
Biasakan klik dulu J E M P O L nya, biar gak lupa 😁
Lalu K O M E N & V O T E sebanyak-banyaknya ❤
..
..
..
Malam telah berlalu.
Mentari pun perlahan memancarkan sinar dan memberi kehangatan.
Pukul 06.30 PM
Kriiingg .. Kriiiingg ..
Alarm ponsel Nana berdering..
Nana membuka kedua matanya perlahan, dan mematikan alarm tersebut. Kemudian, Nana beranjak dari tidurnya sambil meregangkan otot-otot yang sedikit kaku di tubuhnya. Nana berjalan menuju kamar mandi, dan bersiap untuk ke sekolah baru nya.
"Emm, aku harus mengena'kan baju seperti apa ya, untuk terlihat oke?". Gumamnya sambil memilih baju di empat lemari.
"Semua baju-baju yang bos belikan, terlalu mencolok dan memperlihatkan kemahalannya. Aku tidak suka jika nanti jadi pusat perhatian". Nana terus saja bergumam.
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih setengah jam, hanya untuk memilih baju saja. Akhirnya, Nana menjatuhkan pilihan kepada baju yang terlihat sederhana, dengan warna yang monokrom. Tetap kasual, dengan rok yang di padukan dengan sweater dan sneakers. Nana terlihat manis, dengan tambahan bandana di kepalanya dengan rambut panjang bergelombang. Tak lupa juga dengan tote bag bergambar kucing yang berwarna hitam. Nana tetap stylis dari ujung rambut hingga ujung kakinya.
Dan, semua perlengkapan itu telah Djordi siapkan dua hari sebelumnya. Nana tidak tahu, walaupun pakaiannya terlihat sederhana, tapi harga pakaian yang ia kena'kan bisa membeli satu unit mobil.
Kriingg .. Kriiingg
Ponsel Nana berdering. Panggilan masuk.
Nana mengangkatnya.
"Jika sudah siap, cepat turun ke bawah". Ucap seorang pria di telepon itu, dan langsung mematikan panggilannya begitu saja. Tak lain adalah Djordi.
"Hmm, apa dia menungguku?". Gumam Nana.
Kemudian, Nana mempercepat kesempurnaan dalam merias wajahnya itu. Ia berjalan ke luar dari kamarnya dan menghampiri Djordi yang sedang duduk di sofa.
Djordi melihat pesona Bae Nana yang sedang melangkahkan kakinya menuruni tangga. Ia di buat terkesima dengan tampilan Nana. Menurutnya pakaian apapun yang di kenakan Nana, tidak ada yang tidak cocok.
"Manis juga, dia". Gumam Djordi, sambil curi-curi pandang.
__ADS_1
Nana mendekat. Ia sedikit gerogi karena kurang nyaman dengan tatapan Djordi.
"Ehem". Nana mendehem.
"Ah. Emm, ayo sarapan dulu !". Ucap Djordi, mengajak.
"Tidak ! Aku akan langsung pergi kuliah". Jawabnya, sambil merapikan rambut yang menghalangi kedua matanya.
"Tidak baik, belajar saat perut kosong". Bantah Djordi.
"Aku akan membeli roti di jalan". Ucap Nana, sambil berjalan melewati Djordi begitu saja.
Djordi berjalan cepat mengikuti Nana dari belakang. Sebenarnya Djordi ingin mengantar Nana ke sekolah barunya.
Tiba-tiba sebuah mobil sport mewah berhenti di depan gerbang rumah Djordi.
Tin .. Tin ..
Suara klakson mobil.
Seseorang membuka pintu mobil dan keluar dari bagian kiri.
"Sean?". Gumam Djordi. Wajahnya berubah, menatap jengkel pada Sean.
Nana tercengang dengan kemewahan mobil sport yang dikendarai Sean.
Sean berjalan mendekati Nana.
"Come on, baby !!". Ucap Sean sambil merangkulkan tangannya di bahu Nana. Ia mengabaikan Djordi yang berdiri di belakang Nana.
