Takdir Kerajaan Adipura

Takdir Kerajaan Adipura
17. Diskusi


__ADS_3

Kedatangan Aryo dengan sekejap mengubah suasana ruang rapat yang sebelumnya hening kini menjadi mulai hiruk pikuk. Para raja dan ratu berdiri menyambut kedatangan Aryo, mereka tersenyum kepadanya.


Walaupun masih tergolong muda bagi mereka Aryo merupakan sosok yang patut disegani karena kepemimpinan nya ketika dulu masih menjadi raja kerajaan Adipura dia mampu menyelesaikan permasalahan yang ada dengan cepat.


“Tuan muda silahkan duduk, hamba yang akan menjelaskan perihal yang akan kita diskusikan dalam rapat ini”, pinta pria sepuh kepada Aryo dan mempersilahkan semua tamu rapat untuk duduk sembari dia menjelaskan permasalahan yang terjadi.


“Baiklah hamba akan menjelaskan semuanya dimulai dari....”, pria sepuh terus menjelaskan semua yang dia ketahui dalam permasalahan ini karena dia yang ditunjuk sebagai bagian pencari informasi untuk kepentingan pasukan pemberontak.


Dia menjelaskan bahwa rencana pemberontakan mereka bocor dan sekarang markas mereka pun sudah diketahui oleh raja Jaka. Raja Jaka sendiri sekarang sedang menyiapkan pasukan dengan bantuan dari kerajaan Kendala untuk menyerang mereka.


Menurut informasi jumlah pasukan yang dihimpun oleh raja Jaka k dapat dipastikan akan sangat besar, pria sepuh menuturkan jumlah pasukan musuh setidaknya akan lebih besar dari jumlah pasukan mereka dua kali lipat atau mungkin lebih.


"Bagaimana ini?"


"Apanya yang bagaimana?"


"Rencana kita selama dua tahun bisa bocor semudah ini, berarti sudah sedari lama ada mata-mata diantara kita"


"Omongan mu ada benarnya!"


Para tamu rapat saling berisik diantara mereka mengenai permasalahan yang sedang mereka hadapi sekarang.


“Paman, bagaimana rencana kita bisa bocor dan diketahui oleh lawan? Siapa yang telah berani memberikan informasi ini kepada Jaka?”, Aryo memotong penjelasan pria sepuh.

__ADS_1


“Aku juga penasaran siapa yang telah berani bersekongkol dengan pihak lawan dan mencoba menusuk kita dari belakang?”, raja Gandi juga ikut angkat bicara.


Aryo dan raja Gandi menatap ke arah pria sepuh, pandangan mereka menunjukkan keseriusan akan permasalahan ini. Prria sepuh memandangi keduanya sebelum memerintahkan prajurit membawa seseorang dengan tangan terikat di belakang dan kepalanya ditutupi dengan karung.


Karung itu memiliki bercak darah yang cukup banyak dan ketika karung itu dibuka semua orang terkejut bukan main, sebab sosok yang ditutupi karung tadi adalah Patih Sentot.


Patih Sentot adalah seorang Patih dari kerajaan Adipura yang belum lama ini bergabung dengan pasukan pemberontak. Karena keuletannya dalam memimpin persiapan pasukan untuk memeberontak, ia lantas diangkat menjadi wakil dari pimpinan pasukan pemberontak yakni Aryo.


“Paman,  mungkin kah...”, pertanyaan Aryo tidak sempat selesai karena segera dipotong oleh pria sepuh.


“Betul tuan muda, dia adalah dalang dari bocornya informasi pemberontakan kita. Kami sudah menyelidikinya selama beberapa bulan dan empat hari yang lalu kami berhasil memergoki dia sedang bertemu dengan pihak musuh untuk bertukar informasi”, pria sepuh menerangkan.


Pria sepuh juga menjelaskan tentang bonyoknya wajah Patih Sentot sekarang karena saat hendak ditangkap ia melarikan diri. Butuh beberapa saat untuk pasukan pemberontak menangkap mata-mata ini, dan saat dimintai keterangan Patih Sentot memilih untuk bungkam mulut.


Penjelasan demi penjelasan yang disampaikan pria sepuh membuat beberapa orang dalam rapat naik darah dan mencoba melampiaskan kemarahan kepada Patih Sentot. Susana di ruang rapat akhirnya ricuh karena ramai yang menuntut agar Patih Sentot dihukum mati karena bekerja sebagai mata-mata musuh.


