Takan Ku Lepas

Takan Ku Lepas
TAKAN KU LEPAS | 77


__ADS_3

...SEBELUM MEMBACA BUDAYAKAN LIKE, COMENT, AND SHARE YA!...


...FOLLOW AUTHOR DULU YUK!...


.......


.......


.......


.......


...HAPPY READING ❤️...


"Kenapa pakai baju gituan?" Bara bertanya. Tatapannya menukik tajam.


"Emang kenapa? Ada yang salah ya sama pakaian aku?" Nayra mengerjap polos. Meneliti kembali penampilannya yang sudah cukup pas untuk pergi ke pantai.


"Salah. Pakaian kamu terlalu terbuka. Aku gak suka. Ganti." tegas Bara.


Nayra mengerucutkan bibirnya.


"Gak mau. Ini udah cocok tau buat pergi ke pantai."


"Tapi gak harus pakai bikini juga, Ayra." geram Bara berusaha meredamkan hawa panas agar tidak kembali menyerang istrinya.


Padahal baru tadi pagi mereka tiba di Paris, tapi Bara sudah menggarap istrinya hingga pukul 11 siang. Dan setelah istirahat beberapa jam, istrinya itu membangunkannya karena ingin segera pergi ke pantai.


Mau tak mau akhirnya Bara menyetujui. Toh, niat mereka disini kan berbulan madu. Jadi tak ada salahnya kan membahagiakan istri cantiknya itu.


"Namanya juga mau ke pantai. Emang apa salahnya kalo aku pake bikini? Diluar sana juga banyak cewe-cewe yang pakai bikini ke pantai." Nayra menggerutu.


Bara mengusap wajahnya kasar. "Yaudah kalo gitu gak jadi. Aku mau lanjut tidur aja."


"Yaudah sana tidur. Aku juga bisa sendiri kok." ucap Nayra judes.


Mata Bara melotot melihat istrinya hampir membuka pintu keluar. Mengabaikan segala rontaan dan teriakan Nayra, Bara memanggul istrinya masuk kembali ke dalam kamar.


Bara membanting Nayra keatas kasur. Pria itu sibuk membuka koper memilih pakaian yang cocok untuk istrinya. Sedangkan Nayra, wanita itu kini tengah diam-diam merangkak turun dari kasur.


"Akhhh, Bara!" pekik Nayra saat merasakan kakinya tiba-tiba saja di tarik kembali.


"Pakaia ini." Bara melempar kaos panjang, dan juga celana trening kepada Nayra.


Nayra melongo. "Masa ke pantai pake giniin sih? Gak mau ah. Gerah, Bara." tolak Nayra.


"Aku gak peduli. Ganti. Atau kita gak jadi ke pantai?" ancam Bara.


"Aku bisa ke pantai sendiri." tantang Nayra.


"Coba kalo berani." Bara ikut menantang. Ingin melihat keberanian Nayra dalam menentang ucapannya.


"Oke, aku berani." Nayra mengangkat dagunya tinggi-tinggi. Tubuh kecilnya merangkak turun dari atas kasur. Namun sebelum benar-benar turun, Bara sudah lebih dulu merobek pakaian yang di pakai Nayra.

__ADS_1


Nayra melotot horor. "Bara!!!" Nayra terkejut. Kedua tangannya sontak menyilang di depan dada.


Bara menyeringai. "Woo, gede." gumam Bara dengan tersenyum mesum.


"Kenapa pakaian aku di robek?!" tuding Nayra menahan amarahnya.


Bara terkekeh. Jika seperti ini bukankah istrinya tidak akan berani keluar.


"Katanya mau ke pantai, sana pergi kalo kamu udah gak punya urat malu."


Bibir Nayra menukik ke bawah. Tangannya menabok keras kepala Bara sampai pria itu mengaduh kesakitan.


