Telat Nikah (Zeline & Gavin)

Telat Nikah (Zeline & Gavin)
MARAH?


__ADS_3

Zeline membuka pintu kamar perawatan Gretha, lalu wanita itu masuk dan disusul oleh Gavin yang membawa bingkisan lumayan besar untuk bayi Gretha.


"Siang!" Sapa Zeline pada semua yang ada di dalam ruangan.


Selain Mami Thalita dan Sakya, ada juga Mommy-nya Gretha yang baik dan kalem. Tak seperti Gretha yang pecicilan dan tingkahnya bikin geregetan!


Mencurigakan sekali!


Apa jangan-jangan Gretha bukan anak Aunty Melody?


"Siang, Pengantin baru!" Jawab Gretha yang sudah enerjik penuh semangat.


Luar biasa sekali!


Tak seperti ibu-ibu yang habis melahirkan!


"Masuk, Zel!" Titah Mami Thalita yang langsung menyambut Zeline dan Gavin.


"Taruh dimana ini, Sak. Tapi bukan Sak semen?" Tanya Gavin yang sontak membuat semua terkekeh.


"Ck! Di pojokan sana, Bang!" Jawab Sakya yang terlihat kesal larena dipanggil sak semen oleh Gavin.


Jangan salahkan Gavin!


Yang mengajari kan Zeline dan Papi Zayn!


"Tidak usah merengut begitu! Kan aku tadi sudah bilang bukan sak semen, tapi Sakya si Daddy baru!" Hibur Gavin setelah ledekannya pada Sakya.


"Iya, iya!" Jawab Sakya seraya memutar bola mata.


"Kak Zeline bagaimana? Sudah hamil juga?" Tanya Gretha tiba-tiba yang langsung membuat senyuman Zeline seketika pudar.


Zeline tak menjawab sepatah katapun, dan wanita itu memilih untuk mengambil bayi Gretha dari dalm box bayi, lalu membawanya duduk di sofa.


"Masih negatif!" Gavin yang akhirnya angkat suara dan menjawab pertanyaan Gretha tadi.


"Sudah di-test?" Tanya Mami Thalita.


"Sudah, Mi!" Jawab Gavin cepat.


"Dan masih satu garis," lanjut Gavin lagi seraya meringis. Gavin juga melempar pandangannya sejenak pada Zeline yang masoh diam di pojok sofa.


"Padahal setiap malam selalu heboh, tapi belum jadi ternyata," celetuk Sakya yang langsung berhadiah cubitan dari Mami Thalita.


"Auuw! Sakit, Mi!" Keluh Sakya seraya meringis.


"Apanya yang heboh, Pak Dokter?" Tanya Gretha dengan raut polosnya yang membuat geregetan.


"Bukan apa-apa!" Jawab Mami Thalita cepat mendahului Sakya yang hebdak menjawab.


"Eh, memang kedengeran sampai luar, ya? Aku kira kamar Zeline kedap suara," Gavin berbisik-bisik pada Sakya.


"Iya kedap suara, tapi gedebag gedebugnya kedengeran," jawab Sakya ikut-ikutan berbisik pada Gavin.


"Lalu kenapa kau tidak memberitahuku?" Decak Gavin tetap berbisik.


Bukannya menjawab, Sakya malah terkekeh tanpa dosa.


"Lumayan buat hiburan setiap malam, Bang!" Bisik Sakya usil.


"Ck!!" Gavin refleks menyukit perut Sakya yang masih terkekeh.


"Pak Dokter bisik-bisik apa sama Abang Gavin?" Tanya Gretha merasa kepo.

__ADS_1


"Panggilnya Mas Sakya, Gre! Jangan Pak Dokter terus!" Nasehat Aunty Melody yang sepertinya juga geregetan pada Gretha yang sampai detik ini masih hobi memanggil Pak Dokter pada Sakya.


"Kan panggilan kesayangan, Mom!" Jawab Gretha seraya meringis.


