Takdir Kerajaan Adipura

Takdir Kerajaan Adipura
4. Awal Serangan


__ADS_3

"Kalian ini memang bodoh! Kalian pikir akan mudah mengalahkan ku'", pangeran Jaka kini yang bergerak maju untuk melenyapkan Patih yang melawannya barusan.


Patih itu masih dalam keadaan memulihkan diri namun tiba-tiba saja lawannya bergerak menuju ke arahnya. Karena kurangnya kewaspadaan terhadap lawan membuat dirinya lambat dalam bereaksi.


Pangeran Jaka bergerak dengan cepat dan ketika jaraknya sudah dekat ia melakukan gerakan seperti akan menentang lawannya dari samping. Ketika jarak kakinya hampir mengenai tulang rusuk lawannya, saat itu pulalah seseorang menghadang tendangannya dengan sarung pedang yang ia miliki.


"Carilah lawan yang memiliki kekuatan seimbang dengan dirimu!", patih Yarna buka suara setelah menahan tendangan pangeran Jaka dengan sarung pedangnya.


Dia kemudian memegang gagang pedangnya dan dengan cepat menarik keluar pedang dari sarungnya. Melihat aksi Patih Yarna yang dengan mudah menahan tendangannya membuat pangeran jaka mundur untuk menjaga jarak. Ia yakin sosok di depannya memiliki kekuatan sedikit lebih tinggi darinya.


Kekuatan pendekar dibagi menjadi beberapa tingkatan dari terlemah sampai terkuat. Yang umum di ketahui di kerajaan Adipura adalah pendekar serigala, pendekar harimau dan pendekar singa.


Patih yang menghadapi pangeran Jaka sebelumnya baru saja berada ditingkat puncak pendekar serigala yaitu tingkat lima. Secara kekuatan itu adalah standar yang diharuskan untuk menjadi Patih di kerajaan Adipura.


Berbeda dengan pangeran Jaka dia telah memasuki tingkat pendekar harimau tahap satu yaitu harimau belang. Ditingkat pendekar ini akan lebih menguatkan kekuatan fisik pendekar menjadikannya mampu melawan pendekar serigala tingkat lima sampai tiga orang.


“Lindungi raja!” perintah Patih Yarna, kekuatannya mengimbangi pangeran Jaka namun ketika diperlukan dia bisa memenangkan duel tersebut karena sudah banyak pengalaman bertarung sebagai pendekar.


Namun Patih Yarna tidak ingin terlalu terburu-buru, ia harus mengamati kemampuan lawannya sejenak. Dan yang menjadi kekhawatirannya adalah dua orang yang dibawa pangeran Jaka kini masih diam ketika terjadi pertarungan tadi.


"Mengapa mereka hanya diam!?", batin Patih Yarna terus bergejolak karena situasi yang ia hadapi sekarang.

__ADS_1


***


Para tamu undangan yang melihat kejadian tersebut menghentikan segala kegiatan mereka dan mulai melihat ke arah tempat pelaminan mempelai. Mereka bertanya-tanya apa yang telah terjadi sampai seketika pasukan kerajaan bergegas mengepung daerah pelaminan dengan senjata lengkap dan mulai bersiaga.


“Apa yang terjadi? Kenapa begitu banyak pasukan kerajaan datang kesini?” begitulah pertanyaan yang hampir semua orang tanyakan sesama mereka. Dan salah satu dari mereka memberanikan diri untuk bertanya kepada prajurit kerajaan yang berada di dekat mereka.


“Aku tidak tahu pastinya, tapi yang aku dengar telah terjadi serangan terhadap raja" jawab prajurit itu.


Kabar serangan terhadap raja membuat para tamu menjadi panik, mereka tidak menyangka bahwa akan ada penyerangan dalam acara seperti ini. Para tamu menjadi histeris dan mencoba meninggalkan tempat tersebut, prajurit mencoba menenangkan mereka dengan berkata situasi akan tenang sebentar lagi.


Baru saja tenang dengan pernyataan yang disampaikan oleh prajurit kerajaan, tiba-tiba dari arah gerbang terdengar suara lonceng sebanyak tiga kali berturut-turut. Semua orang tahu bahwa suara lonceng itu menandakan adanya serangan terhadap istana, tidak butuh waktu lama keadaan pun menjadi semakin ricuh karena kepanikan para tamu undangan.


