Takdir Kerajaan Adipura

Takdir Kerajaan Adipura
2. Berita Buruk


__ADS_3

Kerajaan Adipura adalah sebuah kerajaan yang masih sangat muda dan baru berdiri sekitar 100 tahun lebih. Kerajaan ini dipimpin oleh raja Jaka yang tidak lain adalah saudara tiri dari istri kedua ayahnya yang merupakan raja yang paling disegani selama kerajaan Adipura berdiri yakni bernama raja Aryi Wajendra.


Raja Aryi terkenal sebagai raja yang sangat ramah, berwibawa, terampil, tegas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan. Dimasa kepemimpinannya rakyat hidup dengan damai tanpa pernah kekurangan sedikitpun.


Berbeda dengan kerajaan-kerajaan yang lain yang fokus terhadap kekuatan pasukannya, raja Aryi lebih memilih memajukan bidang budaya di kerajaannya. Membuat kerajaannya menjadi begitu terkenal dengan berbagai tempat yang indah untuk dikunjungi. Banyak warga dari kerajaan lain yang memilih tinggal di wilayah kerajaan Adipura karena tempatnya yang aman serta memiliki taraf hidup yang stabil.


Sampai malapetaka besar muncul, karena umurnya yang sudah tua dan sudah menderita penyakit yang sering kambuh akhirnya raja Aryi memutuskan untuk memilih salah satu dari anaknya untuk menjadi penerusnya.


Raja Aryi memiliki dua anak dari dua istri yang menjadi permaisurinya, yakni Aryo Jayantaka dan Jaka Jayastu.


Banyak kalangan bangsawan serta pejabat kerajaan yang mendukung agar pangeran Aryo ditunjuk sebagai penerus sang raja. Pangeran mahkota Aryo dikenal sangat pintar dengan sikap lemah lembut kepada siapa saja yang ia temui membuat orang akan cepat merasa nyaman saat berada di dekatnya.


Namun tidak sedikit juga yang memiliki pendapat bahwa pangeran mahkota Jaka juga pantas untuk naik tahta tersebut. Karena sifatnya yng keras dan tidak mengenal menyerah membuatnya disegani oleh beberapa petinggi pasukan kerajaan Adipura.


Terlepas dari pendapat banyak kalangan, raja Aryi sudah memantapkan pilihannya agar pangeran Aryo yang akan menjadi penerusnya. Ini dikarenakan raja Aryi percaya pangeran Aryo akan membawa perubahan yang sangat besar terhadap kerajaan Adipura.


Alasannya sederhana ia lebih ingin kerajaan Adipura berdiri kokoh tanpa harus menyerang kerajaan lain, jika bisa dilakukan lebih baik menjalanin kerja sama dengan kerajaan yang lain.


Akan berbeda ceritanya jika pangeran mahkota Jaka yang akan memimpin kerajaan Adipura, karena sifatnya yang keras serta tidak ingin tunduk dengan siapapun membuat raja Aryi menjadi khawatir.

__ADS_1


Ia takut pangeran mahkota Jaka akan membawa kerajaan Adipura ke dalam masalah yang besar seperti perang yang tentunya akan mengakibatkan rakyat akan menderita nantinya. Alasan ini lh yang membuat ia memutuskan kerajaan Adipura akan lebih baik dalam kepemimpinan pangeran mahkota Aryo.


Dan tidak menunggu waktu lama diadakan lah upacara pengangkatan pangeran Aryo sebagai raja baru kerajaan Adipura. Upacara pengangkatan itu dihadiri seluruh rakyat kerajaan Adipura serta beberapa tamu penting dari kerajaan lain yang menjalin kerja sama dengan kerajaan Adipura.


Sebagai raja baru, raja Aryo tetap menjunjung tinggi nilai-nilai yang sudah diterapkan oleh ayahnya tersebut. Semua rakyat bergembira akan hal tersebut karena raja baru mereka juga akan membawa kedamaian di tanah kerajaan Adipura.


Dibalik kegembiraan dan sukacita itu terdapat beberapa orang yang tidak terima atas terpilihnya Aryo sebagai raja baru, salah satunya ialah saudaranya sendiri yakni pangeran Jaka.


Pangeran Jaka sangat sakit hati karena tidak terpilih sebagai raja baru padahal tidak sedikit yang mendukungnya menjadi raja. Kehidupannya hancur setelah upacara itu, ayahnya lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengajari raja Aryo untuk memimpin kerajaan dengan baik.


