Telat Nikah (Zeline & Gavin)

Telat Nikah (Zeline & Gavin)
BINGUNG


__ADS_3

"Mau melihat-lihat ke pulau lain di sekitar pulau ini?" Tawar Gavin saat ia dan Zeline susah selesai berkeliling pulau. Kini dua orang itu sedang singgah di satu warung makan yang ada di tepi pantai untuk menikmati ikan bakar sebagai menu makan siang.


"Ada berapa pulau memangnya?" Tanya Zeline seraya meniup-niup ikan di tangannya, sebelum gadis itu mulai melahapnya.


Ouh, bumbu di ikan bakar ini benar-benar membuat Zeline merem melek saking enaknya dan Zeline ingin menghabiskan satu nampan ikan ini sendirian!


Zeline menggeser nampan berisi ikan sedikit mendekat ke arahnya, hingga membuat Gavin menatap heran ke arahnya.


"Kenapa melihatku begitu? Pesan lagi sana! Yang ini untukku semua!" Ketus Zeline sambil kembali menyuapkan nasi, ikan bakar, serta sambal ke dalam mulutnya.


"Aku minta kepalanya saja kalau begitu! Biasanya para gadis tak doyan kepala ikan," celetuk Gavin yang sudah dengan cepat memotong kepala ikan bakar di nampan Zeline, lalu memindahkannya ke dalam piring.


"Padahal tinggal pesan lagi!" Zeline memutar kedua bola matanya.


"Aku akan mati kelaparan jika harus menunggu ikannya dibakar dulu."


"Kita baru saja berjalan kaki mengelilingi pulau tadi dan aku belum sarapan," jelas Gavin seraya menyumpalkan nasi beserta potongan kepala ikan dalam suapan besar ke dalam mulutnya.


"Jadi, kau tadi belum menjawab pertanyaanku!" Ucap Zeline mengingatkan Gavin.


"Pertanyaan yang mana? Tentang jumlah pulau? Aku tidak hafal.karena banyak pulau-pulau kecil juga yang tak berpenghuni."


"Untuk pulau yang berpenghuni, di kepulauan ini totalnya ada lima pulau dan yang paling banyak penduduknya hanya pulau ini karena sudah dibangun resort." Gavin menunjuk ke resort tempat Zeline menginap.


"Untuk pulau lain belum ada resort berarti? Lalu wisatawan menginap dimana?" Tanya Zeline seraya menyeruput es kelapa mudanya.


"Ada penginapan di beberapa rumah warga. Tapi ya fasilitas seadanya dan tak ada bak berendam seperti di resort," terang Gavin panjang lebar.


"Apa yang menarik di sana?"


"Pantai."


"Ini juga pantai! Lalu apa bedanya?" Tanya Zeline lagi.


"Pantai disana lebih provasi karena tidak seramai disini." Gavin menjeda penjelasannya sejenak dan pria itu ikut menyeruput es tehnya.


"Biasanya aku mengantar pasangan yang sedang honeymoon ke pantai-pantai yang lebih sepi tersebut," ujar Gavin melanjutkan penjelasannya.


Zeline langsung memutar bola matanya saat Gavin menyebut tentang pasangan yang sedang honeymoon. Zeline saja sedang tak punya pasangan sekarang alias jomblo akut.


"Berarti itu pantai khusus honeymoon! Maaf, aku tak sedang honeymoon sekarang!" Ketus Zeline seraya menyumpalkan nasih dan ikan dalam suapan besar ke dalam mulutnya.


"Uuups! Pelan-pelan, Zel! Kau bisa tersedak!" Gavin memperingatkan Zeline dan sedikit ngeri dengan cara makan Zeline yang seperti orang kalap.

__ADS_1


Tapi biasanya para wanita kalau sedang emosi akan meluapkan emosi mereka dengan makan banyak. Itu berdasarkan artikel yang Gavin baca saja. Karena Kak Vaia dan Bunda Vale tak suka makan banyak saat marah. Mereka biasanya hanya akan diam.


Entahlah!


Kaum wanita selalu membingungkan!


"Aku tak mungkin tersedak!" sergah Zeline dengan mulut penuh makanan. Gadis itu masih terus menyumpalkan makanan ke mulutnya tanpa rasa malu sedikitpun pada Gavin.


Baru kali ini Gavin melihat seorang gadis yang berani blak-blakan tanpa jaga image sedikitpun seperti gadis gadis pada umumnya. Gavin jadi ingat pada satu pepatah konyol yang berbunyi,


'Pasangan yang hobi kentut di depan pasangannya, adalah ciri-ciri pasangan yang jujur dan tak suka berbohong.'


"Jadi, kau tak tertarik mengunjungi pulau lain di kepulauan ini, Zel?" Tanya Gavin sekali lagi pada Zeline.


