Takan Ku Lepas

Takan Ku Lepas
TAKAN KU LEPAS | 31


__ADS_3

...Happy Reading ❤️...


Berkali-kali Nayra memijit keningnya pelan. Ia sedang mengantarkan pesanan pelanggan, tapi karena kepalanya terasa berdenyut ia jadi sesekali berhenti di tepi jalan. Seharusnya ia mendengarkan Bundanya tadi untuk sarapan lebih dulu, tapi karena di kejar waktu, jadilah ia harus segera bergegas pergi.


Menghembuskan napas pelan. Nayra menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Jam 1 siang. Pekerjaannya yang menumpuk, dan tak pernah ada habisnya membuat jadwal tidurnya terlewatkan. Beberapa terakhir ini ia memang tidur selama kurang lebih 3 sampai 4 jam, dan sisanya di habiskan dengan bekerja.


Nayra mengelap keringat di dahinya. Sepeda yang di pakainya ia kayuh kembali. Namun baru beberapa kilo meter saja tubuhnya seakan tak berpijak. Buminya berputar. Terus berputar semakin cepat membuat Nayra tidak dapat melihat dengan jelas. Semuanya nampak buram, buram, dan seketika menjadi gelap gulita.


Tin


Tin


Sebelum matanya benar-benar tertutup, Nayra bisa merasakan tubuhnya ambruk tak bertenaga. Suara klakson mobil terdengar semakin samar. Nayra tidak bisa lagi menghindar. Ia hanya bisa pasrah dengan mata yang sudah benar-benar tertutup.


Orang-orang mendekat. Mereka mengelilingi Nayra yang tergolek lemas di tepi jalan.


"Maaf Pak, itu di depan kenapa ya?" seorang pria berjas membuka kaca mobil.


"Saya juga kurang tau Mas. Denger-denger sih katanya ada perempuan yang tidak sadarkan diri."


"Perempuan? Kira-kira ciri-cirinya seperti apa ya, Pak?" pria berjas itu kembali bertanya. Entah kenapa rasa keiingin tahuannya membuat pria itu tak kunjung menjalankan mobilnya.


"Aduh, kalo soal itu saya tidak tau, Mas."


Pria itu mengangguk. Tatapannya masih mengarah ke depan, dimana orang-orang itu sedang membantu mengangkat gadis yang tiba-tiba saja terjatuh tepat di depan mobilnya.


"Kamu kenal sama gadis itu, Ky? Atau jangan-jangan gadis itu salah satu mantan kamu ya?!" tuding wanita yang duduk di sampingnya.


Sesaat Rizky termenung. Sekilas dia melihat wajah perempuan itu. Wajah yang sepertinya tak asing dimatanya. Dia seperti pernah bertemu dengan perempuan itu. Tapi dimana?

__ADS_1


"Kok kamu diem sih?!! Jadi bener ya perempuan itu mantan kamu?!"


Rizky tertawa hambar. Kepalanya menoleh menatap wanita di sampingnya. "Sayang, meskipun dia benar mantan aku, yang terpenting sekarang kamu adalah kekasihku saat ini."


"Bener?"


Rizky mengangguk semangat. "Bener, sayang. Kamu adalah wanita nomer satu dihatiku." jika saja Eros mendengarkan ucapannya barusan, pastilah pria itu akan berlagak ingin muntah. Memang dasarnya Rizky playboy, semua wanita akan di prioritaskan nomer satu.


Rizky kembali menjalankan mobilnya. Perempuan tadi sudah tidak ada lagi di tempat, sepertinya ada orang baik yang sudah membawanya ke rumah sakit.


"Sekarang kita ke mall kan? Kemarin kamu janji loh."


"Iya, Sayang. Hari ini terserah kamu mau pergi kemana."


"Terimakasih sayang, aku seneng deh."


Cup


Rizky jelek ada pesan masuk~


Rizky jelek ada pesan masuk~


Ckitttt


Refleks Rizky mengerem mobilnya mendadak. Sialan! siapa yang telah mengganti nada dering di ponselnya?!! Batinnya menjerit kesal.


Wanita di sampingnya terkikik. Dengan segera Rizky membuka pesan yang ternyata dari Eros. Tidak salah lagi, ini pasti kerjaan si brengsek Eros itu.


Eros send a picture

__ADS_1


Itu Nayra. *Gad*is yang selama ini Bara cari.


Lo harus bantuin gue! Atau Bara bakal lebih gila dari ini.


Saat foto itu terbuka, Rizky sontak melotot kaget.


Ini, ini gadis yang tadi ia lihat di jalan. Gadis yang katanya tidak sadarkan diri itu.


"Asu!" Rizky mengumpat kasar. Kepalanya menoleh ke samping dimana wanitanya sedang duduk dan menatapnya bingung.


"Sayang, maaf, maaf banget. Kamu harus turun disini. Aku ada urusan mendadak." Rizky menatap wanita itu dengan tatapan memelas.


"Apa?!! Rikzy kamu itu gimana sih? Kamu udah janji loh barusan mau anterin aku."


"Sayang, pliss, aku mohon. Aku ada urusan mendadak."


"Urusan apa sampai kamu harus turunin aku di jalanan kaya gini?!!" wanita itu berteriak marah.


Rizky meringis dalam hati. "Maaf, sayang." detik berikutnya Rizky mendorong wanita itu hingga keluar dari mobil.


"RIZKY, KENAPA KAMU TEGA NINGGALIN AKU KAYA GINI HAH?!!!"


Tanpa menghiraukan teriakan itu, Rizky mulai menancap gas kembali ke tempat tadi.


Untuk saat ini dia lebih mementingkan sahabatnya. Biarlah wanita menjadi urusan kedua. Hanya dengan sedikit gombalan saja, wanita itu bisa di pastikan akan kembali luluh.


Ini masalah antara hidup dan mati. Jika Bara sampai mencabut jabatannya, dia akan menjadi gelandangan, dan para wanitanya tidak akan mau lagi dengannya.


Meski matanya fokus menatap jalanan, namun sesekali Rizky menatap ponselnya. Dia harus segera memberi kabar kepada kedua sahabatnya. Terutama kepada Bara. Cowok itu sudah cukup gila akhir-akhir ini. Dia bahkan sampai di buat kelimpungan dengan tingkahnya. Bayangkan saja, kemarin malam Bara hampir saja menghabisi seorang wanita. Untung saja dirinya dan Eros datang tepat waktu hingga dapat menghentikan tindakan gila itu.

__ADS_1


^^^Next^^^


^^^Kamis, 12 Agustus 2021^^^


__ADS_2