Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Bekas tamparan


__ADS_3

Zelle mengetuk pintu terlebih dahulu, kemudian dia diseret masuk ke dalam.


Vela memeluk Zelle dan menangis sejadi-jadinya. Saat mereka masih kecil, Vela jarang menangis di depan Zelle. Tapi sekarang dia menangis. Zelle cukup bingung.


'Apa yang terjadi padanya?'


🌺🌺🌺


"Sayang, ada apa? Kenapa kamu menangis? Katakan padaku." Zelle memeluk Vela.


"Zelle, apa yang harus ku lakukan? Aku harus gimana? Aku bertemu bajingan itu." Vela terisak, air matanya jatuh ke leher Zelle


"Apa? Siapa bajingan itu? Tapi..." Zelle ingin mengatakan bahwa Vela bisa menghadapi semua jenis orang jahat


Saat melihat Zelle, Vela merasa jauh lebih baik. Zelle duduk di sampingnya, menyeka air matanya.


"Bukannya kamu bertemu Liam hari itu? Dan kamu sudah lama tidak masuk kerja, aku merasa tidak enak pada mu, makanya, aku pergi ke bar buat nenangin diri. Sepertinya, waktu itu aku mabuk. Lalu, pria hidung belang datang, dia......." Vela menangis lagi.


Zelle tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya karena Vela berteriak keras sebelum dia bisa menyelesaikannya. Zelle sedikit khawatir.


"Baiklah, apa yang terjadi selanjutnya? Apa yang dilakukan pria hidung belang itu padamu?"tanya Zelle cemas.


"Tidak ada yang serius. Aku tidur dirumahnya. Lalu saat aku bangun di pagi hari, aku melihat dia tidur di samping ku, jadi aku menamparnya." Vela takut, karena dia yakin pria itu kaya dan mungkin akan membalasnya.


Zelle terdiam. Teman dekatnya tidak pernah terluka oleh siapa pun. Zelle pikir terjadi sesuatu yang besar, ternyata hanya itu? Tapi kenapa Vela menangis begitu sedih?


"Jadi kamu menamparnya, tapi kenapa kamu menangis? Kamu membuat orang tua mu khawatir." Zelle merasa lega.


"Kamu tidak tahu Zelle, rumahnya itu besar dan sangat mewah. Bahkan aku hampir saja tersesat saat keluar dari rumahnya. Setelah menampar nya, aku langsung melarikan diri. Aku takut, kalau dia akan balas dendam." kata Vela


Zelle juga tidak bisa membantunya. Di B City, orang kaya sangat berkuasa. Sangat menakutkan. Sementara dia hanya orang biasa, dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya, mereka hanya duduk diam di tempat tidur. Dengan pikiran masing-masing

__ADS_1


***


"Attar, kenapa dengan wajahmu? Kelihatannya seperti bekas tangan." Brandon melihat ada tanda merah di wajah putih Attar


Attar mengambil cangkirnya dengan tatapan sedih. Dia duduk di sofa, menyilangkan kaki, dan tidak tahu harus berkata apa.


Brandon meletakkan penanya dan mengamati wajah muram Attar dengan mata memicing, tidak biasanya Attar murung begitu.


"Biar kutebak. Hari itu kamu membawa seorang wanita pulang, lalu kamu ditampar olehnya?" Brandon hampir benar tentang keseluruhan ceritanya, tapi tetap saja Brandon sangat memikirkan wanita itu. Di B City, tidak ada yang berani menampar Attar, tapi yang mengejutkan adalah wanita itu punya nyali besar melakukan nya.


"iya, Brandon. Biarkan aku menjelaskan nya. Aku dengan baik hati membawanya pulang, dan merawatnya sepanjang malam. Tapi, di pagi hari, dia malah menamparku tanpa bertanya dan kemudian melarikan diri." Attar menyentuh wajahnya, merasa kesal.


Yang membuatnya kesal adalah dia terlalu malu untuk bertanya pada Brandon, kemana wanita itu setelah dia melarikan diri?


"Kamu pantas mendapatkannya. Kamu memiliki kesan yang buruk di B City. Wanita yang baik pasti akan menghindari melihatmu." Brandon baru tahu, ternyata begitu cerita nya.


Attar menatap Brandon dengan raut sedih. Mereka adalah teman masa kecil. Bukankah Brandon benar-benar harus jujur ​​padanya?


