Takan Ku Lepas

Takan Ku Lepas
TAKAN KU LEPAS | 35


__ADS_3

...Happy Reading ❤...


Jangan pergi Nay


Jangan pergi


Jangan tinggalin aku


Nayra tersentak dalam tidurnya. Napasnya memburu. Tubuhnya menegang kaku saat mimipi buruk terus saja menghantuinya akhir-akhir ini.


Evano. Nayra ingat dengan jelas di dalam mimpi itu Evano menjadi depresi, lelaki itu tidak terurus, dan terus saja berteriak sampai akhirnya mati bunuh diri. Menghela napas pelan, Nayra bangkit dari tidur, matanya mengedar menatap sekeliling.


Tidak ada Bara. Syukurnya dalam hati.


Entah kemana perginya cowok itu. Nayra tidak peduli. Yang harus ia lakukan adalah pulang, dan menjelaskan apa yang terjadi kepada Bundanya. Bundanya pasti khawatir karena ia tidak pulang semalam.


"Kamu sudah bangun?" seorang dokter wanita masuk, lengkap dengan jas juga stetoskop yang menggantung di lehernya.


Nayra mengangguk kaku. Ia hanya diam saat dokter cantik itu malah menyuruhnya kembali berbaring. Ia tidak bisa menolak. Nayra pun menurut pada akhirnya.


"Ada keluhan lain?"


Nayra menggeleng. Jikalaupun ada, ia tidak akan mau mengatakannya.


"Baik kalau begitu, hari ini kamu sudah diizinkan pulang, tapi ingat, kamu harus jaga pola makan, tidur, dan jangan terlalu sering begadang ya. Jangan lupa juga minum obatnya yang teratur." terang Sang Dokter, sambil menyuruh seorang perawat untuk segera melepaskan infusan di tangan Nayra.


Nayra bahkan sampai tidak sadar jika tangannya masih tertancap selang infus.


Setelah dirasa selesai, Nayra kira ia sudah bisa pulang ke rumah. Namun ucapan dokter itu selanjutnya malah membuat benaknya semakin bertanya-tanya.


"Sebaiknya kamu tunggu disi dulu. Nanti akan ada seseorang yang menjemputmu."

__ADS_1


Siapa? Pertanyaan itu tercetus begitu saja di dalam pikirannya. Nayra tidak ingin ambil pusing. Karena apa yang diucapkan Dokter cantik itu pasti tidak jauh-jauh dari sosok seorang Bara.


"Terimakasih, Dok." ujar Nayra yang mendapatkan anggukan dari Sang Dokter.


"Kalau begitu saya pamit, masih banyak pasien yang harus saya periksa setelah ini." Dokter itu tersenyum, lalu pergi diikuti seorang perawat di belakangnya.


Melihat mereka sudah pergi, Nayra kemudian turun dari kasur, berjalan kearah pintu keluar.


"Anda mau kemana, Nona?" saat pintu terbuka, hal pertama yang Nayra lihat adalah dua orang berbaju hitam telah berdiri tepat di samping pintu.


Nayra mengerjap bingung. "Kalian, siapa?"


Bukannya menjawab, kedua pria berbaju hitam itu malah saling memandang, seolah sedang memberi kode lewat tatapannya.


"Sebaiknya anda kembali masuk, Nona." ujar salah satu dari mereka.


"Tidak, aku tidak akan masuk sebelum kalian menjelaskan dulu, siapa kalian? Dan apa yang kalian lakukan di depan pintu seperti ini?"


"Misi, aku mau lewat."


Kedua pria itu tetap tak bergeming. Meski Nayra sudah mendorongnya dengan kekuatan penuh, tetapi pria-pria berbadan besar itu tidak terdorong sedikitpun. Mereka masih dalam posisi semula, berdiri diam di depan pintu.


Nayra berdecak kesal. "Sebenarnya apa yang kalian lakukan?!!"


"Kalian menghalangi jalan Princessku."


Suara asing itu membuat kedua pria menoleh serentak, termasuk Nayra. Dilihatnya seorang wanita dengan penampilan modis, dan sebuah kipas di tangannya.


Wanita itu kemudian memperlihatkan sebuah ID Card yang membuat kedua pria itu menunduk hormat. Nayra semakin bertanya-bertanya. Siapa wanita itu? Kenapa pria-pria itu serentak membuka jalan, dan membiarkan wanita itu mendekat kearahnya.


"Sekarang pergilah, biar Nona cantik ini menjadi urusanku." wanita itu kembali berucap, namun tatapannya masih saja menyorot lembut kearah Nayra.

__ADS_1


Kedua pria itu mengangguk, dan pergi setelah dirasa tugas mereka selesai.


"Kenalkan dulu, saya Dania, orang-orang biasanya memanggilku Miss Danie." ucapnya memperkenalkan.


"Nayra."


"Oh cantikku, jangan terlalu dingin seperti itu, santai saja. Aku juga tidak akan mencelakaimu." wanita yang mengenalkan diri sebagai Danie itu terus saja tersenyum. Kipas yang berada di tangannya dibuka, hingga mengeluarkan suara.


Srekkk


"Sebaiknya kita cepat pergi, disini terlalu panas."


"Tapi, tunggu- kau siapa?" tanya Nayra menuntut.


"Aku Danie."


"Aku tau itu! Maksudku, ada keperluan apa kau mengajakku untuk pergi? Aku jelas tidak mengenalmu." kelakar Nayra sembari menurunkan tangan Miss Danie yang merangkul tubuhnya.


Miss Danie tertawa kecil. "Kamu lucu sekali, pantas Tuan Bara sampai tergila-gila seperti ini."


Nayra memutar matanya malas. Tidak ada yang lucu disini, tapi memang dasar wanita aneh, dia terus saja tertawa, seolah mengejeknya.


"Berhenti tertawa, dan jelaskan padaku kemana kita akan pergi? Aku tidak bisa percaya begitu saja pada orang asing sepertimu."


Miss Danie kembali menutup kipasnya. Tawanya sudah terhenti semenjak mendengar ucapan Nayra.


"Maaf sekali, aku tidak berhak menjelaskan apapun, biar Tuan Bara sendiri yang akan menjelaskannya padamu." ucap Miss Danie mengiring Nayra keluar dari rumah sakit.


Nayra yang hendak protes pun urung saat tubuhnya kini sudah di paksa masuk ke dalam mobil.


^^^Bersambung....^^^

__ADS_1


^^^Minggu, 15 Agustus 2021^^^


__ADS_2