Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Zelle hamil


__ADS_3

Sementara Zelle yang sudah bangun, sekarang tengah duduk di meja. Dia bersiap untuk menikmati sarapan yang lezat pagi ini


Namun setelah beberapa suap, tiba-tiba Zelle kehilangan nafsu makannya dan merasa perut nya bergejolak.


Zelle menahannya, dia berusaha memaksa kan diri untuk makan. Baru saja dia mulai menyuap makanan kemulutnya, tapi, dia sudah tidak bisa menahan diri lagi, dan langsung berlari ke wastafel memuntahkan semua isi perut nya.


🌼🌼🌼


UWEK


UWEK


UWEK


Zelle memuntahkan isi perutnya. Dia terlihat sangat lemah bersandar disamping kulkas sambil menyeka air matanya. Muntah kali ini sangat menguras tenaganya. Setelah merasa baikan, Zelle berjalan kembali ke meja makan.


Saat dia kembali duduk, ingin melanjutkan sarapan nya, tiba-tiba dia kembali merasakan mual saat mencium aroma makanannya. Dia mendadak mual mencium aroma daging dan juga minyak.


"Ezra, Ezra, singkirkan ini." Zelle buru-buru meminta


Ezra untuk mengambil dagingnya, dan hanya menyisakan semangkuk bubur sayur di depannya.


Zelle berhasil memakan setengah mangkuk bubur itu namun, dia masih merasa sangat tidak nyaman. Jadi dia memilih untuk naik ke atas berbaring dan beristirahat.


Zelle pikir, perut nya sakit karena dia terlalu banyak makan saat bersama teman-teman nya kemaren malam. Itu lah mengapa perutnya sakit sekarang.


Zelle tengah berbaring di tempat tidur, dia tertidur dengan sangat cepat. Ezra sudah memberitahu tentang nya pada Brandon. Dan Brandon bergegas pulang meninggalkan semua pekerjaan nya.


Dalam keadaan linglung, Zelle merasakan tangan seseorang menyentuh dahi dan perutnya.


"Berhentilah main-main. Aku mau tidur." Dia berguling dan tertidur lagi. Zelle sangat mengantuk hingga dia tidak peduli siapa itu.


"Tuan Brandon, menurut pemeriksaan dan dilihat dari gejalanya, seperti nya Nona Zelle tengah hamil muda." Ucap dokter dari keluarga Dharmendra. Tadi malam dia sibuk mengurus Brandon. Dan barusan Brandon menelepon nya untuk datang kekediamannya memeriksa Zelle yang sedang sakit.


"Apa? Dia hamil?" Brandon tiba-tiba tertegun. Tak pernah terpikirkan olehnya, kalau dia akan menjadi seorang ayah.

__ADS_1


"Y.....y...ya. Tuan Brandon, kalau anda tidak menginginkannya, kami dari pihak rumah sakit memiliki cara untuk menyingkirkan nya tanpa membahayakan kesehatan Nona Zelle." Melihat raut wajah Brandon, dokter itu menduga kalau dia tidak menyukai kenyataan bahwa Zelle tengah berbadan dua. Semua orang tahu, Brandon hanya mencintai Prilly.


"Keluarlah! Tinggalkan kami sendiri." Brandon mengusir Ezra dan dokter itu keluar. Entah kenapa dia merasa tidak terima dengan ucapan dokter itu barusan.


Brandon melangkah ke tempat tidur, dia duduk disamping Zelle, diam-diam menatapnya.


Zelle hamil? Jadi apa yang harus dia lakukan sekarang?


Zelle tertidur begitu nyenyak. Brandon tidak mau mengganggu nya. Besok mereka harus pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lanjut. Dia juga harus tahu hal apa yang harus dilakukan oleh seorang suami saat istri tengah hamil muda.


Brandon bingung dengan perasaannya. Dia gugup sekaligus bahagia mendengar kabar ini. Dia akan menjadi seorang ayah. Tapi, dia juga kasihan dengan Zelle.


Setelah berbicara dengan Ezra, Brandon kembali ke perusahaan. Niat hati mau melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda, tapi, dia malah sibuk dengan gadget nya, mecari di internet tentang apa yang harus diperhatikan oleh ibu hamil, makanan apa yang cocok untuk wanita hamil, dan apa yang harus dilakukan oleh suami saat istri hamil.


Saat Zelle bangun ternyata hari sudah sore. Perutnya merasa lapar, tapi saat dia mengingat makanan tadi, nafsu makannya pun hilang. Rasanya sekarang dia hanya ingin makan bubur.


"Zelle, kamu mau makan apa?" Zelle sudah turun ke bawah. Sebelum dia membuka mulutnya, Ezra sudah duluan bertanya.