"Brandon, bantu aku." Attar bertanya setelah dia berpikir lama


"Berikan profil semua staf wanita di Gweneth Group." Attar tersenyum menatap Brandon penuh harap.


"Apa kamu yakin dia bekerja disini? Sekarang kamu bahkan berani bermain dengan wanita di perusahaanku?" Brandon tahu Attar baik. Attar memiliki gairah yang tinggi. Dia selalu mengencani wanita, tapi paling lama bertahan hanya tiga bulan.


"Ya, aku sangat yakin. Karena saat pertama kali aku bertemu dengannya di lobby perusahaan mu, dia sedang memegang secangkir kopi." kata Attar mendesak.


"Lupakan saja dia. Dia adalah salah satu pegawaiku, dan cintamu padanya tidak akan bertahan lama. Jika kamu menghancurkan hatinya, dia akan sangat sedih." Brandon menolak permintaan Attar, karena Brandon memiliki kesan yang sangat buruk padanya.


"Tapi dia menamparku. Kenapa aku tidak bisa membalasnya?" Attar melihat bahwa Brandon tidak mau membantunya, jadi dia memutuskanbuntuk membuat alasan lain, karena dia sendiri tidak tahu sampai kapan dia akan tertarik pada wanita itu.


"Tidak mungkin. Dia adalah salah satu pegawaiku, jadi kamu tidak bisa membalasnya. Karena dia menamparmu, sebagai gantinya, aku akan mentraktirmu minum malam ini." Brandon menolak untuk membantu lagi.


Dengan cara ini, Attar tidak punya pilihan lain, jadi dia kembali duduk di sofa. Brandon dikenal karena suka membantu siapa pun yang dia sayangi. Tapi yang mengejutkan Attar adalah, Brandon malah peduli dengan karyawannya.

__ADS_1


Attar duduk di sofa, meraup wajahnya dan merenung dalam diam. Apa dia sudah memiliki rasa pada gadis itu? Dia selalu memikirkan nya. Apalagi disaat dia tidak bertemu dengannya.


Dia sudah berumur dua puluh sembilan tahun sekarang, dan Vela adalah wanita pertama yang membuat nya merasa kan rindu. Bahkan sampai memimpikannya.


"Brandon, kupikir kamu benar. Perasaanku padanya tidak akan bertahan lama. Lupakan saja apa yang kukatakan tadi. Dia hanya seorang wanita dan aku tidak perlu membalasnya juga. Kita akan minum malam ini, dan aku harus pergi sekarang. Haruskah kita mengundang kedua orang itu juga?" Attar yakin bahwa dia tidak terlalu menyukai wanita itu.


"Kalau kita mengajak kedua orang itu, maka kamu yang akan membayar tagihannya." Kata Brandon pada Attar


"Tidak mau. Lebih baik kita tidak mengajak mereka," jawab Attar cepat. Dia harus tidur sekarang karena dia tidak cukup istirahat tadi malam karena menjaga wanita itu.


****


"Suruh Zelle ke ruangan ku." Brandon tiba-tiba merindukan Zelle, menyadari bahwa dia tidak pulang selama beberapa hari. Dan juga ada file yang harus dia pelajari.


"Tuan Brandon, Z......Zelle telah mengundurkan diri," Celina terbata-bata.


"Apa? Apa maksudmu? Apa HRD tahu tentang ini?" Brandon sangat marah.


"Dia baru saja mengundurkan diri. Saya belum lapor ke HRD." Celina tidak tahu bahwa presedir akan menanyakan Zelle secara langsung.


"Apa dia mengundurkan diri karena keinginannya sendiri?" Brandon menjadi lebih marah. HRD pasti tidak akan mengizinkan Zelle untuk mengundurkan diri, yang sangat jelas dalam kontraknya.


"Ya, dia mengundurkan diri sendiri atas kemauannya." Celina berbohong, padahal dia yang memaksanya


"Pergi ke departemen keuangan dan ambil gajimu. Kamu dipecat!" Mendengar omong kosong Celina, Brandon langsung memecatnya.


Brandon menelepon Ezra tetapi Ezra mengatakan Zelle belum pulang.


Brandon menutup telepon dan bertanya-tanya di mana Zelle berada. Karena dia tidak ada, apa dia benar-benar pergi?


'Baik. Dia pasti merasa kesal setelah dipecat. Mungkin dia pergi mengunjungi sahabatnya.'


' Haruskah aku memberinya hadiah untuk menghiburnya?'

__ADS_1


Bersambung.........


Love you All🤍


__ADS_2