Surrounded Several Boys

Surrounded Several Boys
Curahan Hati


__ADS_3

Saat rapat berlangsung pikiran Djordi Aganor hanya tertuju pada gadis yang menabraknya tadi. Dia menjadi tidak fokus.


"Tuan, rapat sudah selesai. Ini data yang kau inginkan mengenai gadis yang menabrak anda di lobi". Ucap pengurus Feng menyodorkan beberapa lembar kertas.


Kemudian, pria itu membaca data-data lengkap mengenai Bae Nana.


"Ternyata, dia putri ke dua dari perusahaan Bae. Dia gagal menikah karena calon suami dan kaka tirinya mengkhianatinya, saat itu. Pantas saja, saat di toilet dia menangis dan tidak sadarkan diri. Apakah aku perlu membantunya membalaskan dendam?". Gumamnya sambil tersenyum.


"Dia kesini untuk menemui Bibinya, Nona Oh Hani. Posisi Bibinya disini sebagai Manager salah satu Group Band, yang sangat terkenal saat ini, nama Group nya adalah XEO. Mulai saat ini, mereka akan bernaung di bawah Perusahaan Dj Entertainment, tiga dari anggota nya adalah keponakan-keponakanmu, Tuan. Apa kau sudah tahu?". Ucap pengurus Feng.


"Keponakan ku? Siapa itu?". Tanya serius pria itu.


"Tuan muda Sean, Tuan muda Chaning, dan Tuan muda Jai". Jelas pengurus Feng.


"Oh, anak dari kakak-kakak ku". Gumamnya.


"Ya sudah, kerja bagus, Feng. Baiklah, sekarang antarkan aku ke Hotel Zeus, aku ingin istirahat sebentar". Titahnya sambil berjalan ke luar.


"Baik Tuan, silahkan". Ucapnya sopan.


🌻🌻🌻🌻🌻


Di sisi lain.


Terlihat Nana yang sedang duduk seorang diri di luar gedung. Kemudian, Bibinya menghampiri.


"Nana". Panggil Bibinya.

__ADS_1


"Ah, Bibi? Kenapa kau lama sekali? Aku kan sangat merindukanmu". Ucap Nana, sambil memeluk Bibinya.


"Maaf, belakangan ini Bibi sangat sibuk sekali. Bibi, sedang mencari salah satu anak Bibi. Dia sangat keterlaluan, selalu saja kabur-kaburan". Ucap Bibi Oh sambil terlihat kelelahan.


"Sejak kapan Bibi mempunyai anak?, Apa hanya aku yang tidak mengetahuinya?". Tanya Nana penasaran.


"Bukan anak seperti yang kau pikirkan. Disini, Bibi bekerja sebagai Manager salah satu Group Band, jadi semua anggotanya telah aku anggap sebagai anakku sendiri, tapi mereka selalu membuat ulah". Ucap Bibi Oh, mengeluh.


Nana terheran, karena menyimak dengan lambat.


"Emm, Bibi aku sangat lapar". Ucapnya dengan manja.


"Ya, kebetulan akupun merasa begitu lapar. Ayo kita pergi ke cafe yang berada di sebrang". Ajak Bibi Oh.


Nana dan Bibi Oh berjalan, menuju cafe di sebrang jalan.


"Silahkan memesan Nona, Nona". Sapa pelayan cafe sambil menyodorkan daftar menu.


"Nana kau ingin makan apa?". Tanya Bibi Oh.


"Jika diperbolehkan aku ingin memakan semuanya". Ucapnya, mengusili Bibi Oh.


Bibi Oh mengerutkan keningnya..


"Haha,, aku bercanda Bibi. Emm,, apa ya? (memilih daftar menu)..Terserah kau sajalah". Ucap Nana.


"Baiklah, kita pesan ini dan ini saja untuk dua orang". Ucap bibi Oh kepada pelayan cafe.

__ADS_1


"Baik nona, silahkan ditunggu". Ucap pelayan cafe.


Sambil menunggu hidangan datang, Bibi Oh berbincang dengan Nana.


"Oh ya. Apa yang membuatmu ingin pindah ke sini? Dan bagaimana dengan pernikahanmu?". Tanya bibi Oh.


"Hmm, aku kesini karna pernikahanku gagal Bibi". Ucapnya.


"Apa? Apa maksudmu dengan pernikahan yang gagal? Coba kau ceritakan dengan benar, bukan kah kalian sudah bersama selama dua tahun?". Bicara Bibi Oh dengan nada tinggi.


"Selama ini Daren mengkhianati aku, dia hanya memanfaatkan ku demi kepentingannya saja. Dia dengan kak Rona menjalin hubungan di belakangku, aku nya saja yang bodoh tidak mengetahui hal itu". Jelasnya dengan wajah murung.


"Apa? Daren dan Rona? (menarik nafas panjang).. Dasar para ******** itu.. Aku sudah memberitahumu, kakak tirimu dan ibu tirimu itu memang sudah tidak waras. Awas saja jika aku bertemu dengannya, akan ku buat dia seperti ayam geprek". Emosi bibinya membeludak.


"Sudahlah bibi, aku tidak ingin membahasnya lagi, membuat hatiku sakit, saat ini aku sedang memulihkan perasaanku lagi". Ucap Nana sedikit senyum.


"Ya, tinggalkan saja lelaki seperti itu, masih banyak di dunia ini pewaris perusahaan yang lebih tampan dan otaknya berisi, lelaki seperti itu hanya sampah. Tunggu saja, karma sedang OTW". Ucap bibinya dengan suara yang keras.


"Bibi pelankan suaramu, para pengunjung cafe memperhatikan kita". Berbisik pada bibinya.


"Hah, (menghela nafas) mendengar ceritamu membuat aku sangat emosi, apa kau ingin aku kenalkan pada lelaki lagi? Jika ingin menghilangkan patah hati karna lelaki, obatnya ya lelaki lagi". Tawaran Bibi Oh, sambil menggoda Nana.


"Sepertinya aku sudah mati rasa". Bicaranya sedih.


"Hey, putus cinta soal biasa, jangan terlalu lama sedih dan mengeluh, masih banyak hati yang lain yang menanti untuk kau singgahi. Tegarkan hatimu dan melangkahlah. Aku tidak akan membiarkan keponakan ku menjadi perawan tua. Haha..". Ucap Bibinya sambil tertawa, berniat menghibur.


Nana tersenyum kembali.

__ADS_1


"Nona pesanan anda". Ucap pelayan cafe sambil meletakkan pesanan mereka di atas meja.


__ADS_2