Terikat Kontrak CEO Misterius

Terikat Kontrak CEO Misterius
Brandon diusir


__ADS_3

Zelle buru-buru menarik pandangannya. Lagi pula, dia bisa membelinya nanti, setelah itu, dia bisa memakannya dengan puas.


Setelah kenyang, Brandon mengeluarkan barang-barang yang dibawanya. Dia duduk di sofa dan mengganti sepatunya.


Zelle menatapnya lagi. 'Apa yang dia lakukan? Apa dia akan tidur di sini?'


🌺🌺🌺


Brandon sepertinya menginap, jadi Zelle sedikit cemas. Dia sudah menikah. Bagaimana mungkin dia bisa tidur sekamar dengan pria lain?


Zelle bangkit dari tempat tidur, berjalan ke arah Brandon dan menulis beberapa patah kata.


"Tuan Brandon, pulanglah."


Brandon melihatnya dengan bingung. Dia telah tinggal bersamanya selama lima hari, dan sekarang dia memintanya pergi? Bukankah dia merawatnya dengan baik?


Brandon membaca kata-kata itu dan menatap Zelle dengan mata seindah mutiara hitam.


Zelle juga sedang menatapnya. Tapi ketika tatapannya tertuju padanya, Zelle buru-buru mengelak.


'Oh, tuhan, dia sangat tampan'


"Aku tidak akan pulang hari ini. Aku sudah membawa semuanya. Aku akan tinggal di sini bersamamu hari ini." Brandon lupa kalau Zelle tidak tahu dia adalah suaminya. Brandon hanya merasa wajar baginya untuk menjaga istrinya.


Zelle buru-buru melambaikan tangannya. Dia tidak ingin suaminya salah paham. Meski pernikahan itu hanya berlangsung dua tahun, namun dilindungi undang-undang. Selain itu, suaminya merasa rendah diri sehingga takut bertemu dengan siapa pun. Jika dia selingkuh, seberapa hancur hantinya nanti?


Namun, Brandon mengabaikannya dan beralih menatap ke laptop nya


Zelle tidak punya pilihan selain mengirim pesan kepada Ezra. Dia tidak kembali ke rumah selama lima hari. Ezra pasti khawatir. Dia harus memberi tahu Ezra untuk tidak mengkhawatirkan nya.


Zelle memberi tahu Ezra kalau dia baik-baik saja, dan dia meminta Ezra untuk mengirim seorang pelayan untuk menjaganya agar dia dapat menyuruh Brandon pergi.


Setelah pesan terkirim, Ezra dengan cepat membalasnya. Dia bilang kalau seseorang telah memberitahunya tentang keadaan Zelle. Tetapi untuk para pelayan sangat sibuk akhir-akhir ini. Mereka perlu membersihkan Mansion dan melakukan beberapa dekorasi, jadi tidak ada yang bisa melayaninya.


Zelle membaca pesan itu, dia menjadi tidak berdaya.


'Tuhanku, tidak adakah satu pelayan saja yang bisa melakukannya? Alasan apa yang harus aku gunakan untuk mengusir Brandon?'


Zelle menulis beberapa kata lagi untuk Brandon

__ADS_1


"Aku baik-baik saja sekarang. Aku tidak membutuhkan siapa pun untuk merawatku lagi. Aku hanya tidak bisa berbicara. Selain itu, aku baik-baik saja."


Brandon melihat kata-kata itu dan mengerutkan bibirnya. Apa yang terjadi? Bukankah seharusnya dia senang bahwa presedir dari Gweneth Group merawatnya? Sepertinya dia tidak menginginkannya di sini.


Brandon mematikan Laptop nya. Dia menatap Zelle. Zelle sedikit pucat, mungkin disebabkan oleh pendarahan yang berlebihan. Rambutnya sedikit berantakan, dan dia tidak mandi selama berhari-hari. Brandon samar-samar bisa mencium bau keringat di tubuhnya.


"Ayo ke kamar mandi." Brandon tiba-tiba berdiri dan menarik Zelle ke kamar mandi.


Apa yang dia lakukan? Zelle terkejut. Apakah dia akan membawanya ke kamar mandi? Tidak, Zelle tidak menginginkan itu.


"Jangan gugup. Aku ingat kamu belum mandi selama beberapa hari. Masuklah dan mandi. Aku akan mengirimkan pakaianmu." kata Brandon kepada Zelle setelah menyesuaikan suhu air.


Wajah Zelle memerah. Memang, dia belum mandi selama berhari-hari dan sekarang bosnya, seorang pria, mengungkit hal Itu. Sungguh benar-benar membuat Zelle malu.


Namun, Brandon santai saja. Setelah menyiapkan air, dia pun pergi.


Pintu tertutup. Zelle memerah seperti udang rebus. Ada apa dengan Brandon dan dia? Setiap kali dia dalam keadaan yang memalukan, Brandon akan ada di sana!


Airnya hangat, Zelle memutuskan untuk mandi. Dia menutup pintu kamar mandi dan melepas pakaiannya.


