Takan Ku Lepas

Takan Ku Lepas
TAKAN KU LEPAS | 57


__ADS_3

Happy Reading ❤️


Setelah membuat Nayra tidak lagi menghindarinya, Bara kemudian langsung bergegas kembali ke kantor. Pria itu terkejut saat melihat seorang wanita sedang duduk di kursi kebesarannya.


"Bara." panggil wanita itu lembut.


Bara melongos. Pria itu duduk di sofa yang letaknya berada di tengah ruangan. "Sejak kapan kamu di Indonesia?"


Wanita itu- Devina berjalan dengan langkah pelan. "Sejak kemarin." jawab Devina sembari mendudukan tubuhnya di samping Bara.


Bara mengangguk. "Kebetulan sekali kamu pulang. Ada yang ingin aku bicarakan, Vina."


Devina membasahi bibirnya yang terasa kering. Kedua tangannya saling meremas, gugup. Bara yang menyadari ada yang tidak beres dengan istrinya mengangkat sebelah alisnya.


"Kenapa?"


Devina meneguk ludahnya. Dengan jantung berdebar, wanita itu memberikan sebuah kertas dengan stempel rumah sakit. Bara menerimanya, membacanya dengan teliti.


Aura di sekitarnya mulai terasa berbeda. Tatapan Bara menajam seiring membaca deretan kata yang tertulis disana.


"Siapa?" dengan rahang mengeras, Bara berusaha mengontrol emosinya. Walau kini kedua tangannya sudah mengepal, meremas surat itu kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih.


"Mas."


Bara melemper gulungan kertas itu kearah Devina. Devina memejamkan matanya, merasakan bagaimana air mata mulai mengalir membasahi pipinya.


BRAK


"ANAK SIAPA YANG KAU KANDUNG KALI INI DEVINA!" gebrakan yang disusul dengan bentakan keras itu membuat tubuh Devina tersentak mundur. Wanita itu menangis terisak dengan tubuh yang semakin bergetar ketakutan melihat raut kemarahan Bara.


"Maaf."

__ADS_1


Dengan napas memburu, Bara melempar barang-barang di sekitarnya. Tak memperdulikan jeritan Devina yang menyuruhnya berhenti. Semua foto, buku, juga pot kecil yang terpajang sudah tercecer di bawah lantai.


Bara berbalik menatap Devina tajam. Tatapan jijik dia layangkan kepada tubuh Devina yang sama sekali belum pernah dia sentuh.


"Aku ingin bercerai."


"TIDAK!" Devina menjerit. Wanita itu menggeleng panik dengan air mata yang semakin mengalir deras.


"Ba-Bara maafkan aku. Maafkan aku karena tidak bisa menjaga diri. Aku- aku berjanji untuk keluar dari agensi itu dan menjadi istri yang baik untukmu."


"Bulsh*t! Berhenti mengucapkan kata-kata menjijikan itu!" teriak Bara keras. Mendengar kata istri yang keluar dari bibir Devina sungguh membuatnya muak.


"Istri baik yang seperti apa yang kamu maksud, Devina? Apakah istri yang menelantarkan anaknya? Istri yang lebih mementingkan pekerjaan ketimbang anaknya sendiri? atau istri yang tidur dengan lelaki lain yang kemudian meminta pertanggung jawabanku? Begitu? Istri yang baik itu yang seperti itu hah?!!" Bara membentak. Ia mengusap wajahnya kasar. Teringat jelas bagaimana dulu Devina datang bersama orang tuanya, dan menuduhnya yang tidak-tidak.


Hiks


Hiks


"Setelah membuatku terjebak dengan permainanmu, lalu apa lagi hah?!! Aku tidak ingin lagi melanjutkan semua permainan ini, Vina."


"Bara, aku mohon." Devina menangis pilu. Tangisan yang sama sekali tidak bisa meluluhkan Bara yang memang memiliki hati sekeras batu.


"Aku tidak bisa! Aku tetap akan menceraikanmu." Bara pergi, meninggalkan Devina yang meraung keras.


"BARA!"


"BARA!"


"Jangan pergi, Bara. Hiks hiks." Devina menatap nanar punggung Bara yang sudah menghilang di balik pintu. Hanya Bara, hanya pria itu yang bisa menolongnya dari jurang kesengsaraan.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Bara menginjak pedal gas dengan kecepatan maksimum. Mobilnya langsung melesat cepat membelah kota Jakarta.


Hanya sepersekian detik mobil yang di kendarai itu tidak bisa di kendalikan. Bara berteriak. Mengerang kesakitan saat dadanya terasa terhimpit bongkahan batu besar.


Darah mulai mengucur. Memori kebersamaan Nayra juga Devina menyatu menjadi satu. Memori itu saling bertumpang-tindih. Merenggut secara paksa kesadaran yang kian semakin menipis. Sayup-sayup ia mendengar orang-orang bergerombol dan berteriak panik.


.


.


.


.


.


^^^Bersambung^^^


^^^Selasa, 7 September 2021^^^


...Yang baik, yang cantik, yang ganteng. Jangan lupa bayar parkir ya. Cukup tekan tombol 'Suka' dan tombol 'Love' di bagian paling bawah, author udah seneng kok....


...Apalagi kalau di kasih vote + beri hadiah. Author makin-makin seneng...

__ADS_1


__ADS_2