Takan Ku Lepas

Takan Ku Lepas
TAKAN KU LEPAS | 64


__ADS_3

...Maaf ya lama. ...


...Aku emang buat jadwal up Senin s/d Sabtu, tapi karena tuntutan tugas, pekerjaan, dan lain sebagainya jadi jadwal up nya kacau, gak tentu hari. Tapi aku usahain kok buat up, meski gak setiap hari juga gak papa ya :)...


...*****...


...Happy Reading ❤️...


Hujan di luar sana begitu lebat. Suasa kota yang biasanya ramai kini mendadak hening seketika. Di sebuah apartemen, di lantai 15 seorang pria termenung, menatap kosong pada tetesan air yang turun membasahi bumi.


"Astaga, Vano sudah berapa kali aku bilang jangan membuka jendela saat turun hujan." wanita itu bersungut kesal melihat kebiasan pasiennya. Setelah beberapa hari mereka tinggal, dan pindah negera, dia jadi mengetahui kebiasaan Evano yang sering sekali menatap keluar jendela saat turun hujan seperti ini.


"Saya benci hujan."


Jeanna yang akan menutup jendela terhenti mendengar ucapan Evano. Namun karena hujan di luar sana begitu lebat, dan tidak ingin semakin membuat Evano kedinginan, jadilah Jeanna kembali meneruskan apa yang sempat tertunda, yaitu menutup jendela, dan menguncinya.


"Kenapa kamu berpikir seperti itu?" tanya Jenna.


"Karena hujan telah merenggut segalanya. Merenggut masa depan saya, merenggut orang yang saya cintai, dan merenggut semua kekayaan yang orang tua saya miliki." ucap Evano dengan begitu dingin. Tidak ada ekspresi yang Evano tampilkan selain wajah datar, dan tatapan kosong.


"Hujan itu rezeki-"


"Tapi hujan juga pemberi kesialan bagi sebagain orang seperti saya." sela Evano cepat. Jeanna mengatupkan bibirnya, memilih diam. "Saya lumpuh. Gadis yang saya cintai pergi dengan lelaki lain. Orang tua saya kalang kabut menjual hasil perkebunan agar bisa menyembuhkan kaki saya. Apa itu yang dinamakan rezeki?!" tuntut Evano tertawa keras. Lucu sekali. Rezeki seperti apa yang tuhan berikan kepadanya?


"Itu bukan rezeki, Vano. Semua yang kamu alami adalah cobaan, teguran dari tuhan. Harusnya kamu bersyukur, mungkin saja dengan Tuhan memberikan cobaan seperti ini, kamu bisa mengetahui mana saja orang yang memang benar-benar tulus menyayangi kamu." jelas Jeanna membuat Evano diam seketika.


Jeanna hanya ingin menyadarkan Evano. Menyadarkan lelaki itu jika gadis yang selama ini dicintainya bukanlah gadis baik-baik yang tulus mencintainya. Meninggalkan Evano disaat masa terpuruknya, dan memilih bertunangan dengan lelaki lain, gadis macam apa yang seperti itu? Bukankah semua orang juga bisa menyimpulkan jika gadis itu hanya memanfaatkan Evano saja.


"Sudahlah, jangan pikirkan apapun dulu, fokus saja pada kesehatanmu." Jeanna mendorong kursi roda Evano menuju kasurnya. "Sebaiknya kamu tidur, besok adalah jadwal terapi dengan Dokter Aiden."


Tidak ada balasan dari Evano. Pria itu kembali diam dengan tatapan kosong. Melihat respon Evano, Jeanna menghela napas kasar. Sudah berhari-hari Evano tidak mengeluarkan suaranya, namun sekalinya bersuara, Evano malah mengutarakan kebenciannya terhadap hujan.

__ADS_1


.


.


.


.


.


Nayra menangis. Air mata yang sejak tadi ia seka dengan tangannya malah kembali mengalir. Pikirannya melanglang saat harga dirinya kembali terinjak oleh manusia-manusia tak berperasaan seperti mereka. Mereka yang di maksud adalah keluarga Bara. Keluarga yang tidak memiliki hati. Keluarga yang selalu mengandalkan uang untuk menyelesaikan dan mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan.


