Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Tanda merah


__ADS_3

"Letakkan saja di sana. Ada yang harus kulakukan sekarang. Aku akan memakannya nanti." Zelle tidak mengatakan apa-apa lagi kepada Cherry. Tapi setelah Cherry pergi, dia menelepon Brandon


Mereka telah bersama selama beberapa bulan terakhir ini. Namun ini pertama kalinya Zelle menghubungi Brandon secara suka rela.


"Hei, Zelle, ada apa?" Brandon sangat senang karena Zelle meneleponnya. Dia akhirnya menerima teleponnya


🌻🌻🌻


"Brandon, kamu tidak perlu mempekerjakan begitu banyak ahli gizi. Aku baru hamil beberapa hari. Aku akan menjadi gemuk seperti babi nanti kalau kamu terus memberiku makan seperti ini!" Zelle kesal dan berkata terus terang.


"Kenapa memang nya? Menurutku babi itu lucu." Mendengar keluhannya, Brandon tahu bahwa ahli gizi sudah mulai bekerja.


"Aku... Kamu tidak akan mengerti!" Zelle bahkan lebih marah.


"Lalu apa kamu merasa sakit setelah makan makanan yang mereka rekomendasikan hari ini?" Brandon bertanya padanya.


"Tidak." Zelle berpikir sejenak. Memang benar dia tidak muntah setelah makan apa yang mereka siapkan.


"Nah. Maka dari itu, kamu harus mendengarkan mereka. Mereka sangat profesional. Aku sudah memberitahu mereka kalau kamu tidak mau makan makanan yang berminyak. Kamu bahkan tidak bisa mencium baunya. Belum lama setelah kamu hamil kamu itu terlihat kurus. Kamu membutuhkan lebih banyak nutrisi. Aku akan kembali dan makan malam denganmu malam ini. Oke?" kata Brandon lembut.


Ini adalah pertama kalinya dia begitu sabar terhadap seorang wanita. Di masa lalunya, saat Prilly sedang marah, dia akan membelikannya makanan atau memberinya hadiah. Dia tidak akan menghabiskan begitu banyak waktu berbicara dengannya.


Tapi dia takut Zelle tidak mau makan apa-apa, jadi dia berusaha sekuat tenaga untuk menghiburnya.


Zelle memikirkannya dan merasa apa yang dikatakan Brandon benar. Makanan bergizi telah meredakan rasa mualnya saat pagi hari.


"Baiklah." Karena Brandon baru saja mengatakan bahwa dia akan makan malam dengannya, kemarahannya pun segera hilang. Zelle mulai tidak sabar menantikan waktu malam tiba.


Brandon lega karena dia setuju. Dan dia senang kalau Zelle tidak muntah lagi sore ini.


Saat Ezra meneleponnya dan memberitahunya bahwa Zelle sedang sakit, Brandon merasa sangat cemas. Karena itu, ia menekankan hal itu saat merekrut ahli gizi.

__ADS_1


Masih ada satu jam sebelum dia bisa pulang kerja. Brandon mempercepat membaca dokumen dan menandatangani beberapa kontrak kerja. Dia seharusnya tidak bekerja lembur hari ini. Dia harus pulang dan makan malam dengan Zelle.


Waktu sepertinya berjalan lebih cepat di tempat kerja dan satu jam segera berlalu. Brandon menggeliatkan lengan dan kakinya. Dia kagum, ternyata sehabis kencan dengan Zelle kemarin malam, mampu menambah kinerja nya yang semakin efisien. Dia mampu menyelesaikan file-file itu dalam waktu satu jam.


Dalam perjalanan pulang, Brandon membeli beberapa makanan ringan untuk Zelle.


Ketika dia tiba, piring sudah berjejer rapi di atas meja makan. Ada lebih banyak makanan dari biasanya karena kedatangannya.


Zelle tersenyum padanya saat dia melihat Brandon. Mereka telah hidup bersama selama beberapa bulan ini, tetapi dia masih merasa sedikit tidak nyaman karena dia baru mengetahui bahwa suaminya adalah bosnya sendiri.


"Tuan Brandon, makan malam sudah siap. Anda bisa mencuci tangan dulu." Melihat Brandon pulang untuk makan malam dengan istrinya, Ezra mengira Zelle sudah menjadi orang terpenting dalam hidup nya.


"Baiklah." Brandon melirik Zelle. Dia tiba-tiba merasa senang karena ada seseorang yang menunggunya saat pulang ke rumah. Mengapa dia tidak menyadarinya sebelumnya?