Seharusnya saat ini penyerangan itu belum terjadi, dia bertanya-tanya mengapa penyerangan dilaksanakan lebih awal dari yang telah direncanakan. Hal ini benar-benar diluar perkiraannya dan membuat dia sangat terkejut sampai suara laki-laki tua memecahkan kecemasannya.


“Murid Jaka terlalu lama bermain sampai lupa akan rencana awal yang sudah direncanakan. Aku mengirim pesan bahwa waktu penyerangan dimajukan dan sekarang waktu yang tepat, melihat kebanyakan pasukan kerajaan disini pasti penjagaan gerbang akan berkurang kekuatannya” pria yang ikut pangeran Jaka mulai membuka suara.


“Murid Jaka memang selalu gegabah dan tidak cermat memperhitungkan keadaan. Jika seperti ini sulit bagi kami untuk membantu lain kali” wanita yang ikut itu pun juga buka suara sambil menggeleng kepala karena sedikit kecewa dengan sikap dari pangeran Jaka.


Pangeran Jaka menelan ludah bukan karena keterkejutannya lagi tapi karena ucapan wanita tadi. Jika mereka tidak akan membantu, rencana untuk mengambil alih kerajaan Adipura menjadi miliknya akan sirna, bahkan mungkin dia akan terbunuh ditempat ini.


Karena terlalu larut dalam berfikir membuat posisi pangeran Jaka memiliki celah yang segera dimanfaatkan oleh Patih Yarna untuk menyerangnya. Patih Yarna mengayunkan pedangnya dengan cepat ke arah wajah pangeran Jaka.

__ADS_1


Pangeran Jaka yang tidak siap terkejut karena serangan lawannya. Walau terlambat menyadarinya ia berhasil mengindar dari serangan tersebut. Namun sayangnya satu dari lima tebasan yang dilancarkan Patih Yarna berhasil menorehkan luka dibagian mata kirinya dan meninggalkan garis dari kening sampai dagu pangeran Jaka.


“Aaaarkkkhggggggggghh...” jerit pangeran Jaka karena luka yang dibuat oleh Patih Yarna, dia kemudian melompat mundur untuk menjaga jarak dengan tangan kiri menutupi luka yang ia terima.


Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Patih Yarna mencoba untuk menyelesaikannya dan berniat mengambil nyawa pangeran Jaka. Namun ketika pedangnya hampir menebas leher pangeran Jaka lima buah pisau terbang ke arahnya dengan cepat yang membuat dirinya harus mundur ke belakang.


“Cihhhh... murid Jaka memang tidak berguna, kalau bukan karena kemauan raja Parya aku tidak akan mengikutinya kesini” celetuk wanita misterius yang dibawa oleh pangeran Jaka.


“Sudah lah berhenti mengomel. Kita sudah ditugaskan dan ini adalah tugas mulia dari raja kita, sebaiknya kita berhasil dalam tugas ini. Dan kau sebaiknya mencari lawan yang seimbang!” ucap pria misterius dengan tangannya yang sudah menghunuskan pedang kepada Patih Yarna.


“Patih Yarna apakah mereka dari wilayah kerajaan Adipura?”, raja Aryo bertanya setelah posisi Patih Yarna tidak jauh darinya.


“Hamba tidak mengetahuinya paduka. Sepertinya asal mereka dari luar kerajaan Adipura, paduka tenang saja hamba akan memastikan keselamatan paduka beserta permaisuri”,Patih Yarna menjawab dengan sopan walaupun tidak langsung menghadap raja Aryo ketika menjawab.


Raja Aryo paham akan perbuatan dari Patih Yarna dan memang lebih baik tidak mengalihkan pandangan ketika sedang menghadapi pertarungan hidup dan mati. Salah sedikit akan berakibat fatal nantinya, dia pun tidak menurunkan kewaspadaannya terhadap lawan di depan mereka saat ini.


“Siapa kalian? Darimana asal kalian!?”, Patih Yarna bertanya dengan lantang kepada dua orang yang dibawa pangeran Jaka.


“Ahhh... Itu tidak penting sekarang, yang harus ku pastikan adalah kepalamu dan raja baru mu tidak akan lepas dari tubuhnya!” jawab pria misterius dan langsung bergerak ke arah Patih Yarna. Dengan cepat keduanya bertukar serangan serta jurus masing-masing yang merek miliki.


________________________________________________

__ADS_1


__ADS_2