
"Aku sedang datang bulan."
"Apa?" Seru Gavin yang langsung menganga dan berekspresi lumayan lebay.
Namun kemudian Zeline malah tertawa terbahak-bahak karena melihat ekspresi lebay Gavin.
"Kagetnya kamu kok lucu!" Kekeh Zeline seraya menangkup wajah gemas Gavin.
"Tunggu-tunggu! Kamu beberan datang bulan, Zel?" Tanya Gavin lagi memastikan. Tangan Gavin bahkan sudah meraba bokong Zeline seperti mencari-cari sesuatu.
Eh, wanita yang sedang datang bulan biasanya pakai pembalut, kan?
Tapi ada juga yang pakai tampon atau cup yang kekinian itu.
"Cari apa, sih?" Tanya Zeline yang masih berada di pangkuan Gavin.
"Kamu beneran datang bulan?" Tanya Gavin sekali lagi.
"Enggak! Aku bohong!" Gelak Zeline seraya menangkup gemas wajah Gavin.
"Sayang! Aku serius!" Gavin mulai bingung sekarang.
"Iya, aku juga serius!" Jawab Zeline yang masih saja tergelak.
"Coba lihat!" Gavin akhirnya menurunkan Zeline dari pangkuannya,lalu dengan cepat menyibak dress Zeline untuk memastikan.
"Mana? Bersih begini!" Gerutu Gavin seraya merengut.
"Kan aku udah bilang kalau aku bohong," ujar Zeline yang sudah melongkarkan kedua lengannya ke leher Gavin.
"Biar bukan kamu aja yang bisa usilin aku!"
"Aku juga bisa!" Cerocos Zeline yang langsung membuat Gavin berdecak. Sepertinya Zeline memang sudah tertular sifat usil Gavin selama ini.
"Tadi aku udah on padahal! Malah kamu kerjain!" Gerutu Gavin sedikit bersungut pada Zeline.
"Kan tinggal di-on-kan lagi kalau udah off!" Zeline menangkup milik Gavin yang masih terbalit celana dan sedikit merem*snya dengan nakal.
"Ck!" Gavin yang masih kesal refleks mendorong Zeline hingga istrinya itu jatih berbaring di atas sofa.
"Gavin!" Pekik Zeline saat Gavin tiba-tiba sudah menindihnya.
"Ssssttt! Jangan berisik!" Gavin meletakkan telunjuknya di bibir Zeline, lalu menatap wajah Zeline yang masih ia tindih.
"I love you!" Ucap Gavin sebelum pria otu menyatukan bibirnya dengan bibir Zeline.
"I love you too!" Balas Zeline di sela-sela pagutan bibirnya bersama Gavin. Tangan Zeline sudah merem*s dan menekan kepala Gavin demi memperdalam ciuman mereka. Sedangkan tangan Gavin aktif menyibak, lalu menyusup ke dalam dress Zeline untuk menyusuri setiap lekukan tubuh istrinya tersebut.
"Emmmhhh!" Zeline melenguh saat tangan Gavin akhirnya menangkup dua gundukan kenyal miliknya.
"Tuing! Tuing!" Gavin memainkan bongkahan kenyal di dada Zeline sembari bercerocos.
"Aku buka aja, ya!" Izin Gavin merujuk pada dress hotam lengan panjang yang masih dikenakan Zeline, namun bagian bawahnya sudah tersibak ke atas karena ulah Gavin.
__ADS_1
"Kau belum mengunci pintu," jawab Zeline seraya mengendikkan dagunya ke pintu.
"Sudah tadi! Dua kali malahan!"
"Masa lupa?" Kekeh Gavin yang tiba-tiba sudah menarik lepas dress Zeline melewati kepala. Padahal Zeline belum memberikan izin.
"Ouh ouh ouh!"
"Empuk!" Gumam Gavin yang sudah menyandarkan kepalanya di antara dua bongkahan kenyal Zeline.
"Ck! Jangan lama-lama mainnya! Kita ada meeting!" Ujar Zeline mengingatkan Gavin yang masih menyandarkan kepalanya di dada Zeline.
"Satu ronde saja berarti? Nanti malam lanjut di rumah, ya!" Usul Gavin yang hanya membuat Zeline mengangguk.
"Cepat!" Zeline meraba-raba ke pangkal paha Gavin.
"Cari apa, hayo!" Goda Gavin yang sydah memegang tangan Zeline, lalu membawanya masuk ke dalam celana.
"Kok celana kamu longgar begini, Sayang? Tangan aku sampai bisa masuk. Nanti misalnya kamu lagi meeting trus celana kamu melorot ke bawah bagaimana?"cecar Zeline mengomentari tentang celana Gavin.
"Iya tadi kan udah aku kendurin. Kalau nggak lagi on juga aku pakainya pas, kok!"
