Takan Ku Lepas

Takan Ku Lepas
TAKAN KU LEPAS | 52


__ADS_3

...Happy Reading ❤️...


"Ya ampun sayang, kamu dari mana aja hm? Kenapa malah hujan-hujanan seperti ini?" Bunda Farah berlari tergopoh-gopoh menghampiri putrinya yang sudah basah kuyup.


Diluar memang hujan sangat deras dari sore tadi, dan sampai saat ini pukul 10 malam, hujan tak kunjung berhenti. Bunda Farah dibuat khawatir karena putrinya belum pulang. Namun kekhawatiran nya malah semakin menjadi saat Nayra tiba-tiba saja memeluknya erat.


"Sayang, Nay, kamu kenapa Nak?" tanya Bunda Farah khawatir.


Bukanya menjawab, Nayra malah semakin menangis mendengar pertanyaan Bundanya. Dengan sayang, Bunda Farah mengusap punggung Nayra yang bergetar. Menunggu dengan sabar, putrinya untuk berhenti menangis.


"Sayang tidak papa, tidak ada yang perlu kamu takutkan. Masih ada Bunda, Nak. Bunda akan selalu ada buat kamu." ucap Bunda Farah menenangkan.


Detik itu juga Nayra menangis tersedu-sedu. Tangisannya menyayat hati, membuat siapa saja yang mendengarnya akan ikut menangis. Mata Bunda Farah sudah berkaca-kaca, hatinya sesak sekali. Entah apa yang terjadi kepada putrinya sampai menangis seperti ini.


10 menit berlalu. Tangisan Nayra tak kunjung mereda. Bunda Farah menjauhkan tubuhnya, menangkup pipi putrinya yang sudah sepucat mayat.


"Jangan menangis." kata Bunda Farah sembari menghapus air mata putrinya. Bukannya berhenti, air mata itu malah semakin mengalir.


"Nay gak bisa, Bun. Air matanya terus keluar." ucap Nayra dengan terus mengusap air matanya dengan punggung tangannya.


Bunda Farah tersenyum. "Air matanya nakal ya keluar terus."


Dengan masih segukan, Nayra menganggukkan kepalanya. "Nay gak sanggup Bun. Hati Nay sakit. Sakit banget."


Bunda Farah kembali menarik putrinya kedalam pelukannya. Memberikan pelukan hangat, berharap dengan pelukan dapat membuat putrinya jauh lebih tenang.

__ADS_1


"Menangislah sepuasnya, Nak. Keluarkan semuanya. Tapi janji sama Bunda, besok kamu tidak akan menangis lagi. Lupakan semuanya. Lupakan apa yang telah kamu alami saat ini."


.


.


.


Setelah Nayra mandi, dan berganti pakaian dengan pakaian hangat. Kini gadis itu tengah berbaring diatas kasur, ditemani oleh Bundanya yang dengan sayang mengelus rambutnya.


"Bunda disini, Nay. Jangan menangis lagi. Tidurlah, ini sudah malam." kata Bunda Farah.


Nayra menatap wajah Bundanya. Kedua tangannya terus saja menggenggam tangan Bundanya yang terasa hangat. Sayup-sayup matanya mulai menutup.


Sebelum benar-benar pergi, Bunda Farah mengecup keningnya Nayra lembut, dan terakhir dia mematikan saklar lampu, hingga menyisakan lampu tidur saja yang menyala.


.


.


.


"Aduh Jeng Ila masa tidak tau sih kalau anaknya baru saja menggelar pesta pertunangan." suara di sebrang sana membuat Sheila semakin kebingungan. Pasalnya ia tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh teman sosialitanya itu.


"Maksud Jeng Hana apa?" tanya Sheila tak mengerti.

__ADS_1


"Yaampun Jeng, itu beritanya sudah menyebar luas, masa Jeng Ila tidak tau."


"Berita apa sih?" greget Sheila masih tak mengerti.


"Coba Jeng sekali-kali nonton tv, atau liat instagram yang lagi viral. Biar tau beritanya." ucap temannya itu sembari cekikikan.


Sheila dibuat geram, dengan kesal ia mematikan sambungan teleponnya sepihak. Biar saja temannya itu kesal. Lagian siapa suruh berbicara ngawur seperti itu.


Sheila melempar ponselnya ke atas kasur. Akhir-akhir ini cucunya sangat rewel, hingga ia tidak ada waktu untuk berkecimpung di media sosial. Namun karena rasa penasarannya tinggi, akhirnya Sheila membuka akun Instagram miliknya. Hal pertama yang dilihatnya adalah foto anaknya sedang berlutut di hadapan seorang gadis. Entah siapa gadis itu, yang pasti foto ini sudah membuat darahnya naik sampai ke ubun-ubun. Foto itu diambil dua hari yang lalu.


Apa-apaan ini? Kenapa foto profil putranya menjadi seperti ini? Sheila menscrool ke bawah. Foto-foto itu berteberan di akun Instagram milik putranya. Kemudian Sheila beranjak menyalakan tv, layar tipis itu kini menampilkan gosip dimana putranya tengah melamar seorag gadis.


Sheila melempar remot tv dengan kesal. Kenapa tidak ada yang memberitahunya?! jerit Sheila dalam hati.


Ini semua gara-gara Matteo. Pantas saja suaminya itu melarangnya untuk menonton tv, ternyata ini alasan sebenarnya.


"MAS." jerit Sheila dengan wajah memerah. Sekarang ia butuh penjelasan. Penjelasan dari apa yang sudah terjadi. Ia tidak mau memiliki menantu lagi, sudah cukup Devina yang menjadi menantu kebanggaannya.


^^^Bersambung^^^


^^^Sabtu, 28 Agustus 2021^^^


...Yang baik, yang cantik, yang ganteng. Jangan lupa bayar parkir ya. Cukup tekan tombol 'Suka' dan tombol 'Love' di bagian paling bawah, author udah seneng kok....


...Apalagi kalau di kasih vote + beri hadiah. Author makin-makin seneng...

__ADS_1


__ADS_2