"Kamu tidak enak badan? Mintalah dokter untuk memeriksamu. Ada sesuatu yang harus aku lakukan sekarang, jadi aku mungkin tidak bisa datang." Zelle mendengar Brandon sedang menelepon di luar.


"Baiklah, kalau begitu aku akan segera datang. Tunggu aku." Brandon melirik ke kamar mandi, dan Zelle belum keluar.


"Zelle, aku harus pergi sebentar. Tunggu aku kembali." Brandon keluar. Zelle mendengar pintu ditutup, lalu seluruh ruangan itu pun hening.


Baru saja, dia ingin mengusir Brandon. Sekarang dia benar-benar pergi, tapi entah kenapa Zelle merasa kesepian.


Setelah mandi, Zelle keluar dengan masih memakai pakaian yang sama. Sejak dia dibawa kerumah sakit, penampilan nya tidak pernah berubah.


***


"Attar, berhenti lah mengikuti ku. Pergi lah sana!" Suara Vela datang dari luar pintu.


Dia seperti musuh bebuyutan Attar. Setiap mereka bertemu, mereka pasti akan bertengkar.


"Aku tidak mengikutimu. Aku di sini untuk mengantar pakaian Zelle. Percaya diri sekali anda nona." Attar terdorong untuk membalas.


"Sebaiknya begitu. Berikan saja padaku pakaian nya. Aku yang akan membawanya ke Zelle." Vela berdiri di pintu, menyilangkan tangannya, dan menutup pintu rapat-rapat

__ADS_1


"Ini adalah tugas yang diberikan Brandon padaku. Kenapa aku harus memberikannya padamu? Minggir!" Attar berkata pada Vela dengan wajah muram


"Tidak, aku tidak akan membiarkanmu. Jangan harap kamu bisa masuk." Vela mengangkat wajahnya tinggi-tinggi.


"Kau kutukan sialan." Setelah Vela melolong, Attar masuk. Dia memegang paper bag di tangannya.


"Zelle, ini pakaianmu. Brandon bilang kamu membutuhkannya. Ganti baju sana." Attar cukup baik pada Zelle. Dan Brandon juga baik. Hanya saja dia terlalu setia dengan Prilly.


Zelle mengangguk pada Attar dan mengambil pakaian itu. Pakaian di tubuhnya benar-benar tidak nyaman.


Vela masuk dengan wajah muram. Dia bahkan tidak melihat Attar dan langsung pergi ke sofa.


Attar tidak mengatakan apa-apa padanya. Lagi pula dia sudah makan makanan yang dibelinya. Dia tidak perlu khawatir tentang sisanya lagi. Dia juga harus kembali untuk makan malam.


Attar pergi, dan Zelle sudah berganti pakaian. Ada semua yang dia butuhkan di dalam paper bag itu. Bahkan bra saja ukurannya pas. Brandon benar-benar luar biasa.


"Zelle, kamu terlihat sangat cantik dengan gaun itu. Brandon pasti menyuruh seorang wanita yang memiliki tubuh yang sama seperti mu. Dia memiliki selera yang bagus." Vela menganggap Zelle sangat cantik dengan gaun yang pas melekat ditubuh nya


"Zelle, aku dihantui akhir-akhir ini. Aku sering melihat Attar dalam mimpiku. Apakah dia menggunakan semacam sihir dan mengucapkan mantra pada ku?" Vela menarik Zelle dan memberi tahu dia tentang keluhannya


Zelle menulis beberapa patah kata di atas meja kopi dengan air setelah memandangi Vela beberapa saat.


Vela membacanya dan segera melambaikan tangannya.


****


"Tidak. Tentu saja tidak! Kenapa aku menyukainya? Dia itu playboy. Aku suka pria yang berkomitmen." Vela sudah lama mencintai seseorang. Hanya saja Vela tidak tahu di mana dia sekarang.


Melihat Vela menggelengkan kepalanya, Zelle tidak mengatakan apa-apa lagi. Vela bukan tipe orang yang menyimpan rahasia. Hanya saja terkadang bahkan dia sendiri tidak mengetahui perasaannya yang sebenarnya.


Sebelum mereka sempat berbicara banyak, ternyata banyak yang datang mengunjungi Zelle. Kali ini adalah dua "orang hebat", Audy dan ibunya Afina.


"Ya ampun, apa yang terjadi? Mengapa kamu bisa terluka? Ada apa dengan bosmu? Bagaimana dia bisa membiarkan ini terjadi?" Begitu Afina masuk, dia memegang tangan Zelle dan memeriksa nya. Beruntung, Zelle tidak mengalami luka serius.


"Mom, apa yang Mommy bicarakan?" Audy mengingatkan Afina. Baru pada saat itulah, Afina ingat bahwa bos Zelle adalah putranya.


Pasti ini semua ulah Prilly. Kehadiran nya selalu membuat masalah.


Bersambung.....

__ADS_1


🌚


__ADS_2