Takdir Kerajaan Adipura

Takdir Kerajaan Adipura
60. Ketenangan Sesaat VI


__ADS_3

Karena ledakan energi yang dihasilkan oleh serangan lawannya dan menghantam mereka akhirnya membuat ketiga lawan Patih Purno harus merenggut nyawa tidak lama kemudian dengan kaki yang hancur akibat ledakan tersebut.


Melihat ketiga pimpinan mereka gugur dalam pertarungannya membuat semangat tempur sisa-sisa dari pasukan suku kulit hitam menjadi semakin ciut nyalinya. Bahkan dengan kekuatan dari ketiga pimpinan mereka tidak mampu mengimbangi salah satu dari ketiga lawannya.


Apalagi mereka yang hanya berkekuatan setara pendekar serigala tingkat 5, mereka hanya akan jadi sasaran empuk bagi lawannya sekarang. Saat ini beberapa dari mereka sedang menghadapi seorang pendekar yang mempunyai beladiri tangan kosong.


Walaupun diserang dengan cara dikeroyok namun orang tersebut mampu mengimbangi para penyerangnya. Tanpa senjata sekalipun orang ini mampu mengimbangi bahkan membalas serangan dari sepuluh orang lebih pasukan suku kulit hitam.


Orang itu tidak lain adalah Subani yang ikut dalam aksi Aryo dan Patih Purno yang menerjang masuk ke arah musuh. Dengan ilmu beladiri tingkat tinggi yang ia kuasai semenjak dari kecil membuatnya sanggup dalam menghadapi belasan pendekar serigala tingkat 5 sekalipun.


Satu per satu serangan baik menggunakan tangan maupun kakinya mendarat di tubuh para penyerangnya. Subani tidak segan-segan terhadap musuhnya, ia mengeluarkan seluruh kemampuan yang ia miliki sekarang.


Saat inilah akhirnya pasukan suku kulit hitam menyadari dan kemudian menyesali tindakan yang mereka lakukan sebelumnya tadi. Kalau saja mereka tahu bahwa penyusupan ini akan gagal dan harus menghadapi lawan yang begitu kuat. Lebih baik mereka menunggu dan maju bersama-sama dengan pasukan kerajaan Kendala pimpinan menteri Balda.


Namun semua itu sudah terlambat, tiga orang yang menjadi lawan mereka sekarang menunjukkan kekuatan yang jauh dari harapan mereka. Mereka mencoba mencari celah untuk memisahkan diri namun ketiganya tidak memberikan kesempatan untuk mereka menjaga jarak.


***


Subani terus melakukan serangan tangan kosong dan tendangan yang sulit dibaca oleh suku sulit hitam. Biarpun lawannya menyerang dengan gencar bagi Subani itu hanya serangan biasa untuknya, dia bergerak lincah ke arah lawannya untuk mempersempit jarak antara mereka.


Kali ini ia tidak akan melepaskan lawannya satupun, ia bertekad menghabisi pasukan suku kulit hitam ini sebisa mungkin. Serangan demi serangan dan jurus demi jurus Subani keluarkan untuk menghadapi belasan musuh yang saat ini menjadi lawannya.


Walaupun sendirian nyatanya dia mampu mengungguli lawannya tersebut, sementara lawannya tidak habis pikir akan kekuatan yang ditunjukkan oleh Subani saat ini.


Plakkkkk...

__ADS_1


Duughhhhh....


Salah satu pasukan suku kulit hitam mendapat sebuah tamparan dan tendangan tepat di ulu hatinya, serangan itu mendarat telak tanpa bisa ia hindari. Ia kemudian terjatuh ke tanah dengan posisi tengkurap sambil memegangi perutnya yang terasa amat sakit.


Orang itu mencoba bangun namun tubuhnya tak mampu bereaksi sedikitpun, matanya mulai gelap dan diikuti nafasnya yang mulai berat. Akhirnya orang itu harus mati karena tidak mampu menahan lagi efek serangan dari Subani barusan.


Melihat temannya kini tersungkur tak berdaya membuat pasukan suku kulit hitam yang lain mulai menjaga jarak dari Subani. Subani tidak tinggal diam, dia lantas kembali bergerak mengincar suku kulit hitam yang lain. Serangannya terus terfokus pada satu titik yaitu ulu hati lawannya.


