Telat Nikah (Zeline & Gavin)

Telat Nikah (Zeline & Gavin)
SATU SAMA


__ADS_3

Zeline langsung menarik selimut dan memeluk gulingnya, saat Gavin masuk ke dalam kamar. Suami Zeline itu terlihat sumringah wajahnya. Pasti habis menang saat bermain catur bersama Papi Zayn.


"Zeline Sayang! Kau sudah tidur?" Tanya Gavin sembari mengunci pintu kamar. Gavin lalu langsung meloncat kd atas temlat tidur hingga membuat Zeline sedikit kaget.


Ya ampun!


"Sudah tidur?" Tanya Gavin sekali lagi kali ini sambil menyibak selimut Zeline.


"Apa, sih!" Zeline menyentak tangan Gavin dan kembali menarik selimutnya.


"Kenapa, sih?" Gavin kembali menyibak selimut Zeline.


"Ck! Aku ngantuk dan mau tidur!" Sergah Zeline menarik selimutnya sekali lagi.


"Besok jadi ke rumah Bunda?" Gavin menyibak selimut Zeline lagi.


"Enggak!" Jawab Zeline seraya verbalik dan memunggungi Gavin.


"Kenapa? Katanya kamu mau ke rumah Bunda?" Tanya Gavin yang sudah merengkuh pundak Zeline.


"Ck! Pekan depan saja!" Jawab Zeline yang wajahnya terlihat kesal.


"Kamu kenapa, Sayang? Tanya Gavin semakin bingung.


"Trus ini kok tidur pakai piyama lengkap juga!"


"Kenapa nggak godain aku juga?" Cecar Gavin yang sudah memaksa untuk membalik tubuh Zeline. Gavin lau naik ke atas Zeline dan menangkup wajah chubby istrinya tersebut.


"Aku sedang ada tamu bulanan!" Jawab Zeline sedikit ketus. Namun bukannya kaget, Gavin malah tertawa terbahak-bahak sekarang.


Apa yang lucu memang?


"Kenapa malah tertawa?" Tanya Zeline heran.


"Kau sedang menipuku, hah?" Gavin memainkan hidung mancung Zeline.


"Ck! Siapa yang nipu kamu? Orang aku beneran lagi datang bulan!" Sergah Zeline seraya menyentak tangan Gavin yang masih mentowel-towel pipinya.


"Mana? Aku mau lihat!" Tangan Gavin meraba-raba dan memeriksa pangkal paha Zeline, saat akhirnya pria itu menemukan sesuatu yang mengganjal.


"Ini apa?"


"Pembalut! Kenapa masih tanya?" Jawab Zeline ketus. Zeline mendorong Gavin agar turun dari atas tubuhnya, lalu istri Gavin itu kembali berbalik dan memunggungi Gavin.


"Biasanya berapa lama, Sayang?" Tanya Gavin yang sudah ganti mendekap Zeline dari belakang.


"Lima hari paling lama tujuh hari," jawab Zeline.


"Okelah! Aku tahan, kok!" Ujar Gavin merasa yakin.


"Kan masih bisa melukin kamu begini!" Sambung Gavin lagi seraya terkekeh dan mengeratkan dekapannya pada Zeline.


"Aku kapan hamil, ya, Sayang?" Gumam Zeline dengan nada sendu.

__ADS_1


"Bulan depan!" Jawab Gavin yakin.


"Yakin? Aku kok nggak yakin," gumam Zeline lagi merasa pesimis.


"Ck! Jangan begitu, Zel!" Gavin memaksa untuk membalik tubuh Zeline agar ganti menghadap ke arahnya.


"Kita itu harus optimis dan yakin!" Gavin mengecup singkat bibir Zeline.


"Ya!" Mengecup lagi.


"Harus optimis!" Mengecup sekali lagi.


"Kenapa kau mengecupku terus menerus?" Tanya Zeline seraya menangkup bibir Gavin memakai tangannya.


"Kenapa memang? Kau istriku, kan? Jadi aku bisa mengecupmu kapan saja."