Seandainya Nayra bisa lepas dari sosok Bara. Sudah dari dulu Nayra lakukan. Namun kenyataannya ia tidak bisa, ada sesuatu yang membuatnya harus tetap bertahan.


Evano. Pria itulah yang menjadi alasan dirinya bertahan sampai sejauh ini. Namun kali ini Evano sudah pergi jauh meninggalkannya. Jadi tidak ada lagi alasan untuk tetap bertahan disini bukan? Benar, ia bisa lepas dari sosok Bara tanpa takut dengan ancaman pria itu yang selalu membawa-bawa Evano.


"Mbak awas!"


Tubuh Nayra tiba-tiba saja tertarik ke belakang. Lalu disusul dengan sebuah mobil sport melaju cukup kencang melintas di hadapannya.


Nayra mengerjap pelan. Jantungnya berdebar tak menentu. "I-iya, Bu. Terimakasih sudah menolong saya."


"Lain kali jangan seperti ini lagi ya, Mbak. Kalo ada masalah itu di selesain baik-baik, jangan di simpan sendiri, nanti yang ada malah kepikiran terus." wanita itu memberikan sedikit nasehat kepada Nayra.


Nayra mengangguk mengerti.


Selang 10 menit, akhirnya Nayra sampai di rumahnya.


"Nay, apa kabar?" sebuah suara yang familiar menghentikan Nayra yang akan menaiki tangga. Perlahan tubuhnya berbalik, menatap seorang yang paling ia kenali. Seseorang yang dulu membawa semua uangnya, dan pergi begitu saja meninggalkannya dengan Sang Bunda yang hidup dalam kekurangan.


"Kak Sarah." panggil Nayra lirih.

__ADS_1


Sarah tersenyum, wanita itu merengsek memeluk Nayra begitu erat. "Ya ampun, Kakak masih gak nyangka ternyata kamu adalah tunangannya Pak Bara."


suara Sarah terdengar sangat antusias. Dia jadi tidak sabar untuk bertemu dengan calon adik iparnya itu.


"Bagaimana Kakak bisa tau?"


Mendengar pertanyaan adiknya, Sarah melepaskan pelukannya, dan menatap adiknya dengan binar kebahagiaan. "Tentu saja Kakak tau. Siapa sih yang gak tau dengan acara pertunangan kalian yang diliput hampir seluruh media." goda Sarah sambil menarik turunkan alisnya.


Nayra diam. Ia terlalu muak dengan Kakaknya. Setelah mambawa seluruh uangnya, Kakaknya itu malah kembali lagi dengan wajah tanpa dosa. Tidak ada permintaan maaf, atau sesal di kedua mata itu.


"Sayang, kok adiknya gak di kenalin sama aku."


Sarah menepuk jidatnya pelan. Dengan semangat, Sarah menghampiri lelaki itu, dan mengiringnya mendekat kearah Nayra. Nayra terlihat kebingungan.


"Nay, kenalin ini suami Kakak, namanya Adith. Kita bakal tinggal disini loh. Sekalian bantu-bantu Bunda jaga toko." Sarah mengenalkan suaminya dengan begitu bahagia.


Astaga. Apalagi ini? Setelah pergi cukup lama, Sarah malah kembali dengan seorang pria yang berstatus suami? Sejak kapan pula mereka menikah? Kenapa tiba-tiba seperti ini? Disaat dirinya akan pergi jauh bersama Sang Bunda, Sarah malah kembali. Dan dengan tak tahu malunya Sarah mengatakan ingin tinggal sini? Yang benar saja!


.


.


.


.


.


^^^Bersambung^^^


^^^Senin, 20 September 2021^^^

__ADS_1


...Yang baik, yang cantik, yang ganteng. Jangan lupa bayar parkir ya. Cukup tekan tombol 'Suka' dan tombol 'Love' di bagian paling bawah, author udah seneng kok....


...Apalagi kalau di kasih vote + beri hadiah. Author makin-makin seneng...


__ADS_2