***


Aryo begitu terpukul karena yang menjadi mata-mata adalah salah satu orang kepercayaannya dalam pemberontakan ini. Dia tidak menyangka akan dikhianati oleh orang dekatnya yang ia suda anggap seperti keluarga sendiri. Amarah sedikit demi sedikit mulai merasuki pikirannya, dia tidak rela rencana yang sudah ia susun kini sudah berada digenggaman lawannya.


Aryo berjalan menuju tempat Patih Sentot berada, ketika sudah dekat sebuah tamparan mendarat di pipi Patih Sentot yang membuatnya terjatuh ke lantai. Tamparan itu sebenarnya tidak terlalu keras namun keadaan Patih Sentot yang sudah lemas tidak bisa memberikan dia kekuatan untuk berdiri terlalu lama.


Suasana yang ribut kemudian menjadi hening karena tindakan Aryo barusan. Aryo masih berdiri sambil memandang ke arah Patih Sentot namun tak lama, kini pandangannya beralih ke seluruh orang yang berada di ruangan rapat.

__ADS_1


“Aku akan memastikan bahwa Patih Sentot akan menerima hukuman setimpal atas perbuatannya, tidak ada toleransi untuk orang seperti dia. Hukuman mati akan segera dilakukan, bawa mata-mata ini menjauh dari ruangan ini!", Perintah Aryo kepada prajurit yang berjaga di dalam ruangan rapat.


"Tu-tu-nggu... Uuhhuuggkk...", Patih Sentot buka suara sebelum tangan prajurit meraihnya.


Semua mata tertuju kepada Patih sentot, begitupun Aryo. Suara lirih dari Patih Sentot telah memancing reaksi semua tamu di ruangan rapat.


"Ma-maa-aaff tu-uuan m-mud-aaa", luka yang dialaminya membuat Patih Sentot tak dapat leluasa berbicara. Setiap kali ingin mengeluarkan suaranya rasa sakit menyerang bak seperti api yang menyelimutinya.


Sambil meringis kesakitan dalam posisi terbaring di lantai, Patih Sentot memberi isyarat tangan kepada Aryo untuk mendekat karena ada yang ingin dibicarakannya.


Aryo paham akan maksud isyarat itu, dia awalnya ragu untuk mendekat namun dengan kondisi seperti itu Patih Sentot tidak akan berbuat hal yang nekat nantinya.


Aryo kemudian mendekat, setelahnya dia membangunkan tubuh Patih Sentot yang sudah lemas. Dengan sisa-sisa tenaganya Patih Sentot memeluk erat tubuh Aryo dan mulai menangis dalam pelukan tersebut.


Dengan tekad kuat ia menghiraukan rasa sakit yang ia derita sekarang dan memilih buka suara ketika dipelukan Aryo, "Maa-aaff... Paa-mm-aan terp-aaksa tu-tu-aan mud-aa", isaknya.


Tangisan dari Patih Sentot membuat seisi ruangan rapat menjadi kembali hening, walau sekarang di cap sebagai mata-mata namun Patih Sentot dikenal sebagai seorang yang baik dan ulet dalam setiap pekerjaannya. Tidak ada yang menyangka bahwa mata-mata yang memberitahukan letak markas mereka kepada musuh adalah salah satu orang penting dalam pasukan pemberontak.


"Mengapa paman melakukan ini semua?", Aryo mencoba menahan air matanya yang hendak jatuh.


"Kekkk-kluarg-aa paa-man dise-kaap oleh raja Jak-aaa. Di-aa bilang aa-kaan me-leepa-skaan mere-kaa jika men-jaa-di mata-mata di-sii-ni", Patih Sentot menerangkan alasannya dengan terbata-bata.


Mata Aryo memerah menahan amarah yang kini sudah tak bisa ia bendung, ia mengetahui dan mengenal baik keluarga dari Patih Sentot. Salah satu anak Patih Sentot merupakan teman bermain Aryo ketika kecil, menjadikannya akrab dengan keluarga ini.

__ADS_1


Dengan suara yang terbata-bata Patih Sentot menuturkan bahwa jika dia tidak dapat menemukan atau mendapatkan informasi tentang pemberontak maka anaknya akan di hukum pancung serta istrinya akan dijadikan budak sampai mati.


__ADS_2