Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
The Heart of the Ocean


__ADS_3

Zelle berbaring di tempat tidur, melihat tangannya yang terluka dan bertanya-tanya mengapa suaminya tidak pulang akhir-akhir ini. Apakah dia sakit?


Sebenarnya, Zelle ingin tahu sedikit tentang dia. Bahkan jika dia sakit, Zelle tidak akan tahu. Dia lebih suka menanggungnya sendiri. Zelle merasa kasihan padanya.


Meskipun Suaminya itu jelek, dan kalau sakit tidakw ada yang mengurus nya. Sebagai seorang istri seharusnya dia yang melakukan nya.Tapi, selain itu, Zelle sering memikirkan Brandon. Zelle pikir dia sudah keterlaluan. Dia sudah bersuami Sekarang, jadi, dia harus menerimanya.


Bagaimana mungkin dia bisa memiliki perasaan pada pria lain?


☘️☘️☘️


"Sayang, aku mau bekerja diperusahaan mu. Boleh ya? Sejak kembali dari luar negeri, aku tidak punya kegiatan. Aku merasa bosan." Prilly duduk di pangkuan Brandon


"Bekerja di perusahaan ku? kamu kan bisa nyari kegiatan di luar. Lagian, mengapa kamu tidak membantu bisnis saudara mu saja?." Mendengar kalau Prilly ingin bekerja di perusahaan nya, secara naluriah Brandon menolaknya.


"Sayang, kalau aku bekerja di kantor mu, aku akan selalu melihat mu. Emangnya kamu tidak mau melihat ku, ya?." Prilly mengerucutkan bibirnya, membuat siapa pun yang melihat nya merasa gemes.


"A-aku akan memberitahu saudara mu dulu, minta persetujuan darinya." Brandon melihat wajah Prilly pun hatinya melunak


" Tidak perlu sayang. Kakak ku itu tidak akan pernah menolak permintaan ku. Jadi, katakan saja, kapan aku harus mulai." Melihat Brandon sudah luluh padanya, Prilly merasa sangat senang


Prilly ingin selalu berada di samping Brandon. Dia tidak akan membiarkan wanita manapun mendekati Brandon.


Ternyata Prilly meminta menjadi sekretaris Brandon untuk mengganti kan Zelle. Tentu saja, Zelle tidak mengetahui hal itu. Zelle masih libur karena dalam masa penyembuhannya.


***


Meskipun luka di tangannya cukup parah, tapi, karena obat yang diberikan super ajaib, jadi, tidak butuh waktu lama untuk Zelle pulih.


"Nona, sudah waktunya untuk sarapan." Seorang pelayan wanita yang telah diatur untuk merawat Zelle datang mengahampiri Zelle. Namun, Zelle menolak. Mungkin bisa dibilang hanya dua sendok makanan yang masuk ke perutnya sejak kemarin.


Zelle kasihan melihat pelayan wanita tersebut. Akhirnya, dia mau untuk sarapan. "Baiklah"


Kata dokter, hari ini Zelle sudah boleh melepas perban nya. Berarti tangannya sudah sembuh.


Sehabis sarapan, Ezra membawa Zelle ke rumah sakit. Seperti kata dokter sebelum nya, tangannya akan sembuh.


Zelle melihat tangannya dengan mata berbinar. Setelah di buka perban nya, tangannya terlihat cantik. Sepertinya dia punya tangan baru. Seking bersemangat nya Zelle, dia melompat turun dari tempat tidur pasien dengan berjingkrak menggoyang-goyangkan tangan Ezra kesana kemari.


Saat mereka di depan lift, tak henti-hentinya Zelle mengamati tangannya. Zelle mengangkat telapak tangannya ke udara, membolak balik kannya, dan pada saat pintu Lift terbuka, muncullah dua orang yang dapat Zelle lihat dari celah jari-jari nya.


Brandon tinggi dan tampan dan Prilly cantik. Mereka tampak seperti pasangan yang serasi hanya dengan berdiri di sana bersama.


"Tuan Brandon, Miss Prilly," Zelle menyapa mereka.