"Mmmuah! Mmuah! Mmmmuah!" Gavin menciumi tangan Zeline yang masih menangkup bibirnya.


"Lebay!" Cibir Zeline yang sudah ganti menangkup wajah Gavin.


"Mmmuah!" Gavin kembali memonyongkan bibirnya ke arah Zeline.


"Tidur! Sudah malam!" Titah Zeline selanjutnya pada Gavin.


"Baiklah!" Gavin langsung bergeser dan mendekap tubuh Zeline.


"Kau tidur juga! Kita tak usah lembur malam ini," ucap Gavin seraya terkekeh.


"Ck! Mau lembur apa juga!" Zeline memukul dada Gavin.


"Gavin!" Zeline sontak merengut saat Gavin mulai memamerkan ketiaknya.


"Wangi, kok! Kan tadi aku udah mandi! Pakai parfum juga," Gavin mencium aroma ketiaknya sendiri, lalu ber-ekspresi lebay.


"Aku tak keberatan juga kalau kau mau kentut," sambung Gavin lagi.


"Sepertinya sudah lama kau tak kentut-"


Bruuut!


Zeline langsung kentut di depan Gavin tanpa permisi.


"Puas!" Zeline mengerling ke arah Gavin.


"Lumayan!" Jawab Gavin seraya manggut-manggut.


"Sekarang gantian, ya!" Ucap Gavin yang langsung secepat kilat menarik kepala Zeline dan menjepitnya kebawah ketiak.


Asem!


"Gavin!" Jerit Zeline yang langsung megap-megap.


"Wangi, kan? Wangi! Wangi!"

__ADS_1


"Hoek!" Zeline langsung berekspresi lebay dan memukul-mukul Gavin dengan membabi buta.


"Lepas!" Ronta Zeline sekuat tenaga..


"Tidak usah! Cepat tidur!" Perintah Gavin yang masih menjepit Zeline dan menjadikan istrinya itu sebagai guling.


"Aku nanti gepeng kalau kamu jepit begini!" Protes Zeline yang langsung membuat Gavin tergelak


"Baiklah aku lepas-"


Bugh!


Zeline langsung sekuat tenaga menerjang serta menindih suaminya tersebut.


"Aaaarrrgggh!! Aku gepeng, Zel!" Teriak Gavin yang langsung membuag Zeline tertawa puas.


"Skor satu sama sekarang!" Ucap Zeline yang masih menindih Gavin.


"Iya, iya! Aku menyerah!" Jawab Gavin pasrah.


"Cepatlah turun sebelum adikku bangun karena kau tindih begini!" Cicit Gavin selanjutnya yang langsung membuat kedua bola mata Zeline membulat.


"Hah?" Zeline secepat kilat turun dari atas Gavin, lalu meraba milik Gavin yang masih tertutup celana pendek selutut.


"Ah, iya! Enak, Zel!" Des*h Gavin yang langsung merem melek keenakan.


"Lebay! Belum juga di apa-apain!" Cibir Zeline yang langsung menyingkirkan tangannya dari milik Gavin. Namun Gavin menahan dan malah memasukkan tangan Zeline ke dalam celananya.


"Gavin, apa, sih!" Protes Zeline yang hendak kembali menarik tangannya, tapi ditahan oleh Gavin.


"Kau sudah membangunkamnya tadi! Jadi cepat selesaikan!" Perintah Gavin sok serius.


"Aku sedang ada tamu!" Zeline beralasan.


"Pakai tanganmu!" Gavin mengecup bibir Zeline.


"Atau pakai mulutmu juga tidak apa-apa! Aku tidak keberatan!" Sambung Gavin lagi seraya tersenyum nakal pada Zeline.


"Ck! Cari-cari kesempatan!" Gerutu Zeline seraya merem*s milik Gavin.


"Aaaahhhh! Pelan-pelan, Sayang! Jangan barbar, dong!" Ringis Gavin yang hanya membuat Zeline berdecak.


Zeline segera menyamankan posisinya di dalam dekapan Gavin, sebelum tangan wanita itu mulai bergerak sembari memijit-mijit milik Gavin.


Yeah! Dasar Gavin mesum!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2