Surrounded Several Boys

Surrounded Several Boys
Terungkap


__ADS_3

Mana J E M P O L, K O M E N & V O T E ❤


Bagi yang sudah memberikan point boleh dong ditambah lagi beberapa point untuk novel SSB ini 😘


..


..


..


Malam hari, di kediaman Tn.Kim.


Djordi bergegas keluar dari mobilnya. Tapi, Nana hanya terdiam gelisah di dalam mobil, dengan tidak mengikuti langkah kaki Djordi. Djordi kembali masuk ke dalam mobil, dan menarik tangan Nana ke luar dari mobil.


"Sebenarnya ada apa? Kenapa kau tidak mau menceritakannya padaku?" Nana berulang kali menanyakan hal itu pada Djordi.


Tiba-tiba saja, Djordi menghentikan langkahnya dengan menarik nafas berat.


"A-aku ... aku juga belum tahu penyebabnya. Entah apa yang membebankan pikiran ibuku." Djordi menunduk sedih. Hingga Nana iba melihatnya yang murung seperti itu.


"Hm, sebaiknya aku pulang saja" ucap Nana, lirih.


"Tidak ! kau harus ikut kedalam," tegasnya, lalu Djordi menarik lagi tangan Nana untuk memasuki rumah ayahnya.


Saat Djordi membuka pintu, disitu ada Tn.Kim yang sedang berbincang dengan kedua kakak Djordi di ruang tamu.


Ny.Esmeralda adalah kakak kedua dari Djordi, dan Ny.Angela adalah kakak ke tiga Djordi. Sayangnya kakak pertama Djordi yaitu Tn.Roger sedang tidak ikut berkumpul.


...


Semua mata tertuju pada Djordi dan Nana.


"Djordi !"


"Adik ke empat !"


Sapa kedua kakak Djordi. Mereka sedikit terkejut, karena sudah berbulan-bulan, kedua kakaknya tidak pernah berjumpa lagi dengan Djordi.


"Dimana ibu?" tanya Djordi, dengan tidak basa-basi dan langsung ke intinya.


Kedua kaka Djordi beradu tatap, karena seperti biasanya. Djordi sesekali mengabaikan mereka, ia tidak terlalu terbuka pada kakak-kakaknya. Kemudian, Tn.Kim dan kedua kakak Djordi beralih tatap. Menatap wanita di samping Djordi.


"Ibumu ada di kamarnya," sahut Tn.Kim, dengan melepas kaca mata yang ia kenakan sedari tadi.


Saat Djordi akan menarik tangan Nana, bermaksud membawanya menemui ibunya. Dengan cepat, salah satu kakak Djordi yaitu, Ny.Esmeralda menyapa Nana.


"Ah ! Siapa ini?" tanya Ny. Esme, dengan senyum ramahnya.


"Emm ... perkenalkan, saya Bae Nana" jawab Nana dengan menundukkan kepalanya, terlihat sangat sungkan dan benar-benar malu.


Djordi menatap ragu pada kakaknya itu. Tapi, Ny.Esme menggerakan matanya, meyakinkan Djordi bahwa ia akan menjaga Nana.


"Nana, kau berbincanglah dengan kakak-kakakku. Aku akan menemui ibu dulu," bisik Djordi.


"Em, baiklah" ucap Nana, dengan senyum terpaksa.


Kemudian Djordi berlalu, meninggalkan Nana dengan kedua kakak dan ayahnya.

__ADS_1


Mereka mulai berbincang-bincang.


..


..


..


Tok.. Tok.. Tok..


Djordi mengetuk pintu kamar Ny.Kim, tetapi tidak ada respon. Kemudian, ia mengetuknya lagi.


"Ibu ... ini aku!" panggil Djordi.


Ny.Kim yang sedang melamun di dekat kaca jendela terhentak, kala mendengar suara anaknya berada di luar pintu kamarnya.


Perlahan Ny.Kim melangkahkan kaki, berjalan membuka pintu kamarnya.


"Djordi !" panggil Ibunya, seraya memeluk erat tubuh Djordi.


"Ibu ! Ada apa dengan ibu?" tanya Djordi, cemas.


Ny.Kim melepas pelukan itu, dan berbalik membelakangi Djordi. Ia berjalan masuk lagi ke kamarnya, dan duduk di sofa dekat jendela.


Djordi mengerutkan keningnya. Lalu tidak sengaja pandangannya menatap makanan dan buah-buahan di atas meja yang masih utuh, belum tersentuh sedikitpun. Djordi berjalan mendekati ibunya yang sedang menikmati angin malam dengan melamun menatap ke luar jendela.


"Ibu, ini sudah malam. Kau bisa masuk angin jika jendela nya terus di buka," gerutu Djordi, sambil berusaha menutup jendela yang setengah terbuka itu.


Kemudian, Djordi duduk di belakang Ny.Kim dengan menyentuh lembut kedua pundaknya.