Brandon sebenarnya merasa sangat bersalah. Walau dia tidak menunjukkan nya di wajahnya, tapi dia merasa seakan ketahuan berselingkuh di belakang Zelle


"Zelle, bagaimana keadaan tangan mu? aku sungguh minta maaf." Ucap Prilly saat melihat Zelle, dia menghampiri nya dengan hangar dan meraih tangan Zelle


Saat melihat tangan Zelle halus dan begitu mulus, Prilly terkejut. Bagaimana bisa tidak ada bekas luka bakar di tangannya? padahal air teh kemarin sangat lah panas.


"Sudah sembuh kok. Hari ini perlepasan perbannya. Jadi, besok aku sudah bisa masuk kerja. Thank you untuk hari liburnya, tuan Brandon." Zelle tersenyum, kemudian menarik kembali tangannya dari Prilly


Prilly tersenyum canggung, berpura-pura sedih, dia menghampiri Brandon, bergelayut manja, dan berkata, "Sayang, Zelle masih marah padaku."


Zelle semakin muak dengan Prilly. Wanita yang begitu munafik. pikir Zelle


Tapi sayang, Brandon mencintai nya, jadi, apa peduli nya?


"Aku pergi dulu." Zelle tidak ingin melihat Prilly lagi, Zelle dan Ezra pun masuk ke dalam lift.


Brandon hanya diam. Dia tidak tahu harus berkata apa. Dia sangat ingin memeluk tubuh kurus Zelle. Kemudian, dia merangkul bahu Prilly, dan pergi bersamanya.

__ADS_1


Zelle merasakan perasaan sedih meliputi relung hatinya. Mengapa dia jadi begini? Kenapa hatinya sakit melihat Brandon mesra dengan Prilly? Brandon tidak ada hubungan apa-apa dengan nya.


Dia sudah menikah, tapi masih memikirkan pria lain. Zelle merasa itu tidak adil bagi suaminya.


Ezra hanya diam, menyaksikan kejadian tadi, dia juga tak punya hak untuk ikut campur. Dia bisa melihat raut sedih di wajah Zelle. Tapi, Zelle bisa menyembunyikannya, saat bicara padanya.


Ezra ditugaskan oleh Brandon untuk menjaga Zelle. Jika terjadi sesuatu, pasti lah Brandon akan marah padanya.


" Ezra, apa suami ku sakit?." Zelle bertanya pada Ezra saat mereka sudah di dalam mobil.


Ezra tidak menyangka, kalau Zelle akan perduli pada suaminya. Ezra diam beberapa saat, sebelum dia menjawab


"Mungkin Tuan sibuk Nona. Dan tuan juga baik-baik saja." Jawab Ezra cepat


"Ah, syukurlah. Aku senang mendengar nya." Zelle merasa lega, karena dugaannya Salah. Tapi, apa pekerjaan nya? Sampai sesibuk itu? Bahkan jarang kembali ke rumah.


"Nona, ada seorang wanita ingin bertemu dengan Nona. Dia mengajak untuk minum teh. Wanita ini, pernah datang menjenguk nona, waktu nona sakit dulu." Kata Ezra. Karena tadi Afina menelepon nya untuk bertemu Zelle.


"Dia ingin menemuiku?" Zelle ingat siapa wanita itu. Hari itu, dia salah mengira kalau wanita itu adalah maamanya.


"Iya Nona. Saya akan mengantar nona." Ezra mengangguk


"Baiklah." Zelle menyukai Afina. Selain cantik, dia juga memiliki kepribadian yang baik.


Mereka sampai di salah satu kafe, Ezra membukakan pintu mobil, Zelle keluar dan masuk ke dalam. Ezra menunggu nya di luar.


"Zelle, kita sudah lama tidak bertemu, nak." Begitu Zelle masuk, dia langsung dipeluk oleh seorang. Zelle tahu itu adalah Afina. Zelle melihat ada lagi seorang wanita yang duduk di kursinya, sambil tersenyum ramah padanya. Zelle ingat, wanita itu pernah dia jumpai di toilet kantor, waktu itu.


"Halo, Zelle. Apa kau mengingat ku?. Tanya Audy, saat Zelle dibawa duduk oleh Afina.


Zelle menatap Audy. Dia ingat kok. Tapi, Zelle tidak pernah lagi melihat nya dikantor.


"Benar, Zelle, aku Audy. Aku kira kamu lupa. Oh, iya ini mommy ku." Audy memperkenalkan Afina. Zelle sudah tahu, bahkan Afina saat antusias bertemu dengan nya.


Zelle mengangguk, menoleh ke arah Afina. Zelle memilih duduk berseberangan dengan mereka, dia agak segan duduk di samping Afina.