"Ck! Tapi sekarang kan kau sudah jadi Mom dan Sakya sudah jadi Dad! Masa iya amsoh mau memanggil Pak Dokter terus!" Decak Aunty Melody yang sontak membiat Gavin dan Mami Thalita terkekeh.


"Tidak apa-apa, Mom! Nanti juga lama-lama berhenti sendiri panggil Pak Dokter-nya!" Ujar Sakya membela sang istri yang kini merengut.


Sedangkan Gavin sudah menghampiri Zeline yang masih memangku sembari menimang-nimang bayi perempuan Gretha.


"Siapa namanya?" Tanya Gavin yang sydah mencolek-colek pipi bayi mungil tersebut.


"Mana aku tahu! Tanya saja pada Sakya!" Jawab Zeline ketus.


"Namanya Crystal," ujar Mami Thalita yang rupanya juga mendengar pertanyaan Gavin barusan.


"Crystal! Nama yang bagus!" Puji Gavin yang kembali mengusap-usap pipi Baby Crystal.


"Sudah jangan diusap-usap begitu! Kau tadi belum cuci tangan!" Zeline menyentak tangan Gavin dengan sedikit kasar. Sepertinya Zeline masih badmood akobat pertanyaan sudah hamil atau belum tadi.


"Aku sudah pakai hand sanitizer sebelum masuk tadi," kilah Gavin yang tetap mengusap-usap pipi Baby Crystal.


"Nanti malam kita lembur bikin, ya!" Bisik Gavin selanjutnya seolah sedang membujuk Zeline yang langsung merengut. Zeline tak menjawab sepatah katapun.


"Kenapa merengut?" Gavin ganti mentowel pipi chubby Zeline.


"Tidak apa-apa!" Jawab Zeline ketus.


"Biasanya kalau wanita bilang tidak apa-apa itu sebenarnya ada apa-apa," ujar Gavin seraya tertawa kecil.


"Jadi, ada apa?" Tanya Gavin sekali lagi pada Zeline.


"Ck!" Zeline hanya berdecak dan sepertinya sedang malas bicara pada Gavin.


"Crystal sudah tidur itu, Zel! Mau kamu timang-timang sampai kapan lagi?" Tanya Mami Thalita seraya mengambil Crystal dari pangkuan Zeline.


"Kan sedang belajar, Mi! Biar nanti kalau sudah punya sendiri tidak kaget," jawab Gavin yang tetap bisa tersenyum dan seolah tak menanggung beban apapun.


"Semoga disegerakan, ya! Mami dan yang lain hanya bisa bantu doa!" Ujar Mami Thalita yang langsung diaminkan oleh semua yang berada di dalam kamar perawatan Gretha.


"Kalau agak lama begitu, biasanya nanti malah langsung kejar tayang, lho!" Celetuk Aunty Melody yang sepertinya juga tengah menghibur Zeline.


"Kejar tayang bagaimana maksudnya, Aunty?" Tanya Gavin bingung.


"Baru lahiran sudah langsung hamil lagi, Bang!" Jelas Sakya yang rupanya sudah paham. Jam terbang tinggi sepertinya adik Zeline itu!


Gavin langsung ber-oh-ria.


"Atau langsung dapat kembar juga kadang!" Timpal Mami Thalita.


"Seperti Aunty Thalia dulu, yang juga baru hamil selang dua tahun pernikahan. Dan begitu hamil langsung dikasoh kembar, Lea dan Ryan!" Cerita Mami Thalita selanjutnya.


"Tapi kan Zeline anaknya Mami! Bukan anak Aunty Thalia! Mami saja langsung hamil setelah menikah. Kenapa Zeline tidak?" Sungut Zeline yang tetap saja merengut. Gavin refleks mendekap istrinya tersebut dan berusaha untuk menghibur Zeline.


"Kak Zeline tahu darimana kalai Mami langsung hamil Kak Zel setelah menikah?" Tanya Sakya tiba-tiba yang mendadak jadi ogeb.


"Ya kan tinggal dihitung selisoh bulan pernikahan Mami-Papi dan bulan lahir aku, Sak! Gitu aja nggak ngeh!" Jawab Zeline ketus.


