Surrounded Several Boys

Surrounded Several Boys
Awal Kehancuran


__ADS_3

Jangan lupa dong klik dulu J E M P O L,


kemudian K O M E N & V O T E ❤


sebanyak-banyak nya yaaa 💋


..


..


..


"Hey, Siapa kau? Beraninya kau membuat keributan disini". Teriak Berlinda sangat marah.


Tanpa sadar, Nana menaikkan kepalanya, perlahan.


Berlinda memperhatikan wajahnya, kemudian dia sadar dan terkejut bahwa yang di hadapannya itu adalah Bae Nana, anak tirinya.


"Nana?". Terkejut, dan bicaranya sangat keras.


"Han Seng ! Han Seng !". Panggilnya pada pengurus Seng, asisten pribadi suaminya, Bae Senjo.


Para tamu undangan hanya menyaksikan kejadian tersebut, layaknya tontonan.


"Ada apa Nyonya besar?". Tanya pengurus Seng dengan sedikit panik.


"Usir wanita gila ini ke luar, jika perlu ceburkan saja dia ke laut". Titah Berlinda.


"Hah? Ini kan, Nona Bae Nana". Gumam pengurus Seng.


"Ayo cepat". Berlinda sangat kesal.


"Baik, Nyonya". Jawabnya.


Pengurus Seng dan beberapa pengawal menarik kasar tangan Nana.


"Aduh, sakit. Lepaskan aku". Nana berusaha dengan tenaga kecilnya, tubuhnya menjadi lunglai gara-gara minuman beralkohol itu.

__ADS_1


"Hey, wanita tua jelek dan dekil, berani sekali kau bicara keras padaku". Ucap Nana, sambil sempoyongan.


"Ingat ya. Kekasih hebatku, Djordi Aganor akan membalas perbuatan keji kalian padaku selama ini, tanpa kata ampun". Nana tidak menyadari apa yang di ucapkannya.


Plak..


Tiba-tiba Berlinda menampar pipi kiri Nana. Bae Rona terkejut, dia tidak bisa menghentikan tingkah kasar ibunya.


Cekrek.. Cekrek..


Beberapa reporter memotret dan meliputnya.


"Ah". Nana memegang pipinya, dengan rintihan sakit.


"Haha.. Dasar gila, beraninya kau mengancamku dengan menyebut-nyebut nama Djordi Aganor". Berlinda tertawa sinis.


Para tamu pun tertawa, menyepelekan, karena mendengar Nana mengatakan bahwa dirinya adalah kekasih Djordi Aganor.


"Jangan mimpi kau, Djordi Aganor itu adalah orang nomor satu di ke dua Negara. Tidak mungkin dia melirik wanita rendahan sepertimu. Sudah cepat, bawa orang gila ini ke luar". Titah Berlinda.


Kemudian, Djordi, Sean, Chaning dan Jai berjalan dengan gagahnya mendekati keributan itu.


"Gawat !! Aku lupa jika Tuan Aganor masih berada disini". Gumam Bae Rona.


"Ada apa ini?". Tanya Djordi.


Djordi terkejut melihat tampilan Nana yang hancur berantakan dengan memegangi pipinya yang merah.


"Ah (ketakutan) Emm,, dia sedikit mabuk dan tidak sengaja menyenggol meja yang berisi hidangan". Ucap Bae Rona, jantungnya berdetak kencang.


"Apa yang kau bicarakan, Rona?". Bantah Berlinda.


Kattie yang sedang memakan beberapa kue, mendekati keributan itu. Dia terkejut melihat tampilan Nana yang kacau, sangat malang.


"Tuan Aganor, wanita rendahan ini berani sekali mengakui bahwa dirinya adalah kekasihmu untuk mengancamku. Tapi tenang saja, aku akan mengusirnya ke luar". Ucap Berlinda sangat marah.


Sean, Chaning dan Jai membantu Nana berdiri. Mereka bertiga mengernyitkan dahinya, dan menatap sinis pada Berlinda.

__ADS_1


Berlinda terheran.


"Apa kau yang menamparnya?". Tanya Djordi pada Berlinda, dengan hawa yang menakutkan.


"Ah?? Emm,, aku,, aku hanya memberikan sedikit pelajaran, karena dia telah membuat keributan di pesta pernikahan putriku". Jawab Berlinda, sedikit ketakutan.


Daren Hilton, datang melihat ada keributan apa yang terjadi di pesta nya.


Plak..


Tiba-tiba Djordi menampar pipi kiri Berlinda.


Semua yang melihat kejadian itu dibuat terkejut, dan tidak bisa berkutik sama sekali.


"Ah,,??". Berlinda terkejut, dan merintih kesakitan.


"A,, apa yang kau lakukan Tuan Aganor". Ucapnya terbata-bata.


"Kau menyakiti wanitaku, dan aku hanya membalas perbuatanmu". Jawab Djordi, sambil mengelap tangan kanan dengan sapu tangannya.


"Jai, bawa Nana ke mobil". Titah Djordi.


Dengan cepat, Kattie dan tiga sekawan itu memapah Nana yang sudah tidak sadarkan diri, ke luar gedung.


🌻🌻🌻🌻🌻


"Perhatian semuanya, aku akan mengebom gedung ini dalam waktu lima menit. Segera menyelamatkan diri masing-masing". Ucap Djordi, tangannya menunjuk ke arah jam dinding dan pergi begitu saja meninggalkan gedung.


Suasana menjadi hening..


Tik.. Tik.. Tik..


Ternyata di jam dinding yang berada di dalam gedung itu, terdapat bom aktif.


Sontak semua para tamu undangan kocar kacir berlarian ke luar gedung menyelamatkan diri masing-masing.


Bae Rona, Berlinda, dan Daren Hilton sangat syok, mereka hanya terdiam, tidak percaya.

__ADS_1


"Hey, apa kalian ingin mati? Cepat selamatkan diri kalian". Ucap salah satu tamu yang sedang berlarian.


Mereka tersadar, kemudian berlari sangat cepat ke luar gedung.


__ADS_2