"Zelle, kalau kamu masih merindukan ibumu, kamu bisa menelepon Mommy. Kamu bisa menganggap Mommy sebagai ibu mu." Kata Afina memegang tangan Zelle di atas meja.


Air mata Zelle tumpah, dia begitu terharu mendengar kata-kata Afina.


"Mom, coba lihat, Mommy membuat Zelle menangis. Zelle, jangan nangis dong, nanti cantik nya ilang." Audy berusaha menghiburnya


" Tak apa Audy. Aku hanya tersentuh." Zelle menyeka air mata nya. Sudah bertahun-tahun dia melewati kesedihan dengan seorang diri, meski dia masih memiliki seorang ayah, tapi tetap saja tidak ada yang bisa memahami hatinya.


Tapi, Sekarang Afina perduli padanya. Bagaimana bisa Zelle tidak tersentuh dibuatnya?


"Sudah, sudah, sesi sedih nya sudah habis. Sekarang mari kita nikmati makanan nya. Pesan apa saja yang kamu suka, sayang. Biar Mommy yang bayar " Afina memberi isyarat pada gadis-gadisnya untuk makan.


Ketiga wanita itu menikmati makananNya dengan gembira. Makanannya benar-benar enak.


"Zelle, bagaimana pekerjaan mu, di Gweneth Group? apa ada yang membuli mu?." Afina bertanya pada Zelle dengan prihatin


Zelle yang hendak minum, terhenti mendengar pertanyaan dari Afina. Zelle terlalu malu, untuk mengatakan yang sebenarnya. Akhirnya, Zelle hanya menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak ada yang mengganggu ku kok, mereka semua baik."


Meski Zelle mengatakan begitu, Afina tetap merasa ada sesuatu yang terjadi.


Zelle adalah istri dari presedir Gweneth Group. Jika mereka mengganggu nya, dan mereka mengetahui yang sebenarnya, itu akan menjadi lelucon yang mengerikan


Meskipun Afina tidak tahu mengapa Brandon merahasiakan pernikahannya, tapi, Zelle adalah istrinya dan harus diperlakukan dengan hormat sejak menikah dengannya.


"Audy, kamu jangan malas-malasan. Bekerjalah di Gweneth Group. Maka kalian bisa saling menjaga." Afina merasa khawatir, jadi, dia meminta Audy untuk membantu Zelle

__ADS_1


"Mom, percuma mengatakan itu pada ku. Harus nya Mommy menyuruh orang yang memiliki keputusan itu, supaya aku lebih mudah bekerja disana." Audy sudah mulai bekerja disana sejak pertama kali dia bertemu Zelle, tapi, Brandon tidak mengizinkan nya.


"Baiklah, mommy akan mengurusnya, tapi kamu harus bekerja keras dan belajar dari Zelle." Afina sangat mengkhawatirkan putrinya. Selain menghabiskan uang, Audy tidak bisa melakukan hal lain dengan baik. Untungnya, dia baik hati.


Setelah mengobrol sebentar, Afina merasa masih perlu bicara dengan Zelle. Dia memesankan teh untuk Zelle sebelum mulai berbicara.


"Zelle, kudengar Gweneth Group baru-baru ini merekrut beberapa pemula. Hati-hati. Awalnya memang terlihat baik, tapi setelah itu, mereka akan mengeluarkan taringnya." Afina menatap Zelle, begitu juga dengan Zelle. Mata Zelle yang cerah dan tatapan lembutnya membuat Afina meleleh.


"Terutama Prilly. Kamu harus sangat berhati-hati terhadapnya." Afina langsung ke intinya.


Kata-katanya benar-benar mengejutkan Zelle. Mengapa Afina tahu tentang Prilly? Dan dia bahkan mengingatkannya untuk berhati-hati.


Tapi Zelle tidak bertanya. Senang rasanya ada yang peduli padanya. Untuk alasannya, dia tidak perlu tahu.


"Baiklah, aku akan berhati-hati." Zelle menyeka mulutnya. Dia kenyang. Makanan disini memang enak.


Melihat Zelle tidak banyak bertanya, Afina semakin menyukainya. Zelle benar-benar gadis yang bijaksana.