"Jahat!" Nayra memekik keras. Tak urung, Nayra pun akhirnya memakai pakian yang telah disiapkan oleh Bara.


"Good girl." Bara terkekeh puas melihat penampilan istrinya.


.


.


.


.


.


"Gak mau renang?" tanya Bara sesampainya mereka di tepi pantai.


"Yakin? Aku mau renang nih, mau ikut enggak?" tawar Bara.


"Gak mood." balasanya.


Bara mengulas senyum tipis. Pria itu langsung mengangkat bahu acuh. Mencoba cuek terhadap respon istrinya.


"Yaudah, aku mau berenang ya, mumpung banyak cewe bule disini. Sekalian cuci mata." curhatnya.


"BARA!!!" Nayra menjerit. Memberengut dengan kaki terhentak. Dasar buaya. Padahal baru saja kemarin semua permasalahan selesai, sekarang pria itu malah jelilitan kepada cewe-cewe disini.


"DASAR MATA KERANJANG!" Nayra berteriak. Kakinya melangkah cepat.


Bara sontak berlari dengan tawa renyah. Pria itu berusaha menghindar dari kejaran Nayra.


"Sini kamu." suruh Nayra.


Bara menggeleng. Lidahnya menjulur keluar bermaksud mengejek Nayra.


"Kejar dong kalo berani." Bara berlari kearah pantai. Disusul oleh Nayra.


"Awas aja kalo kena, enggak bakal aku kasih ampun."


Niatnya tak ingin berenang malah berenang untuk menyusul Bara yang sedang menyelam di dalam air.


"Bara." panggil Nayra.

__ADS_1


Tidak ada jawaban. Bara seakan sengaja tidak menjawab panggilannya.


Karena kesal, Nayra pun ikut menyelam. Kedua matanya terbuka lebar mencari sosok Bara.


Sudah satu menit mencari. Sosok Bara tak kunjung ditemukan. Matanya bahkan sudah perih terkena air terus menerus.


Nayra mendadak gelisah. Ia kembali ke permukaan untuk bernapas. Dan betapa terkejutnya saat tubuhnya di sergap dari belakang. Nayra memberontak.


"Sttt, ini aku sayang." panggil Bara serak.


Nayra tak lagi memberontak. Membiarkan Bara memeluknya sesuka hati.


.


.


.


.


.


"Dingin ya?"


Nayra yang sedang menatap ribuan galaksi di langit menoleh, menatap Bara yang sedang membawa sebuah selimut dan segelas coklat hangat.


"Dingin. Tapi aku suka disini, bisa liat pemandangan kota Paris." ujar Nayra nampak antusias melihat menara Eiffel dengan ribuan bintang diatasnya. Cantik sekali.


"Minum ini dulu, biar enggak terlalu dingin." Bara memberikan segelas coklat hangat yang langsung di terima oleh Nayra.


"Duduk sini."


Nayra menurut. Mendudukan tubuhnya di samping Bara. Membiarkan pria itu menyelimuti tubuhnya. Disusul pria itu yang ikut masuk ke dalam selimut.


Keduanya larut dalam keheningan. Nayra tampak nyaman bersender di dada bidang Bara. Sedangkan Bara sibuk memainkan rambut Nayra. Sesekali ia kecup rambut dengan wangi buah itu.


...BERSAMBUNG......


...KAMIS, 11 NOVEMBER 2021...


...SETELAH MEMBACA DI MOHON TINGGALKAN JEJAK YA. SYUKUR-SYUKUR KALO DI KASIH HADIAH, AUTHOR SENENG BANGET :)...


...MAAF KALO ALURNYA TERLALU CEPET YA, KARENA MEMANG AUTHOR AGAK KESULITAN UNTUK BAGIAN ENDINGNYA. MOHON DI MAKLUMI....


...MASI BELAJAR SOALNYA HEHE...


...BONUS PICTURE...



...OUR HONEYMOON 🥰...


__ADS_1


__ADS_2