Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Menantu luar biasa


__ADS_3

Jaster menggeprak meja didepannya, hampir saja dia menghancurkan meja itu.


"Beraninya dia!" Jaster marah besar dengan perilaku Liam pada putrinya. Untungnya, penyakit jantung nya sudah sembuh, jika tidak, mungkin dia akan pingsan sekarang.


"Semuanya sudah berakhir ayah. Tuhan sudah mengganti rasa sedih ku menjadi kebahagiaan yang tak ternilai. Dan yang membiayai operasi mu adalah menantu laki-laki mu, ayah." Zelle berusaha mengalihkan kemarahan ayahnya, dan dia ingin Jaster memiliki kesan baik tentang Brandon.


🍒🍒🍒


Zelle terus saja memuji Brandon, membuat Ezra merasa seolah-oleh mereka saling mencintai.


"Tapi kenapa Liam membuang mu Zelle? Kamu adalah gadis yang luar biasa. Aku benar-benar tidak mengerti dengannya." Mereka sudah berhubungan lebih dari tiga tahun, dan meskipun Liam kurang baik padanya, tapi yang dia tahu, Liam sangat mencintai Zelle. Makanya dia tidak menyangka Liam akan mencampakkan putrinya.


"Ayah, jangan terlalu dipikirkan tentang hal itu. Lihatlah aku sekarang, aku terlihat bahagia tanpa dirinya. Aku sangat beruntung bisa menikah dengan suamiku yang sekarang." Ucap Zelle


Jaster menghela nafas dan menatap putrinya. Dia terlihat sangat baik tetapi dia tidak tahu orang seperti apa yang putrinya nikahi. Bagaimana jika suaminya itu adalah orang tua yang menjijikkan, atau bahkan lebih tua darinya? Ibunya pasti akan sangat kecewa melihat kehidupan putrinya.


"Apa aku terlambat? Maaf sebelumnya, seharusnya aku yang menjemput mu, tapi aku mendadak ada rapat penting, jadi terpaksa aku menyuruh bawahan ku yang menjemput mu." Brandon bergegas pulang, karena dia tidak ingin lama-lama meninggalkan Zelle.


Jaster menoleh ke sumber suara. Alangkah kagetnya dia, hampir saja dia terjatuh ke lantai.


'Pria ini........pria ini, oh tuhan, mimpi apa aku. Bukan kah dia Brandon Dharmendra?'


"C... Mobil... Tuan Dharmendra?" Jaster tergagap. Brandon merupakan raja di B city. Dia bahkan dulu, tidak berani untuk menjalin kerja sama dengan Gweneth Group. Tapi sekarang, si raja itu berdiri dihadapannya.


"Tuan Jaster, tolong jangan terlalu formal. Panggil saja aku Brandon." Dia berjalan menuju Zelle dan bertanya tentang keadaannya.


Mulut Jaster menganga, dia seakan tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan.


"Ayah, ini dia menantumu, Brandon. Jangan kaget begitu. Sudah kubilang aku ini wanita yang sangat beruntung!" Zelle menghibur Jaster. Mendengar ucapan putrinya, Jaster kemudian menutup mulutnya.


Jika Liam mencampakkan putrinya, sedangkan Brandon menikahi putrinya. Tidak ada keberuntungan sebesar ini, putrinya sudah ditangan orang yang tepat.

__ADS_1


'Sungguh bodoh kau Liam'


"Tuan Jaster, anda pasti lelah, setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang. Silahkan istirahat. Ezra antar dia kemar tamu." Ucap Brandon


"Ya. Ya. Baiklah. Aku akan istirahat." Jaster merasa lega. Terlalu banyak kejutan hari ini. Untung jantung nya sudah sehat, kalau tidak mungkin dia akan mati mendadak mendapat kenyataan ini. Dia sangat senang, nasib putrinya yang begitu baik.


Sebelum melangkah pergi, Jaster kembali menatap putrinya. Dia tersenyum dengan tulus, bisa disimpulkan dari senyumannya, bahwa dia benar-benar merestui hubungan mereka.


Begitu Jaster pergi, senyum diwajah Zelle pun menghilang.


Baru saja, dia telah menggunakan seluruh kekuatannya untuk meyakinkan ayahnya. Sekarang dia merasa sangat lelah.


"Apa kamu lelah? Aku bisa menggendongmu." Melihat wajah Zelle yang tampak lelah, Brandon pun membungkuk untuk menggendongnya.


"Tidak usah, aku bisa naik sendiri. Aku ini hamil bukannya lumpuh. Jadi, aku masih sanggup berjalan. Lagi pula, berjalan sangat baik untuk ibu hamil, akan memudahkan nya nanti saat melahirkan." Zelle merasa malu jika digendong Brandon, apalagi disana masih ada beberapa pelayan.


