Telat Nikah (Zeline & Gavin)

Telat Nikah (Zeline & Gavin)
AKU KAPAN?


__ADS_3

"Hamil lagi?" Tanya Mami Thalita pada Gretha yang baru saja menunjukkan testpack dua garis.


"Iya, Mi! Pak Dokter lupa nggak pakai pengaman."


"Trus bagaimana? Crystal kan baru tiga bulan, Mi!" Gretha terlihat mencebik dan Mami Thalita langsung meraup menantunya itu ke dalam pelukan.


"Iya sudah, tidak apa-apa!"


"Sudah terlanjur mau diapakan. Nanti Mami carikan baby sitter untuk Crystal, ya!" Hibur Mami Thalita pada Gretha yang hanya mengangguk-angguk.


Zeline yang baru tiba di rumah dan tak sengaja mendengar laporan Gretha pada Mami Thalita, sontak hatinya mencelos. Zeline yang sudah usaha mati-matian agar segera hamil, empat bulan belakangan. Lalu kenapa malah Gretha yang hamil lagi?


Crystal masih kecil juga, kenapa harus Gretha yang hamil dan bukan Zeline saja?


Ck! Tidak adil!


"Sayang! Kok bengong disini?" Tegur Gavin yang memang masuk rumah belakangan, karena tadi pria itu masih meberima telepon dari klien


"Nggak apa-apa!" Jawab Zeline ketus seraya meninggalkan Gavin dan langsung menuju ke tangga, tak menyapa Gretha maupun Mami Thalita yang masih rangkul-rangkulan di ruang tengah.


"Kak Zeline! Udah pulang!" Sapa Gretha pada Zeline yang sudah dengan cepat berlalu dan menaiki tangga.


"Loh! Kak Zeline kenapa, Mi?" Tanya Gretha bingung karena Zeline yang sama sekali tak membalas sapaannya.


"Mami juga tidak tahu!" Jawab Mami Thalita ikut-ikutan bingung.


"Sebentar Mami cari ta-"


"Zel!" Panggilan Gavin menghentikan langkah Mami Thalita yang heblndak naik tangga menyusul Zeline.


"Eh, Mami! Zeline mana, Mi?" Tanya Gavin berbasa-basi pada sang mami mertua.


"Sudah naik ke atas tadi." Jawab Mami Thalita.


"Kalian bertengkar?" Tanya Mami Thalita selanjutnya pada Gavin.


"Enggak, Mi!" Gavin menggeleng dengan cepat.


"Lalu kenapa Zeline terlihat sedih?" Tanya Mami Thalita penuh selidik.


"Iya! Tadi Gretha sapa juga Kak Zeline nggak jawab," timpal Gretha yang sudah menghampiri Mami Thalita dan Gavin.


"Gavin juga nggak tahu, Mi! Tadi pas sampai kami masih bersenda gurau. Lalu Gavin cuma angkat telepon sebentar, dan Zeline masuk duluan. Dan pas Gavin menyusul masuk, Zeline sudah merengut dan terlihat kesal," cerita Gavin menjelaskan kronologi ngambeknya Zeline pada Mami Thalita.


"Apa jangan-jangan Kak Zeline sudah mendengar tentang kehamilan Gretha, Mi?" Tebak Gretha menerka-nerka.


"Kamu hamil lago, Gre?" Tanya Gavin kaget.


"Hehe, kebobolan, Bang!" Jawab Gretha seraya meringis. Disaat bersamaan terdengar suara tangisan Crystal dari dalam kamar.


"Crystal nangis, Mi!" Gretha hebdak berlari ke kamar, namun Mami Thalita sigap mencegah.


"Biar mami saja! Kamu janagn lari-lari!" Ujar Mami Thalita memperingatkan sang menantu. Gretha akhirnya mengikuti Mami Thalita ke kamar Crystal namun dengan berjalan dan tidak berlari.


"Tokcer sekali si Sakya!"


"Apa aku perlu berguru, ya?" Gumam Gavin seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Namun Gavin tak berpikir lama dan pria itu segera naik ke lantai atas untuk menghibur Zeline.


****


"Zel!" Panggil Gavin seraya membuka pintu kamar. Gavin segera memindai setiap sudut kamar untuk mencari Zelone, namun Zeline tak terlihat di manapun.

__ADS_1


"Zel!" Gavin ganti mencari ke balkon, namun Zeline tetap tidak ada.


Aneh!


Tas Zeline padahal ada di atas tempat tidur.


Tatapan mata Gavin lalu tertumbuk ke pintu kamar mandi yang berada di dalam kamar.


Oh, iya!


Gavin belum memeriksa kamar mandi.


"Zel! Kau di dalam?" Tanya Gavin seraya mendorong pintu kamar mandi yang tak terkunci. Zeline refleks menjerit karena kaget.


"Hah!"


"Kau di dalam?" Tanya Gavin sekali lagi yang sudah masuk ke dalam kamar mandi.


"Aku sedang BAB! Mendadak kebelet!" Jawab Zeline seraya merengut. Istri Gavin itu memang sedang duduk di atas kloset sekarang.


"Kebanyakan salad buah tadi mungkin," tebak Gavin menerka-nerka. Zeline tak menyahut dan masih merengut.


"Kenapa, sih, Yang?" Tanya Gavin yang sudah duduk di atas wastafel, di samping keran untuk cuci muka.


Dasar Gavin!


