
Mereka masuk ke dalam lift, dan Zelle menekan tombol lift untuk menuju lantai 30 sambil bersandar di dinding. Pada saat itu juga, Brandon mengajukan pertanyaan padanya.
"Apa yang Cindy katakan padamu?"
πππ
Zelle kaget ketika Brandon tiba-tiba menanyakan apa yang Cindy katakan padanya.
Zelle sangat terkejut dan wajahnya langsung memerah.
"Tidak ada, dia menyuruhku untuk menikmati hidangannya." Zelle berbohong, karena dia tidak berani untuk mengulangi perkataan Cindy
"Baiklah." Brandon berkata dan tidak mengatakan apa-apa lagi
Sementara Zelle menatapnya diam-diam. Dia pikir Brandon sepertinya tidak marah, jadi dia lega, mengira Brandon mempercayainya.
Zelle tidak punya banyak pekerjaan hari ini, dan tidak ada juga yang file yang harus di kerjakan. Sementara Brandon sibuk mengerjakan semua pekerjaan yang diserahkan orang lain kemarin, jadi Zelle tidak ada pekerjaan hari ini. Oleh karena itu, Zelle berbicara dengan Vela secara online.
Vela tahu bahwa Zelle disuruh bekerja di lantai 30 oleh Brandon, dan dia sangat khawatir, karena semua orang tahu bahwa Tuan Brandon sangat keras. Jadi dia takut Zelle akan terluka.
Namun, Zelle mengatakan bahwa dia baik-baik saja, dan dia cukup bebas dan nyaman di sana, dia hanya memiliki sedikit pekerjaan yang harus dilakukan.
Vela juga menceritakan apa yang terjadi pada Key, dia mengatakan bahwa ada seseorang yang sedang mengawasi Key untuk menyelesaikan semua pekerjaannya. Dan Key diminta untuk menyelesaikan semua pekerjaannya hari ini, atau dia harus berhenti dari pekerjaannya. Setelah mengatakan itu, Vela tidak bisa menahan tawa.
Namun, mendengar hal tersebut, Zelle tidak begitu senang. Celina dipecat karena dia, dan jika Key juga dipecat, lebih banyak rumor yang akan keluar tentang nya.
Mereka terus terus mengobrol, sampai akhirny Vela mengundang Zelle ke rumahnya, mengatakan bahwa ibu Ririn membuat makanan enak hari ini, dan dia mengundang Zelle untuk makan malam.
Mendengar bahwa yang mengajak adalah Bu Ririn, Zelle langsung mengiyakan, karena Bu Ririn adalah juru masak yang hebat. Zelle menikmati makan malam di rumah keluarga Bu Ririn sejak dia masih kecil.
Akhirnya, tiba waktunya untuk pulang kerja, Zelle melihat bosnya, Brandon masih bekerja, jadi dia merasa tidak enak kalau dia pulang duluan.
__ADS_1
Zelle memandang Brandon beberapa kali, namun Brandon tetap fokus pada pekerjaan nya.
"Tuan Brandon, sekarang sudah waktunya pulang kerja. Boleh kah aku pulang duluan?" Zelle terus didesak oleh Vela
Sudah setengah jam sejak waktu istirahat.
"Kamu meninggalkan ku?" Brandon mendengar kalau Zelle ingin pulang duluan, dia tahu kalau sekarang sudah jam pulang.
"Iya, sekarang saatnya pulang. Tuan juga harus pulang. Boleh kah aku pulang sekarang?." Hari ini adalah hari dimana Zelle kembali bekerja, makanya, dia berusaha bersikap professional, alangkah baiknya bertanya terlebih dahulu, dari pada dia dapat masalah.
"Baik, kamu boleh pergi sekarang." Sebenarnya Brandon ingin menyampaikan sesuatu, tapi dia urungkan.
Setelah diizinkan pergi, Zelle pun keluar secepat mungkin menemui Vela.
Brandon baru ingin mengajak Zelle menemui Key, ingin memeriksa, apa Key sudah menyelesaikan pekerjaan nya atau belum, namun belum sempat Brandon berucap, ternyata Zelle sudah menghilang.
Vela tidak mengantar Zelle pulang, dia langsung membawa Zelle pergi kerumah nya.
Ibu Zelle telah lama meninggal, sejak Zelle kecil, dia sering makan dirumah Vela. Bahkan Bu Ririn sudah menganggap nya seperti putri nya sendiri. Begitu juga dengan Zelle, yang menganggap Bu Ririn seperti ibunya sendiri.
"Kalian sudah pulang!." Mark menyapa mereka.
"Mark, kamu juga di sini. Baguslah, kita bisa berkumpul dan makan malam bersama. Zelle tidur lah disini malam ini, kita bisa mengobrol sepuasnya." Vela sangat senang, sudah lama mereka tidak berkumpul.
