Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Makan malam dirumah utama


__ADS_3

Tiga hari kemudian. Brandon memperhatikan Zelle yang sedang membaca dokumen-dokumen yang seharusnya menjadi pekerjaannya. Brandon menyukainya saat melihat Zelle yang tengah berkonsentrasi pada pekerjaannya dengan kepala tertunduk, memperlihatkan lehernya yang ramping dan putih.


Sejak dia berpura-pura sakit, Zelle lah yang melakukan semua yang dia inginkan, tetapi sudah tiga hari mereka tidak bercinta. Brandon tidak bisa menekan keinginannya lagi.


Bahkan tatapan sekilasnya ke leher Zelle akan membuatnya bergairah.


"Sayang!" Brandon berbisik.


🍒🍒🍒


Brandon memanggil Zelle. Dia menjawab tetapi tidak memandangnya.


Melihat Zelle terlalu sibuk hingga tidak memperhatikannya, Brandon pun menghampiri Zelle dan mengusapkan kepalanya dibahu Zelle.


"Sayang, ini sudah lama sekali." Brandon bertingkah lucu. Dia tidak pernah tahu kalau dia bisa bertingkah seperti itu.


"Ya," jawab Zelle santai. Dia sedang membaca dokumen itu dan berpikir tentang bagaimana cara menghadapinya. Dia tidak benar-benar mendengarkan perkataan Brandon.


Zelle sibuk sejak dia memintanya membantu pekerjaannya, jadi dia memutuskan untuk tidak mengganggu Zelle sebelum dia menyelesaikan pekerjaannya.


Tepat ketika Brandon hampir terbunuh oleh kebosanan, teleponnya pun berdering. Tertera nama kakeknya disana, dia buru-buru duduk tegak dan mengangkat telepon.


"Hai, Kakek, apa ada yang bisa aku lakukan untuk kakek?" Brandon sangat menghormati Deon.


........


"Oh, oke. Aku akan bertanya pada Zelle. Tunggu sebentar. Tunggu sebentar ya kek." Brandon menutup telepon.


Dia bertanya pada Zelle, "Sayang, Kakek meminta kita kerumah utama untuk makan malam."


"Oh. Aku tidak akan pergi," Zelle menolak. Dia tidak ingin pergi ke mansion itu.

__ADS_1


"Oke, aku akan memberitahu kakek." Brandon sengaja berkata pelan.


Zelle berbalik untuk melihat Brandon dan teleponnya. Deon sangat baik padanya saat dia mengunjunginya dulu. Memikirkan hal itu, Zelle tidak mau untuk mengecewakan Deon.


"Tidak, jangan beritahu dia. Aku akan ikut denganmu." Zelle memutuskan untuk pulang ke mansion itu malam ini. Dia memang tidak mau sebelumnya karena pernikahan antara Brandon dan dia secara kontraktual dan hanya berlangsung selama dua tahun.


Tapi sudah berbeda sekarang. Karena mereka sudah memutuskan untuk bersama seumur hidup, Zelle harus bertemu dengan keluarga Brandon.


Brandon mencibir. Dia tahu kalau Zelle adalah wanita yang baik dan dia pasti menyetujuinya. Brandon tidak jadi menutup telepon lalu dia berkata kepada Deon, "Baiklah kek, kami akan pulang kesana untuk makan malam."


Setelah menutup telepon, suasana hati Brandon sangat baik. Zelle sangat baik dan juga perhatian. Brandon tidak perlu mengkhawatirkannya. Betapa beruntungnya dia sekarang!


****


"Zelle, ini sudah cukup." Zelle telah membeli begitu banyak buah tangan untuk Deon. Brandon kualahan membawanya. Dan Zelle juga memegang beberapa kantong di tangannya. Ini adalah pertama kalinya Zelle pergi ke rumah keluarga Dharmendra. Zelle sangat gugup sehingga dia membeli banyak barang.


"Oke, ayo pergi sekarang." Zelle memeriksa semua yang dia beli. Ada hadiah untuk semua orang disana. Ketika Brandon bercerita tentang keluarganya, Zelle tidak menyadari bahwa Brandon memiliki keluarga yang begitu besar. Sekarang dengan semua hadiah yang harus dia persiapkan, dia benar-benar mengerti akan maksudnya.


"Zelle, ini dia." Deon sudah lama menunggu di pintu dengan tongkatnya. Ketika Brandon memberi tahu dia bahwa mereka akan segera datang, dia sangat bersemangat. Ketika sudah waktunya Zelle dan Brandon pulang kerja, Deon bersikeras menunggu mereka di depan pintu.


