Takan Ku Lepas

Takan Ku Lepas
Diusir


__ADS_3

...Happy Reading ❤...


"Berhenti, berhenti, Pak." dengan cepat Nayra menepuk pundak sang supir. 


Supir taksi pun menghentikan mobilnya secara  mendadak. "Aduh, Non kenapa mendadak seperti ini? Untuk saja di belakang tidak ada mobil." ucap sang supir menggerutu pelan. 


Nayra tersenyum kikuk. "Maafkan saya Pak, saya tadi melamun sampai tidak sadar jika jalanan ke rumah saya sudah terlewat." sesal Nayra sambil menyerahkan ongkos taksinya. 


"Sekali lagi saya minta maaf ya, Pak." kata Nayra lagi yang mendapat anggukan dari sang supir. 


Nayra keluar, langkah kakinya bergerak cepat untuk masuk ke dalam rumah.


"Itu bukan urusan saya! Saya hanya menjalankan perintah dari Bos Reinald."


"Pak, saya mohon Pak, kasih saya waktu untuk-"


"Untuk apa?!! Untuk kabur lagi seperti wanita yang tidak tau di untung itu?"


Prang


Suara bantingan terdengar. Nayra yang sedang membuka sepatunya berlari menuju asal suara itu.


"Anda seharusnya tahu, jika anak anda telah menggambil uang sebanyak 200 juta. Dan dengan sangat terpaksa, rumah ini akan kami sita."


Penjelasan itu membuat Nayra mematung di tempat. Anak anda? Siapa? Siapa yang pria itu maksud?


"Bunda." panggil Nayra pelan dengan melangkah mendekat.

__ADS_1


Bunda Farah menoleh, ia segera bangun dari duduknya saat melihat Nayra bergerak untuk membantunya berdiri.


"Bun, bunda tidak papa? Ada apa ini? Kenapa rumah kita bisa di sita oleh pihak bank?" tuntut Nayra dengan wajah bingung seolah tak mengerti dengan keadaan yang sedang terjadi.


Bunda Farah memegang pundak putrinya. "Bunda tidak papa, Nay." ucapnya menenangkan. 


"Sebaiknya kalian cepat pergi, karena sebentar lagi rumah ini akan di sita oleh pihak bank." pria dengan pakaian hitam itu melemparkan beberapa tas kearahnya. Nayra menatap tajam pria itu, raut kemarahannya tecetak jelas saat benda yang di lempar itu tepat mengenai Bundanya.


Plak


Nayra membalas pria itu dengan tamparan keras saat mendengar perilaku kasar yang di layangkan kepada Bundanya.


"Lancang! Kenapa kau mengusirku dari rumah kami sendiri hah!!!" Nayra berteriak. Wajahnya sudah memerah menahan amarah. 


Pria itu memegang pipinya. Rasa perih sekaligus marah membuat pria itu membalas perlakuan Nayra tak kalah kasar. Pria itu balik menampar Nayra, sampai Bunda Farah dibuat menjerit melihat anaknya jatuh tersungkur. 


"Kau yang lancang, Nona! Jika anda tidak mengetahui apapun sebaiknya tutup mulut dan jangan bicara apapun...!" bentaknya. Pria itu hampir saja melayangkan kakinya kepada Nayra jika tidak mendapat teguran dari rekannya.


"Sudah jangan terlalu keras dalam bertindak Tom, bagaimanapun mereka adalah perempuan."


Nayra mendengar percakapan itu. Kepalanya pusing, dan tamparan pria itu tidak main-main. Pria itu seperti mengeluarkan seluruh tenaga saat menampar pipinya.


"Nay, kamu tidak papa?" Bunda Farah membantu putrinya yang terdiam mematung. Air mata yang sejak tadi tertahan akhirnya meluncur saat melihat sudut bibir Nayra mengeluarkan sedikit darah.


"Jangan menangis, Bun." kata Nayra pelan. Tangannya menghapus air mata itu.


"Hentikan drama kalian, sebaiknya cepat pergi dan tinggalkan rumah ini." serobot pria itu lagi.

__ADS_1


Tanpa banyak bertanya, Nayra mengangguk. Melangkah dengan tertarih untuk memungut tas tas yang tergeletak di lantai.


"Ayo, Bun kita pergi." Nayra menarik Bunda Farah keluar dari rumah. Langkahnya terasa berat saat akan meninggalkan rumah yang sejak dulu ia tempati.


Begitu banyak kenangan yang tercipta disana. Rumah peninggalan satu-satunya dari almarhum Ayahnya kini sudah bukan lagi miliknya. Entah apa yang telah terjadi, Nayra akan meminta penjelasan kepada Bundanya nanti.


^^^Bersambung^^^


^^^Jumat, 16 April 2021^^^


...Jangan lupa!...


...Like and coment...


...biar author makin semangat nulisnya. Jika perlu kasih hadiah juga ya :)...


...Follow ig...


...story_relationship...


...Sampai bertemu di part selanjutnya...


...Ily 💕...


See you


ranintanti

__ADS_1


__ADS_2