Nana terkejut, dengan perlakuan Sean terhadapnya.
Dan, Djordi membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna.
Kampret ! Berani sekali dia terang-terangan begitu. Apa dia tidak melihat, ada aku disini. 😠 (Geram Djordi, dalam hatinya)
"Hey, Sean !". Teriak Djordi, memanggil dari belakang. Kedua tangannya di lipatkan di atas perutnya.
Sean dan Nana menghentikan langkahnya.
"Sepertinya ada suara yang memanggilku ! Tapi, kenapa tidak ada wujudnya? Apa kau mendengarnya, Nana?". Tanya Sean, sambil mengintip saku di bajunya.
"Ah, itu .."
Brengsek kau Sean !! Memangnya aku apa? Sampai dia mencari ke sakunya? (Djordi semakin di buat kesal olehnya).
__ADS_1
Kemudian, Djordi berjalan cepat menghadang Nana dan Sean.
"Sean ! Tuhan menciptakan kedua tangan, untuk baku hantam". Djordi mengisyaratkan sesuatu, sambil melepaskan rangkulan Sean di bahu Nana.
Sean tersenyum selebar-lebarnya.
"Paman, jadi begini. Aku sudah berdandan dua jam dan memanaskan mobil baruku ini, sejak tadi subuh. Hanya untuk mengantar Nana ke sekolahnya". Ucap Sean.
"Tidak bisa !! Aku sudah bersiap sejak kemarin malam, dan memanaskan mobilku sejak aku membelinya sebulan yang lalu, hanya untuk momen seperti ini. Enak saja kau menyalipku, dengan wajah tak berdosamu itu". Bantah Djordi.
"Sudah lah paman, ikhlaskan saja Nana untukku. Jika teman kampusnya tahu, Nana di antar olehmu. Mereka pasti bakal mengira kau itu adalah ayahnya". Ucap Sean, bersikekeh tidak merelakan Nana bersama pamannya.
"Indah sekali ucapanmu itu". Djordi mencomot mulut Sean.
"Dengan pakaianmu yang seperti itupun. Jika kau mengantar Nana, mereka pasti akan mengira kau adalah supir pribadinya". Bantah Djordi, sambil menaikan kedua tangannya di atas pinggang.
"Enak saja. Paman ini sangat kuno sekali, ya. Style ini keluaran terbaru dan edisi terbatas, tahu". Ucap Sean, sedikit mengotot.
"Halaahh .. tinggi sekali ucapanmu itu. Kau mendapatkannya dari endorse-an kan .."
Sean langsung menutup mulut Djordi dengan kedua tangannya sambil memelototi Djordi.
Djordi terhenti, dan memelototi Sean balik.
Djordi menepis tangan Sean.
"Aku teringat sesuatu !! Kau pernah dengan beraninya mencengkram kerah bajuku dengan sangat kuat, dan aku belum sempat membalasnya". Ucap Djordi, sambil menaikkan kedua alisnya.
Sean terhentak, ia membulatkan kedua matanya dengan rasa sedikit ketakutan.
"Tunggu saja, pembalasannya akan ku kirim secepatnya". Djordi melipat ke dua tangannya.
"Ah..hahaa. Mana mungkin?". Sean menjadi gerogi
"Aku .. aku tidak mengingatnya. Sepertinya, saat itu aku kerasukan sesuatu". Ucap Sean, menutupi kebohongan. Sambil mengelus-elus lembut badan pamannya itu.
Nana tersenyum kecil, melihat tingkah laku mereka yang kekanak-kanakan.
Sepertinya, sikap bos yang dingin .. hanya terhadap orang luar saja. Dan, inilah sikap bos yang sebenarnya. (Gumam Nana dalam hatinya).
..
..
Jangan lupa tuh, JEMPOL nya di klik..
__ADS_1
Semangatin author dong sama votenya hhe 😂😂