Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Deja Vu


__ADS_3

"Kamu sangat menyukainya ya? Aku tahu itu sangat bagus, tapi kamu tidak perlu terlalu bersemangat begini. Aku akan lebih sering mengirimimu hadiah seperti itu." Brandon mengira Zelle sangat bahagia sampai tersedak makanannya sendiri


"Ya, aku sangat menyukainya!" Zelle segera berkata. Meskipun dia tidak tahu apa yang dikirim Brandon padanya, yang dia tahu sekarang lebih baik dia mengatakan kalau dia menyukainya.


🍂🍂🍂


Ketika Brandon bertanya kepada Zelle apakah dia menyukai hadiah itu, Zelle memang menjawabnya. Tapi, sangat jelas saat itu Brandon mengerutkan keningnya.


"Oh, jadi apa yang kamu suka dari hadiah itu?" Brandon menggigit roti itu dengan anggun dan bertanya.


Apa yang salah dengan Brandon? Apa yang dia suka hadiah itu? Dia sudah memberitahunya kalau dia menyukainya!


"Setiap bagiannya. Bagus sekali. Aku suka" Zelle menghabiskan buburnya. Dia sangat sibuk. Dia tidak punya waktu untuk berbicara omong kosong seperti itu.


"Bung, Nikmati lah waktu mu. Aku harus pergi."


Brandon tertegun. Zelle memiliki panggilan berbeda untuknya setiap hari. Pada awalnya "Tuan Dharmendra" lalu "sayang" dan sekarang hanya "Bung".


Setelah mengatakan itu, Zelle berdiri. Dia juga menyadari kalau dia telah mengatakan hal yang salah. Jadi, dia hanya ingin melarikan diri sekarang. Dia tidak mau Brandon menangkapnya lagi.


Melihat Zelle sudah pergi dengan tergesa-gesa, Brandon diam tidak mengatakan apa-apa. Dia punya banyak pekerjaan hari ini. Setelah melakukan bisnis perjalanan selama berhari-hari, dia harus berurusan dengan banyak hal, dia lebih memilih menyelesaikan pekerjaan nya di siang hari, sehingga saat malam hari dia bisa menghabiskan waktu dengan Zelle.


Zelle berlari ke kamarnya dan menutup pintu. Ups, kenapa dia memanggil Brandon "Bung"? Zelle menutup mulutnya dan merasa beruntung karena Brandon sepertinya tidak mendengarnya. Mulai sekarang, dia harus berhati-hati dengan kata-katanya.


Zelle membuka dokumen itu dan mulai fokus pada pekerjaannya. Tetapi sesaat kemudian, dia menutup semuanya lagi.


"Zelle Tuan Dharmendra baru saja menelepon. Dia akan membawa kamu pergi ke pesta malam ini. Dia ingin kamu memakai hadiah yang dia berikan kemarin dan dia akan segera menjemput mu." Sore harinya, Ezra berkata kepada Zelle saat dia telah menyelesaikan pekerjaannya dan turun ke bawah untuk mengambil buah.


"Aku harus pergi bersamanya?" Zelle tidak mau pergi ke mana pun bersama Brandon. Pernikahan mereka hanya sebatas nama, dan mereka akan segera bercerai. Tentu saja Zelle tidak mau berkencan dengan Brandon


"Iya," jawab Ezra serius.


"Baiklah kalau begitu. Lupakan saja." Zelle terus memakan buah. Sudahlah. Dia bisa pergi ke sana bersama Brandon. Mungkin dia bisa menemukan banyak makanan yang enak di pesta nanti.


Memikirkan tentang makanan, Zelle merasa lega. Mungkin Brandon hanya membawanya sebagai kedok. Pasti sebenarnya dia mau membawa Prilly ke pesta itu.

__ADS_1


Selain itu, Brandon sudah meminta dokter merawat ayahnya. Tentu saja dia bisa membantu Brandon sebagai balas budi padanya. Apalagi uangnya sudah banyak keluar untuk pengobatan ayahnya.


Zelle telah selesai berkemas, dan Brandon sudah datang menjemput nya. Kemudian Zelle segera masuk ke dalam mobil.


"Apakah kamu sudah membawa semuanya?" tanya Brandon


"Ya, tentu." Zelle masih tidak tahu mengapa Brandon memintanya membawa begitu banyak barang.


"Baiklah." Brandon tidak mengatakan apa-apa lagi. Mobil mewah itu berhenti di salah satu salon kecantikan.


"Dandani dia. Kami akan pergi ke pesta Tuan Charlie. Jadi, saya tidak menginginkan sesuatu yang terlalu mewah. Sederhanakan saja." Melihat wajah cantik Zelle, Brandon tiba-tiba menyesal membawanya ke depan publik.


