Takdir Kerajaan Adipura

Takdir Kerajaan Adipura
47. Perang Dimulai V


__ADS_3

“Pasukan kuda besi maju!!!”, teriak Patih Purno kepada pasukan berkudanya.


Pasukan kuda besi awalnya disembunyikan oleh Patih Purno, alasannya agar memancing lawan untuk terus maju mengejar pasukan pemberontak yang sedang bergerak mundur.


Melihat tidak ada pasukan berkuda dari lawannya membuat pasukan kerajaan Adipura beserta aliansinya terus maju karena menganggap tidak akan ada halangan yang menanti mereka.


Nyatanya itu semua salah, mereka dihadapkan oleh kenyataan pahit bahwa musuh mereka terdapat seseorang yang ahli taktik. Pasukan kuda besi yang jumlahnya ribuan berhasil disembunyikan dan dikeluarkan tepat pada waktunya.


Banyak prajurit kerajaan Adipura yang terkejut darimana datangnya pasukan berkuda itu, "Bagaimana mereka menyembunyikan pasukan sebesar ini!?", pria misterius yang paling terkejut oleh kejadian yang sedang terjadi.


Dia menggigit bibirnya, melihat pasukannya yang berada dibelakang sudah banyak yang tewas ia hendak mundur. Namun kata mundur sekiranya sudah terlambat diucapkan sebab pasukan berkuda pemberontak kini hampir sampai ke arah mereka.


***


Patih Purno ikut maju bersama pasukannya untuk menghadapi pasukan berkuda lawan mereka, saat jarak mereka hampir dekat tanpa komando pasukan berkudanya memecah menjadi tiga arah.


Strategi ini digunakannya untuk mengapit pasukan berkuda lawan, walaupun tampak kelihatan remeh namun strategi ini nyatanya berhasil.


Pertemuan antara kekuatan berkuda dari kedua belah pihak yang tengah berperang tidak dapat terelakkan. Kuda-kuda saling bertabrakan, senjata saling beradu, dan prajurit yang menjadi korban terus menerus jatuh ke tanah bersamaan dengan kudanya.


Tidak sedikit pasukan dari kedua belah pihak harus meregang nyawa, teriakan perjuangan maupun kesakitan serta kepedihan kembali mengema mengisi udara. Suasana itu tidak kalah hebat dari pertarungan sebelumnya, dengan keahlian berkuda pasukannya Patih Purno berhasil melibas siapa saja yang ditemuinya.


Tombaknya dengan cepat menusuk dan menebas lawannya, sementara lawannya tampak kesulitan dalam menghadapi serangan mengapit dari pasukannya. Kudanya terus melaju ke depan tanpa ada yang bisa menahannya, ini dikarenakan kuda yang ditungganginya merupakan kuda terbaik yang memang dikhususkan untuk dibawa ke medan perang.

__ADS_1


Dalam riuhnya suasana perang Patih Purno dihampiri seseorang yang datang dengan kudanya. Patih Purno melihat kedatangan orang itu, namun hal yang mengejutkannya ialah sebuah tali yang diikat di kudanya dan ujung tali satunya mengikat kaki pemuda yang mengenakan pakaian serba merah dengan sarung melingkar di pinggangnya.


Mata Patih Purno melotot ke arah orang yang membawa jasad pemuda itu, ia menjadi murka dengan perbuatan tidak senonoh yang ditunjukkan oleh orang yang berada di depannya sekarang. Patih Purno menghela nafas pelan, akhirnya dia tahu alasan dari pertengkaran kedua rekannya barusan.


“Pantas saja mereka berhenti tadi, ternyata salah satu pasukan yang dibawa Subani telah menjadi korban kekejaman orang ini”, Batin Patih Purno berbicara.


Orang itu tidak lain adalah pria misterius, dia datang menemui Patih Purno berniat ingin berduel dengannya. Dengan pedang yang berlumuran darah dia menantang Patih Purno.


***


“Harus aku akui kau sangat pandai mengatur strategi, pantas saja menteri Balda mengingatkan kami bahwa dalam perang ini akan mendapat kesulitan. Tapi aku tidak pernah gentar, melihat orang yang kuat aku tentu saja ingin melawannya!", pria misterius mengacungkan pedangnya ke arah Patih Purno berada.


