
"Aaarrrgh! Pegal sekali!" Gavin merentangkan kedua tangannya ke atas kepala dan sedikit meregangkan otot-otot tubuhnya. Olahraga ranjang semalam bersama Zeline benar-benar luar biasa. Gavin sedikit kewaalahan dan akhirnya ia tidur duluan karena Zeline tak berhenti menungganginya.
Gila!
Zeline minum apa hingga staminanya bisa seperti kuda begitu?
Gavin menggaruk kepalanya yang tak gatal, memikirkan tentang stamina Zeline yang tak ada habisnya. Pria itu akhirnya berjalan ke arah kamar mandi yang berada di dalam kamar Zeline dan berniat untuk membersihkan diri dulu mumpung Zeline belum bangun. Namun Gavin baru membuka pintu kamar mandi, saat terdengar gumaman Zeline dari atas tempat tidur.
Ah, sial!
"Sayang!" Panggil Zeline yang Gavin yakini kalau tadi masih terlelap.
Lalu kenapa sekarang istri Gavin itu sudah bangun?
Zeline juga terlihat sedang meraba-raba kasur di sampingnya dan seperti mencari keberadaan Gavin.
"Sayang!" Panggil Zeline lagi dengan nada manja.
"Aku disini, Sayang!" Jawab Gavin yang masih berdiri di ambang pintu kamar mandi.
Zeline mengucek kedua matanya, lalu bangun dan duduk.
"Udah bangun?" Tanya Zeline tetap dengan nada manja.
"Udah! Kan hari ini kita akan berangkat ke rumah Bunda!" Jawab Gavin penuh semangat meskipun badan Gavin sedikit remuk setelah percintaan panasnya bersama Zeline semalaman.
"Oh, iya!" Zeline langsung menyibak selimut dan menampakkan tubuh nakednya pada Gavin.
"Sial!" Cicit Gavin seraya menelan salivanya dengan susah payah. Body bohay Zeline selalu bisa mengalihkan dunia Gavin!
Apa ini yang dinamakan bucin akut?
"Kita mandi bareng, yuk!" Zeline sudah berjalan menghampirinya Gavin, masih dengan tubuh polos yang tak tertutupi sehelai kainpun. Sepertinya rasa malu Zeline pada Gavin sudah menguap pergi.
Tak masalah sebenarnya! Asal kem*luan Zeline tak ikut menguap juga.
Bisa repot nanti kalau istri Gavin itu tak punya kemal*an!
"Mandi bareng!" Ucap Zeline lagi yang sudah berada di depan Gavin. Tangan Zeline langsung terulur untuk mengusap dada Gavin yang juga sama-sama naked seperti halnya Zeline.
Ya, ya, ya!
Ada dua manusia naked di dalam kamar Zeline, seolah ini adalah jaman purbakala dimana manusia belum mengenal baju.
Apa itu artinya Gavin dan Zeline adalah makhluk purbakala?
"Mandi saja, kan?" Tanya Gavin memastikan. Meskipun sebenarnya Gavin juga sudah tahu jawabannya.
__ADS_1
"Tentu saja!" Jawab Zeline yang sudah mendahului Gavin untuk masuk ke dalam kamar mandi. Zeline lalu menarik tangan Gavin dan memaksa suaminya itu untuk ikut masuk juga.
"Zel!" Ringis Gavin saat Zeline yang tadi bilang hanya mandi saja, ternyata berubah haluan dengan cepat. Zeline kini sudah berlutut di depan Gavin dan jangan tanya kemana perginya milik Gavin setelah tadi sempat dipijit-pijit oleh Zeline. Milik Gavin sudah tenggelam ke dalam mulut Zeline!
Yeah!
Gavin rasa, istrinya itu kini tengah karaoke!
"Aaarrrgh!" Gavin mendes*h penuh kenikmatan, saat Zeline mulai bergerak maju dan mundur sembari mengul*m milik Gavin.
"Arrrggghh! Kenapa enak begini?" Racau Gavin seraya merem melek keenakan.
"Terus, Sayang!" Gavin memberikan aba-aba pada Zeline yang sudah semakin mempercepat gerakannya.
"Kau mau aku keluarkan di dalam mulut?" Tawar Gavin di saat Zeline terlohat sedang konsentrasi melakukan karaoke dengan milik Gavin.