"Baiklah, tuan Brandon. Pasti anda tidak mau nona muda ini terlihat terlalu cantik, kan?" Stylistnya sangat tampan, dan suaranya sangat lembut dan mendayu


"Ya. Itulah yang saya maksud." Brandon bahkan menyesal membawa Zelle ke sini.


"Mm. Aku tahu." Stylist itu membawa Zelle ke ruangan rias


"Zelle, lihatlah fitur-fiturmu yang bagus. Aku selalu merasa seperti pernah melihatmu di suatu tempat sebelumnya," kata stylist itu kepada Zelle


Ramit Rastogi, sang stylist, hanya tersenyum dalam hati. Zelle begitu cantik, namun dia bilang kalau dirinya biasa saja?


Karena Brandon ingin tetap sederhana, Ramit hanya menggunakan riasan dasar untuk Zelle. Namun, meski dengan riasan tipis seperti itu, Zelle tetap terlihat cantik dan memukau.


Ramit menatap Zelle dan menggelengkan kepalanya. Dia telah melakukan yang hal yang terbaik. Zelle begitu bersinar meski hanya memakai riasan ringan.


Ramit membuka kotak yang dibawa Brandon, di dalamnya ada gaun malam seputih salju.


Gaun itu memiliki kerah V yang dalam dan menunjukkan setengah dari punggung Zelle yang cantik. Zelle tampak seperti seorang dewi dalam balutan gaun lembut.


Tiba-tiba, Ramit merasa menjadi sangat bangga. Dia menyisir sanggul longgar untuk Zelle dan memasang beberapa pin berlian di atasnya.


Kemudian Ramit mengeluarkan kalung dan gelang berlian dari kotak itu dan mengenakannya pada Zelle. Berlian yang mempesona dan gaun malam seputih salju sangat cocok dengan Zelle yang sudah cantik.


Ramit mendesah senang.

__ADS_1


Sebenarnya tidak ada hubungannya dengan teknik riasannya. Zelle memang sudah cantik.


Zelle masih terlihat tidak asing bagi Ramit. Namun, Ramit menyegarkan ingatannya dan yakin bahwa dia belum pernah melihat Zelle sebelumnya.


Setelah memandangi Zelle, Ramit berpikir bahwa Brandon juga harus melihat dan memuji kecantikannya. Jadi, Ramit menarik Zelle keluar dari ruang ganti.


"Tuan Brandon, harus ku akui, ini adalah pekerjaan termudah yang pernah kulakukan. Aku tidak perlu memikirkan desain apa pun. Segala sesuatu tentang dia sungguh sempurna," kata Ramit kepada Brandon


Brandon menatap Zelle. Dia sungguh luar biasa. Sekarang Brandon sangat penasaran siapa yang merias wajahnya di hari pernikahannya. Dia tampak seperti hantu saat itu. Brandon tidak percaya bahwa dia tidur dengannya malam itu.


Zelle juga menatap Brandon dan Ramit sementara mata mereka terpaku padanya. Apakah ada yang salah dengannya? Mengapa mereka menatapnya?


"Ini sangat buruk, bukan? Aku akan mengubahnya." Menurut Zelle, pakaian kasualnya lebih cocok untuknya.


Buah dadanya hampir melompat keluar karena gaun malam ini yang berpotongan sangat rendah.


"Tidak perlu, ini sudah bagus." Ramit segera menghentikan Zelle. Dia terlalu cantik dan sangat bersinar sekarang.


"Benar, kita tidak punya banyak waktu lagi. Ayo. Pestanya akan segera dimulai. Ramit, cepatlah. Mrs. Wade tidak suka orang yang terlambat." Brandon menarik Zelle ke belakangnya. Dia tidak tahan melihat Ramit terus menatap Zelle


"Aku akan ganti baju. Kalian duluan saja."


Acara pestanya sangat besar. Tuan Charlie adalah seorang jutawan terkenal di dunia. Merupakan kehormatan besar untuk diundang ke resepsinya.


Tuan Charlie baru saja datang ke B City dan mengadakan pesta mewah. Semua tokoh besar dikota ini membanggakan diri karena diundang. Dan mereka semua pergi ke sana.


Ketika Brandon dan Zelle tiba, mereka mendapat begitu banyak perhatian.


Brandon tinggi dan tampan, sedangkan Zelle mungil dan imut. Mereka berpegangan tangan dan terlihat sangat manis.


Namun, sebenarnya sejak mereka turun dari mobil, Brandon memegang erat tangan Zelle. Sehingga Zelle merasa risih dibuatnya.


"Hai, Brandon!" Ketika mereka sampai dipintu, seseorang menyapa Brandon dengan hangat.


Bersambung.....

__ADS_1


🌝


__ADS_2