Karena itu pulalah akhirnya pangeran Jaka beserta keluarganya memilih keluar dari kerajaan dan pergi dari wilayah kerajaan Adipura. Bahkan mereka pergi tanpa memberi tahu kemana tujuan mereka, Raja Aryo mencoba menghentikan mereka namun tekad saudaranya serta keluarga yang ia bawa sudah bulat. Mereka akhirnya melangkah pergi dan tidak pernah menunjukkan wajah mereka lagi di kerajaan Adipura.


Namun setelah Aryo naik menjadi raja, pangeran Jaka mulai menutup diri dan mulai merenggangkan jarak antar keduanya dan berakhir memilih keluar dari wilayah kerajaan.


Raja Aryo larut dalam kesedihan karena kehilangan saudaranya tersebut, dia mencoba mengirim beberapa orang untuk mencari jejak serta informasi tentang saudaranya. Setahun berlalu namun tak pernah ia dapatkan informasi dimana saudaranya sekarang berda.


Karena hal itu raja Aryo menjadi begitu sedih, ia bahkan sempat berpikir lebih baik saudaranya saja yang memiliki tahta kerajaan ini. Baginya saudara ialah sosok yang sangat penting dalam hidup, perasaan sedih terus menerus menyerangnya.


Namun kesedihan itu akhirnya hilang ketika ia menemukan sosok wanita yang mampu membuatnya tenang. Sosok wanita itu tidak lain adalah Sinta dan merupakan anak dari guru bela dirinya. Dia baru menyadari perasaan Sinta setelah 10 tahun belajar beladiri bersama gurunya.

__ADS_1


Rupanya diam-diam Sinta menaruh perasaan kepadanya namun malu mengungkapkannya. Setelah mendengar langsung dari mulut gurunya akhirnya dia tahu bahwa adik seperguruannya menyimpan rasa kepadanya.


Ternyata raja Aryo juga memiliki rasa itu, dan tidak butuh waktu lama ia memutuskan ingin menjadikan Sinta permaisurinya. Sebelum itu raja Aryo meminta nasihat serta izin kepada ayahnya dan beliau menyetujuinya, raja Aryi berpesan agar menjaga Sinta sampai ajal menjemput mereka.


Diadakan lah acara pernikahan yang berlangsung tujuh hari penuh untuk memeriahi pernikahan mereka. Banyak orang yang datang memberikan ucapan selamat kepada pengantin baru tersebut, bangsawan, pejabat, para Patih, bahkan rakyat juga diundang ke dalam kerajaan untuk memeriahkan acara itu.


Semua orang bergembira karena saat itu merupakan pesta pernikahan terbesar yang pernah mereka datangi, sampai hal yang tidak diinginkan terjadi yang membuat semuanya berbalik 180⁰. Pada malam terakhir sangat ramai pengunjung yang datang melebihi perkiraan pengurus acara tersebut.


Tidak banyak yang tahu bahwa di hari itu pangeran Jaka datang ke pernikahan berniat menjumpai saudaranya untuk mengucapkan selamat. Namun niatnya bukan hanya itu, ada niat yang lebih penting lagi dari itu semua.


“Ampun raja ku, kita kedatangan tamu penting tidak terduga. Pangeran Jaka datang namun tidak dengan keluarganya. Tapi membawa 2 orang bersamanya masing-masing laki-laki dan perempuan yang lebih tua”, lapor seorang Patih yang dipercaya menjaga keberlangsungan acara itu.


“Saudara Jaka kembali?”, raja Aryo terkejut etelah mendengar laporan tersebut.


“Ah... Bukan waktunya terkejut, cepat bawa dia kesini Patih!”, perintahnya.


Patih tersebut segera pergi dan tidak lama kemudian kembali lagi bersama pangeran Jaka serta dua orang bersamanya. Pangeran Jaka lantas menghampiri kedua mempelai dan segera memeluk saudaranya dan memberikan ucapan selamat atas pernikahan raja Aryo.


“Terima kasih saudaraku, kedatangan mu sangat-sangat aku tunggu. Kemana saja dirimu? Aku dan ayah sangat sedih karena dirimu pergi tanpa memberitahu sedikitpun. Dan dimana keluarga yang lain? Kenapa cuma dirimu yang datang?” raja Aryo menjadi begitu antusias dengan kedatangan saudaranya yang telah lama menghilang.

__ADS_1


“Ahhh... keluarga yang lain sedang ada urusan dan hanya aku yang bisa datang kesini. Aku juga harus mengambil barang yang seharusnya menjadi hak ku”, jawab pangeran Jaka sambil tersenyum sinis.


__ADS_2