
Patih Yarna dan pria misterius sudah bertarung dan bertukar lebih dari 50 jurus namun masih berimbang. Orang lain yang melihatnya berpikir bahwa mereka berimbang namun Patih Yarna lebih tau bahwa lawannya belum menggunakan seluruh kemampuannya.
Melihat kekhawatiran dalam wajah Patih Yarna pria misterius tersebut tersenyum sinis kepadanya, dia lantas tertawa dan kemudian berbicara kepada lawannya.
“Kemampuan kau memang bagus namun kau masih satu tingkat dengan ku. Aku sudah memasuki tingkat pendekar harimau putih, dengan ini tidak sulit untuk membunuhmu. Kecuali wanita itu, dia masih sama denganmu dan andaikan kalian bertarung maka aku yakin dirimu lah yang akan keluar sebagai pemenangnya”, pria misterius mengakhiri perkataannya dengan tawa mengejek kepada Patih Yarna.
Tawa pria misterius itu sangat menjengkelkan dan seolah-olah merendahkan bukan hanya lawan tapi juga rekannya. Wanita yang dari tadi diam ikut angkat bicara dengan nada marah yang ditujukan kepada pria misterius.
“Sudah cukup senior, cepat kita selesaikan!
Aku ingin semuanya berakhir sesusai rencana kita” ucapan itu dia tujukan ke pria misterius tadi dengan nada marah namun sedetik kemudian dia merasakan aura pembunuh mengarah kepadanya membuatnya merinding sesaat.
“Maaf junior telah lancang”, sambung wanita tadi menundukkan kepala karena ketakutan serta merinding akibat aura pembunuh yang tidak lain berasal dari pria yang bersamanya tadi.
“Sudah cukup, cepat bawa murid Jaka ke tempat aman. Dengan kekuatan ku sekarang aku masih bisa bertahan sampai kau kembali membawa lebih banyak orang” perintah pria misterius setelahnya.
Pernyataan pria misterius tersebut membuat beberapa Patih mencoba untuk menghentikannya namun segera dihalangi oleh pria misterius yang berada didekat mereka.
Melihat ada kesempatan untuk pergi, wanita tadi mengeluarkan beberapa bola hitam dan melemparkannya ke segala arah di dekatnya. Ketika menyentuh tanah bola tadi berubah menjadi asap hitam dan mengurangi jarak pandang.
__ADS_1
“Patih Yarna aku akan membantumu!”, raja Aryo mengambil tindakan sendiri tanpa persetujuan dari Patih Yarna, dengan cepat ia berlari ke depan dan langsung menyerang ke arah pria misterius tadi.
Patih Yarna sempat terkejut karena sikap dari rajanya, namun dia segera menyadarkan diri dan ikut bergabung dengan rajanya menyerang pria misterius yang berada di hadapan mereka.
“Ahhhh.... dua pendekar harimau belang tidak buruk, aku akan meladeni kalian berdua. Majalah aku ingin menggerakkan tubuh ku yang baru saja mencapai pendekar harimu putih”, pria misterius bersiap untuk menahan serangan dari lawannya.
***
Suasana di gerbang sangat buruk, 5000 penyerang berusaha masuk dengan paksa. Mereka mencoba menghancurkan pintu gerbang dengan senjata mereka, dikarenakan tidak ada penjaga di gerbang mereka leluasa berbuat aksinya.
Patih Marda mengerutkan dahi tidak menyangka bahwa malam ini akan terjadi pertumpahan darah yang besar. Dia mencoba mengurangi jumlah penyerang di gerbang, namun ketika panah nya telah menghabisi 20 prajurit yang menyerang samar-samar dari belakang dia bisa merasakan aura pembunuh datang ke arahnya.
Aura pembunuh itu begitu kuat saat jarak penggunanya tidak jauh dari posisi Patih Marda sekarang. Dia kemudian berbalik badan dan samar-samar melihat seseorang yang dia kenali, dan ketika jarak orang itu semakin dekat dia terkejut bukan main karena mengenali orang yang memiliki aura pembunuh tersebut.
