Takan Ku Lepas

Takan Ku Lepas
TAKAN KU LEPAS | 63


__ADS_3

...Happy Reading ❤️...


BRAK


Kedua manusia yang sedang tertidur pulas terperanjat mendengar suara gebrakan itu. Sesaat Nayra mengerjap, meleguh merasakan pusing karena bangun secara tiba-tiba.


"Ohh ternyata ini yang kamu lakuin di belakang istri kamu, Bara." geram Sheila melihat bagaimana putranya malah berpelukan dengan wanita lain.


Devina mematung, menatap Bara dengan tatapan nanar. Antara percaya atau tidak dengan apa yang Bara lakukan saat ini.


"Mommy." panggil Bara serak.


"Nyo-nya." gumam Nayra dengan suara tercekat.


PLAK


Kepala Nayra tertoleh ke samping merasakan tamparan dari Sheila.


"Kamu! Sudah saya bilang jauhi anak saya!!" teriak Sheila murka. Wanita paruh itu menarik rambut Nayra. Mengabaikan segala teriakan kesakitan yang meluncur dari bibir gadis itu.


"Mommy, hentikan!" Bara mencoba menjauhkan tangan Sang Mommy dari gadisnya. Gadisnya kesakitan, dan dirinya tidak bisa diam saja.


"Berani kamu bentak Mommy hah!" wajah Sheila memerah, antara marah dan kecewa melihat kelakuan putranya. "Semua ini pasti gara-gara dia, kan?!!" tuding Sheila menunjuk keberadaan Nayra.


Bara menggeleng. "Ini bukan salah, Nayra. Semua ini salah aku. Aku yang udah paksa Nayra buat temenin aku disini, Mom." jelas Bara. Jangan sampai gadisnya di salahkan oleh Sang Mommy. Semua ini memang salahnya, salahnya karena memaksak Nayra untuk tetap berada di sisinya.


"Gila! Kamu gila, Bara!" Sheila berteriak frustasi. "Lihat Devina, dia istri kamu! Dia bela-belain nemenin kamu disini, sedangkan kamu malah mengusirnya dan menggantikannya dengan wanita perusak seperti dia." napas Sheila memburu.

__ADS_1


"DIA BUKAN PERUSAK!" suara Bara tak kalah keras.


Plak


Nayra yang geram pun menampar pipi Bara. "Cukup, Bara! Hentikan semua ini!" jerit Nayra dengan menghapus air matanya kasar. Di hadapannya adalah orang tua Bara, seharusnya pria itu menghormatinya, bukan malah membentak dan berteriak untuk membelanya. Nayra tidak butuh pembelaan apapun dari pria itu. Nayra hanya tidak suka sikap Bara yang kasar terhadap orang tua.


Bara memegang pipinya, merasakan denyutan itu begitu nyata. Bukan hanya di pipi, di hatinya pun tak kalah sakit saat mendapati tamparan dari gadis yang dicintainya.


Sheila yang melihatnya putranya di tampar merasajj tidak terima. Wanita itu membalas tamparan Nayra tak kalah keras. Nayra terhuyung, untung saja Bara dengan cepat menahan tubuh gadisnya agar tidak terjatuh.


"MOMMY!" serentak Bara juga Devina terpekik bersamaan. Devina memegang kedua pundak Mommy Sheila, menghentikan wanita itu agar tidak semakin melukai Nayra.


"GADIS TIDAK TAU DI UNTUNG! SETELAH MENDAPAT RUMAH MEWAH DARI ANAK SAYA, KAMU MALAH MENAMPARNYA HAH!"


"KAMU MEMANG WANITA LICIK!"


"LEPAS, VINA! BIARKAN MOMMY MEMBALAS PERLAKUANNYA YANG SOMBONG ITU!!" Sheila menjerit, memberontak dari pelukan Devina.


"Mommy, tenang. Mommy bisa sakit kalo terus seperti ini." ucap Devina menengkan.


"SAMPAI KAPAN PUN MOMMY TIDAK AKAN SETUJU DENGAN HUBUNGAN KALIAN! MOMMY TIDAK MAU MEMPUNYAI MENANTU SEPERTI DIA! MENANTU MOMMY CUMA SATU, ISTRI BARA CUMA SATU, ITU DEVINA." napas Sheila memburu. Wanita itu bahkan sudah kesulitan untuk meraup udara di sekitarnya. Devina berdiri diam, mengusap pundak Sheila lembut.


Mencoba memberi ketenangan lewat usapannya itu.


Bara menatap Nayra, gadis itu sudah menangis sesegukan. Perlahan Bara menarik Nayra, memeluk tubuh gadisnya yang sudah bergetar ketakutan.


"APA-APAPAN KAMU, BARA!" Sheila menjauhkan tubuh keduanya agar tidak berpelukan. "GADIS TIDAK TAU MALU! BERPELUKAN DENGAN SUAMI ORANG LAIN, DISAAT MASIH ADA ISTRINYA DISINI. KAMU MEMANG-

__ADS_1


"MOMMY CUKUP!" sela Bara kasar. "APA YANG MOMMY UCAPKAN SEMUANYA SALAH! NAYRA GADIS BAIK-BAIK! DIA GADIS YANG AKU CINTAI SELAMA INI, MOM!" seru Bara membentak.


Detik itu juga Sheila memegang dadanya, merasakan sesak luar biasa yang perlahan menjalar ke seluruh tubuhnya.


"Mommy." panggil Devina panik. Tidak ada respon, kedua mata Mommy Sheila perlahan mulai tertutup. Devina semakin panik.


"Mommy bangun, Mommy." Devina menepuk pipi Mommy Sheila pelan. Kepalanya mendongkak menatap Bara yang hanya diam mematung. "Jangan diem aja! Cepat bantu aku bawa Mommy ke rumah sakit, Bara!"


Bara seakan tersadar. Dengan segera Bara mengangkat Mommy-nya, dan membawanya keluar dari unit apartemen. Bara sudah tidak lagi memperdulikan tangannya yang sakit, yang Bara pedulikan sekarang adalah kesehatan Mommy-nya.


Tanpa Bara sadari, dirinya sudah jauh meninggalkan Nayra. Meninggalkan gadisnya sendiri yang jatuh terduduk di unit apartemen nya. Tidak ada kata yang terucap dari bibir Nayra. Nayra diam. Selang beberapa menit, gadis itu menangis tergugu meratapi kesendiriannya.


.


.


.


.


^^^Bersambung^^^


^^^Kamis, 16 September 2021^^^


...Yang baik, yang cantik, yang ganteng. Jangan lupa bayar parkir ya. Cukup tekan tombol 'Suka' dan tombol 'Love' di bagian paling bawah, author udah seneng kok....


...Apalagi kalau di kasih vote + beri hadiah. Author makin-makin seneng...

__ADS_1


__ADS_2