Kenapa juga malah mengajak Zeline mengobrol saat Zeline sedang BAB?


"Apanya yang kenapa?" Jawab Zeline yang hanya terdengar seperti gumaman saja.


"Iya kamu itu kenapa? Kenapa tiba-tiba ngambek dan tak menjawab sapaan Gretha serta Mami?" Cecar Gavin pada sang istri.


"Nggak apa-apa!" Jawab Zeline malas.


"Sok tahu!" Dengkus Zeline memutar bila mata.


"Apa ini soal Gretha yang hamil lagi?" Tebak Gavin langsumg pada intinya. Zeline langsung merengut lagi.


"Kenapa bukan aku aja yang hamil, sih?" Curhat Zeline seraya mendongakkan wajahnya seolah sedang menahan airmatanya agar tak jatuh. Padahal kedua mata Zeline jelas-jelas sudah berkaca-kaca.


"Aku itu capek dengar pertanyaan orang, udah hamil belum? Kapan hamil?" Ujar Zeline lagi yang akhirnya berlinang airmata.


"Yang nanyain kamu terus-terusan siapa memangnya? Coba bilang ke aku!" Tanya Gavin yang sudah ganti menghampiri Zeline yang masih duduk di atas kloset.


"Nggak tahu!" Zeline menutup wajahnya dengan telapak tangan.


"Perasaan udah nggak ada yang nanyain, Zel! Udah kamu stop negatif thinking! Dan cobalah untuk hidup bahagia!" Nasehat Gavin seraya menyingkirkan kedua telapak tangan Zeline, lalu menghapus airmata Zeline yang sudah menenuhi wajah istrinya tersebut.


"Aku bahagia, kok!" Jawab Zeline seraya mencebik.


"Bohong! Masa iya bahagia mewek begini!" Gavin menangkup gemas wajah Zeline.


"Senyum!" Gavin menarik kedua sudut bibir Zeline.


"Nggak bisa!" Zeline tetap mencebik.


"Bisa!" Ujar Gavin yang tetap memaksa Zeline untuk tersenyum.


Dan setelah mencoba berulang kali, Zeline akhirnya bisa tersenyum.


"Bau apa ini, Yang?" Tanya Gavin tidak yang langsung membuat Zeline yang tadinya sudah tersenyum kembali merengut.


"Kamu nggak lihat aku sedang apa?" Jawab Zeline seraya menunjuk ke bagian bawah tubuhnya.

__ADS_1


"Eh, iya!" Gavin langsung cepat-cepat bangkit berdiri dan menjaga jarak dari Zeline.


"Kok kamu nggak bilang kalau sedang BAB, sih?" Gumam Gavin lagi pura-pura ogeb.


Atau jangan-jangan memang ogeb beneran!


"Tadi kan aku udah bilang! Kamu aja yang tiba-tiba masuk dan dekat-dekat ke aku! Sekarang kenapa malah menyalahkan aku?" Omel Zeline bersungut-sungut pada Gavin.


"Iya, iya! Aku yang salah!" Ucap Gavin dengan nada lebay.


"Yaudah, keluar sana! Aku mau cebok trus mandi!" Usir Zeline selanjutnya pada Gavin.


"Aku mandiin!" Tawar Gavin cepat.


"Aku bisa mandi sendiri!" Tolak Zeline tak kalah cepat.


"Lebih bersih kalau aku mandiin, Yang!" Rayu Gavin pantang menyerah.


"Ya, ya, ya!" Ujar Gavin lagi memaksa.


"Enggak!"


"Udah keluar sana!" Usir Zeline sekali lagi pada Gavin.


"Oke! Tapi nanti aku masuk lagi!" Ujar Gavin yang segera keluar dari kamar mandi. Zeline yang syfah sekesai menunaikan panggilan alamnya, langsung bersih-bersih dan bergegas mengunci pintu.


"Loh, Zel! Kenapa dikunci?" Protrs Gavin seraya menggedor pintu kamar mandi.


"Zeline!"


"Berisik, Gavin! Aku mau berendam!" Sahut Zeline dari dalam kamar mandi.


"Aku ikut berendam, Zel!"


"Zeline!"


"Zeline sayangku, cintaku, aku padamu!" Gavin terus merayu Zeline hingga setengah jam lamanya dan Zeline selesai berendam.


Zeline yang sudah selesai berendam keluar dari kamar mandi dan terkejut mendapati Gavin yang bersandar di depan pintu seraya memejamkan mata.


"Kok malah tidur disini? Dasar aneh!" Gumam Zeline seraya menepuk-nepuk pipi Gavin. Namun tanpa Zeline duga, Gavin malah tiba-tiba sudah membuka mata dan tersenyum smirk pada Zeline.


"Aku belum tidur!" Gavin sudah merengkuh kedua pundak Zeline.


"Gavin!" Jerit Zeline karena kaget dengan gerakan tiba-tiba Gavin.


"Ayo berendam lagi!" Gavin secepat kilat mendorong tubuh Zeline kembali ke kamar mandi dan mengajak istrinya itu untuk kembali berendam.


"Gavin! Aku kedinginan nanti!" Jerit Zeline meronta.


"Nanti aku angetin! Aku kan ahlinya!" Jawab Gavin enteng yang terus mendorong Zeline hingga masuk ke dalam bathtube.


Ya ampun!


Kulit Zeline pasti akan langsung keriput nanti!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2