"Kakek, maaf membuatmu menunggu. Ayo masuk." Brandon meminta para pelayan untuk mengambil semua barang dimobil. Zelle dan dia membantu Deon masuk ke dalam rumah.


Deon mengeluh karena Brandon yang pulang larut malam dan membuat Zelle lapar.


Ketika mereka memasuki rumah, mereka dari keluarga Dharmendra sudah duduk di meja makan yang begitu besar, mata mereka tertuju pada Zelle. Zelle tidak mengenal siapa pun disana kecuali Afina dan Audy.


"Ayo. Silakan duduk!" Afina membantu Deon duduk dan meminta Brandon dan Zelle duduk.


Hari ini adalah pertama kalinya bagi Zelle datang ke rumah keluarga Dharmendra. Deon mengumpulkan semua anggota keluarga kecuali ayah dari Brandon, Branz Dharmendra. Dia berada di luar negeri merawat nenek Brandon, yang sedang memulihkan diri di sana.


Zelle duduk. Dia merasakan tatapan yang berbeda dari setiap anggota keluarga. Ada yang menginspeksi, ada yang menghina, dan ada yang mengeluarkan tatapan permusuhan.

__ADS_1


Tapi mereka kembali normal ketika Zelle mendongak untuk menyapa mereka semua.


"Hari ini adalah pertama kalinya Zelle datang ke rumah kita. Mereka juga akan pindah untuk tinggal bersama kita. Aku ingin melihat keluarga kita hidup bersama dengan bahagia. Karena kita adalah sebuah keluarga, aku harap kita bisa saling membantu. Zelle ini adalah gadis yang baik. Kalian harus menjaganya." Deon memberi perintah kepada anggota keluarga di meja makan.


"Kami akan melakukannya, Kakek. Kakek selalu mengajari kami untuk bersikap baik dan menjaga satu sama lain." Seorang wanita muda buru-buru menjawab. Setelah selesai berbicara, dia sengaja melirik Zelle. Tidak banyak kebaikan seperti yang dia katakan dimatanya. Sebaliknya, hanya ada aura permusuhan.


Zelle menatap wanita muda itu. Dia memiliki rambut keriting dan memakai make-up. Wajahnya yang sudah cantik terlihat lebih halus dengan riasan itu.


Melihat kalau Zelle sedang menatapnya, Aria segera tersenyum.


"Zelle, kita keluarga sekarang. Aku Aria Barh. Suamiku adalah saudara kedua dari Brandon." Aria sangat ramah, tetapi Zelle merasa tidak nyaman.


"Hai, Aria." Zelle menyapa. Dia tidak bahagia. Dia pernah mendengar tentang Aria yang merupakan sepupu dari Elea. Elea bilang bahwa Aria pernah berada diluar negeri dan menikah dengan pria yang sangat kaya.


Elea selalu bangga akan hal itu dan sering memamerkannya. Zelle terkejut mengetahui suami kaya Aria ternyata adalah saudara laki-laki dari Brandon.


"Ini pertama kalinya kita bertemu. Aku sudah menyiapkan hadiah kecil untukmu. Aku harap kamu menyukainya." Aria menyerahkan hadiah yang telah dia siapkan kepada Zelle.


"Terima kasih, Aria. Ini hadiah untukmu. Kuharap kamu juga menyukainya." Zelle mengambilnya dari Brandon dan menyerahkannya kepada Aria.


Semua orang bertukar hadiah dengan Zelle. Mereka tampak serasi dan dengan demikian Deon terlihat sangat bahagia. Dia menatap mereka dan tidak pernah berhenti untuk tersenyum.


Deon adalah pria keluarga dan mencintai tradisi keluarga. Dia suka berkumpul bersama keluarganya, anak-anak dan cucu-cucunya ada di sekelilingnya, yang baginya merupakan kebahagiaan dari sebuah keluarga.


"Baiklah, kamu sangat perhatian. Aku tidak punya apa-apa untukmu. Aku hanya memberi kalian masing-masing uang keberuntungan. Semoga kalian semua bahagia dalam hidup." Deon bertepuk tangan dan kepala pelayan masuk membawa nampan. Amplop merah di atasnya tampak sangat berat.


"Kamu pasti lapar. Zelle, ini sudah larut malam dan menurutku kamu lapar setelah seharian bekerja. Ayo mulai makan malam kita. Nikmatilah makanannya." Deon takut Zelle lapar, tapi etiket itu perlu.


Ketika para pelayan mendengar Deon mengumumkan makan malam, mereka masuk dan segera meja besar itu penuh dengan hidangan lezat.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2