Takdir Kerajaan Adipura

Takdir Kerajaan Adipura
40. Lautan Musuh Datang


__ADS_3

Jauh dari ketenangan yang diberikan oleh alam, di lain sisi sedang dilanda perasaan resah serta khawatir. Saat ini di markas pemberontak sedang sibuk-sibuknya karena mendapat laporan dari pasukan pengintai bahwa pasukan lawan hampir mendekati benteng mereka.


Aryo yang mendengar laporan itu seperti mendengar petir di siang bolong, perkiraan mereka meleset. Ternyata pasukan lawan tiba lebih cepat satu hari dari informasi yang berhasil di korek dari Patih Sentot.


Sebagai pimpinan dari pasukan pemberontak Aryo harus bersikap tenang dan memikirkan segala tindakan dengan baik. Dia tidak boleh memperlihatkan rasa khawatirnya kepada bawahannya. Diskusi diadakan di ruang rapat, para petinggi aliansi sudah berkumpul di ruangan menunggu instruksi jika perang akan segera di mulai.


“Tuan-tuan sekalian mohon tenang, sebentar lagi Patih Purno akan menjelaskan kembali rencana yang telah disusunnya. Mohon untuk mendengarkan secara seksama, agar strategi ini berjalan sesuai harapan kita”, pria sepuh buka suara.


Setelah ucapan dari pria sepuh selesai Patih Purno langsung berdiri dari posisi duduknya. Seketika tamu rapat menjadi diam ketika Patih Purno berjalan maju ke depan. Dengan wajah sangat serius dia menatap tamu rapat di ruangan itu.


Kemudian dia mulai menjelaskan rancangan strategi yang telah dia buat, “Lakukan seperti diperintahkan, komando dipegang oleh ku dan wakilnya oleh tuan muda Aryo. Sedangkan pasukan pemanah aku serahkan kepada paman Seto”, Patih Purno menjelaskan kepada pihak aliansi siapa-siapa saja yang akan menjadi pimpinan dalam perang yang sebentar lagi akan terjadi.


Paman Seto dalam penjelasan tadi tidak lain adalah nama dari pria sepuh. Alasan Patih Purno memerintahkannya untuk memimpin pasukan pemanah adalah karena faktor usianya. Tidak menutup kemungkinan perang ini akan menjadi sangat berat sebelah, mengingat pasukan musuh berkekuatan empat kali lipat dari pasukan mereka saat ini.


Pria sepuh paham betul kekurangannya, dia memaklumi bahwa usianya akan menjadi kekurangan nanti. Namun dia tidak pernah menyangka bahwa Patih Purno memberikan dia tugas untuk memimpin pasukan pemanah.


“Tidak akan sedikit dari kita yang akan gugur jika perang ini terjadi. Tapi dengan perang ini kita akan membuktikan bahwa kebaikan masih ada di dunia ini dan selalu siap melawan kebatilan yang selalu muncul. Berjuanglah sekuat mungkin, musuh kita memang banyak. Tapi hati dan tekad kita lebih kuat dari jumlah mereka! Mari saudara-saudara sekalian kita mengerahkan seluruh kemampuan untuk menghadapi lawan kita hari ini!”, Patih Purno membakar semangat juang dari pasukan pemberontak.


Dengan suara yang lantang Patih Purno berhasil membuat seluruh ruangan rapat menjadi ricuh dengan teriakan semangat tempur pasukan pemberontak.


“Paman, mari kita berjuang sekuat mungkin”, ucap Aryo kepada pria sepuh sambil tersenyum hangat.

__ADS_1


“Terima kasih tuan muda, mari kita lanjutkan perjuangan untuk menegakkan keadilan”, jawab pria sepuh diiringi teriakan semangat tempur dari pihak aliansi.


“Yeeeaahahhhhhhhhhh”


“Untuk keadilan!”


“Keadilan harus ditegakkan!”


Sorak-sorai semangat pertempuran menggema di ruangan rapat itu, dengan seluruh harapan dan semangat yang membara para pasukan pemberontak mengangkat senjata mereka ke atas.


Tidak ada keraguan dalam hati mereka, menang dan kalah itu adalah hal wajar dalam sebuah peperangan. Namun tekad mereka untuk menang hari ini sudah bulat.


