Telat Nikah (Zeline & Gavin)

Telat Nikah (Zeline & Gavin)
KITA SEPUPU?


__ADS_3

Speedboat milik tim penyelamat sudah melaju membelah lautan lepas, membawa Zeline dan Gavin yang kini hanya saling diam. Dua orang yang sempat terdampar bersama di pulau kosong tersebut, seolah masih sibuk dengan pikiran masing-masing.


"Kita akan ke resort dulu atau langsung ke daratan utama, Pak?" Tanya Zeline yang akhirnya buka suara terlebih dahulu. Namun Zeline tak bicara pada Gavin, melainkan pada salah satu anggota tim penyelamat.


"Ke resort dulu, Nona! Papi dan adik anda sudah menunggu di sana," terang tim penyelamat tersebut.


"Papi? Sejak kapan papi di resort?" Tanya Zeline terkejut.


"Sejak speedboat dinyatakan hilang, keluarga anda langsung dihubungi,lalu papi dan adik laki-laki anda langsung datang ke resort."


"Anak papi," gumam Gavin sedikit menahan tawa dan Zeline langsung mendelik pada pria itu.


"Apa? Mau mengajak smack down lagi, Sepupu?" Tanya Gavin membalas delikan Zeline.


"Tidak, terima kasih!" Zeline bergegas memalingkan tatapannya dari Gavin. Rasanya aneh saja saat Gavin mendadak memanggilnya sepupu. Tapi mereka memang sepupu, meskipun sebenarnya kalau ditelisik dari hubungan darah, jalur sepupu mereka amat sangat jauh. Tapi keluarga Halley dan keluarga Rainer sudah sejak dulu akrab dan dekat dari jaman Oma Belle dan Opa Dev sampai ke anak cucunya, teemasuk Zeline sendiri yang juga adalah cucu di krluarga Halley. Meskipun nama belakang Zeline Abraham. Tapi Mami Thalita berdarah Halley, dan Zeline anak kandung Mami Thalita.


Jadi, ya begitulah!


Ini memang rumit dan membingungkan.


"Apa kita pernah bertemu sebelum ini? Karena aku benar-benar tak ingat kalau aku punya sepupu beenama Zeline," tanya Gavin selanjutnya membuka obrolan bersama Zeline. Masih ada waktu sekitar satu setengah jam sebelum speedboat mencapai Resort. Jadi sebaiknya Gavin mengajak gadis di sampingnya ini mengobrol, agar ia tak lupa cara bersosialisasi pada sesama manusia, setelah dua hati terdampar di pulau asing.


"Entahlah! Aku juga ingatnya hanya saat Tante Vale mengenalkan kau dan kedua kakakmu pada Mami dan Papi."


"Dan itu sudah lama sekali saat aku masih SMP atau SMA atau entahlah! Aku lupa!" Jawab Zeline panjang lebar.


"Kalau kau SMA, berarti aku masih SD?" Tanya Gavin seolah sedang mengingatkan selisih umur antara dirinya dan Zeline.


"Ya!" Jawab Zeline ketus.


"Pantas saja tak ingat! Hahahaha!" Gavin masih bisa tertawa tanpa dosa sekarang. Zeline hanya menghela nafas dan mengarahkan pandangannya pada air di kiri dan kanan speedboat.


"Aku tahunya, sepupuku dari keluarga Halley itu hanya Keano dan Fairel," ujar Gavin lagi.


"Keano anak Aunty Anne dan Fairel anak sulung Uncle Liam? Mereka juga menyebalkan sama sepertimu! Pantas saja kalian saling kenal! Satu frekuensi!" Cibir Zeline pada Gavin.


"Fotomu tak ada juga di foto saat pertemuan terakhir," Gavin terlihat mengingat-ingat.


"Kau datang memangnya di pertemuan terakhir? Karena setahuku, pertemuan terakhir keluarga Halley dan Rainer diadakan beberapa hari lalu di Rainer's Resto-"


"Itu restoran milik Opaku yang sekarang dikelola oleh Om Ben," potong Gavin pamer


"Iya, aku tahu!" Zeline menyalak.


"Sekarang juga sudah ada cabangnya di pesisir dekat rumah ayah dan bunda. Tapi yang mengelola Abang Ezra dan Kak Joanna," imbuh Gavin lagi entah sedang memberitahu Zeline atau memang sedang pamer.


"Pertemuan terakhir keluarga Halley dan keluarga Rainer adalah beberapa hari lalu di Rainer's Resto saat aku pergi liburan! Jadi seharusnya kau juga tak datang-"


"Aku memang tak pernah ikut ke arisan keluarga itu sejak SMA!" Gavin lagi-lagi menyela kalimat Zeline.

__ADS_1


"Lalu bagaimana kau bisa tahu aku juga tak datang?" Tanya Zeline penuh selidik.


"Fotomu tidak ada!"


"Setiap pertemuan pasti selalu ada foto bersama, lalu Bunda akan mencetaknya dalam ukuran cukup besar, dan menunjukkan padaku tentang nama-nama sepupuku. Meskipun pada akhirnya aku juga tak menggubris dan lupa," Gavin terkekeh.


"Kau yang anak kembar Tante Thalita itu, kan?"


"Salah!" Zeline menyalak sekali lagi.


"Kau tidak punya kembaran. Tapi sepertinya, cucu di keluarga Halley ada yang kembar."


"Kalau dari keluarga Rainer yang kembar kan Sava dan Bastian. Kalau di keluarga Halley, bukan kau?" Gavin terlihat bingung.


"Yang kembar itu anaknya Aunty Thalia! Aunty Thalia dan Uncle Daniel!" Zeline mempertegas.