"Kalau melorot, punya aku terbang nanti kamu bingung!" Jawab Gavin yang malah terkekeh. Zeline sontak berdecak sembari tangannya merem*s milik Gavin di bawah sana.
"Ooouuuuhh! Enak, Sayang!" Lenguh Gavin sembari mengecup bibir Zeline.
"Buka!" Titah Zeline yang su7dah menekuk kedua lututnya dan membuka lebar kedua pangkal pahanya.
"Udah!" Gumam Gavin seraya menunjuk jarinya pada Zeline.
"Mau?" Tawar Gavin menaik turunkan alisnya.
"Jorok!" Tampik Zeline cepat yang langsung membuat Gavin terkekeh. Gavin menurunkan sedikit celananya, lalu dengan sekali sentakan, Gavin sudah berhasil memasuki Zeline.
"Emmhhh!" Zeline dan Gavin melenguh bersama saat milik mereka berdua akhirnya menyatu.
"Bergerak, tapi pelan-pelan!" Zelin memberikan aba-aba pada Gavin.
"Nanti lama, dong! Katanya tadi keburu meeting," ujar Gavin beralasan.
"Iya maksudku gerakannya yang normal saja! Jangan barbar!" Zeline mengoreksi dan Gavin langsung manggut-manggut.
"Memang biasanya yang bergerak barbar dan suka pakai smack down siapa? Kamu, kan?" Ujar Gavin lagi yang mendadak malah membuat Zeline geregetan.
"Ck! Bisakah kau itu diam dan mulai bergerak saja!" Geram Zeline pada sang suami.
"Diam tapi bergerak. Bisa kau jelaskan maksudnya?" Tanya Gavin lagi yang benar-benar membuat Zeline ingin menjambak rambutnya sendiri.
"Gaviiin!" Panggil Zeline yang sudah sangat geregetan.
"Aku bergerak! Lihat!" Jawab Gavin cengengesan yang memang mulai bergerak di atas Zeline.
"Keluar, masuk, keluar, masuk,keluar, masuk."
__ADS_1
"Aku bingung, kenapa orang kawin harus keluar masuk begini, ya? Kenapa nggak diam saja, begitu?" Cetus Gavin yang hanya membuat Zeline memutar bola matanya. Zeline sedang malas berkomentar sekarang.
"Keluar lagi, masuk lagi, keluar lagi, masuk lagi." Nafas Gavin mulai terdengar terengah.
"Enak nggak, Zel?" Tanya Gavin pada Zeline yang sudah ganti memejamkan matanya.
"Heem," jawab Zeline bergumam.
"Keluar, masuk."
"Aku pipis di dalam boleh?" Tanya Gavin tiba-tiba yang langsung membuat Zeline membuka lebar kedua matanya.
"Pipis mau keluar atau pipis beneran?" Tanya Zeline memicing curiga.
"Mmmmm, pipis beneran campur pipis benih ketampanan sepertinya," kekeh Gavin yang langsung berhadiah pukulan di dada dari Zeline.
"Aku pipis, ya!" Gavin mengerling usil pada Zeline.
"Ck! Kenapa cepat sekali? Tadi bilangnya lama kalau bergeraknya pelan-pelan," protes Zeline sembari merengut.
"Kan mau ada meeting," ujar Gavin mengingatkan.
"Nanti malam aku lamain, deh!" Janji Gavin selanjutnya pada Zeline.
"Iya!" Jawab Zeline akhirnya pasrah. Gavin segera mempercepat gerakannya, hingga akhirnya Zeline merasakan tubuh Gavin yang mengejang di atasnya bersamaan dengan semburan hangat di dalam milik Zeline.
"Ouuuuhhh! Leganya!" Des*h Gavin yang langsung meraup bibir Zeline dan melum*tnya untuk beberapa saat.
Gavin lalu mencabut keluar miliknya, dan mengangkat tinggi kaki Zeline.
"Kamu ngapain, Vin?" Tanya Zeline bingung.
"Biar benih ketampanan aku berenang jauh ke dalam dan kamu besok langsung hamil!" Jawab Gavin yang terang saja langsung membuat Zeline mengernyit heran.
Dapat teori darimana si Gavin?
"Baiklah, sudah cukup!"
"Ayo bangun dan bersih-bersih!" Ajak Gavin selanjutnya seraya menarik kedua tangan Zeline dan membantu istrinya itu untuk bangun.
"Jangan lupa menyiapkan berkas untuk meeting!" Pesan Zeline pada Gavin, sebelum wanita itu menghilang ke dalam toilet yang menyatu dengan ruangannya.
"Siap, Nona Direktur!" Jawab Gavin yang juga bergegas menyusul Zeline untuk masuk ke dalam toilet.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
__ADS_1