"Oh, iya, Mommy punya sesuatu untuk mu. Zelle, bukan kah aku ibu mu Sekarang? Mommy tidak mau, kamu memanggil ku Mommy tanpa ada yang ku berikan pada mu. Mommy ingin memberikannya padamu. Mommy harap kamu menyukai nya." Afina mengeluarkan sebuah kotak mewah dari tas Diornya dan menyerahkannya pada Zelle



"Tidak, tidak, aku tidak bisa menerimanya." Amy buru-buru melambaikan tangannya. Dia baru saja bertemu Afina dua kali. Meskipun dia sangat miskin sekarang, dia tidak dapat mengambil hadiah itu.


Ya, setelah Zelle membuka kotak itu, dia kaget dan langsung menolak nya. siapa yang tidak tahu dengan Kalung berlian termahal di dunia itu. Bahkan harganya mencapai Rp 280 miliar.


"Ambil lah, Zelle demi Mommy." Afina mengabaikan kata-kata Zelle. Dia berdiri memasang kan kalung berlian itu ke leher Zelle.


Kalung berlian tersebut sangat bersinar di tubuh Zelle. Menambah kecantikannya terutama pada penampilan nya. Ditambah lagi kulit Zelle yang putih, sangat cocok dengan warna biru hati pada kalungnya.


Afina melihatnya sangat puas dan berkata, "Cantik. Sangat cocok untukmu. Mulai sekarang, kamu juga akan menjadi putriku."


Zelle merasa Vela cukup riang, tapi tidak sebebas Afina atau Audy. Tidak peduli apa kata Zelle, Afina tetap bersikeras memberikan kalung itu padanya.


"Aku tidak bisa mengambil kalung ini. Kita baru saja bertemu dan hampir tidak mengenal satu sama lain. Aku memanggilmu ibu hari itu karena..." Zelle mencoba melepas kalung berlian itu. Bagaimana dia bisa mengambil hadiah semahal ini hanya karena dia memanggil Mommy tempo hari.


"Mommy tidak perduli. Kamu sudah memanggil ku Mommy. Kalau kamu tetap menolak, berarti kamu menghinaku, dan aku akan marah." Afina menghentikan Zelle dan wajahnya berubah cemberut.


"Terima lah Zelle, Mommy sangat baik, dia begitu menyukai mu, Zelle. Kamu sangat cantik. Jadilah putrinya, dan aku akan memiliki saudari perempuan." Audy juga membantu ibunya membujuk Zelle untuk menerima kalung pusaka keluarga nya itu.


Pada akhirnya, Zelle tidak bisa menolak, jadi dia tidak punya pilihan selain menerimanya.


"Terima kasih." Zelle memegang kalung yang bertengger di lehernya. Memang sangat indah. Dia tahu sedikit tentang sejarah kalung Itu. Kalung ini sangat berharga.


"Sama-sama. Jika kamu merindukan ibumu, panggil saja Mommy. Dan Audy adalah adikmu mulai sekarang. Kita adalah keluarga sekarang. Jangan terlalu banyak berpikir. Mommy memberimu kalung ini karena Mommy tidak bisa memakainya, jadi jangan merasa terbebani apa pun," kata Afina sambil memegang tangan Zelle


Tentu saja, Zelle tahu bahwa Afina hanya menghiburnya, tetapi dia tidak mengerti mengapa Afina memberinya hadiah yang begitu berharga.


Akhirnya, mereka bertiga berpisah, Zelle keluar, dia melihat Ezra masih setia menunggunya.


"Ezra, apa kamu berdiri disini sejak tadi? kalau tahu begitu, aku harusnya keluar lebih awal tadi." Kata Zelle merasa tidak enak dengan Ezra.


"Tidak apa-apa, Nona. Anggap saja ini olahraga." Ezra meregang kan kakinya untuk menegaskan maksudnya


Ezra melihat kalung berlian di leher Zelle. Sepertinya, majikan nya itu sangat menyukai Zelle. Ezra tau, kalung berlian itu merupakan pusaka berharga dari keluarga Dharmendra. Penuh perjuangan kakek Deon untuk mendapatkan nya. Makanya harganya memang fantastic.


Ezra senang dengan Zelle. Dia juga sangat menyukai gadis ini. Meskipun baru beberapa hari sejak mereka bertemu, dan Zelle banyak terluka. Tapi dia memang gadis yang sangat baik.


Bersambung......


Good afternoon 🌺

__ADS_1


__ADS_2