"Hah?" Zeline menghentikan gerakannya sejebak, lalu wanita itu mendongak dan menatap wajah Gavin. Wajah Zeline sendiri terlihat lucu dengan pipi yang menggembung dan mulut yang masih tersumpal oleh milik Gavin.
Ya ampun!
Seharusnya Gavin foto saja untuk dijadikan bahan ledekan.
"Aku keluarkqn di dalam mulutmu?" Tanya Gavin sekali lagi seraya menaik turunkan alisnyq ke arah Zeline.
"Tidak!" Jawab Zeline tegas yang sudah melepaskan milik Gavin, lalu tanpa aba-aba, Zeline ganti mendorong Gavin hingga punggungnya menabrak tembok kamar mandi.
"Sayang!" Pekik Gavin saat Zeline tiba-tiba sudah menghimpitnya, seraya mengangkat tinggi kali sebelah kanan dan menyandarkannya di tembok.
"Keluarkan saja di dalam agar tak mubazir!" Ucap Zeline seraya mengusap dada Gavin dengan sensual.
"Kau tidak capek memangnya?" Tanya Gavin yang segera mengarahkan miliknya ke dalam milik Zeline. Tak perlu drama lagi, karena milik Gavin sudah langsung masuk dengan lancar. Hanya terdengar satu lenguhan dari Zeline, saat Gavin menyentak masuk.
"Apa itu capek? Rasanya enak!" Jawab Zeline jujur. Zeline sudah ganti mengalungkan kedua lengannya di leher Gavin, lalu wanita itu juga meraup bibir Gavin yang sudah sangat dekat dengan wajahnya.
Tak ada percakapan lagi. Hanya ada suara lenguhan serta des*han dari Gavin dan Zeline hingga hampir satu jam lamanya.
Ya, ya, ya!
Setidaknya sekarang Gavin jadi punya alasan kenapa ia bisa mandi dengan lama.
"Lagi!" Zeline kembali mengalungkan lengannyq di leher Gavin setelah mereka berdua mencapai pelepasan.
"Sudah, oke! Aku harus menyetir nanti!" Ujar Gavin beralasan.
"Ck! Kita bisa bawa supir," jawab Zeline enteng.
"Nanti kita tidak bisa bermesraan di dalam mobil kalau ada supir," gumam Gavin yang tak kekurangan alasan.
__ADS_1
"Apa maksudnya bermesraan? Kita akan bercinta di dalam mobil?" Tanya Zeline antusias.
Astaga!
Giliran pembahasan tentang bercinta dan segala rupa gayanya, Zeline selalu saja semangat empat lima!
"Sebaiknya kita tak melakukannya agar tak kena tilang," jawab Gavin memberikan saran.
"Ck! Aku kan penasaran sensasinya!" Zeline sudah merengut seraya bersedekap. Sementara Gavin hanya terkekeh dan segera meraih gagang shower dan mulai menyiramkannya pada Zeline.
"Sudah jangan ngambek! Ayo, aku mandikan!" Bujuk Gavin seraya mentowel pipi Zeline yang perasaan semakin chubby saja.
Zeline masih merengut.
"Sayang!" Bujuk Gavin lagi namun Zeline tetap merengut.
"Sayangku yang bohay!" Gavin meletakkan kembali gagang shiwer dan sekarang ganti mendekap Zeline.
"Aku mau sekali lagi!" Ujar Zeline mengajukan syarat pada Gavin.
"Sekali lagi apanya?" Tanya Gavin yang mendadak jadi blank.
"Ck! Tidak usah pura-pura polos!" Zeline tiba-tiba sudah mendorong Gavin hingga pria itu jatuh terduduk di lantai kamar mandi.
Oh, ya ampun!
"Auuuw!" Gavin memekik saat Zeline yang tanpa aba-aba sudah menindih dan mendudukinya.
Gavin kena smack down!!
"Lihat! Milikmu sudah bangun dengan cepat!" Sorak Zeline kegirangan.
Ya iyalah bangun dengan cepat! Pemandangan yang ditunjukkan Zeline saja tak tanggung-tanggung! Belum lagi tindihan maut Zeline yang luar biasa!
Sementara Gavin hanya bisa mendes*h pasrah saat Zeline memaksa untuk memasukkan sendiri milik Gavin ke dalam milik Zeline.
Ya, ya, ya!
Semoga nanti Gavin masih bisa berjalan setelah keluar dari kamar mandi!
Dasar Zeline gila!!
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.