"Aku tertarik! Tapi carikan pulau khusus untuk gadis jomblo dan jangan pulau khusus honeymoon!" Jawab Zeline setelah wanita itu meneguk es kelapanya. Bukan lagi memakai sedotan, tapi langsung meneguknya dari gelas seperti orang kehausan yang tak minum tiga hari.


"Oh, kau jomblo rupanya," Gavin terkekeh seolah itu adalah sebuah hal yang lucu.


"Kau sedang mengejekku? Mengejek status jombloku?" Zeline mendelik-delik pada Gavin yang langsung diam dan tak tertawa lagi.


"Mana ada? Aku hanya memastikan!" Sanggah Gavin yang sepertinya begitu pandai berkelit.


Dasar tour guide kurang ajar dan tak tahu diri! Nanti saat pergi ke pulau lain dan naik speedboat, mungkin Zeline akan mendorongnya ke laut agar dia tenggelam dimakan hiu! Meskipun sepertinya hal.itu mustahil karena Zeline yakin kalau tour guide menyebalkan ini pastilah pandai berenang.


"Dan aku mau kembali ke resort!" Ujar Zeline akhirnya seraya bangkit dari duduknya. Gadis ituenyambar topi dan kacamata hitamnya lalu meninggalkan Gavin yang masih asyik menikmati kepala ikan bakar di piringnya.


Namun tak berselang lama, Zeline kembali lagi menghampiri Gavin.


"Aku tidak tahu jalan ke arah resort! Jalannya mendadak hilang," ucap Zeline menahan malu yang tentu saja langsung membuat Gavin menahan tawa.


"Itu resort-mu!" Gavin masih menahan tawa saat jarinya menunjuk ke resort Zeline di kejauhan.


"Iya, aku tahu!"


"Tapi aku harus lewat mana?" Tanya Zeline bersungut-sungut. Dan tawa Gavin seraya langsung meledak.


"Ck! Baiklah, tidak jadi!" Zeline menghentakkan satu kakinya karena kesal. Gadis itu kembali berbalik dan meninggalkan Gavin.


"Yakin tak mau aku antar, Zeline?" Seru Gavin tanpa sedikitpun bangkit dari duduknya.


"Tidak!" Jawab Zeline balik berseru pada Gavin. Gadis itu sudah pergi meninggalkan Gavin yang tetap asyik menikmati ikan bakarnya sembari menikmati angin pantai sepoi-sepoi.


Selang lima belas menit, Gavin masih belum pergi dari warung tepi pantai, dan Zeline sudah kembali lagi melewati jalan depan warung untuk ketiga kalinya. Gavin tak paham kenapa gadis itu hanya berputar-putar di area warung seperti orang kurang kerjaan.

__ADS_1


"Ck!" Zeline akhirnya mendaratkan bokongnya di depan Gavin.


"Katanya mau kembali ke resort? Kenapa hanya berputar-putar disini sejak tadi?" Tanya Gavin heran.


"Aku juga tidak tahu!" Jawab Zeline emosi.


"Aku mengikuti jalan yang disana, tapi aku terus saja kembali kesini!"


"Kenapa jalan di pulau ini begitu membingungkan?" Komentar Zeline bersungut-sungut pada Zeline.


"Lagipula, tadi kita datang dari arah sana." Zeline menunjuk ke arah sebelah kanan dari tempat ia duduk.


"Lalu bagaimana ceritanya, resort bisa pindah ke sebelah sana?" Zeline ganti menunjuk ke arah sebelah kiri dimana resort terlihat dari kejauhan.


"Bukankah seharusnya resort ada di sebelah kanan kita? Atau apa ada jin yang memindahkan resort jadi di sebelah kiri?" Cerocos Zeline yang langsung membuat Gavin tertawa terbahak-bahak.


"Jin?" Gavin masih tak berhenti tergelak.


"Jin!"


Zeline yang melihat Gavin terus terbahak sontak merasa kesal dan wanita itu langsung bersedekap serta bibirnya mengerucut.


"Jin!"


"Mana ada jin kurang kerjaan yang memindahkan resort?" Gavin terus saja tertawa di sela-sela kalimatnya.


"Kau itu hanya bingung arah," lanjut Gavin lagi tetap tergelak.


"Iya aku paham! Tapi tak usah juga tertawa sampai segitunya!" Sungut Zeline kesal.


"Ayo aku antar ke resort!" Ajak Gavin yang akhirnya berhenti tertawa. Pemuda itu sudah bangkit dari duduknya.


"Kenapa juga tidak dari tadi?" Sungut Zeline sekali lagi sebelum kemudian gadis mengikuti langkah Gavin menuju ke arah resort.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2