Karena mengira lawannya hanya mengincar ulu hati mereka lantas pasukan suku kulit hitam menjadi begitu waspada pada serangan yang diluncurkan oleh Subani. Subani menyerang dengan pola yang sama seperti saat mendaratkan pukulan serta tendangan kepada korbannya barusan.


Menyadari hal itu membuat lawannya segera belajar dengan pola serangan Subani, kini setidaknya mereka dapat mengimbangi walau masih dalam kondisi bertahan dan hanya sesekali mampu membalas serangan.


"Kena kalian!", batin Subani berucap.


Subani kemudian melancarkan sebuah jurus baru yang berfokus pada serangan yang merusak. Saat lawannya sudah dalam jangkauannya ia dengan cepat menangkap tangan, kaki dan leher dari lawannya.


Krrtaaaakkkk....


krreeekkkkkk....


Suara tulang patah terdengar cukup nyaring di telinga Subani, kini dua orang lawannya harus terbujur kaku di tanah akibat serangannya yang berhasil mematahkan kaki serta tulang leher lawannya.


"Aaargghhhghghhhkkkkk......"


Teriakan panjang dari salah satu korbannya yang mengalami patah tulang dibagian kakinya menggema menghiasi kesunyian malam ini. Kaki yang mereka anggap kuat itu kini patah disebabkan oleh serangan Subani.

__ADS_1


Sementara nasib korban satunya lagi sungguh malang, kini tubuhnya terbujur kaku tak bergerak karena sudah kehilangan nyawa akibat serangan fatal yang ia terima.


***


Aryo baru saja menghabisi sisa lawannya dan saat dia melihat Subani menerjang masuk lebih dalam berusaha menahan musuh agar tidak kabur membuatnya harus ikut serta membantu rekannya. Sekarang posisi Subani tepat di belakang pasukan suku kulit hitam sementara Aryo dengan pedang rampasannya berada di depan lawan.


Tanpa menunggu aba-aba lagi, Aryo dan Subani mulai melancarkan serangan. Seperti sudah direncanakan, kombinasi keduanya dalam mengapit pasukan lawan sungguh membuat lawannya menjadi linglung.


Menghadapi Subani saja yang menggunakan tangan kosong sangat lah sulit, karena gerakan dan serangannya yang gesit membuat mereka kewalahan dalam menghadapinya. Sekarang mereka dihadapkan oleh salah satu rekan dari Subani yang menyerang dengan menggunakan pedang milik rekannya.


Namun mereka menyadari bahwa lawannya yang menggunkan pedang saat ini sedang tidak dalam kondisi baik. Nafasnya terlihat seperti ngos-ngosan dan serangannya sedikit melambat. Karena itu lah pasukan suku kulit hitam mengambil tindakan bahwa satu-satunya cara untuk membalikkan situasi ini ialah menyerang Aryo yang saat ini di depan mereka secara bersama-sama.


Aryo menyadari perubahan strategi lawannya dan kini mereka mengincar dirinya. Aryo tahu alasan lawannya mengincar dirinya sekarang sebab staminanya kini sudah terkuras separuh.


Jurus taring macan kumbang sungguh membebani tubuhnya sekarang, memang benar apa yang dikatakan oleh gurunya bahwa jurus ini akan lebih mudah jika digunakan dalam tingkatan pendekar harimau putih.


Dirinya yang saat ini masih berada di tingkatan pendekar harimau belang tidak memiliki cukup tenaga dalam untuk mengimbangi jurus mematikan tersebut. Tubuhnya terasa berat seolah sedang teritindih batu yang cukup besar serta pergelangan tangannya mulai sedikit pegal.


Tidak ada pilihan lain ia lantas menyiapkan diri untuk melawan musuhnya namun yang terjadi berikutnya sungguh tidak pernah ia sangka-sangka. Sebuah tombak meluncur cepat ke arah lawannya tepat dari belakangnya, tombak itu melesat dengan cepat dari atas kepalanya dan kemudian mendarat di tubuh salah satu pasukan suku kulit hitam.


______________________________________________


Terima kasih sudah mengikuti cerita Takdir Kerajaan Adipura hingga sekarang, semoga anda semua terhibur dengan cerita ini.


Jangan lupa like dan berikan dukungan agar cerita ini tetap berlanjut, salam hangat dari author :)

__ADS_1


__ADS_2