga yang mereka genggam masing-masing ditangannya. Semua orang di buat terpanah dengan kedatangan mereka.
Hingga beberapa ibu-ibu tak sadarkan diri, dan langsung di larikan ke rumah sakit terdekat, karena tak kuasa menahan pesona yang terpancar dari lima pria tampan itu.
"Kyaaaa~." Semua mahasiswi berteriak histeris, mereka langsung kocar-kacir berlarian menghampiri mereka.
"XEO ... kyaa~." ternyata 99% mahasiswi di Universitas itu, adalah fans XEO.
" SEAN !! ... CHAN !! ... JAI !!" Para mahasiswi, sudah bagaikan zombi.
"Tuan Aganor !! ... Tuan Kim !!" Ibu-ibu pun tidak mau kalah dengan anak-anaknya yang menggilai anggota XEO itu.
Suasana menjadi tidak terkendali. Sangat ribut.
Puluhan pengawal langsung dengan sigapnya membatasi jarak.
Nana menganga, melihat mereka berlima dari kejauhan. Ia berdiri mematung di pintu gedung, dan langsung tersenyum lebar, selebar-lebarnya.
Djordi, Presdir Kim, Sean, Chan dan Jai mulai mendekat. Mereka, satu persatu memberikan buket bunga kepada Nana.
"Ups... sepertinya, buketku tidak ada tempat. Lihat ! Tangan Nana sudah penuh dengan bunga," ucap Chan.
"Aku berikan bunga ini, untukmu saja ... Kattie," sambungnya, sambil tersenyum genit ke arah Kattie. Kattie pun membalas senyumannya itu dengan mencubit gemas perutnya.
"Paman, buket bungamu itu hampir sebanding dengan tubunya. Apa kau tidak berlebihan!!" geram Sean.
"Cih ! Buket bungamu sangat tidak layak untuk Nanaku," ucap Djordi, sombong.
"Eh, ngomong-ngomong kemana si Kim? Bukankah tadi bersama kita?" tanya Djordi.
Sean langsung memutar kepala Djordi, memperlihatkan aksi presdir Kim yang sedang duduk santai di kerumuni para mahasiswi cantik.
"Memang buaya berkepala merah 😑 Aku menyesal mengajaknya kesini !!" geram Djordi.
..
Jai berjalan, mendekati Nana.
"Nana, apa kau tidak keberatan buket bungaku ini, aku berikan pada Manager Oh?" bisik Jai.
"Ya, aku akan sangat senang hati, jika Bibiku juga mendapatkan bunga," jawab Nana, sambil tersenyum ke arah Jai.
Jai pun membalas senyuman itu. Tapi di sudut lain, muncul aura hitam mengerikan yang sangat pekat. Ternyata Djordi memperhatikan aksi Jai yang sedang tersenyum pada Nana. Seketika, Djordi memelototi Jai. Jai langsung bergidik, ketakutan.
__ADS_1
"Ah ! Emm... Nana, aku akan memberikan bunga ini ke Manager Oh dulu." Jai tertunduk, dengan bicara yang terbata-bata.
John dipanggil oleh ayah dan ibunya untuk berfoto bersama. John pun menghampiri mereka.
Djordi berjalan mendekati Nana.
"Hey !! Maaf, aku terlambat," ucap Djordi, sambil menyentuh pundak Nana.
"Emm, selamat juga atas gelar barumu," sambungnya, sambil tersenyum lebar.
Djordi memanggil Presdir Kim, Sean, Chan dan Jai untuk mengabadikan moment itu dengan berfoto bersama. John pun tak ingin melawatkan foto bersama itu.
Para mahasiswi dibuat iri, ketika melihat mereka sedang foto bersama. Satu orang wanita yang di kerumuni banyak lelaki tampan. Dan, semua lelaki di sekelilingnya itu adalah lelaki populer di Korea.
"Ayo tersenyum !!" ucap si juru foto itu.
Cekrek ...
..
..
"Kau itu dari mana saja, sih? Aku pikir kau tidak akan datang. Apa kau tahu, aku sangat iri melihat mereka yang datang di dampingi dengan kedua orang tuanya." Nana mengerucutkan bibirnya.
"Hey, jangan bersedih ! Kita berlima kemari, khusus untukmu. Lihat mereka ... mereka pasti lebih iri melihatmu saat ini," ucap Djordi.
Djordi merasa iba, ia langsung memeluk erat tubuh Nana. Memberinya kehangatan, kedamaian dan kenyamanan.
"Nana, kitapun akan menjadi orang tua nantinya. Selama hidupmu, kau kekurangan kasih sayang dari orang tuamu, kan? Aku tahu, kau selalu merasa iri, sedih dan sensitif ketika mendengar kata orang tua. Jadi, saat kita memiliki anak nanti, jangan biarkan anak-anak kita kekurangan kasih sayang dari orang tuanya, ya" ucap Djordi lembut, sambil mengelus-elus kepala Nana.
"Apa? Anak? ... Haha, kau itu memang narsis sekali, ya." Nana tertawa kecil.
"Memangnya, nanti kau tidak mau memberiku keturunan? Apa kau tahu, jika menikah denganku .. itu akan memperbaiki keturunanmu." Djordi tersenyum, usil
"Hah? Jadi, menurutmu aku ini jelek?? Sampai harus memperbaiki keturunan !! Memang benar ya, lelaki itu hanya melihat dari fisiknya saja," geram Nana.
Aku sudah berdandan cantik untuknya, malah dengan seenak jidat .. dia menyebutku jelek. Ugh, awas saja ya !! (Gerutu Nana, dalam hatinya).
"Hihi... bukan itu maksudku. Kenapa wajahmu, menjadi masam? Aku hanya bercanda, sayang" goda Djordi, sambil mencium pipi kiri dan kanan Bae Nana.
"Bercanda? Itu tidak termasuk kedalam candaan !! Huh... kau menghancurkan kembali moodku. Sudahlah, pergi sana !!" Nana melipat kedua tangannya sambil membelakangi Djordi.
"Serius, kau menyuruhku pergi?" tanya Djordi.
Nana langsung menganggukan kepalanya, sambil masih berdiri membelakangi Djordi.
Tidak lama, Nana merasa resah. Kemudian, ia membalikan badannya.
"A-apa !! Dia benar-benar pergi? Aarrgg ! Dasar pria tua yang menyebalkan. Tidak peka sekali dia, 😠" geram Nana, sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Eh... tapi, kemana perginya Kattie, Bibi Oh dan yang lainnya?" Nana mengerutkan keningnya, terheran sambil melihat kesekeliling gedung itu.
..
__ADS_1
Ayo like, komen & vote ❤