"Lalu kau anak siapa?" Gavin bertanya lagi dan terlihat semakin bingung.


"Aku anak Mami Thalita dan Papi Zayn! Apa masih kurang jelas?" Jelas Zeline berapi-api.


"Yang dulu selalu dijuluki anak sultan itu? Yang pas baru lahir langsung dapat hotel dari Opamu. Siapa namanya...." Gavin mengingat-ingat.


"Opa Hans!" Jawab Zeline cepat.


"Nah itu! Jadi kau yang bayi sultan itu, ya?" Tanya Gavin memastikan sekali lagi dan Zeline hanya memutar bola matanya dengan malas.


"Jangan lupa untuk memberiku banyak tip setelah ini, Sepupu!" Pesan Gavin lagi seraya menaik turunkan alisnya ke arah Zeline.


"Mana ada gratis! Meskipun kita saudara, kau tetap harus profesional dan memberiku tip!" Ujar Gavin bersikeras.


"Tip untuk apa? Kau saja sudah membuat kita tersesat di negeri antah berantah selama tiga hari!" Balas Zeline bersungut-sungut pada Gavin.


"Itu bukan salahku!"


"Lalu salah siapa?" Zeline sudah menghampiri Gavin dan hendak menoyor, menjambak atau mungkin menindih pemuda itu hingga gepeng sekalian.


"Kau mau apa? Jangan coba-coba mengajakku smack down di sini atau speedboat-nya akan terbalik!" Gavin memperingatkan Zeline yang langsung membuat gadis itu mendengus emosi.


"Awas, kau!" Zeline menuding pada Gavin, sebelum kemudian gadis itu kembali duduk di tempatnya tadi.


Pulau tempat resort dimana Zeline menginap sudah mulai terlihat dari kejauhan. Zeline memilih diam danntak berdebat lagi dengan Gavin.


"Kau nanti akan langsung pulang?" Tanya Gavin yang entah mengapa tak pernah bisa membiarkan Zeline diam.


"Aku sedang tak ingin bicara padamu!" Jawab Zeline ketus.


"Kau baru saja bicara enam kata padaku," kekeh Gavin setelah menghitung jumlah kata yang Zeline ucapkan.


"Kau nanti langsung pulang? Tak mau mampir ke rumah ayah bunda dulu? Kan mereka Om dan Tantemu juga," Gavin mengulangi pertanyaannya.

__ADS_1


"Tidak!"


"Pekerjaanku banyak!" Jawab Zeline seraya bersedekap dan tak sedikitpun menatap pada Gavin.


Speedboat semakin mendekat ke dermaga resort. Zeline dan Gavin sudah sama-sama diam, hingga speedboat merapat ke dermaga. Zeline bergegas melepaskan lifejacket-nya dan gadis itu turun mendahului Gavin.


"Papi!" Zeline langsung berlari menghampiri Papy Zayn serta Sakya yang sudah menunggunya di dermaga resort. Gadis itu langsung memeluk erat sang papi.


"Kau kemana saja? Papi khawatir,", ucap Papi Zayn yang juga masih memeluk erat Zeline.


Sementara Gavin sudah turun dari speedboat dan ikit menghampiri Zeline yang masih berpelukan dengan Papi Zayn serta Sakya yang langsung memindai Gavin dari ujung kaki hingga ujung kepala.


"Ini tour guide yang pergi bersama Nona Zeline, Pak!" Ujar tim penyelamat memberitahu Sakya dan Papi Zayn.


"Kau?" Sakya terlihat mengingat-ingat wajah Gavin.


"Kau Gavin Rainer Diba, kan?"


.


.


.


Ada yang bingung dengan keluarga Halley dan keluarga Rainer?


Yuk, cek bagan membingungkan ini!



Jadi Oma Airin ini sepupunya Opa Devan.


Trus Oma Belle sepupunya Opa Theo.


Oma Airin dan Opa Theo nikah setelah Bunda Valeria lahir. Karena Bunda Valeria memang bukan anak kandung Opa Theo. Cerita lengkapnya ada di "Bidadari Untuk Theo"


Nah trus Bunda Valeria ini nikah sama Yah Arga, si duda beranak satu. Jadi Valeria Adiba atau Vaia Adiba ini anak sambungnya Bunda Vale. Kalau Ezra Rainer Diba dan Gavin Rainer Diba ini anak kandungnya Bunda Vale dan Ayah Arga. Cerita lengkapnya ada di "My Angel Valeria"


Trus lanjut ke keluarga Halley, jadi Opa Devan ini awalnya nikah sama Oma Clarissa, trus lahir si kembar, Mami Thalita dan Aunty Thalia.


Oma Clarissa meninggal pas lahiran. Jadi Opa Devan nikah sama Oma Belle yang merupakan kakaknya Oma Clarissa. Trus mereka besarin si kembar dan punya anak lagi dua, Uncle Liam Halley dan Aunty Anne Halley. Cerita mereka ada di "Suami Bayaran Nona Bellinda"


Trus, Mami Thalita Halley ini nikah sama Papi Zayn Abraham. Lalu punya anak dua, Zeline Abraham dan Sakya Abraham.


Sementara Aunty Thalia, kembarannya Mami Thalita nikah sama Uncle Daniel. Mereka punya anak dua juga tapi kembar. Namanya Azzaryan dan Azzalea. Cerita lengkap tentang Mami Thalita dan Aunty Thalia ada di "Cinta Gadis Kembar Yang Tertukar"


Jadi hubungan sepupu Zeline dan Gavin ini termasuk jauh sekali sebenarnya.


Sekian penjelasannya.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2