Kerajaan Kendala adalah tetangga kerajaan Adipura namun kedua kerajaan ini tidak memiliki hubungan yang erat, banyak masalah yang terjadi diantara dua kerajaan ini.
Semasa kepemimpinan Raja Aryi, beliau memerintahkan agar menjalin kerja sama dengan kerajaan Kendala. Namun setiap utusan ia yang ia kirim harus pulang dengan tangan kosong bahkan dipermalukan di kerajaan tersebut.
Ini merupakan sebuah tamparan bagi kerajaan Adipura karena utusan mereka telah dipermalukan oleh pihak kerajaan Kendala. Para pejabat istana menuntut raja Aryi untuk bertindak tegas agar mengembalikan kehormatan kerajaan Adipura.
__ADS_1
Namun sayangnya raja Aryi tidak lah bertindak sesuai permintaan pejabat istana, ia lebih memilih memaafkan tindakan yang telah dilakukan pihak kerajaan Kendala. Sebab ini pulalah beberapa pejabat istana menjadi berkurang rasa hormatnya kepada raja Aryi, yang membuat sempat terjadinya keributan akibat tindakan raja Aryi tersebut.
Alasan dari raja Aryi yang membiarkan tindakan itu tidak lain adalah ketidakinginan ia membawa kerajaan Adipura ke dalam perang melawan kerajaan Kendala yang dikenal dengan pasukan yang kuat.
Secara kekuatan kerajaan Kendala unggul cukup besar dari kerajaan Adipura, namun dalam unsur kebudayaan dan kesejahteraan rakyat kerajaan Adipura lebih menguasainya.
Alasan ini pulalah yang menjadikan kerajaan Kendala berniat untuk menguasai kerajaan Adipura dengan cara mempermalukan utusan yang mereka kirim agar pihak kerajaan Adipura membalas perlakuan itu agar terjadi konflik yang membuat mereka akhirnya bisa berperang.
Namun dalam urusan untuk menyerang kerajaan Adipura, ada alasan lain yang tidak mudah untuk menyerang kerajaan ini dikarenakan sekutu dari kerajaan Adipura bisa dikatakan banyak namun hanya kerajaan-kerajaan kecil seperti Benggawan, Gundala, dan Surka. Ke tiga kerajaan ini selalu membantu urusan militer kerajaan Adipura dengan bayaran berupa kebudayaan dan kesejahteraan rakyat mereka disamaratakan seperti kerajaan Adipura.
Namun sayang malam ini ke tiga kerajaan ini sama sekali tidak mengetahui sedikitpun bahwa kerajaan kendala nekat menyerang kerajaan Adipura. Berita penyerangan baru mereka dapatkan setelah tiga hari kemudian lewat omongan para warga yang mengungsi.
“Patih Marda kau bisa meluangkan waktu untuk bertukar jurus dengan ku? Aku lihat tidak ada seorang pun yang bisa manjadi lawan mu disini”, menteri Balda berbicara kepada Patih Marda setelah jarak keduanya kini tak terlalu jauh.
“Menteri Balda berani sekali kau menginjakkan kaki di istana kami! Akan ku buat kau menyesal datang ke kerajaan Adipura!”, amarah Patih Marda memuncak setelah mengetahui bahwa kerajaan yang selalu memusuhi mereka akhirnya menyatakan perang dengan melakukan serangan malam ini.
“Kalau begitu buktikan saja dengan perbuatan bukan cuma omong kosong belaka! Akan ku buat kau mengerti bahwa kerajaan kecilmu akan hancur malam ini!”, kata-kata menteri Balda membuat amarah Patih Marda semakin membara.
Dipenuhi tekad Patih Marda mulai menyerang dengan panahnya dan membuat jarak diantara keduanya. Keduanya kini saling bertarung dengan pertaruhan nyawa masing-masing.
__ADS_1
Tidak hanya keduanya para prajurit kerajaan Adipura serta kerajaan Kendala juga saling bertempur malam ini, suara teriakan terkena tebasan atau tertusuk tombak menggema di malam yang gelap itu.
Perjuangan prajurit kerajaan Adipura lebih berat karena mereka melawan pasukan lawan yang memiliki kekuatan di atas mereka.