
"Ya ampun, apa yang terjadi? Mengapa kamu bisa terluka? Ada apa dengan bosmu? Bagaimana dia bisa membiarkan ini terjadi?" Begitu Afina masuk, dia memegang tangan Zelle dan memeriksa nya. Beruntung, Zelle tidak mengalami luka serius.
"Mom, apa yang Mommy bicarakan?" Audy mengingatkan Afina. Baru pada saat itulah, Afina ingat bahwa bos Zelle adalah putranya.
Pasti ini semua ulah Prilly. Kehadiran nya selalu membuat masalah.
πΊπΊπΊ
"Zelle, kamu jangan khawatir. Jaga dirimu dan istirahatlah dengan baik. Jangan kembali bekerja sampai kamu benar sembuh!" Afina duduk di samping Zelle. Dia menatap Zelle dan ingin menangis. Setiap wanita akan ketakutan dan tidak berdaya ketika mereka berada dalam situasi yang mengerikan itu.
Zelle mengangguk. Setelah mengatakan itu, Afina memperhatikan kalau tidak ada apa pun di leher Zelle. Zelle tidak memakai kalung yang diberikan Afina padanya.
"Sayang, kenapa kamu tidak memakai kalung yang kuberikan padamu? Itu bisa melindungi mu. Kamu harus memakainya setiap saat. Apa kamu mendengarku?" Ucapan Afina ada benarnya.
Dari dunia bawah hingga pemerintah, Semua orang di Kota B tidak akan menyentuh orang yang memiliki Kalung itu. Mereka tahu kalau kalung itu milik keluarga Dharmendra, dan mereka tahu akibat jika mengganggu keluarga Dharmendra.
"Mommy benar, Zelle. Aku akan pergi ke rumahmu besok dan membawakanmu Kalung itu. Ini baju hangat untuk mu." tambah Audy. Tapi saat ini, mereka tidak tahu kalung itu hampir membuat Zelle terbunuh.
"Kamu Vela, kan? Kamu terlihat seperti gadis yang baik. Dan cantik." Setelah berbicara dengan Zelle, Afina berbalik dan melihat Vela. Audy telah menceritakan tentang Vela pada Afina. Audy bilang kalau Vela adalah gadis yang ramah. Afina sangat menyukai perempuan, tetapi dia hanya memiliki satu putra. Untungnya, anak terakhirnya adalah perempuan.
"Hai, Anda pasti Mommy nya Audy." Vela merasa sedikit malu atas pujian Afina
"Ya. Dan kamu juga boleh menganggap ku sebagai ibumu. Aku sangat menginginkan tiga putri manis sepertimu." Afina sangat senang. Dia akan mempunyai tiga putri yang lucu.
"Oh, itu sangat bagus." Vela juga menyukai wanita cantik dan berwibawa ini saat pertama kali melihatnya.
Mereka mengobrol dengan sangat menyenangkan, sementara Zelle hanya mendengarkan dan tersenyum.
Brandon kembali datang ketika mereka sedang mengobrol.
Dia memandang wanita-wanita itu dengan kening berkerut. Mommy dan adik perempuan nya sangat suka ikut bersenang-senang, terutama Mommy nya. Afina sangat menyukai perempuan sehingga dia ingin semua perempuan menjadi putrinya. Brandon merasa kalau dia seperti anak angkat.
"Huh, lihat siapa yang ada di sini dengan wajah gelap." Afina cemberut saat melihat Brandon. Dia tahu kalau Brandon pasti habis menemui Prilly. Si ****** itu.
__ADS_1
Afina marah karena Brandon lebih memilih pergi menemui Prilly, dibandingkan menjaga Zelle.
"Terima kasih sudah datang menjenguk Zelle. Anda pasti ibu nya Audy. Saya presedir dari Gweneth Group," kata Brandon serius.
Dan Afina pun juga menjadi serius.
"Oh, kamu adalah presedir dari Gweneth Grup? Tidak heran kamu terlihat begitu akrab. Ada apa dengan mu? Karyawan mu terluka, tetapi kamu tidak tinggal di sini bersamanya? Apa yang kamu lakukan di luar sana?"
Afina hanya ingin melampiaskan amarahnya. Dia benci melihat Brandon bersama Prilly
Brandon hanya bisa menunduk dan membiarkan Afina memarahinya. Dia tahu kalau keluarganya tidak menyukai Prilly. Dia mengira mereka berprasangka buruk terhadap Prilly, jadi dia bersikeras untuk tetap bersamanya.