"Ibu ! Aku mohon bicaralah. Tidak biasanya ibu seperti ini. Ibu membuat aku sangat cemas" ucap Djordi, lirih dengan perasaan yang sangat khawatir.


..


..


Setelah berbincang-bincang, dan menanyai beberapa pertanyaan tentang kehidupan Nana.


Perlahan Tn.Kim, dan kedua kakak Djordi menjadi akrab dengan Nana. Nana menyapu bersih pikiran negatifnya kepada keluarga Djordi, karena ternyata mereka sangat ramah dengan tutur kata yang sopan. Mereka menyambut hangat kedatangan Nana di rumahnya. Seperti keluarga yang begitu harmonis.


Ternyata, mereka sangat ramah. Tidak seburuk yang aku pikirkan. (Gumam Nana dalam hatinya, sambil menarik nafas lega)


"Nana, apa kau tahu ! Fobia Djordi pada nasi itu sebenarnya menurun dariku ...," ucap Tn.Kim, sambil tersenyum lebar. Nana hanya membalasnya dengan senyuman yang lugu. Ia masih merasa begitu sungkan dan tersipu malu, karena berada di tengah keluarga Djordi.


"Ah, bukan ayah. Itu karena ulahku. Aku yang menakut-nakutinya, dulu. Apa kalian ingat ! Saat jamuan makan malam dengan kerabat ayah di London. Aku berkata padanya, 'bayangkan nasi yang kau makan di hadapanmu itu adalah ribuan belatung'. Aku hanya bercanda, tapi Djordi malah menganggapnya serius" timbal Ny.Angela, sambil tersenyum lebar.


"Benar, dan gara-gara ulah usilmu itu ... dia langsung muntah mengenai bajuku dan wajahnya langsung menjadi pucat. Ibu langsung membawanya kerumah sakit" sambung Ny.Esme dengan raut wajah yang serius.


Nana sedikit terkejut, setelah mengetahui asal mula fobia Djordi.


"Aku tidak tahu, bercandaku itu menjadi hal yang sangat serius. Dua hari, ibu memasang wajah masam jika melihatku, hingga aku ketakutan dan mengurung diri di kamar" tutur Ny.Angela, lalu ia menyeruput teh hangat yang sudah tersedia di atas meja.


"Oh ... jadi, begitu ! Saat itu, kau marah pada ibumu, tapi berimbas juga pada ayah !" gerutu Tn.Kim, dengan sedikit terkejut setelah mengetahui yang sebenarnya.


Nana tertawa kecil saat melihat ekspresi Tn.Kim. Menurut Nana, ekspresi wajahnya sama persis dengan ekspresi wajah Djordi ketika sedang menggerutu seperti itu.


"Sudahlah, simpan dulu perbincangan ini. Sudah waktunya untuk makan malam!" seru Tn.Kim.

__ADS_1


"Kesempatan langka bisa berkumpul seperti ini. Nana ! Kau harus ikut makan malam juga. Ayo," ajak Tn.Kim sambil berjalan menuju ruang makan.


Nana mengangguk, sungkan. Kemudian, Ny.Esme berjalan mendekati Nana.


"Nana, bisakah kau tolong panggilkan ibu dan Djordi. Ajak mereka untuk makan malam bersama. Kamarnya ada di situ ... di sebelah kiri, ya." Ny.Esme menunjuk ke arah yang ia maksud sambil berlalu meninggalkan Nana.


"Ah, baiklah." Nana terpaku, melihat ke arah bagian rumah bertingkat yang Ny.Esme maksud tadi.


Kemudian, Nana mulai mengambil langkah menelusuri anak tangga menuju kamar Ny.Kim


...


Di kamar Ny.Kim


Djordi masih berusaha keras, agar ibunya mau berbicara. Menceritakan hal apa yang membuat pikirannya terbebani, sampai ia harus menyiksa dirinya seperti itu.


"Ya sudah. Jika ibu tidak mau berbicara juga, aku akan pulang, sekarang" ancam Djordi, kemudian ia beranjak akan meninggalkan ibunya yang masih dibalut kecemasan dan kegelisahan itu.


"Djordi !" panggil Ny.Kim, dengan raut wajah yang masih gelisah. Sontak, Djordi menghentikan langkah kakinya.


"Saat itu, aku gadis yang berumur 19 tahun. Pada malam hari, disaat aku pulang kerja. Aku mendapati ayahku dengan wajah yang babak belur, karena ayahku berhutang uang yang sangat banyak pada penguasa kota itu, dia tidak sanggup membayar hutang-hutangnya. Kemudian, ayah dan kakak tiriku ... kak Renesme ! Mereka dengan teganya menjual tubuhku pada seorang pria kaya, untuk membayar hutang-hutang ayah. Pria kaya yang mereka maksud adalah Tn.Park, ayah Kim Reo, sahabatmu. Tapi, disitu terjadi kesalah pahaman, sehingga pria kaya yang aku tiduri bukan Tn.Park, melainkan ayahmu Kim Hanzo" jelas Ny.Kim. Perlahan deraian air mata mulai membasahi kedua pipinya.