"Kurasa, aku mau makan bubur saja. Tolong jangan tambah kan yang lain." Zelle tidak ingin makan apa pun yang mengandung minyak.


Dan sebelum Zelle bangun, Ezra sudah menyiapkan semuanya. Jadi, Zelle bisa memilih makanan mana yang dia mau.


Mendengar ada bubur, Zelle kembali merasa lapar. Sesendok bubur sudah masuk kedalam mulutnya. Namun, dia kembali berlari ke wastafel memuntahkan nya. Sungguh Zelle merasa begitu tersiksa.


"Ezra, seperti nya, aku ada makan sesuatu yang membuatku seperti ini. Ambil kan aku obat." Zelle mengalami muntah yang parah hingga membuat dia tidak memiliki kekuatan lagi


"Zelle, aku pikir, lebih baik kita kerumah sakit. Aku akan menyiapkan mobil." Kata Ezra pada Zelle


'Aku hanya sakit perut. Mengapa semua ribut-ribut? Apa tidak cukup bagiku untuk minum obat saja?'


Zelle tidak mau pergi ke rumah sakit. Sebenarnya dia sedikit takut dengan rumah sakit.


"Nona, ayo kita pergi kerumah sakit. Mobil sudah siap. Aku akan mengantarmu." tegas Ezra. Dia telah menelepon Brandon, yang sedang bergegas ke rumah sakit untuk menunggu kedatangan Zelle


"Baiklah." Mengingat Vela dan Audy masih bekerja. Zelle akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah sakit sendiri.

__ADS_1


"Kurasa aku harus pergi kedokter khusus ginekologi. Perutku sangat sakit." Zelle memprotes karena Brandon pernah berjanji padanya untuk membawanya ke seorang ginekolog.


"Baiklah, ayo pergi ke dokter ginekologi dulu." Ezra mengiyakan saja. Dia tidak tega melihat kondisi Zelle. Brandon akan marah padanya jika dia tidak menuruti kemauan Zelle.


Mereka pergi ke dokter ginekologi untuk melakukan pemeriksaan, setelah diperiksa, dokter itu mengatakan Zelle dalam keadaan baik-baik saja.


Akhirnya, Zelle pergi kedokter kandungan bersama Brandon.


"Selamat. Nyonya, Anda hamil." Dokter dari Departemen Kebidanan dan Kandungan tersebut terus memandangi Brandon. Bagaimana dia bisa terlihat begitu tampan? Dia sepertinya pernah melihatnya di beberapa majalah.


"Tidak mungkin! Saya selalu meminum obat kontrasepsi!" Zelle merasa tidak percaya dia tengah mengandung. Bagaimana bisa? Dia selalu rutin meminum obat kontrasepsi setiap kali dia berhubungan dengan Brandon.


"Apa? Kamu minum obat kontrasepsi?" Dokter itu terlihat bingung.


"Oh, tidak apa-apa. Tidak apa-apa. Terima kasih, dokter." Brandon menyembunyikan kebahagiaannya, dengan sopan dia berterima kasih pada dokter itu.


"Yah, ada yang salah..." Zelle menghela napas. Dia masih tidak bisa menerimanya. Bagaimana dia bisa hamil?


Tapi Brandon membawa nya keluar.


"Pasti ada kesalahan. Aku tidak boleh hamil. Aku tahu kita hanya akan bersama selama dua tahun. Aku tidak akan menahanmu hanya karena bayi ini. Tuan Brandon aku pikir aku harus memeriksanya lagi." Zelle bersikeras.


"Aku yang sudah mengganti obat kontrasepsimu dengan vitamin." Melihat Zelle masih meragukan hasilnya, Brandon pun menjelaskan yang sebenarnya.


Saat itu, dia kesal karena Zelle tidak mau mengandung anaknya. Jadi dia mengganti pil itu.


"Apa? Kenapa kamu melakukan itu? Kita hanya memiliki waktu satu tahun lebih beberapa bulan lagi. Kalau aku hamil, aku tidak akan pernah menggugurkan bayi ini. Tapi anakku yang malang akan lahir tanpa seorang ayah." Air mata Zelle mengalir di pipi nya


Sejujurnya, dia memang ingin punya anak dari Brandon. Tetapi ketika mereka bercerai nanti, akan sangat menyakitkan untuk memutuskan siapa yang harus membesarkan bayi ini. Dan Zelle tidak akan pernah meninggalkan bayinya.


"Tentu saja ia akan memiliki seorang ayah! Dan aku jamin ia akan lahir dalam keluarga yang bahagia. Biarkan alam menentukan jalannya, Zelle." Brandon terlalu bahagia untuk menjelaskannya kepada Zelle


"Tapi Brandon, apa kamu tidak tahu kalau aku memiliki masa lalu yang memalukan?"


Bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2