Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Tertangkap Basah


__ADS_3

Brandon sangat gelisah dan dia sama sekali tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


Brandon keluar menuju Bar, dia butuh minum untuk menenangkan pikirannya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Keesokan paginya


Suara alarm membangunkan Zelle dia duduk dengan kepala yang masih sedikit pusing.


Ketukan pintu memecah keheningan saat itu. Dengan susah payah Zelle berdiri membukakan pintu. Pintu terbuka, Ezra masuk dengan nampan yang berisi obat dan segelas air putih di tangan nya.


" Nona, tuan menyuruh saya untuk membawakan obat. Minum lah obat ini untuk meredakan rasa pusing nya." Seharusnya, yang memberikan obat itu adalah Brandon, namun, Ezra tidak tahu apa yang terjadi, semalam sehabis nelpon, Brandon pergi begitu saja.


Karena rasa pusing di kepalanya, Zelle langsung meminum obat itu. Segelas air tandas, dia begitu kehausan.


" Rasanya enak juga. Apa masih ada lagi?." Zelle menyeka mulutnya, efek obat itu sangat cepat, pusing nya sedikit berkurang.


Zelle bingung, dia pergi ke kantor atau tidak. Kalau Tidak, berarti harus minta izin cuti dulu. Tapi, Zelle takut kejadian yang sudah-sudah terjadi lagi.


" Tentu saja ada Nona." Jawab Ezra. Baru Sekarang dia tahu ada orang yang doyan obat.


"Baiklah." Zelle merasa mendingan Sekarang. Setelah Ezra keluar, dia bergegas menuju kamar mandi. Dia berhenti di sebuah cermin, melihat wajah nya yang merah, dapat disimpulkannya, bahwa dia mungkin demam.


" Tidak mungkin aku pergi dalam keadaan begini. Orang akan mengira aku mabuk. Lebih baik aku pakai sedikit riasan buat menutupi nya."


" Yes, Perfect." Zelle merasa puas, karena merah diwajahnya sudah dapat diatasi. Tapi, tetap saja mukanya terlihat pucat. Apalagi kulitnya putih.


Zelle membuka lemari nya, mengambil satu gaun berwarna merah. Setelah memakai nya, gaun itu sangat pas melekat di tubuh Zelle yang menonjolkan keseksiannya. Rambutnya di biarkan tergerai. Sekarang dia terlihat seperti sosok dingin nan sexy.


Zelle turun, Ezra yang sudah menunggu nya dibawah menatap Zelle tak berkedip, sungguh beruntung Brandon mendapatkan nya. Pikirnya.


" Nona, apa anda masih ingin masuk kerja hari ini?." Tanya Ezra hati-hati


Ezra melihat Zelle tidak bisa berjalan lurus, dia masih sempoyongan. Makanya Ezra mengkhawatirkannya.


"Ya. Aku tidak bisa meminta cuti lagi sekarang, dan tidak mudah bagi ku untuk mendapatkan pekerjaan ini." kata Zelle. Karena dia, dua orang dipecat, dan seluruh perusahaan sekarang pasti sedang menggosip kannya


Sementara dibalik sebuah pintu, Brandon dapat melihat Zelle. Dia diam sembunyi disana. Dia diam-diam menjawab perkataan Zelle. "Benar Zelle. Kamu harus pergi kerja, kalau tidak aku akan kesepian."

__ADS_1


Ezra semakin kagum dengan Zelle. Ternyata Zelle adalah tipe wanita pekerja keras dan penuh ambisi.


Setelah sarapan, Zelle pun berangkat menuju perusahaan dengan sebuah bus. Seperti biasa, bus berenti tidak jauh dari kantor, dan dia berjalan kaki sampai perusahaan.


Zelle sampai ke perusahaan tepat waktu, orang juga sudah banyak berdatangan, sementara Brandon, belum terlihat batang hidung nya. Biasanya dia selalu tepat waktu, tumben sekarang dia telat?


Sesampainya, di ruangan Brandon, Zelle meletakkan tasnya di mejanya. Kemudian dia mulai membersihkan ruangan tersebut.


Zelle membuatkan secangkir kopi dan meletakkan nya di meja Brandon. Zelle melakukan sesuai perkataan Brandon kemaren.


Menit ke menit, namun, Brandon belum juga datang. Zelle yang bosan menunggu nya pun keluar berjalan-jalan melihat kantor.


Dia tidak punya pekerjaan, kalau bukan Brandon yang memberinya.


" Zelle, ayo ikut aku. Aku banyak bawa makanan ringan." Vela menarik tangan Zelle, saat dia berada di depan pintu.


Vela membawa sebungkus besar berisi makanan ringan. Dia memberikan nya pada Zelle. Tapi, Vela tidak mengatakan bahwa itu semua dari Mark. Mark sengaja memberi mereka masing-masing.


"Wow, itu favoritku! Terima kasih, Vela." Zelle mengambil semua makanan ringan dengan senang hati.