"Aku harus memberitahu orang rumah dulu, diizinkan atau tidak." Zelle juga ingin menginap, jadi dia langsung menelepon Ezra
"Nona Zelle, anda sudah menikah, Jadi, menurut saya, sebaiknya anda pulang nona. Nona bisa menikmati waktu bersama teman anda kapan saja, kalau malam lebih baik pulang. Untuk malam ini, nona bisa bersenang-senang dengan teman nona dulu. Nanti saya akan menjemput Nona." Ezra menolak permintaan Zelle untuk menginap
Zelle harus mengakui bahwa wajar baginya untuk pulang karena dia memang sudah bersuami.
"Kurasa kamu tidak bisa menginap di sini malam ini, kan? Tidak masalah, kita masih bisa bersenang-senang sekarang, Mark atau aku akan mengantarmu pulang nanti." Vela melihat raut wajah murung Zelle, dia tahu Zelle tidak diberi izin Untuk menginap.
__ADS_1
Sebenarnya yang dikatakan Ezra sangat masuk akal. Bagaimanapun, Zelle memang sudah menikah dan suaminya telah membiayai pengobatan ayahnya. Jadi dia harus menuruti perintahnya.
Bu Ririn memasak banyak hidangan malam ini, dan mereka sangat menyukainya. Bahkan ayahnya Vela menyajikan anggurnya yang berharga, mereka memang menikmatinya malam ini.
ibu dan ayah Vela telah menyelesaikan makan malam nya, mereka menikmati waktu berdua.
Sedangkan mereka bertiga terus minum dan makan.
"Zelle, kamu sudah banyak minum. Tolong hentikan. Kalau kamu punya masalah, kamu bisa cerita kan ke kami. Bukankah kita sahabat?." Vela yang melihat Zelle hanya diam membisu, tapi dia minum anggur sangat banyak. Tampak dari raut wajahnya yang murung, Makanya, Vela berinisiatif untuk menghiburnya."
"Benar, Zelle. Bicaralah dengan kami. Kita semua sahabat." Mark juga melihat bahwa Zelle seakan memiliki beban. Dia tidak begitu bahagia.
"Hmmm. Kalian tahu kalau aku sangat ingin bekerja di Gweneth Group, tapi sekarang aku mulai ragu, apa aku kurang beruntung bekerja disana. Aku sudah lama tidak bekerja di sana, dan aku sudah beberapa kali meminta cuti. Seseorang ingin memecatku, dan sebagai balasan nya dia malah dipecat, jadi sekarang aku merasa bersalah. Dan di perusahaan orang selalu membicarakanku." Kata Zelle murung
"Zelle, kamu terlalu banyak berpikir. Seharusnya kamu senang, orang yang mengganggu mu itu di pecat. Kenapa repot-repot?" Vela tidak mengerti dengan cara pikir Zelle.
"Aduuh, Hidupku! nasib ku yang malang. Kalian tahu, semua orang dikantor menganggapku sebagai wanita tidak baik, mereka bilang aku seorang pelacur lah, simpanan lah, banyak lah pokoknya. Mereka selalu bergosip tentang ku, padahal aku tidak melakukan apa-apa, dan bahkan aku tidak tahu apa yang terjadi." kata Zelle sambil meminum segelas anggur ditangan nya.
Mark yang melihat Zelle terus minum, menghentikan nya, Zelle hanya meneguk sedikit dari gelasnya.
"Apasih Mark." Zelle menatap Mark kesal, tapi dia juga merasa bersalah
Zelle sangat ingin menikah dengan Mark, kenapa dulu Mark malah menetap di luar negeri? Bahkan sudah bertahun-tahun tidak kembali, Dan kenapa setelah dia menikah dengan orang lain, baru dia kembali?
Bahkan hanya dengan melihat Mark, Zelle merasa baikan. Segitunya kah pengaruh Mark padanya?
" Zelle, yang Vela katakan benar, kamu tidak boleh overthinking, belum tentu semua itu benar. Selagi mereka tidak menyakiti mu, abaikan saja. Cukup nikmati apa yang kamu lakukan sekarang. Tidak perlu perduli kan mereka." Mark menatap Zelle sangat dalam. Mereka terdiam, dengan mata saling terkunci satu sama lain.
"Benarkah? Apa aku bisa bersikap biasa saja dan mengabaikan nya?" Zelle oleng, dia sedikit mabuk, dan merasa pusing sekarang.
Detik berikutnya, Zelle pun jatuh, namun Mark sigap menangkap tubuhnya, dia menyandarkan Zelle di dada bidangnya. Ternyata Zelle benar-benar sudah mabuk.
__ADS_1
Bersambung.........
Thanks for ur likeπΊ