Ada dua jenis hidangan di atas meja. Satu untuk Zelle tanpa ada minyak sama sekali, tapi sangat bergizi.


Dan yang untuk Brandon digoreng dengan minyak.


Saat makan, Zelle melihat beberapa tanda merah di leher Brandon. Tampaknya seseorang telah menciumnya dan meninggalkan bekas bibirnya.


Zelle menundukkan kepalanya. Kebahagiaan dihatinya hilang seketika saat melihat tanda kiss mart itu.


Brandon tidak menyadari kalau Zelle melihat bekas alergi nya beberapa malam yang lalu. Bekas itu memang belum hilang, orang yang melihatnya, mungkin akan salah paham dengan tanda itu. Sementara Brandon makan dengan lahap.


Zelle merasa sedikit kesal. Dia merasa mual saat mencium bau minyak di piring Brandon.


Zelle menutup mulutnya dan berlari kekamar mandi.


Zelle memuntahkan seluruh makanan yang baru saja dimakan nya dan merasa perutnya kosong sekarang. Seseorang menepuk punggungnya dengan lembut dan memberinya segelas air.


Setelah berkumur, Zelle bersandar pada sesuatu di belakangnya. Sangat hangat dan nyaman.

__ADS_1


Tapi dia masih merasa lapar. Itu sangat mengganggu nya. Dia akan merasa sakit kalau dia makan. Tapi dia akan lapar jika dia tidak melakukannya.


Zelle mencium bau yang begitu familiar baginya. Zelle tahu bau itu berasal dari tubuh Brandon, tetapi dia tidak ingin memandangnya. Dia tidak tahan melihat bekas ****** dilehernya.


Ketika Zelle kembali ke meja makan, dia melihat kalau makanan dari Brandon telah disingkirkan. Hanya ada makanan untuknya sekarang.


Jika dia tidak melihat bekas ****** itu, mungkin dia akan melahap semua makanan nya. Tapi sekarang, hanya ada rasa cemburu dan kesal dihatinya.


Zelle kehilangan nafsu makannya. Dia baru saja muntah dan dia terlalu lemah untuk makan apapun.


"Kamu harus makan lebih banyak, ini untuk kesehatanmu juga." Kata Brandon dengan prihatin.


"Tidak. Aku takut aku akan muntah lagi." Zelle mulai merasa pusing.


"Biarkan aku membawamu ke atas." Brandon berjalan untuk memegang lengannya.


"Tidak apa-apa. Habiskan saja makan malammu. Aku baik-baik saja. Aku bisa berjalan sendiri." Zelle tidak mau Brandon melihatnya menangis. Brandon tidak bertanya lagi karena Zelle bersikeras untuk naik keatas sendiri


Dia bisa menemui Zelle nanti, tetapi saat dia sudah tidur. Zelle sedang hamil dan butuh lebih banyak istirahat, jadi Brandon memilih pergi kekamar tamu.


Setelah dia pergi, air mata Zelle pun tumpah. Dia meletakkan satu tangan di perutnya, mengelusnya sambil berkata, "Sayang, apa yang harus Mommy lakukan? Mommy, harus gimana nak?


****


Hari-hari berikutnya, Brandon selalu makan malam dengan Zelle di rumah. Selain itu, makanan tersebut terutama disiapkan sesuai dengan kebutuhan gizi Zelle. Brandon juga makan makanan yang sama dan para pelayan tidak menyajikan makanan yang berminyak lagi.


Sesekali, Zelle juga pergi membersihkan apartemen yang disewanya. Dia akan pindah ketika ayahnya kembali nanti.


Ayahnya hampir sembuh dari penyakitnya. Dia sekarang sedang dalam masa pemulihan di Prancis. Zelle merasa kasihan karena dia tidak menemaninya saat ayahnya menjalani operasi.


Ketika ayahnya kembali nanti, dia akan menghabiskan banyak waktu bersamanya dan membantunya menjaga kesehatannya. Zelle yakin kalau dia bisa diandalkan dalam menjaga ayahnya.

__ADS_1


"Zelle, ayah akan kembali besok lusa. Akhirnya ayah pulang juga!" Jaster menelepon Zelle. Dia senang karena operasinya sangat sukses. Dan dia bisa merawat putrinya ketika dia sembuh nanti.


Bersambung.............


__ADS_2