" Zelle, apa kamu mau datang dan mengunjungi Departemen Penjualan? Kudengar bos tidak masuk kerja hari ini, karena mantan pacarnya baru pulang dari luar negeri. Mereka putus tiga tahun lalu. Jadi, bos akan menerima nya kembali. Kamu tahu, mantan pacarnya? Mungkin mereka bermesraan di tempat tidur sekarang." Vela bercerita dengan mulut asik mengunyah makanannya.


"Ayo pergi, Zelle." Vela tidak menyadari apa yang dirasakan Zelle


Zelle mencoba mengabaikan rasa sakit yang tiba-tiba melanda hatinya, tidak ada hubungan nya dengan dia, jika sekalipun mantan bosnya kembali. Tapi mengapa dia merasa tidak bahagia akan hal itu?


"Baiklah, ayo pergi. Aku tidak punya pekerjaan untuk dilakukan sekarang." Zelle menggelengkan kepala, lalu mengikuti Vela ke Departemen Penjualan.


Hanya ada tiga orang di Departemen Penjualan, dua pria dan satu wanita. Dua pria tersebut tak apa jika ada hanya satu wanita, tapi asalkan wanita itu cantik.


Saat Zelle datang ke DepartemenPenjualan bersama Vela, semua pria didepartemen ini pun sangat bersemangat.


Salah satu dari pria itu menghampiri Zelle, mencium aroma harum tubuh Zelle, membuat nya merasa nyaman.


Dan satunya lagi datang menghidangkan cemilan untuk dimakan.


Zelle dan Vela yang melihat kelakuan mereka pun menertawakan nya.


Mereka semua masih muda, sehingga sangat mudah untuk akrab satu sama lain. Merasa sudah cocok, mereka pun mengundang Zelle untuk datang ke beberapa pesta.

__ADS_1


Tapi Zelle terus memikirkan wanita seperti apa mantan pacar Bosnya itu. Brandon adalah pria hebat, jadi pasti kekasih nya itu juga wanita yang hebat. Entah mengapa Zelle merasa begitu cemburu sekarang.


Memikirkan hal itu, Zelle merasa gila. Mengapa dia terus memikirkan Brandon? Sampai kapan pun dia tidak akan bisa bersanding dengannya.


Apalagi dia sudah menikah, dan meskipun suaminya sudah lama tidak pulang, dia masih memiliki kontrak untuk menjadi istrinya selama satu tahun lagi.


"Zelle, nih kopi. Kopi ini dibelikan Mark khusus untuk kita. Dan dia mengeluarkan banyak uang hari ini!" Vela memberikan secangkir kopi kepada Zelle yang linglung.


"Terima kasih." kata Zelle, dan dia langsung meminumnya, tapi terlalu panas untuknya.


"Zelle, apa kamu masih Single? Lihat lah kami berdua! Apa kamu menyukai salah satu dari kami? Jika iya, beri tahu kami sekarang!" Si pria pemberani, dan dia mencoba mengajak Zelle berkencan.


Mendengar itu, Zelle dan Vela tertawa.


"Kalian sudah terlambat. Zelle sudah menikah, tapi, kalian masih bisa kok nunggu dia jadi janda." Vela berkata sambil tertawa lucu


Mereka pun tertawa bersama, namun kehadiran seseorang yang berdiri di depan pintu, membuat tawa mereka terhenti. Mereka tidak berani mengatakan apa-apa.


" Ku pikir, kamu masih tau letak ruangan ku, kan?." Brandon berkata dengan dingin.


Semua orang di Departemen Penjualan ketakutan, jadi mereka diam saja.


Brandon melihat seorang pria yang lengannya berada di belakang kursi Zelle, membuat Brandon merasa Sangat tidak nyaman.


"Tuan Brandon, Anda sudah datang. Saya akan kembali ke kantor sekarang." Zelle meletakkan kopinya dan buru-buru berdiri, sementara Brandon melihat mereka semua lalu pergi.


"Ya Tuhan, Zelle, ini salahku. Sekarang Bos mengetahui bahwa kamu tidak ada di ruangan nya, jadi dia pasti akan menghukummu karena ini." Vela tahu bahwa Brandon sangat posesif pada Zelle


"Tidak apa-apa. Aku pergi sekarang, dan aku akan mengunjungimu lain kali." Zelle mengucapkan selamat tinggal kepada mereka


"Zelle, hati-hati. Kalau bos mengomeli mu, jangan dijawab, diam saja. Mudah-mudahan dengan cara itu, dia tidak terlalu marah." Kata pria 1


Mereka mengkhawatirkannya, Zelle merasa sangat terharu, ternyata masih ada orang di kantor ini yang perduli padanya.


"Aku tahu. Terima kasih, dan sampai jumpa." Zelle mengucapkan selamat tinggal lagi dan kemudian pergi dengan tergesa-gesa.


Tapi saat sampai diluar, dia tidak sengaja menabrak seseorang.


Bersambung........

__ADS_1


Good morning AllπŸ–€


__ADS_2