Patih Purno tersenyum melihat semangat dari pasukan pemberontak, dia juga berharap setidaknya mereka bisa meraih kemenangan walaupun itu merupakan hal yang sulit didapat. Dia memandangi tombak yang sedang dipegangnya erat-erat, dia bersumpah di dalam hati lebih baik mati melawan kebatilan yang telah terjadi daripada diam menyaksikan kejahatan terus merajalela.


Dan setelahnya mereka keluar dari ruangan rapat lalu bergerak menuju tempat masing-masing sesuai dari strategi yang telah direncanakan.


***


Pasukan kerajaan Adipura yang beraliansi dengan kerajaan Kendala baru sampai pada titik yang telah ditentukan. Sekarang jarak mereka hampir dekat dengan markas pemberontak, dan segera berbaris rapi bersiap menghadap ke arah lawannya.


Raja Jaka berada di barisan paling depan ditemani menteri Balda dan pria misterius, sedangkan wanita muda dari pulau Sulagendi berada di tengah-tengah pasukan. Dia terus-menerus menguap karena baru terbangun dari tidur lelapnya, suara pasukan yang bersiap menghadapi perang membuatnya terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


“Akhirnya kita tiba lebih cepat dari perkiraan, lawan pasti akan terkejut dengan kedatangan kita”, pria misterius tersenyum mengejek untuk lawannya yang akan mereka hadapi nanti.


Menteri Balda yang mendengar hal itu justru merasa tidak senang karena perjalanan yang mereka tempuh sungguh panjang dan melelahkan.


“Justru lawan yang akan diuntungkan, seharusnya kita tidak bergerak secepat ini. Stamina dari pasukan kita sekarang tidak dalam kondisi prima, jika lawan menyerang dengan seluruh pasukannya aku yakin separuh dari pasukan kita akan menjadi korban dari perang ini”, menteri Balda yang sudah lama berkecimpung dalam peperangan sudah mengerti akan kesalahan yang telah diperbuat pasukan pimpinan raja Jaka.


Menteri Balda hanya diam dan tidak ambil pusing dengan keputusan dari raja Jaka. Menurutnya ini akan menjadi pelajaran yang bagus atas keegoisan dan kebodohan yang telah dilakukan raja Jaka sendiri.


Dia tidak terlalu memperdulikan pasukannya dan hanya berfokus pada cara bagaimana perang ini akan dimenangkan oleh pihaknya. Menteri Balda kemudian menghela nafas pelan sambil menggelengkan kepalanya merasa sudah tidak ada harapan terhadap raja Jaka.


Raja Jaka justru merasa senang dengan pencapaiannya sekarang, menurutnya musuh akan kalang kabut melihat jumlah pasukan yang ia miliki. Sebelumnya dia tidak akan bersikap seperti ini karena dia patuh terhadap menteri Balda yang sangat dia hormati.


Namun ketika dalam waktu perjalanan wanita muda secara diam-diam mendekati raja Jaka. Raja Jaka yang telah mendengar seluk beluk wanita muda dari menteri Balda mencoba menjaga jarak, dia tidak ingin mencari masalah dengan wanita ini.


Raja Jaka terus menghindar dari wanita muda yang mencoba mendekatinya, sedangkan wanita muda merasa seperti sedang bermain dengan seekor kucing. Pada suatu malam saat raja Jaka sedang tertidur lelap di tendanya, wanita muda datang diam-diam masuk ke dalam tendanya.


Melihat raja Jaka yang tertidur pulas membuat aksi wanita muda tidak diketahui, ia kemudian ikut berbaring di sebelah raja Jaka. Wanita muda kemudian mengelus lembut dada bidang raja Jaka yang terbuka karena saat tidur raja Jaka tidak pernah menggunakan baju sehingga menampakkan bentuk tubuhnya yang kekar.


Elusan dari tangan dengan kulit yang lembut membuat raja Jaka menjadi nyaman. Tanpa sadar badannya mengejang dan dia tersadar dari tidurnya. Saat tersadar raja Jaka mendapati bahwa wanita muda berbaring di sebelahnya dengan senyuman menggoda ke arahnya. Raja Jaka coba berdiri untuk segera menjaga jarak, namun gerakannya kalah cepat dengan tangan wanita muda.


________________________________________________

__ADS_1


Jangan lupa like ya :)


Salam hangat dari author


__ADS_2