"Kamu bisa berjalan setelah usia kandungan mu beberapa bulan lagi, kamu mengalami morning sickness sayang, tidak boleh banyak bergerak." Brandon tidak perduli dengan penolakan Zelle. Dia menggendong Zelle ala bridal style melewati beberapa pelayan disana.


"Kamu terlalu kurus. Kamu harus makan lebih banyak lagi. Akan sangat baik untukmu dan juga bayi kita." Brandon berbisik kepada Zelle


Wajah Zelle langsung memerah. Dia merasa geli karena bisikannya.


Melihat wajah Zelle yang memerah, membuat hati Brandon berbunga-bunga. Dia akan menjadi seorang ayah, jadi dia harus merawat ibu dari anaknya itu dengan baik.


Sejak mengetahui kehamilan Zelle, Brandon selalu tidur di kamar tamu. Dia hanya akan datang kekamar Zelle untuk memastikan keadaannya.


****


"Zelle, kemana saja kamu? kamu bahkan tidak mengangkat telepon ku." Vela menjawab panggilan Zelle dan langsung menyampaikan keluhannya


"Maakan aku Vela, aku tidak memegang ponsel ku. Dan baru sekarang aku memegang nya, ternyata sudah banyak panggilan tak terjawab." Setelah dia hamil, Brandon menjadi protektif kepada nya. Brandon sudah menyadap ponselnya, jadi dia, sering tidak tahu kalau ponsel nya berdering.

__ADS_1


"Apa Brandon berbuat kasar padamu? Mengapa dia begitu posesif? Haruskah aku dan Audy pergi kesana untuk menyelamatkanmu?" Vela mengira Brandon tidak baik pada Zelle


Namun, Zelle tidak bisa memberi tahu Vela bahwa dia sedang hamil. Jika Vela tahu, maka Audy juga akan tahu, begitu juga dengan Afina


"Tidak, ada yang salah dengan mataku, jadi dia memintaku untuk mengurangi bermain ponsel." Zelle menemukan alasan yang bagus.


"Uhh, syukur lah. Di perusahaan sangat bosan, apalagi tidak ada kamu disini. Kapan kamu akan masuk kerja?." Sudah lama sejak Brandon mengumumkan bahwa Zelle adalah istrinya, Zelle tidak pernah datang ke kantor lagi. Zelle belum siap untuk bertemu semua orang disana.


"Vela, aku belum bisa keluar sekarang. Aku sedang tidak enak badan. Kalau kamu merindukanku, datang dan berkunjung lah kesini dengan Audy." Zelle juga merindukan mereka. Sudah lebih dari seminggu sejak mereka bertemu waktu makan malam itu.


"Benarkah? Aku bisa pergi menemuimu? Itu sangat bagus. Aku akan datang dan menemuimu dengan Audy setelah pulang kerja nanti. Ada apa denganmu? Aku sangat khawatir." Vela mengkhawatirkan Zelle


"Tidak ada yang serius. Kamu bisa datang ke sini nanti." Zelle tidak peduli apa yang akan dipikirkan Brandon. Bagaimanapun, dia telah mengumumkan bahwa dia menikah dengannya, jadi ini juga rumahnya. Apalagi dia sedang hamil, jadi Brandon tidak seharusnya menyalahkannya, kan?


Tapi Zelle merasa dia juga harus meminta izin Brandon dulu, jadi dia meneleponnya.


"Halo, Brandon."


"Hei, sayang, ada apa?" Brandon sedang mengadakan pertemuan, saat ponselnya berdering dan tertera nama istrinya disana, dia segera menyuruh semua orang untuk diam.


"Aku ingin mengundang Vela dan Audy kerumah. Boleh?" Suara Zelle terdengar memohon.


Brandon tersenyum, "Tentu saja, itu juga rumahmu. Teman-temanmu bisa datang kapan pun mereka mau. Katakan saja pada Ezra apa yang mau kamu makan." Suara Brandon terdengar begitu lembut penuh cinta


"Baiklah kalau begitu, terima kasih." Zelle hanya mendengar kalau Brandon setuju. Dia terlalu gugup untuk memperhatikan nada bicaranya


Para anggota dewan yang hadir semuanya ternganga. Apakah pria lembut dan penuh cinta itu adalah presiden mereka yang berdarah dingin? Apakah mata mereka bermasalah? Apakah mereka benar-benar melihat senyum di wajahnya?


"Baiklah, mari kita bicara tentang departemen penjualan!" Brandon menutup telepon dan wajahnya berubah menjadi dingin kembali


Semua orang merasa lega. Mereka yakin mereka sudah berhalusinasi.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2