Tapi sekarang setelah Brandon menikah dengan Zelle, dia tidak terlalu mencintai Prilly lagi.
"Apa kamu tahu apa yang kamu lakukan itu salah? Jangan berpikir kalau kamu dapat melakukan apa saja hanya karena kamu adalah seorang CEO. Perduli pada karyawan mu dan berhenti lah berpikiran konyol" Afina memberinya omelan yang baik
Melihat hal tersebut, Zelle dan Vela menjadi sangat gugup. Mereka takut Brandon akan membalas mereka setelah Afina pergi.
Afina meminum air itu dan menyeka mulutnya.
"Baiklah, kita harus pergi sekarang. Tuan Brandon, ingat, kami mengawasi mu. Jaga baik-baik karyawan mu." Afina akan meninggalkan ruangan itu agar Brandon dan Zelle bisa memiliki waktu berdua.
"Vela, ayo pergi. Biarkan Tuan Brandon menjaga Zelle. Ada toko ice cream yang lezat di seberang sana. Aku akan menaktir mu." Afina menarik Audy dan Vela seperti anak kecil
Zelle ingin menghentikan mereka. Dia tidak ingin Brandon merawatnya. Itu terlalu memalukan.
Tapi ketiga wanita itu lebih memilih ice cream dibandingkan bersama nya.
"Dengar, aku tidak ingin tinggal. Bibimu yang menahanku di sini. Aku tidak akan pergi sekarang. Tadi, aku sedang mencari dokter menyuruh nya untuk datang ke tempat seseorang." Brandon menjelaskan kepada Zelle
Dia tidak tahu mengapa dia menjelaskannya kepada Zelle. Zelle juga merasa itu tidak perlu. Dia adalah karyawannya, dan dia tidak mungkin menghentikannya untuk melakukan apa pun.
****
__ADS_1
Pagi-pagi sekali, dokter dan perawat sudah datang untuk memberi Zelle infus.
Brandon bangun lebih awal. Dia memegang tangan Zelle untuk memudahkan kerja perawat. Dia melihat perawat memasukkan jarum tajam ketangan Zelle dan merasa hatinya ikut hancur.
Setelah semuanya selesai, Zelle masih tertidur. Terlalu banyak orang datang menemuinya kemarin. Banyak hal yang telah terjadi, jadi dia sangat kelelahan.
Brandon menyelipkan anak rambutnya. Dia menarik kursi dan duduk di samping Zelle. Air matanya menetes begitu saja.
Zelle sudah berada di rumah sakit selama setengah bulan. Tetapi baik suaminya maupun keluarganya tidak pernah datang menjenguknya. Bahkan Ezra saja tidak muncul. Zelle pasti merasa sangat kecewa.
Namun, Brandon tetap bersamanya sepanjang waktu. Beberapa dokter dan perawat akan bertanya kepada Zelle, apakah Brandon adalah suaminya?
Berkat obat terbaik itu, lidah Zelle sedikit membaik. Sekarang dia hanya kesulitan berbicara dan makan. Selain itu, dia baik-baik saja.
Dokter bilang kalau dia sudah bisa pulang dan beristirahat di rumah, dokter hanya mengandalkan cairan infus untuk mencukupi nutrisinya.
***
Ezra membawa Zelle pulang dari rumah sakit. Namun, Zelle merasa tidak senang. Dia memperlakukan Ezra sudah seperti keluarganya sendiri.
Tapi, baik Ezra maupun suaminya tidak ada yang datang menemuinya saat dia di rumah sakit.
Ezra merasa menderita. Sejak Zelle dibawa ke rumah sakit, dia sangat mengkhawatirkan nya.
Namun dia tidak bisa memberi tahu Zelle apa yang telah dia lakukan, karena Brandon lah yang memintanya untuk melakukan sesuatu. Pokoknya, Ezra merasa lega dan senang saat Brandon pergi merawat Zelle di rumah sakit. Brandon lebih peduli pada Zelle sekarang. Mungkin tidak butuh waktu lama bagi Brandon untuk melupakan Prilly.
Ezra tidak menyadari perasaan sedih Zelle. Dia hanya fokus mengemudi dan akan membantu Zelle ke kamarnya seperti biasa.
Setelah sampai di Mansion, Zelle tertegun melihat perubahan tempat tinggalnya.
Bersambung.........
Night π
__ADS_1