"Kemudian, aku hamil dirimu Djordi. Tapi, kak Renesme marah besar padaku, saat tahu pria kaya yang menghamiliku bukan Tn.Park melainkan Kim Hanzo. Pria yang sudah lama kakaku damba'kan. Lalu, aku di usir, di caci maki saat aku mengandungmu. Hanzo tidak tahu masalah ini, aku tidak menceritakan padanya ! ... Kak Renesme berusaha menggugurkan kandunganku, tapi Tuhan menjaga aku dan kau, kita berdua selamat dari beberapa taktik jahatnya. Lalu, aku bersembunyi darinya, hingga aku melahirkanmu di tengah hutan tanpa bantuan siapapun. 6 tahun lamanya aku bersembunyi darinya" sambungnya. Djordi menatap iba pada ibunya. Ia membalikkan tubuh, lalu meraih tubuh Ny.Kim, mendekapnya erat.


"Pada akhirnya dia tidak sengaja melihatku sedang menggendong anak, di pinggir jalan. Dia tahu, anak yang aku gendong itu adalah anak Kim Hanzo. Amarahnya kian menjadi. Dia berusaha dengan beribu cara, untuk membunuh aku dan kau. Kemudian, pada siang hari, aku mengajakmu berkunjung ke rumah sahabat baikku, karena sahabatku itu telah melahirkan anaknya dua bulan yang lalu. Apa kau tahu, siapa sahabatku itu? Dia adalah Pharsa Lee, ibu Bae Nana" Djordi terhentak kaget. Ia membatu, membulatkan matanya.


"Kemudian, ibu pergi ke minimarket meninggalkanmu di rumahnya, karena kau sangat menyukai bayinya. Saat ibu tidak dirumahnya. Istri pertama Hanzo berkunjung ke rumah Parsha, karena dia adalah rekan bisnisnya. Mereka membicarakan hal penting yang mengharuskan Parsha untuk segera ke kantor saat itu juga. Lalu, Parsha menitipkan anaknya kepada Berlinda (ibu tiri Nana) dan dia mengajakmu. Dia membawa mu masuk ke mobil istri pertama Hanzo. Ternyata mobilnya itu sudah di sabotase oleh kak Renesme. Kak Renesme mengira aku yang berada di mobil itu, bukan Parsha. Saat mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi. Remnya blong. Kecelakaan tak bisa dihindari. Mobil itu langsung menabrak truk pembawa beton dari arah yang berlawanan. Istri Hanzo tewas di tempat, tubuhnya remuk terhimpit beton. Kau memang mendapati luka yang sangat serius, tapi Tuhan menyelamatkanmu lagi. Dan, Parsha ... entah dia meninggal atau tidak. Karena tubuhnya tiba-tiba menghilang saat pemeriksaan polisi" jelas Ny.Kim dengan tubuh yang sangat gemetar.


Djordi membulatkan matanya dengan sangat sempurna. Air matanya membendung setelah mendengar penjelasan yang begitu rinci dari ibunya itu. Perasaannya menjadi hampa, pikirannya mulai kosong, nafasnya pun sangat berat.


Bruk.


Suara dari luar pintu.


Djordi membulatkan matanya. Ia tersadar akan suatu hal. Ternyata, sedari tadi Nana mendengar semua itu. Tubuhnya menjadi lemas, lututnya gemetar, hingga ia hampir terjatuh.


Kemudian, Djordi berjalan cepat ke luar pintu dengan rasa panik. Ia melihat punggung Nana yang sedang berjalan menuruni anak tangga, dengan ekspresi wajah datar. Pandangan Nana kosong.


"Nana !!" panggil Djordi, dengan nada suara tinggi.


Nana mulai menitikan air matanya. Ia tak mendengar teriakan Djordi yang memanggil namanya itu.


Melihat tak ada respon dari Nana. Dengan cepat Djordi berlari, menyusul Nana.


Saat Djordi akan meraih tangan Nana. Nana langsung menepisnya dengan raut wajah yang tidak bisa di tebak. Djordi menatap hampa ke arah Nana, ia merasakan hatinya begitu tersayat-sayat. Kedua mata Djordi memerah, menahan air matanya sedari tadi.


Lalu, Nana membuang muka. Ia mengacuhkan Djordi, tanpa kata. Nana berjalan menuju pintu keluar, dengan perasaan kecewa.


"Nana ! Dengarkan aku," teriak Djordi, air matanya mulai metes.


Semua orang yang berada di dalam rumah itu terhentak kaget, saat mendengar teriakan Djordi yang menggema. Mereka langsung menghentikan aktivitasnya.


Tn.Kim, dan kedua kakak Djordi beradu tatap, dengan perasaan yang cemas.


..


BERSAMBUNG !!!

__ADS_1


Jangan lupa LIKE, KOMEN & VOTE ❤


__ADS_2