Patih Purno menanggapinya dengan senyuman, "Aku akan senang hati meladeni orang bermulut besar seperti kau", Patih Purno mencoba memancing emosi lawannya, "Akan ku pastikan bahwa mulutmu akan meminta ampun nantinya"


"Kita lihat saja sebentar lagi, semua ini tidak akan berjalan sesuai rencana mu lagi!”, sambung pria misterius.


“Apa yang membuat kau begitu yakin bahwa rencana kami akan gagal?”, Patih Purno menaikkan alisnya.


“Pasukan yang berada di belakang kami dengan jumlah besar akan datang dan akan membantu sebentar lagi, hanya tinggal masalah waktu saja semua rencana kau akan musnah!”, gerutu pria misterius kepada lawannya karena sangat kesal.


“Kita buktikan saja apakah perkataan engkau menjadi benar atau hanya khayalan saja”, Patih Purno tersenyum penuh makna, "Sebenarnya aku tidak mengkhawatirkan pasukan yang berada di belakang kalian. Karena aku sudah menyiapkan sebuah kejutan untuk mereka", wajah patih Purno memasang senyum kemenangan sekarang.


Pria misterius menjadi heran dengan sikap lawannya, kadang orang ini bersikap serius namun juga tiba-tiba bersikap seakan dirinya seorang penghibur. Belum selesai dengan keheranan yang ia alama, Patih Purno lantas memacu kudanya ke arah pria misterius.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama akhirnya pertukaran serangan diantara keduanya terjadi, dengan tombak yang dipegangnya Patih Purno menyerang dengan gencar. Sedangkan lawannya menangkis serangannya dengan menggunakan pedang, keduanya terus bertarung tanpa menghiraukan keadaan sekitar.


Para prajurit beradu kekuatan dengan lawan-nya masing-masing, tidak peduli dengan rekan di sekitarnya yang telah gugur. Prajurit yang menjadi korban terus-menerus berguguran, luka-luka bekas tebasan atau tusukan menganga lebar dan terus mengeluarkan darah segar.


Tidak sedikit prajurit yang mati akibat kehabisan darah akibat luka yang mereka alami, karena kacaunya suasana perang membuat teman mereka sendiripun tidak bisa menolong mereka.


Sudah cukup lama duel antara Patih Purno dan pria misterius berlangsung. Keduanya terus bertukar serangan dengan nafsu membunuh tertuju kepada lawannya masing-masing.


Patih Purno dengan keahlian tombaknya berhasil mendominasi serangan, pola serangan yang dia lancarkan begitu rumit dan berbahaya. Sedikit saja membuat celah dengan cepat tombak itu akan menargetkan celah itu.


Pria misterius dengan pengalaman pertarungannya sebagai pendekar sebenarnya mampu untuk menandingi serangan lawannya, walaupun lawannya saat ini mendominasi serangan namun dia mampu bertahan dengan kemampuan yang ia miliki.


Tapi tidak beberapa lama akhirnya serangan lawannya menjadi rumit untuk dia tahan, karena jangkauan dari tombak lawannya yang panjang membuat pertarungan akhirnya tidak seimbang dan berakibat berat sebelah.


“Kemana pasukan bantuan yang berada di belakang?”, batin pria misterius berbicara. Sudah cukup lama sejak pertarungan diantara mereka berlangsung namun bantuan tidak kunjung datang.


Melihat gelagat lawannya yang seperti tengah memikirkan sesuatu dan tanpa sadar membuat celah akhirnya membuat Patih Purno memanfaatkan kesempatan itu. Dia kemudian menaikkan tempo serangannya menjadi lebih cepat dan kini mengincar ke arah titik vital lawannya.


“Bajingan!”, pria misterius mengumpat karena serangan kejutan dari lawannya.


Terlambat sedetik saja dia menangkis serta menghindar maka nyawanya pasti akan melayang hari ini. Dia memegangi telinganya yang terus mengeluarkan darah akibat terkena serangan dari lawannya.


 _______________________________________________

__ADS_1


 Jangan lupa like dan terus ikuti cerita Takdir Kerajaan Adipura, salam hangat dari author :)


__ADS_2