"Tapi, bulan pernikahan Mom dan Dad sama bulan lahir aku kok cuma selisih lima bulan, ya? Mom dulu hamil aku lima bulan saja?" Celetuk Gretha yang tiba-tiba melontarkan pertanyaan pada Aunty Melody yang langsung membuat suasana sejenak hening.


Kriik kriik!


Kriik! Kriik!

__ADS_1


Tok tok tok!


Akhirnya ada suara ketukan di pintu yang langsung membuat semua menoleh ke arah pintu.


"Masuk!" Ucap Mami Thalita dan Aunty Melody serempak.


Pintu dibuka dari luar, dan ternyata yang datang adalah perawat yang hendak mengecek kondisi Gretha. Pada akhirnya pertanyaan Gretha tadi hanya terbang tertiup angin tanpa ada yang menjawab. Toh semua juga sudah tahu jawabannya, jadi tak perlu juga diumbar-umbar.


"Mau pulang?" Tanya Gavin yang masih mendekap Zeline yang sejak tadiasih merengut.


"Memang tak ada meeting atau hal penting di kantor?" Tanya Zeline setengah berbisik.


"Nanti biar aku yang mengurus. Kalau kau mau pulang dan istirahat, aku antar," jawab Gavin santai.


"Ck! Jadi, kamu nyuruh aku di rumah sendiri, begitu?" Zeline kembali merengut pada Gavin.


"Oh, tidak mau, ya!"


"Iya mending aku di kantor yang jelas-jelas ada kamu!" jawab Zeline tetap merengut.


"Tadi aku pikir kau marah padaku," bisik Gavin seraya terkekeh.


"Kapan aku marah padamu? Kenapa menuduh sembarangan begitu?" Omel Zeline seraya memukul dada Gavin.


"Habisnya dari tadi kamu merengut terus dan nggak senyum seperti ini!" Gavin menarik kedua sudut bibir Zeline lalu tersenyum sendiri.


"Jadi aku pikir kamu marah," lanjut Gavin lagi.


"Sok tahu!" Zeline kembali memukul dada Gavin.


"Itu Kak Zeline dan Abang Gavin bisik-bisik apa, ya? Dari tadi mojok terus di sudut sofa," celetuk Gretha tiba-tiba yang langsung membuat Gavin dan Zeline kompak menoleh pada ibu muda tersebut.


"Namanya pengantin baru, Gre! Maunya ya mojok-mojok begini!" Jawab Gavin asal yang langsung berhadiah cubitan di perut dari Zeline.


"Auuuw! Sakit, Sayang!" Gavin membalas cubitan Zeline tadi dengan kecupan mesra di pipi yang langsung membuat semuanya berdehem.


"Duh, yang dunia hanya milik berdua!" Celetuk Sakya ikut-ikutan berkomentar.


"Sini, aku kecup manjah juga, Pak Dokter!" Gretha sudah merentangkan tangannya dengan genit ke arah Sakya.


"Ck! Kita pelukin Crystal saja, yuk, Mel!" Ajak Mami Thalita yang sontak membuat semuanya tergelak. Papi Zayn dan Uncle Matthew memang belum datang karena masih ada urusan di kantor masing-masing.


"Ayuk!" Jawab Aunty Melody santai.


"Gretha telponin Dad, ya!"


"Sakya telponin Papi, ya!" Ucap Gretha dan Sakya yang kompak menawari Mami Thalita serta Aunty Melody.


"Tidak usah!" Jawab Mami Thalita dan Aunty Melody serempak.


"Orang baru kerja,mau kamu ganggu juga!" Ujar Mami Thalita lagi sedikit mengomeli Sakya. Perdebatan duantara Mami dan anak laki-lakinya itu kembali berlanjut, dan Zeline serta Gavin memilih untuk mengabaikan saja.


"Akhir pekan nanti, ke rumah Bunda, ya!" Ajak Zeline pada Gavin yang langsung mengangguk.


"Siap!"


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2